
"Masuk Ris!"ajak Tuan Carlos Antonio.
Pria bernama Haris yang merupakan adik laki-laki Tuan Carlos Antonio itu menurut.
"Setahu aku, kamu nggak punya apartemen di daerah sini, Kuya. Ini apartemen siapa?"
Haris tiba-tiba saja ditelepon oleh Tuan Carlos Antonio, mengatakan bahwa Kakak laki-lakinya itu butuh jasa pengacara.
"Nanti juga kamu tahu,"jawab Tuan Carlos Antonio.
Haris berhenti melangkah dan terkejut bukan main.
"Ate kasih!"
Kasih tersenyum dan mengangguk.
"Hai Haris apa kabar?
Haris berjalan mendekat. "Ini beneran Ate Kasih?
Kasih tertawa. "Iya, benar."
"Ate apa kabar? kapan balik? Papa sama Mama udah tahu?"tanya harus bertubi-tubi.
"Belum, Ris. dia belum siap ketemu keluarga kita,"jawab Tuan Carlos Antonio.
"Gavin juga belum tahu kalau Ate mama kandungnya? tanya Haris lagi.
Kasih menggeleng. "Belum, Ris."
Haris menghela nafas. Dia sendiri saja sudah mengenal kasih, terkejut melihat kembalinya wanita itu. Apalagi Putra yang tak mengingatnya sama sekali.
"Oh iya, Ngomong-ngomong, Kuya butuh jasa pengacara buat apa?"tanya Haris
"Duduk dulu yuk, Ris. Sambil ngeteh." Ajak Kasih.
"Okey, Ate."
__ADS_1
Ketiganya kini duduk di ruang tengah sambil berbincang.
"Kuya, mau gugat cerai Aurora." ucap Tuan Carlos Antonio.
Hampir saja Harus menyemburkan teh yang sedang diminum.
"Serius, Kuya?"
Tuan Carlos Antonio mengangguk. "Kuya serius."
Haris meletakkan cangkir teh, kembali ke atas meja.
"Tapi Kuya, respect banget sama Ate Aurora karena udah ngurusin Gavin dari kecil. kenapa tiba-tiba pengen cerai? tanya Haris tak mengerti
"Aurora nyuruh Gavin nikahi perempuan lain,"jawab Tuan Carlos Antonio
"Hah? sudah gila apa, Ate Aurora!"seru Haris terkejut
"Itulah, istri Gavin saja sampai sekarang belum siuman. Kok dia malah ngomong kayak gitu?" balas Tuan Carlos Antonio.
Haris menepuk jidat. "Kuya aku benar nggak nyangka Ate Aurora orangnya begitu."
"Terus Ate Aurora nuntut harta gono gini? terka Haris
"Betul 50% saham NINE MEDIA COPERATION GROUP." jawab Tuan Carlos Antonio.
"Sinting! itu mah namanya mengambil alih posisi penentu arah kebijakan perusahaan." umpat Harus
Itulah Ris, Ate juga mikir kayak gitu. Kalau sempat Aurora menang di pengadilan, bisa-bisa Kuya Carlos dan Gavin nggak punya suara lagi di perusahaan." timpal kasih.
"Berarti kita harus menang, ya?" simpul haris.
"Menurut kamu berapa persen kemungkinan Aurora? tanya Tuan Carlos Antonio.
Haris tampak berpikir. Senjata berupa waktu, pikiran, dan tenaga, yang dicurahkan untuk merawat Gavin dari bayi hingga dewasa. Dia juga menyalahkan Ate Kasih yang kabur dan melupakan tanggung jawab terhadap anaknya. Kayaknya dia punya peluang 70% Kuya.
Tuan Carlos Antonio dan Kasih saling bertatapan. Keduanya menghembuskan napas panjang, Aurora Ternyata bukan lawan yang mudah.
__ADS_1
"Walaupun Ate punya bukti kalau dia yang manipulasi Ate? tanya Kasih
"Bukti apa itu, Ate? tanya Haris ingin tahu.
Kasih pun mengambil kotak berisikan surat-surat dari Aurora, dan memberikannya kepada Haris. Pengacara kawakan itu pun membaca semua isi surat dengan seksama.
"Wah, ini bisa senjata untuk melawan Ate Aurora, Ate! dia pasti nggak duga kalau Ate masih menyimpan surat-surat ini."simpul Haris
"Jadi kita punya peluang untuk menang Ris?" tanya Tuan Carlos Antonio.
Haris mengangguk mantap. Kuya percaya sama aku, kan? kita hanya perlu saling bekerja sama, atau Kasih juga harus hadir di persidangan untuk mendukung Kuya." Carlos ya.
Kasih mengangguk "Siap, Ris!"
Ketiganya kemudian membicarakan strategi yang akan mereka gunakan saat sidang perceraian. Tak lama kemudian Tuan Carlos Antonio izin menelepon sebentar untuk menyiapkan beberapa hal.
"Ate Kenapa belum ketemu sama Papa dan Mama?" tanya Haris hati-hati.
Kasih menggeleng. Ate, Belum berani haris Mereka pasti marah banget sama Ate, karena kabur gitu aja ninggalin Gavin.
"Atin Salah." ucap Haris
Kasih menatap adik iparnya lamat-lamat "Kenapa?
"Justru Mama rindu banget sama Ate, bahkan sampai sekarang dia masih berharap Ate balik. Ate itu, menantu kesayangan Mama. Apalagi kalau Ate tunjukkan surat-surat itu ke Mama. Pasti Mama paham kenapa ada pergi jelas Haris.
Kasih menunduk. Bagaimanapun dia telah melakukan tindakan yang salah di masa lalu apa mungkin dia akan dimanfaatkan semudah itu?
Ate percaya sama Aku. Detik ini Ate muncul di rumah, pasti Mama bakalan nyambut Ate dengan sukacita. Apalagi nanti Ate bakalan hadir di sidang cerai kuya Carlos. Gak mungkin mama atau Ate udah balik waktu sedang itu, kan? ate harus ketemu sama papa dan mama dulu." lanjut haris.
"Tapi Gavin gimana Ris?" tanya kasih.
"Benar juga ya Ate, Gavin juga belum tahu tentang Ate, apalagi dia sayang banget sama Ate Aurora. Eh Tapi menurut aku, kalau kejadiannya kayak gini, apa mungkin Gavin masih respect pada ate Aurora?" tanya harus bingung.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN