Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 74. JATI DIRI _ YOU & ME


__ADS_3

jam makan siang tiba. Matteo keluar dari ruangan dan terkejut melihat Andika Vallen dan yang lainnya berdiri di depan ruangannya. dia melirik pada Irma yang hanya bisa cengengesan.


"Ayo, Matteo! kita makan siang bareng," ajak Andika.


Mateo tahu maksud dari ketiga bawahannya itu. mereka masih menuntut cerita yang disajikan olehnya dan Mischa. Sebab, semalam Mateo menyuruh mereka semua pulang untuk istirahat.


"Oke, ayo!"


Andika, Valen dan yang lainnya bersorak riang. Mereka hampir tak bisa tidur karena begitu penasaran. Mereka pun memilih makan di sebuah restoran yang memiliki ruangan private agar tidak ada orang lain yang bisa mendengarkan pembicaraan mereka.


"Bagaimana?"Andika membuka suara setelah pramusaji mencatat seluruh pesanan mereka.


"Sebenarnya kami juga tahu belakangan. Gavin sama Mischa nggak cerita begitu mereka jadian." Matteo memulai cerita.


"JADI MISCHA DAN BOS GAVIN SUDAH JADIAN?"ucap Valen dan Andika berbarengan. ketiganya benar-benar syok mendengar penuturan Matteo.


"Bukan cuman jadian, waktu Mischa pulang kampung kemarin, bos juga udah minta izin ke orang tua Mischa."Irma menambahkan.


"loh, bukannya Bos dinas keluar kota? tanya Andika penasaran.


"Itu hanya alasan aku buat supaya kamu pada nggak curiga,"jawab Matteo.


"Wah, Aku beneran gak nyangka,"ucap Valen melongok.


"Terus, baju, tas, sepatu, parfum, perawatan dan lain-lainnya itu bos yang bayarin? tanya Andika.


"Iya betul,"jawab Irma.


"Uh, so sweet! Aku beneran nggak nyangka Bos bisa sebegitu perhatiannya."respon Valen


Matteo dan Irma saling bertatapan.


"awalnya kita nggak mau kasih tahu karena khawatir kamu atau Valen iri sama Mischa."ucap Irma pada Valen dan juga Andika.


"Ih, nggak mungkin dong! Mischa itu anak baik. kalau yang jadian sama bos kayak Siska atau gengnya, baru deh Aku kesel banget,"balas Valen.


"iya, benar! aku malah senang banget, dengar kabar ini."sambung Andika.


"Tapi, apa orang tua bos setuju? Apalagi aku dengar, mamanya Bos itu orangnya rada gimana gitu,"tanya Andika cemas.


"Iya.... gitu deh,"jawab Matteo sekedarnya.


"Gitu deh, gimana?"tanya Valen ingin tahu.


"kalau menurut cerita Gavin, memang dapat restu mamanya yang sangat susah. Kalau tuan Carlos Antonio itu orangnya oke saja."jawab Matteo.

__ADS_1


"Yah... kasihan juga Mischa ya. aku nggak bisa bayangin gimana cara dia ngedapetin mamanya Bos,"ucap Valen sedih


"Oh iya. hari ini mereka berdua juga nggak masuk. Apa yang terjadi sesuatu sama Mischa?"tanya Vallen khawatir.


"Mischa lagi sama bos, kok.Tapi, kondisinya hari ini emang nggak bisa masuk kerja,"jawab Matteo.


"udah-mudahan bisa nggak kenapa-kenapa ya. Aku khawatir banget." ucap Valen.


Irma pun mencoba bercanda agar semua kembali bersemangat.


"Sudah sudah! mending sekarang pikirkan seragam apa yang mau kita pakai sebagai bridesmaid dan groomsmen!" serunya


"Memangnya diundang?"tanya Andika.


Semua orang tertawa. Tak lama kemudian pramusaji masuk membawa makanan.


"Sebelum makan, doanya kita tambahin yuk. Selain doa makan, kita doain juga hubungan bos dan Mischa lancar sampai pernikahan." ucap Irma.


****


Mischa belum pernah memakai lipstik berwarna merah sebelumnya. selama ini dia selalu mengaplikasikan ringan dengan warna-warna nude. Namun, hari ini dia mencoba seperangkat alat rias yang dia temukan di ruang rias Nyonya Aurora.


Awalnya dia enggan menggunakan barang-barang milik calon mertuanya itu. Akan tetapi, setelah memasuki ruangan ini, sekelebat ide melintas dalam pikirannya.


Gavin sedang menikmati kopi sore di halaman belakang saat Tuan Carlos Antonio dan nyonya Aurora pulang. samar-samar dia mendengar sang Ibu menanyakan keberadaannya pada salah satu asisten rumah tangga. Tak lama kemudian, kedua orang tuanya muncul menghampirinya.


"Belum, Ma. barusan mandi sore,"jawab Gavin santai.


"CK! kirain sudah pulang. Hahhh....! Nyonya Aurora duduk di salah satu kursi beralaskan bantal panjang. "Belanja emang surga dunia. semua rasa kesal dan stress hilang seketika!"


Gavin menatap sang ayah yang tampaknya baru saja menghabiskan uang seharga 1 unit mobil.


Suara hentakan tapak sepatu terdengar, menarik atensi ketiga orang yang berada di halaman belakang tersebut. Mischa muncul dan membuat rahang Nyonya Aurora hampir jatuh. Bukan hanya dirinya, Gavin pun tak percaya pada Apa yang dia lihat.


"Om sama Tante sudah pulang? siapa Mischa sambil mengembangkan senyumnya.


Gadis itu terlihat sangat percaya diri dengan riasan bold dan gaun berwarna merah. Dia kemudian duduk menyilangkan kaki di samping Gavin.


"Kamu sudah istirahat Mischa?"tanya Tuan Carlos Antonio.


Mischa tersenyum, lalu menjawab.


"Sudah, Om!"


Nyonya Aurora masih belum bisa berkomentar. Baginya, Larissa adalah anak muda paling cantik dia ketahui. Namun, pendapatnya itu terbantahkan saat melihat Mischa. Gadis itu sama sekali tidak tampak seperti anak kampung. Kini dirinya adalah gadis metropolitan.

__ADS_1


"Kamu pakai make up saya, ya? tanya Nyonya Aurora setelah menyadarinya.


Mischa menatap Nyonya Aurora dengan tenang. Wajahnya tidak menunjukkan rasa minder maupun takut. "Mischa nggak bawa alat make up. jadinya pinjam punya tante. boleh, kan?


Nyonya Aurora seakan tertohok dengan cara bicara Mischa yang begitu percaya diri. Gadis itu terlihat anggun tanpa berusaha. seakan-akan dia memang sudah lahir dengan sikap anggun seperti itu.


Nyonya Aurora berdehem. " kok, di sini panas ya?"tanyanya seraya mengipas wajahnya.


"Mischa makan malam di sini,kan? tanya Tuan Carlos Antonio.


"Kalau om dan tante, nggak keberatan, Mischa mau ikut makan malam di sini."jawab Mischa lagi-lagi dengan anggun.


"Boleh, Aurora?"tanya Tuan Carlos Antonio pada istrinya.


"Terserah!"jawab Nyonya Aurora singkat. Dia kemudian berdiri."aku mau mandi dulu."


"Papa juga mau nelpon ke kantor sebentar ya, Gavin,"pamit Tuan Carlos Antonio.


"iya,pa."


Kini, tinggal Gavin berdua saja dengan Mischa. Sejak tadi jantung Gavin lebih kencang. kalau saja Sejak pertama bekerja Mischa berpenampilan seperti ini, Apakah dia akan jatuh cinta pada pandangan pertama?


"Kamu beda banget,"ucap Gavin pelan.


"Apanya Kuya?"tanya Mischa


mendadak Gadis itu bersikap polos. Rasanya Gavin ingin sekali mencubit pipinya saking merasa gemas.


"Ke mana Mischa yang tadi? kok cepat banget perginya,"keluh Gavin.


"Kalau cuman sama Kuya, aku nggak perlu bersikap kayak tadi."Mischa memberi alasan.


"Kuya kira kamu benar-benar berubah."


"Boleh menyesuaikan diri, tapi nggak boleh kehilangan jati diri."ucap Mischa


Gavin tersenyum. "Kamu ini. selalu saja buatku ya terdiam."


" Kuya lupa, Iya aku ini pelawak."


Gavin kini tertawa. dia jadi ingat obrolannya dengan Mischa saat masih menjadi sekretarisnya dulu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"


__ADS_2