
"Irma, sore ini kamu ke mana? tanya Matteo mengalihkan atensi Mischa dan yang lain.
Irma terlihat bingung dengan pertanyaan Matteo yang tiba-tiba.
"Ngak ada kemana-mana, emang kenapa?
"Nonton yuk, ajak Matteo tanpa basa-basi.
"Cie.... Andika, Valen dan teman lainnya bersorak dengan riuh.
"Berdua saja?" tanya Irma seakan tak percaya
"Iya, ngapain ajak mereka-mereka ini. Entar urusannya jadi ribet. Bukan nonton bioskop." ucap Matteo.
"Ih Kuya Matteo, harusnya tuh ngajak nya diam-diam saja gitu. Jangan di depan kita. jiwa jomblo ku meronta-ronta kuya. protes Valen mengundang gelak tawa yang lain.
"Kamu nonton sama Andika aja berdua gih, yang penting ada pasangannya, kan." usul Matteo
Gelak tawa kembali terdengar khusus dari Andika yang benar-benar terpingkal-pingkal.
"Ih Kuya Matteo jahat." Valen berpura-pura merajuk.
Mischa tersenyum melihat kebahagiaan rekan-rekan kerjanya. Apalagi seperti Matteo dan Irma akan melakukan pendekatan dengan menonton bersama. Dia juga pernah menonton berdua dengan bosnya. Apa itu memang tidak berarti apa-apa?
Daripada sama Valen mending aku nonton sama Micha. "Kamu belum pernah nonton selama di Manila kan Mischa?" tanya Andika.
"Hah? Mischa terkejut. Lalu menjawab dengan tergagap. "Udah pernah Kuya,"
Entah kenapa Miska tidak bisa berbohong lidahnya seperti sudah disetel untuk selalu berkata jujur Hal itu pun memancing rasa ingin tahu yang lain.
Oh ya Sama siapa Mischa tanya Andika penasaran. Bukan hanya Andika, Irma dan Valen pun tampak ingin sekali tahu jawaban dari Mischa
"Emmm... itu, sama..."
Mischa tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya. Lalu lirikan matanya pada Matteo seakan minta tolong. Matteo pun memahaminya dan berusaha mengalihkan pembicaraan. Dia tahu kalau orang yang dimaksud oleh Mischa adalah Gavin dan Gadis itu tidak mungkin membeberkan hal tersebut kepada rekan-rekannya.
Matteo pun bertanya pada Mischa saat mereka berdua saja.
"Kamu sudah pernah ke mana saja sama Gavin?
Mischa bisa menghindari orang lain, tapi tidak dengan Matteo.
"Kamu sadar kan, cepat atau lambat pasti orang-orang bakalan tahu hubungan kamu sama Gavin?" tanya Matteo lagi
Mischa menggeleng. "Aku sama Bos nggak ada hubungan apa-apa Kuya."
__ADS_1
"Tapi kamu udah beberapa kali jalan bareng sama Gavin kan?
Mischa diam sejenak, mencoba mengingat-ingat sudah melakukan apa saja dengan bosnya.
"Ngak apa kamu jujur saja sama aku. Aku tahu kok, hubungan kalian bukan dalam artian yang gimana gimana. Aku tahu kau anak baik-baik, jadi nggak mungkin terlibat dalam hal yang tidak-tidak dengan atasan sendiri. jelas Matteo mencoba meyakinkan Mischa.
"Pertama kali pergi berdua sama bos, waktu selesai rapat tahunan di kantor utama, Bos mengajak aku makan bareng. Terus bos kasih aku duit untuk ongkos pulang dan beli sepatu baru.
Mischa menatap pada sepatu yang dia pakai, itu adalah pembelian Gavin.
"Terus waktu itu aku pernah lembur ketemu sama bos, yang balik lagi untuk ngambil hp-nya yang ketinggalan. Bos ngajak aku makan bareng lagi setelah itu, nganterin aku pulang. Bos juga pernah ngajak aku nonton bioskop, waktu aku sakit kemarin Kuya, juga pasti tahu kalau Bos nganterin aku ke rumah sakit. Bos juga sempat nginap semalam untuk jagain aku."
Sejujurnya Matteo cukup terkejut dengan fakta yang dibeberkan oleh Mischa. Apakah benar orang yang dimaksud Gadis itu adalah Gavin atau jangan-jangan ada alien yang menyamar menjadi Gavin, Dan menggantikannya melakukan itu semua. Namun itu juga mustahil kan?"
"Dia nggak pernah jelasin alasan ngelakuin itu semua ke kamu?
Mischa hanya menggeleng sebagai jawaban.
Matteo menghembuskan nafas panjang, "Terus kayaknya sekarang kalian nggak pernah jalan bareng lagi ya?
"Jangankan Jalan Kuya, balas sapaan aku aja Bos udah nggak mau lagi. Masih jauh lebih mending dulu, walaupun Bos suka marah-marah. Tapi dia masih mau ngomong sama aku. Bos kenapa ya, Kuya? apa aku ada bikin salah? kalau memang iya, kenapa sampai sekarang belum dipecat?" tanya Mischa pasrah.
Matteo tidak tahu jawabannya. Jika ada karyawan bermasalah, Gavin akan selalu membahas hal itu dengannya. Yang kemudian berujung pada pemecahan materi yang akan mereka lakukan semuanya. Akan tetapi, Gavin tidak pernah membahas tentang Mischa sama sekali dengannya. Membuatnya jadi bingung juga.
Tak lama setelah itu, Irma menginstruksi pembicaraan Mischa dan Matteo.
"Eh bawel, udah sana siap-siap. Ntar selesai kerja kita langsung cabut." ajak Matteo.
"Iya iya, aku ke sini mau manggil Mischa juga." ucap Irma
"Ada apa, Ate?" tanya Mischa.
"Kamu dicariin Ate Kayla tuh, ada telepon buat kamu katanya." jawab Irma.
"Oh okey, terima kasih Ate, ucap Mischa pada Irma. Aku pamit dulu kuya."
Matteo mengangguk. Kemudian menerima tatapan menyelidik dari Irma.
"Nanti aku ceritain, sekalian Jalan." janji Matteo.
Mischa menghampiri Kayla, yang sedang berbicara di sambungan telepon.
"Oh iya, ini Pak orangnya sudah di sini. Kayla mengangsurkan gagang telepon kepada Mischa
"Dari kantor utama." bisiknya
__ADS_1
Mischa mengangguk, lalu menggumamkan Terima kasih tanpa suara. Dia pun menerima panggilan tersebut.
"Halo selamat sore dengan Mischa di sini." ucapnya sopan
"Selamat sore. Perkenalkan saya Aris, kepala divisi pengembangan bakat karyawan di NINE MEDIA COPERATION GROUP,"jawab orang di seberang
"Iya Pak Aris, Ada yang bisa saya bantu?
"Kamu bisa mengunjungi nine NINE MEDIA COPERATION GROUP sore ini? ada hal yang harus saya bicarakan ke kamu."
"Soal apa ya Pak? kalau saya boleh tahu." tanya Mischa penasaran. Untuk apa pula karyawan dari kantor ini dipanggil ke kantor utama?
"Saya ada sebuah penawaran untuk kamu. Tidak bisa dibahas di telepon. Kita harus bertemu langsung." jelas Tuan Aris
"Baik Pak, saya akan ke sana Setelah jam kerja berakhir." janji Mischa
"Bagus, kalau begitu. Sampai ketemu di NINE MEDIA COPERATION GROUP, ya selamat sore.
"Selamat sore Pak."
Mischa mengalihkan gagang telepon kepada Kayla.
"Ada apa Mischa? tanya Kayla yang juga penasaran.
"Ngak tahu Ate, disuruh datang langsung ke kantor pusat, ada yang mau dibicarakan katanya." jawab Mischa.
Kayla terdiam sejenak. Membuat Mischa bingung.
"Ada apa, Ate?
Kayla kemudian menggeleng, seraya tersenyum. Oh enggak apa-apa, Ya sudah kamu siap-siap, Sudah mau jam 05.00.
Mischa mengangguk dan balas tersenyum " "Ate, aku duluan ya.
Mischa kembali kemeja untuk merapikan dan segera beranjak. Setelah waktu menunjukkan pukul 05.00 sore, dia sudah mengingat cara untuk sampai ke kantor utama. Karena sudah dua kali ke sana.
Sesampainya di lobby, dia menunjukkan label nama pada resepsionis dan menyampaikan maksud kedatangannya. Ternyata Tuan Aris sudah menunggunya di cafe lantai lima Mischa pun bergegas naik, karena tidak ingin membuat pria itu menunggu terlalu lama.
Setibanya di cafe Mischa cukup terkejut. Karena ada Tuan Carlos Antonio juga di sana mendadak dia merasa gugup. Akan tetapi Tuan Paris segera memanggilnya untuk duduk di meja yang sama dengan kedua petinggi perusahaan itu.
"Ada apa Aris? tanya Tuan Carlos Antonio yang bingung melihat kehadiran Mischa.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." PERJUANGAN ABIMAYU."