Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 112. AURORA MERASA TERANCAM _ YOU & ME


__ADS_3

"Selamat datang di Bima Digital marketing Bu Kasih.'


Tepuk tangan yang meriah menyambut kedatangan pimpinan baru di depan lobby perusahaan. Kasih merasa tersanjung, sepertinya perusahaan ini memang tak main-main saat ingin merekrutnya. Jika saja ada karpet merah di gelar, maka dirinya akan merasa seperti seorang bintang film papan atas yang menghadiri acara penghargaan


Perkenalkan Bu, Saya Fitrisia sekretaris ibu."


gadis muda perawakan tinggi langsung berkulit putih itu mengeluarkan tangan. Kasih menyambut dan menjabat tangan itu.


"Silakan Bu, lewat sini."


Fitrisia mempersilahkan kasih untuk berjalan lebih dulu, dia pun mengangguk seraya tersenyum kepada para karyawan yang masih bertepuk tangan untuknya.


"Saya benar-benar tidak menyangka Ibu langsung masuk kerja hari ini, sebab ibu bilang kemarin ada urusan." ucap Fitrisia


"Urusan saya sudah selesai, dan saya tidak tahu harus melakukan apa lagi. Jadi, lebih baik saya langsung kerja saja." jelas Kasih


Fitrisia tersenyum senang. "Ternyata benar desas-desus yang beredar Ibu, adalah orang yang sangat berdedikasi pada pekerjaan."


Kasih hanya bisa tersenyum kecut, pada pujian yang tampaknya tulus itu.


"Soalnya saya tidak punya hal lain yang perlu diprioritaskan selain bekerja."


Fitrisia terdiam. Dia tidak ingin merespon, takut salah bicara dan terdengar lancang.


"Silakan masuk Bu, ini ruangan Ibu. ajak Fitrisia setelah membuka pintu.


Kasih masuk dan langsung merasa nyaman berada di ruangan itu.


"Saya dengar ibu suka ruangan bernuansa minimalis, dengan sedikit barang. Jadi saya sudah menyingkirkan perabot yang dipakai oleh pimpinan sebelumnya."jelas Fitrisia


Kasih menghirup aroma bunga yang berada di dalam satu pojok ruangan. "Wanginya segar sekali, ruangan ini jadi tidak perlu pengharum tambahan."


"Pimpinan sebelumnya orang yang ribet ya?" tebak kasih


Fitrisia tersenyum. "Benar sekali Bu, semua karyawan justru bersyukur beliau berhenti bekerja.


Kasih mengelilingi ruangan, lalu berhenti Di dinding kaca yang menampakan pemandangan gedung-gedung lain di depan sana


"Kenapa beliau berhenti?"


"Sudah sakit-sakitan Bu, katanya ingin istirahat."


Kasih mengangguk paham. Memang sudah lama Bima digital ingin merekrutnya. Dia jadi merasa tak enak hati membiarkan pimpinan sebelumnya bekerja sambil menahan sakit.


"Apa sudah ada yang harus saya kerjakan hari ini?" tanya Kasih


"Ada bu, tapi lebih ke melihat laporan perusahaan beberapa tahun sebelumnya saja, untuk ibu pelajari" jawab Fitrisia.


"Okey, kasih mengiyakan. Dia pun duduk di kursinya yang tampaknya juga baru.


"Baik Bu, sebentar saya bawakan."


Fitrisia keluar ruangan untuk membawakan laporan-laporan yang dimaksud. Kasih tidak mengeluh, dia justru suka menyibukkan diri seperti ini, agar tidak banyak memikirkan masalah pribadi.

__ADS_1


Saat jam makan siang, ada beberapa karyawan sedang membicarakan bos baru mereka.


"Bos baru kita cewek ya? aku tadi nggak ikutan menyambut."


"Iya cewek, tapi kayaknya terlalu muda nggak sih, untuk jadi pimpinan."


"Emang umur lima puluh tahun masih muda?


"Hah, serius umurnya udah lima pulu tahun? aku kira masih awal empat puluhan."


"Aku, kan termasuk yang ngurus resume beliau kemarin, emang beneran udah lima, tahun ini.


"Ya ampun menuanya lamban, ya. Masih cantik dan segar banget kelihatannya."


"Iya kayak Isti Bos, NINE MEDIA COPERATION GROUP, kecantikannya terkenal banget loh di antara para sosialita."


"Tapi bukan sih, ini kayaknya bukan sosialita. Ya aku lihat dia dandanan apa adanya aja gitu."


"Memang sederhana orangnya, itu ruangan Bos dirombak abis pokoknya sederhana, mungkin baru beliau mau bekerja."


"Tapi Apa guna punya wajah cantik, banyak duit, karir bagus kalau nggak punya suami sama anak."


"Walah, di Manila mah zaman sekarang udah nggak terlalu penting yang begituan"


"Kalau kamu punya tetangga julid, jadi penting banget." Ucap para karyawan yang bergosip


"Beneran nggak punya suami sama anak?"


"Gak tau juga sih, soalnya beliau ini orangnya beneran misterius. Aku aja baru tahu presentasenya, Setelah baca resume beliau. Kamu cari sampai capek di internet juga minim banget artikel tentang beliau. kemungkinan pun nihil."


"Aku rasa mungkin ada, tapi lebih ke akun alter gitu."


"Nggak pakai identitas aslinya, gitu ya?"


"Iya."


Fitrisia berdehem di belakang, membuat mereka terperanjat dan langsung terdiam.


"Hati-hati kalau bergosip, bahkan dinding pun punya telinga. Fitrisia mengingatkan.


"Iya Ate Fitrisia, maaf."


Fitrisia hanya menggeleng, lalu mencari meja kosong untuk menikmati makan siangnya.


Kasih hanya makan roti isi, siang itu. Karena sibuk memeriksa laporan ,yang bahkan belum ada setengah dibacanya. Memang tidak ada hal yang aneh, hanya saja itu merupakan permintaan yang harus dipenuhi oleh pimpinan baru seperti dirinya.


"Maaf Bu, mengganggu."


Kasih mendongak dan mendapati Fitrisia di hadapannya.


"Sudah selesai makan siang?


Fitria tersenyum. "Sudah Bu, kan sudah pukul dua siang."

__ADS_1


Kasih sontak melihat jam. Dia terlalu hanyut pada pekerjaannya, sehingga tak menyadari Waktu yang berjalan.


"Saya kemarin ingin memberitahukan sesuatu. Artikel tentang ibu yang bergabung di perusahaan ini, sudah dirilis pukul sebelas tadi.


"Kasih terkejut" artikel apa?"


"Saya sudah mengirimkan tautannya ke komputer ibu."


Kasih segera mengecek apa yang baru saja disampaikan oleh Fitrisia. Benar saja foto dan namanya terpampang dengan jelas dalam artikel tersebut.


"Kasih, sang ratu marketing resmi bergabung dengan Bima digital marketing.


"Hapus segera." gumam kasih


"Iya Bu, tanya Fitrisia tidak bisa mendengarkan ucapan bosnya


"Saya minta ini dihapus, pokoknya saya tidak mau ada artikel apapun tentang diri saya di internet, paham!"


Kasih tidak membentak, justru suaranya terdengar tenang. Namun, Entah kenapa Fitrisia merasakan takut saat mendengarnya.


"Baik bu, segera saya hubungi media."


Fitrisia keluar ruangan terburu-buru, dan berlari menuju mejanya saat sudah berada di luar. Dia pun dengan cepat menghubungi kantor media yang telah menerbitkan artikel tentang kasih tersebut.


Di ruangannya Kasih mendadak menjadi tidak fokus.


Sudah tiga jam Setelah artikelnya rilis, kalau ada orang yang aku kenal baca ini, bisa gawat." gumamnya panik.


Dia takut, sangat takut, kalau Carlos sampai tahu bahwa dirinya ada di Manila, memang tidak bisa diduga. Apa yang akan terjadi. Tapi kasih tak ingin menebak-nebak.


"Aduh gimana ini, mudah-mudahan belum ada yang membacanya." gumamnya dalam hati


Namun tampaknya keinginan Kasih belum terwujud, Aurora sampai tak sadar sudah berada di depan kasir dan diminta untuk membayar sesuai nominal harga yang tertera di layar.


"Maaf Bu harganya tiga juta


"Hah, Oh ya sebentar."


Tangan Aurora sampai gemetar dan dengan susah payah dia menarik kartu kredit untuk keluar dari dompetnya, untungnya kasir memproses pembayarannya dengan cepat, sehingga dia bisa segera kembali ke mobil.


"Kasih kerja di Manila? Kok bisa? tanyanya pada dirinya sendiri


Nyonya Aurora pun memukul-mukul dirinya dengan kesal. Semoga saja tidak ada orang di kanan dan di kiri yang melihatnya


"Kuya Carlos sudah baca artikel itu belum ya?"


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK YANG LAIN.

__ADS_1



__ADS_2