Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 104. MASA LALU _ YOU & ME


__ADS_3

Nyonya Aurora segera turun ke dapur untuk membuat teh sendiri. Tidak menyuruh Asisten rumah tangga. Dengan senyuman manisnya, dia menyajikan teh tersebut untuk sang suami. Setelah merasa sikap Tuan Carlos Antonio tenang, Nyonya Aurora menanyakan hal yang membuat penasaran sejak kemarin.


"Oh ya, kemarin aku lihat gaun yang bakalan dipakai Mischa untuk resepsi itu, gaun yang dulu kan? tanya nyonya Aurora hati-hati.


"Iya, kayaknya udah terlalu lama disimpan mending dipakai saja sama Mischa." jawab Tuan Carlos Antonio santai. Nyonya Aurora merasa terusik. Tuan Carlos Antonio menjawab seakan-akan itu bukan masalah besar.


"Aku nggak pernah tahu, Kuya simpan gaun itu di mana?" tanya Nyonya Aurora penasaran.


Tuan Carlos Antonio sengaja membangun ruang bawah tanah di dalam gedung. Gudang untuk menyimpan berbagai benda yang dianggapnya masih berharga. Sebab istrinya begitu pembersih dan merasa jijik masuk ke dalam gudang, membuat ia yakin kalau istrinya itu tidak akan pernah mau masuk ke sana, untuk mencari tahu barang apa saja yang tersimpan di dalamnya.


"Di gudang." jawab Tuan Carlos Antonio singkat.


"Oh, pantas Aku nggak tahu."


hening sejenak


Tuan Carlos Antonio kembali menikmati tehnya.


"Tapi kenapa Kuya kasih Mischa pakai gaun itu, soalnya kan Kuya nggak kasih aku pakai waktu kita nikah dulu."


Tuan Carlos Antonio bergeming


"Kenapa Kuya masih menyimpan gaun itu? "Kenapa nggak dibuang saja? udah puluhan tahun Kuya, dan Kuya masih menyimpan gaun itu untuk apa?


Tuan Carlos Antonio menatap Nyonya Aurora. lalu menjawab.


" Sebagai kenang-kenangan."


***


Akan selalu ada pertempuran yang tak bisa kita memenangkan. Sebesar apapun usaha kita terkadang hasil tak sesuai dengan yang kita harapkan.


Nyonya Aurora mengira dirinya sudah berhasil memenangkan hati Tuan Carlos Antonio. Namun, dia salah. setelah dua puluh tahun lebih berlalu, tetapi hati Sang suami masih terpaut pada seseorang di masa lalu.


MASA LALU


"Aurora udah selesai?"


Aurora remaja menatap pada seorang pemuda yang berdiri di ambang pintu kelas. Gadis itu genap berusia sembilan belas tahun tahun. Hari ini mereka sudah membuat janji untuk merayakannya bersama dengan menonton film dan makan es krim.


"Sudah Kuya Carlos." jawabnya dengan hati riang.


gadis belia itu memasukkan buku dan alat tulis ke dalam tas, lalu menghampiri sang kakak senior.


Mereka belum resmi berpacaran. Akan tetapi hampir semua orang di kampus tahu kalau mereka sedang dekat, calon pasangan paling serasi di kampus.


"Kamu rajin banget sih, libur-libur gini ke kampus?" tanya Carlos Antonio.

__ADS_1


"Habisnya aku bingung Kuya, di rumah juga mau ngapain. Mending ke perpustakaan buat belajar atau baca-baca aja, nambah wawasan." jelas Aurora.


Carlos Antonio tersenyum mendengarnya. "Sudah cantik, pintar pula.


Aurora merona pujian sederhana tersebut begitu menyanjungnya.


"Bagaimana tidak merasa tersanjung, Carlos Antonio adalah kandidat pemuda paling potensial untuk dijadikan suami di masa depan.


Pria itu pun punya paras tampan dan bentuk tubuh ideal. Dia cukup pintar meski Bukan Yang terbaik distambuknya. Dia juga kaya raya, calon pewaris perusahaan yang dirintis oleh ayahnya. Siapapun orangnya pasti akan merasa tersanjung jika menjadi incaran sang pangeran kampus tersebut.


"Aku hari ini naik motor, Nggak apa-apa? tanya Carlos Antonio


Sejujurnya Aurora ingin menolak. Dia tidak ingin tataan rambut dan riasan wajah dihancurkan oleh angin yang menerpa Apalagi hari ini dia berdandan lebih wow dari biasanya. Sebab Dia akan berkencan dengan sang pujaan Hati yaitu Carlos Antonio.


"Nggak apa-apa kok Kuya." jawabnya dusta.


Aurora bahkan sempat menghela napas sejenak. Sebelum naik ke boncengan.


"Pegangan." perintah Carlos Antonio


Gadis itu menurut melingkarkan kedua lengannya di pinggang Carlos Antonio.


Jantungnya berdegup tak karuan. "Ternyata naik motor seperti ini, ide yang bagus juga." pikirnya. Dia bisa jadi sedekat ini hingga dapat mencium aroma parfum yang dikenakan oleh pemuda itu.


"Kuya Sudah kelar rapatnya?" tanya Aurora diantara derunya angin.


"Sudah kok, tinggal nunggu hari H aja." jawab Carlos Antonio dengan nada suara lantang.


Beberapa hari kemudian mahasiswa baru mulai berdatangan menghadiri ospek di kampus.


"Carlos...." Sapa Anton


"Kenapa ?tanya Carlos tanpa mengalihkan pandangan dari mikrofon yang sedang diaturnya.


"Ada wanita bening banget." ucap Anton bersemangat. Carlos mendelik tetapi tetap sibuk dengan aktivitasnya.


"Tiap tahun juga memang ada yang bening Anton, tahun lalu ada Aurora. Ya tahun ini pun pasti ada." balas Carlos Antonio santai.


"Makanya lihat dulu yang ini." Anton berkeras. "Mumpung kamu belum jadian sama Aurora.


Carlos menghela nafas. Akhirnya mau tak mau menuruti permintaan temannya. Kemudian panitia ospek itu keluar dari ruang audio,menuju lapangan tempat para mahasiswa baru berkumpul.


Panitia yang menjadi instruktur masing-masing kelompok sedang mengabsen. Semua peserta memastikan mereka mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.


"Itu dia Carlos, yang pakai pita warna pink di kelompok delapan." Anton memberitahu tanpa menunjuk


Carlos berusaha mengikuti instruksi dari Anton. Dan pandangannya terhenti pada seorang gadis di sana. Ternyata Anton memang tidak main-main. Carlos merasakan tepukan kuat di bahu, membuatnya tersadar.

__ADS_1


"Nggak bohong Aku kan?" bening banget kan? Carlos Antonio sampai tak bisa menjawab. Aurora memang cantik, tetapi gadis yang satu ini punya aura yang begitu berbeda. Ternyata bukan hanya Anton dan dirinya saja yang sudah menyadari kehadiran mahasiswa cantik di kampus mereka.


Tetapi semua panitia laki-laki juga.


"Bakalan rame nih saingan buat dapatin si anak baru." seru salah seorang panitia.


"Benar aja, selama ospek tiga hari berturut-turut ada saja yang dilakukan oleh para senior untuk menarik perhatian sama mahasiswa cantik. Hanya Carlos yang berusaha tetap tenang dan tidak ingin terjun ke medan perang.


Sebab Dia sudah dekat dengan Aurora. untuk apa lagi Dia ngajar Gadis itu?" pikirnya. Akan tetapi Jalan takdir tak pernah bisa dielakkan. Hari ketiga Carlos sedang piket di pintu gerbang. Dan bertemu dengan si mahasiswa cantik yang terlambat datang.


" Maaf Kak, saya telat." ucapnya. Dia terengah-engah sepertinya dia berlari sejauh ini untuk mengejar waktu. Akan tetapi dia tetap terlambat sepuluh menit. Semua yang terlambat mendapat hukuman dan Carlos menyuruh mencabuti rumput yang mulai meninggi di daerah kampus.


Saat beristirahat siswa cantik itu menyendiri. "Ngapain kamu sendirian di sini? tanya Carlos menghampiri.


"Maaf Kak, saya kira boleh istirahat dimana saja" ucap Gadis itu.


Dia pun berdiri dan berniat untuk bergabung dengan yang lain. Akan tetapi sang kakak senior menahannya. "Saya cuma nanya, bukan melarang kamu." ucap Carlo. Gadis itu mengangguk lalu kembali duduk.


Carlos pun ikut Duduk di salah satu kursi batu di dekatnya. "Nama kamu siapa?" gadis itu tampak terkejut dan dia pun menjawab. "Nama saya kasih Kak."


"Nama yang bagus." puji Carlos. Entah perasaannya saja, gadis itu justru tersenyum kecut mendengarnya.


"Panggilannya apa?


"Asih Kak." carlos manggut-manggut. Setelah itu, keduanya sama-sama diam sampai masa hukuman selesai. Dan kasih kembali ke kelompoknya. Di dalam kampus tidak pernah bertemu lagi dengan kasih. Gadis itu menghabiskan hampir seluruh waktunya di kelas dan perpustakaan. Sama sekali tak pernah terlihat menginjakkan kaki di kantin, atau tempat lain.


Carlos pun telah berpacaran dengan Aurora. sampai mendekati semester akhir, Aurora yang satu stambuk di bawahnya, belum memahami betapa sibuknya mahasiswa tingkat akhir dalam menjalani skripsi.


Pertengkaran demi pertengkaran pun terus terjadi. Membuat Carlos jenuh dan mulai menarik diri.


"Kak Carlos, Carlos mendongak dan mendapati kasih di hadapannya. Dia bahkan sudah hampir lupa dengan ekspansi Gadis itu di kampus.


"Kasih," ucap Carlos singkat.


"Sudah mau gelap kak, kenapa belum pulang?" Carlos bisa saja menanyakan hal yang sama. Tetapi memilih untuk menjawab. "Ini baru mau pulang.


" Ohhh" Kasih mengangguk paham.


"Kasih..... tunggu!" Kasih tak jadi melangkah, menunggu apa yang ingin disampaikan oleh Carlos.


" Aku antar pulang yuk." Gadis itu diam saja tak menjawab.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK YANG LAIN.



__ADS_2