Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 137. MASIH PENASARAN _ YOU & ME


__ADS_3

Kepalanya pusing dan perutnya pun terasa mual. Mischa menyadarkan kepala senyaman mungkin. Akan tetapi ucapan beberapa orang tetap merangsek ke dalam pikirannya untuk dicerna kembali.


"Papa nyimpan gaun itu untuk mengenang seseorang.


"Apa mungkin gaun yang Mischa pakai saat resepsi aslinya adalah milik Kasih. Akan tetapi dalam foto pernikahan, Dia lihat tadi Kasih tidak menggunakan gaun itu.


"Katanya Papa mertua kamu punya istri lain?" sebelum Tante Aurora.


"Jadi wanita yang dimaksud oleh Mariska adalah Kasih?


Mischa benar-benar tak mengerti untuk apa Kasih datang ke sini. Jika tidak berniat kembali pada keluarganya, apa karena nyonya Aurora?


"Dari mana Sayang?" Kok baru pulang jam segini?" tanya Gavin khawatir .


"Kamu juga nggak angkat telepon kuya.


Mischa mengambil ponsel dari tas dan ternyata, sudah ada belasan panggilan tak terjawab dari Gavin.


"Maaf ya, Kuya. Tadi di jalan aku pusing banget, makanya tidur. Jadi nggak tahu kalau Kuya menelepon." jawab Mischa Dia tak berbohong kondisinya memang terlihat lemas.


Gavin pun memapah mischa untuk berbaring di ranjang.


"Kamu pucat banget, udah makan?" Mischa mengangguk meski tak berselera, dia harus tetap makan untuk bayinya.


"Ya sudah, langsung tidur aja ya.


Gavin menyelimuti sang istri yang tampaknya segera terlelap. Setelahnya semua pikiran mengganggu Mischa hingga masuk ke dalam mimpi, membuatnya terbangun pada dini hari


"Gimana caranya aku ngasih tahu ke Kuya tentang ini? aku nggak punya bukti. semuanya berdasar spekulasi aku. Cuman tahu kalau Kasih istri Papa. Entah sebelum atau sesudah menikah dengan mama Aurora. Tapi aku belum punya bukti kalau kuya Gavin adalah anak Bu Kasih. Bukan anak mama Aurora. Aku nggak bisa sembarangan ngomong, karena Bu Kasih sama sekali nggak nyebutin nama suami, madu, dan anaknya. Kalau aku salah ngomong, bisa-bisa jadi blunder dan saya juga kena imbasnya,


Perutnya mendadak nyeri. Mischa kembali berbaring dan memaksakan diri untuk tidur.


Aku kebanyakan mikir nih. Padahal harusnya Nggak boleh, ayo Mischa tidur. Besok baru pikirkan lagi apa yang seharusnya dilakukan selanjutnya." gumam Mischa

__ADS_1


Keesokan paginya Mischa lagi-lagi bangun kesiangan. Sarapan sudah tersaji. Gavin pun sudah berstelan lengkap hendak ke kantor.


"Kuya buru-buru Sayang, nggak bisa nemenin kamu sarapan. Nggak apa-apa kan?" tanya Gavin.


Micha tersenyum. "Nggak apa-apa Kuya.


Pagi ini Mischa sarapan dengan lahap. Mungkin banyak pikiran membuat perutnya lapar. Setelah itu sebuah ide muncul ke permukaan.


"Gudang tempat menyimpan gaunnya." gumam Mischa.


Tanpa membuang waktu Mischa segera turun dari ranjang dan berjalan ke luar kamar. Sejak pertama mendiami rumah ini dia sering tur sendiri untuk mengetahui segala seluk beluk rumah. Maka tak sulit baginya untuk menemukan Di mana gunung berada.


Gudang memang tak pernah dikunci supaya mempermudah para asisten rumah tangga Untuk memindahkan barang-barang yang sudah tak terpakai lagi.


Mischa berjalan jauh ke dalam sampai menemukan sebuah pintu yang diceritakan oleh Gavin. Pasti ini dia berbeda dengan pintu depan yang tak terkunci. Pintu ini memiliki sandi, dia ingat deretan angka tanggal lahir nenek sebagai sandinya.


Pintu terbuka.


Pelan-pelan Mischa melangkah ke dalam dan menekan saklar. lampu ruangan menyala dan dia benar-benar terpukau melihat isinya.


Berbeda dengan gudang di depannya yang pernat penuh abu. Ruangan ini justru sangat bersih dan terawat. Apa Mungkin Tuan Carlos Antonio menjaga ruangan ini sendirian.


Mischa menjelajahi ruangan Itu tampak sebuah maneken di suatu tempat dalam ruangan. itu adalah Maneken dari gaun yang dikenakannya saat resepsi manakah yang sudah dikembalikan ke tempat asal. sedangkan gaunnya kini disimpan oleh Mischa.


"Harus cari di mana ya?


Sayangnya terlalu banyak laci yang berada di ruangan ini. Bahkan ada yang tingginya mencapai atap ruangan,cari sampai sana tidak mungkin itu sebabnya dia harus berusaha untuk mencari di bagian bawah terlebih dahulu.


Namun, sebelum melangkah Mischa mendapati sebuah mesin tik. Gavin bercerita kalau benda itu dipakai Tuan Carlos Antonio Saat kuliah dulu. Dia pun mendekat dan terkagum pada mesin yang masih bagus dan terawat tersebut.


"Pasti masih bisa dipakai nih." ucap Mischa seraya menyentuh mesin tik tersebut.


Mischa kemudian melihat sesuatu di balik mesin itu. Dia mengucek mata, mengira itu adalah bagian belakang rak kayu. Akan tetapi warnanya tampak berbeda dengan bagian rak yang lain. Perlahan tangannya terjulur hingga ke dalam, lalu menariknya.

__ADS_1


Ternyata benar. Itu adalah sebuah map


"Kenapa di letak di sini ya?" bukan dia rak arsip?" tanya Mischa pada diri sendiri .


Mischa segera membuka map tersebut dan terkejut melihat isinya.


Map itu berisikan selembar foto wanita yang sedang menggendong seorang bayi, di bagian bawah foto terdapat tulisan yang merupakan.


"KASIH CARLOS ANTONIO DAN GAVIN CARLOS ANTONIO."


Sementara itu Kasih sedang duduk santai di sofa apartemennya. Ini adalah hari kedua dia mengambil jatah cuti tahunan. Dia memang sudah berniat untuk bercerita pada Gavin setelah Mischa melahirkan. Akan tetapi ada sesuatu yang ingin dia lakukan terlebih dahulu.


Kasih mengingat pembicaraannya dengan Mischa kemarin, dia bertanya apakah harus bercerita atau tetap memendam semuanya.


Mischa pun menjawab kalau kasih harus berterus terang pada suaminya


"Anak itu ya insightnya memang nggak main-main. Malah aku yang dinasehati sama dia setelahnya.


Kasih tertawa pelan.


"Gavin pasti bangga banget bisa punya istri kayak Mischa."


Wanita itu kemudian mengambil ponsel mengetikkan sebuah pesan. Dia sudah memantapkan hati kotak berisi surat-surat masa lalu pun sedang berada di pangkuannya.


Tuan Carlos Antonio sedang mengecek beberapa hal ketika ponselnya bergetar dan memunculkan sebuah notifikasi nama samaran Kasih pun muncul di sana. Membuatnya penasaran apa yang dikirimkan oleh wanita itu, sebab Kasih tak pernah menghubunginya lebih dulu selama ini.


"Aku tahu Kuya sibuk, Tapi Kuya bisa mampir ke apartemenku, nggak hari ini?"


lalu di bawahnya Kasih mengirimkan lokasi beserta alamat apartemen yang dia huni.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2