
"Mama cuman mau yang terbaik buat kamu Gavin, tapi entah kenapa kamu sama papa kamu justru mirip dalam berbagai hal. Kalian sama-sama suka dengan wanita sederhana tapi pintar.
Nyonya Aurora telah menangis. awalnya pelan lama-lama sesungguhkan.
Kalau aja Mama yang lahirin kamu, Mama akan jauh lebih berkeras dari ini. Nggak akan sekalipun Mama izin perempuan kampung itu masuk ke rumah ini. Tapi mama sadar kamu bukan milik Mama. Kamu memang anak ibumu. Wanita sederhana Yang buat Papa kamu jatuh cinta bahkan sampai detik ini.
Aurora mencoba menenangkan diri. Dia kembali mengingat masa lalu yang mengubah nasibnya.
"Aku nggak merebut kuya Carlos, kan? iya kan?
Namun, mungkin saja faktanya memang seperti itu. Hanya saja Aurora tak mau mengakui dan berkeras menjadikan Carlos miliknya sendiri. Walaupun bisa saja kedua wanita itu saling berbagi suami.
Aurora memandangi wajahnya melalui cermin. Menghembuskan nafas panjang, dia pun mengendalikan diri sebelum keluar dari toilet dan berbaur dengan para tamu yang satu persatu mulai hadir.
"Bu Aurora." sapa orang-orang Seraya mengangguk
Nyonya Aurora membalas dengan senyuman anggun kasnya.
"Cantik banget ya."
"Iya, umurnya jauh di atas kita. Tapi kita nggak ada apa-apa dibandingkan sama beliau."
"Pantesan Tuan Carlos setia banget. Biasanya kan bos-bos besar gitu suka punya simpanan."
Bisik-bisik mengiringi langkah Nyonya Aurora menuju pelaminan. Suami dan kedua besannya sudah berada di sana. Dia pun menaiki panggung dan duduk di samping sang suami.
"Mari kita sambut raja dan ratu sehari kita Gavin Antonio dan MIscha."seru MC.
Nyonya Aurora menyiapkan diri untuk melihat sang menantu mengenakan gaun Milik ibu kandung Gavin. Dia benar-benar terkejut.
Kasih dan Mischa seperti satu orang yang sama. Para Tamu bertepuk tangan menyambut Gavin dan Mischa yang berjalan menuju pelaminan dengan senyum sangat lebar. Mischa bahkan melambai kepada para tamu yang bersorak senang. Para Bridesmaids dan groomsmen mengiringi langkah kedua mempelai.
Nyonya Aurora merasa sesak, dia ragu bisa mengikuti resepsi ini sampai akhir. Apalagi Mischa hanya punya satu gaun saja, bagaimana bisa dia bertahan melihat menantunya itu.
"Kuya Aku ke toilet lagi ya?" ucap Nyonya Aurora meminta izin
"Kamu nggak enak badan?" Tuan Carlos Antonio bertanya balik dengan khawatir. sebab ini sudah ketiga kalinya sang istri pergi ke toilet.
Nyonya Aurora menggeleng Seraya tersenyum. "Kayaknya aku kebanyakan minum tadi, jadi pengen pipis terus.
"Oh ya udah." Tuan Carlos Antonio yang mengangguk, tetapi terus memperhatikan sang istri sampai menghilang di balik pintu toilet.
__ADS_1
Nyonya Aurora duduk di dalam salah satu bilik. Setidaknya dia merasa sedikit lebih tenang di sini. Tak lama kemudian beberapa orang memasuki toilet. Mereka sepertinya sedang memperbaiki dandanan Seraya berbincang.
"Istri Pak Gavin cantik banget ya. Nggak nyangka beneran itu karyawan dia yang datang dari Antipolo.
"Emang tinggal di kampung-kampung gitu, ya?
"Aku denger sih gitu, tapi nggak kelihatan sama sekali kok, cantik banget, sumpah!
bikin iri, Tapi diriku sadar diri.
Para wanita itu pun tertawa, kemudian keluar dari toilet dan meninggalkan Nyonya Aurora yang kembali sendirian.
Niat mau tenang malah makin stress." gumam Nyonya Aurora, lalu menghela nafas panjang. Padahal orang kampungan, mau cantik gimana pun tetap saja orang kampung.
Nyonya Aurora keluar dari toilet dan mau tak mau kembali berbaur dengan semua orang
Syukurnya cuaca hari ini cerah dan tidak ada tanda-tanda akan hujan. Angin bertiup sepoi-sepoi membuat para tamu menikmati makanan dengan nyaman dan santai.
"Enak-enak banget makanannya Nggak ada yang aku lewati satupun."
"Sama, mana boleh dicoba lagi semuanya nggak dibatasi."
"Emang ada yang gitu?
"Wah baik banget ya Bos sama anaknya."
Ibu gupita tersenyum mendengar ucapan orang-orang saat ikut mengantri mengambil makanan
"Nak, orang-orang senang banget sama pesta kamu. Mereka bilang makanannya enak-enak dan bisa makan sepuasnya." Ibu gupita memberitahu Mischa saat kembali ke atas panggung pelaminan.
"Beneran Bu?" syukurlah tadinya Mischa sudah takut juga kalau makanannya Nggak cukup. Syukur deh, kalau semuanya kebagian." ucap Mischa
"Tenang saja, makanannya emang Kuya Lebih banyak Kok" sahut Gavin
"Sudah semuanya atau untuk sesi kedua bakalan ada lagi kuya?" tanya Mischa
"Sesi keluarga ada makanan lain Kok pokoknya tenang aja catering nya bakalan berusaha mencukupkan makanan untuk semua tamu." jawab Gavin menenangkan istrinya.
Mischa mengangguk senang. "Bagus deh kalau gitu."
"Kan, kamu juga ikut milih jenis makanannya. "Kemarin kuya Nggak nyangka kamu seperfeksionis itu kalau urusan makanan." ucap Gavin
__ADS_1
"Iya Kuya, soalnya kan kita menjamu orang ke pesta kita terkadang orang cuman pentingin resepsi pernikahan mereka. Harus kelihatan mewah pernikahan idaman lah katanya, tapi makanannya nggak sesuai. Kadang makanan dan acaranya nggak bisa dinikmati. Kalau kita ngundang orang, kita harus menjamu mereka dengan makanan terbaik. Konsep resepsi kita udah keren banget gini Kuya, masa makanan ala kadarnya, kan nggak cocok aja gitu." jelas Mischa panjang lebar.
"Iya juga, ya. Kalau makanannya enak dan banyak, pasti para tamu pada puas." Gavin menyetujui.
Terus supaya mereka merasa dihargai juga, karena makanan untuk tamu kantor dan tamu keluarga dibedakan lanjut Mischa. Gavin mengangguk paham. "Kuya catat ini diingatan, supaya kalau lain kali perusahaan bikin acara, Kuya bakalan pilih konsumsi yang enak-enak.
Mischa memberikan jempol kepada suaminya, lalu keduanya pun tertawa.
Sesi pertama resepsi selesai. Saat semua tamu dari perusahaan pulang, beberapa keluarga yang hadir sejak awal tinggal untuk menunggu keluarga yang lain datang pada sesi kedua, petugas catering kembali sibuk menguatkan makanan kemeja-meja hidangan. Seniman rias mendatangi kedua mempelai untuk mengecek riasan dan juga setelan yang digunakan
"Beda banget ya pengantin wanitanya, Aku beneran pangling." ucap salah satu anggota wedding organizer
"Iya aku kira orang yang berbeda."
"Tuh Makanya jangan asal judge dulu." ketua wedding organizer membungkam para anggotanya.
Nyonya Aurora kembali mengunjungi toilet entah yang sudah ke berapa kalinya. Sebentar lagi Dia harus meladeni para keluarga yang hadir. Sebab tugas itu tak bisa dijalankan oleh kedua besannya.
"Ibu Aurora riasanya mau dicek ulang sama MUA? tawar Seorang anggota wedding organizer ketika wanita itu keluar dari toilet.
"Boleh." jawab Nyonya Aurora menyiakan.
Dia pun duduk di salah satu kursi yang kosong. Seorang seniman rias mendatanginya dan membantu merapikan tatanan rambutnya yang sedikit berantakan.
"Tamu sesi kedua sudah mulai berdatangan "Bu, Ibu mau tetap duduk di atas atau berkeliling?" tanya gadis yang menanyainya sebelumnya.
"Saya berkeliling aja." jawabnya Seraya tersenyum.
"Baik bu."
"Nyonya Aurora pun bangkit, setelah pekerjaan seniman rias selesai. Dia berjalan ke arah pintu masuk dan terdiam saat melihat kehadiran seseorang yang sama sekali tak.
Matanya membulat sempurna sangking terkejutnya.
"I...itu, kan..."
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK