Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 24. PSIKOLOGI


__ADS_3

"Kamu ini sebenarnya lulusan komputer atau psikologi? tanya Gavin kepada Mischa membuat Mischa langsung terdiam.


"Jawab Mischa."


"Komputer Bos."


Gavin tertawa. Terkadang kepolosan karyawannya yang satu ini, benar-benar bisa menjadi hiburan baginya.


"Kamu ini, kalau ada orang asing yang menawarkan permen jangan kamu ambil ya.


bibir Mischa tak mengerucut mendengar nasihat, Bos malah bercanda namun setidaknya dia merasa lega karena bosnya tidak mengomelinya.


"Bos sehat kan?


"Kalau tidak bicara sama kamu, Saya pasti sehat. Gula darah tidak naik."


"Bagus deh, Bos kalau gitu. Nanti waktu Bos masuk, saya sudah tidak jadi sekretaris Bos lagi. Ate Kayla sudah masuk Bos. Pasti senang,kan?


"Masa sih, tanya Gavin tak percaya Memangnya sudah 2 minggu ya?


"Sudah bos, saya kan menghitung tiap hari.


"Kamu benci sekali Ya, sepertinya jadi sekretaris saya? sindir Gavin


"Sejujurnya Saya suka bos. Tapi kan, sekretaris yang asli sudah kembali. Mana mungkin saya menggantikan beliau."


Gavin menghela nafas, tanpa sadar Kenapa pula dia harus merasa tidak rela?


"Kamu ini lucu juga ya!"


"Maaf bos, Tapi saya bukan pelawak."


Gavin kembali tertawa. Kali ini, lebih lepas. Kenapa saat bertemu langsung dengan Mischa, akan selalu membuatnya kesal. berbeda sekali dengan saat berbicara lewat sambungan telepon seluler.


"Coba kalau bertemu di kantor, kamu bercanda seperti ini. Pasti gula darah Saya tidak naik.


"Bos ini masih muda, tapi gula darahnya gampang sekali naik. Bos harus rajin olahraga dan makan makanan sehat."


"Ya ampun, kamu sudah seperti Mami saya."


"Siapa Gavin?


"Hello Bos, Hallo," Mischa menatap layar ponselnya ternyata sambungan telepon terputus. Dia mengedipkan bahunya dan kembali ke meja kerjanya.


Gavin menekan tombol merah, dengan sedikit panik. Namun dia masih bisa menutupinya dengan baik.


"Siapa?


Nyonya Aurora mengulang pertanyaan merasa sangat penasaran.


"Karyawan Gavin mom," jawab Gavin jujur.

__ADS_1


tatapan Nyonya Aurora tampak menyelidik.


"Karyawan? kok kamu tertawa lepas banget sama karyawan kamu?


"Iya, Gavin lumayan dekat sama dia mom."


"Cewek?


Gavin menelan ludah dengan susah payah.


"Cewek?


Gavin ingin sekali berbohong. Tapi percuma dari ekspresi wajah saja sudah terlihat kalau sang ibu mencurigainya.


"Iya mom, cewek." jawab Kevin.


"Kamu ngapain sih dekat-dekat sama karyawan kamu. Mereka itu bukan level kita." ucap Nyonya Aurora mulai mengomelnya.


Gavin hanya diam mendengarkan


"Apalagi cewek, Aduh yang ada nanti dia baper sama kamu. Terus minta di pacari Mami nggak suka lihat kamu dekat sama cewek, yang nggak selevel dengan kita ya, Gavin!"


"Ngak kok mom.


"Sebenarnya Mami kurang setuju, Kamu temanan sama Matteo. Kalau ada satu orang susah masuk ke lingkungan kamu, orang susah lain pasti bakalan ngikut." percaya sama mami, mending kamu batasin saja hubungan kamu sama dia. Cukup antara bos sama karyawan. Jangan ajak dia main sama perkumpulan kamu lagi." lanjut Nyonya Aurora.


" Kok Dibawa-bawa Matteo, Mami juga tahu sendiri dia itu orangnya kayak gimana. Matteo bukan tipikal orang kayak gitu." balas Gavin.


"Udah ya mom, Gavin gak mau ribut sama mami. Gavin mau balik ke kantor."


Gavin berlalu demi menghindari perdebatan yang tidak penting dengan sang Ibu. Dia bahkan tidak berpamitan kepada Tuan Carlos Antonio.


"Pokoknya ingat kata-kata Mami, Gavin orang susah bakalan jadi benalu buat kamu." teriak Nyonya Aurora agar Gavin yang sudah menjauh, bisa mendengarnya.


Gavin tidak menoleh. Dia terus saja berjalan dan menaiki mobil yang segera melaju. Padahal tadi suasana hatinya sedang sangat baik. Tiba-tiba jadi berantakan karena sang Ibu membahas hal yang tidak tidak.


Sementara itu Mischa mengira Bos. mungkin salah pencet, hingga mematikan telepon. namun sampai sekarang Bos tidak menghubungi lagi. Apa memang pembicaraan mereka berhenti tiba-tiba begitu saja?


Mischa kemudian melihat mata keluar dari lift pria itu sudah kembali ke kantor. Dia pun segera menghampirinya, dan membantu membawa buket bunga yang baru saja dibeli.


"Tadi bos meneleponku Pak." kata Mischa memberitahu kepada Matteo. Karena ia tidak ingin amanah yang disampaikan oleh Bosnya itu terlupakan olehnya.


"Menghubungi kamu? Matteo kembali bertanya


"Awalnya menghubungi bapak, tapi katanya tidak aktif. Terus jadinya menghubungi saya.


"Oh iya, Matteo mengecek ponselnya. Kedua nomornya aktif. Sepertinya sinyal sempat hilang, saat Gavin menghubunginya Bos bilang apa?


Mischa menggeleng, katanya nanti mau langsung ngobrol sama bapak. Jadi bos tidak ada bilang apa-apa ke saya.


"Berarti itu bukan soal pekerjaan, pikir Gavin pasti akan langsung menyampaikan maksudnya. Jika itu urusan pekerjaan apalagi status masih merangkap sebagai sekretaris.

__ADS_1


ya sudah terima kasih ya biar saya langsung hubungi Bos ucap Mateo.


"sama-sama Pak Bos saya ganti bunga di ruangan Bos dulu pamit Miska."


Matte menghubungi sambil masuk ke ruangannya tak lama gabung menjawab dari ujung telepon.


"lagi di mana kamu tanya


"Aku baru saja balik ke kantor Ada apa kau menghubungiku Gavin? balas


"Gawat Teo!"


tubuh mati yang menegang ada apa apa yang gawat Apakah keadaan Ayah Gavin memburuk?


"Aku disuruh cari calon istri dalam tiga bulan Matteo menghabiskan nafas lega. Dia kira apa Terus kenapa gawat kan ada Larissa?


"Makanya aku bilang gawat. karena aku nggak mau nikah sama Larissa!"


Matteo sampai harus menjauhkan ponsel untuk menghindari teriakan yang menusuk telinganya Jadi maunya sama siapa?


"Ya, itu, aku juga nggak tahu kalau aku tahu ngapain aku panik seperti ini?


"Terus kalau dalam tiga bulan kamu nggak bisa menemukan calon istri bagaimana?


"aku terpaksa nikah sama Larissa.


Matteo terdiam. Entah kenapa Gavin tidak pernah bercerita dengan jelas, alasan dia tidak menyukai Larissa. Namun dari apa yang disampaikan oleh Gavin hari ini, artinya dia harus berusaha mendapatkan seorang wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya, Kalau tidak mau Larissa yang menempati posisi tersebut.


Ya sudah, mending kamu tenang dulu. anehnya Matteo juga tidak bisa memberikan solusi, apapun dia hanya bisa menyuruh untuk bersabar.


"Aku harus nikah dalam tiga bulan Matteo harus!"


****


Satu minggu sudah berlalu. Berlalu begitu cepat. Kesehatan Tuan Carlos Antonio sudah 100% pulih. Dan diizinkan oleh dokter untuk kembali bekerja. Gavin pun kembali ke ALC seperti biasa. Kayla yang kembali dari bekerja menyambut kedatangannya.


Mischa hanya bisa memandangi ruangan Bos. Tanpa bisa menghampirinya dia tidak mungkin masuk tanpa alasan kan rasanya benar-benar aneh sekali.


Kerjainnya!


Mischa mengalihkan pandangan dan melihat Siska meletakkan beberapa berkas di atas mejanya. Dia terkejut karena semakin hari semakin banyak saja tambahan pekerjaan yang dia terima.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya teman emak


__ADS_1


__ADS_2