Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 52. TERPESONA _ YOU& ME


__ADS_3

Setelah berbincang lagi, sesaat Nyonya Aurora pun diantar untuk mencuci rambut. larissa juga melanjutkan perawatannya seraya melihat hilir mudik pelanggan keluar masuk.


Senyumannya mengembang lebar, saat semua pelanggan sudah kemari, maka salon-salon terdekat akan segera tutup. Dia sudah tak sabar menantikan hari itu tiba.


Menjelang siang, pintu kembali terbuka dan seorang gadis muda masuk. Larissa tertegun gadis berambut panjang lurus itu, memiliki kecantikan. Antara belum pernah perawatan sama sekali atau memakai produk perawatan yang luar biasa mahal.


Seorang karyawan kemudian menyambutnya dan menanyakan kebutuhannya. Tak lama kemudian Gadis itu diantar untuk mencuci rambut mata Larisa terus mengikuti gadis tersebut. Dari pantulan cermin, sepertinya pelanggan baru. Karena Larissa belum pernah melihatnya sebelumnya.


Namun Larissa kemudian berpikir seperti dia pernah melihat gadis itu, tapi bukan di salonnya tetapi di tempat lain.


"Wajahnya kok nggak asing ya," Larissa mencoba mengingat-ingat tetapi tetap tak tahu itu siapa.


"Ate, sudah pernah perawatan sebelumnya? tanya Riska yang kini menangani gadis muda yang baru datang. Gadis itu menggeleng seraya tersenyum."Belum pernah ada, baru ini."


Riska tampak terkejut. "Serius Ate? kulit Ate mulus banget loh. rambutnya juga bagus walaupun terlalu lurus ya . Mau apa? blow dikit nggak? tanyanya seraya mengibas-bebas pelan rambut si pelanggan.


"Boleh Ate, mana bagusnya saja.


Riska pun mulai bekerja dengan lihai keahliannya tak perlu diragukan lagi. Larissa merekrutnya dari salon yang sudah cukup terkenal. Dengan iming gaji dan tunjangan yang lebih besar.


Tepat saat jam makan siang, Nyonya Aurora telah menyelesaikan seluruh rangkaian perawatannya. Larissa menghampiri dan mengantarkannya kemeja kasir.


"Tante nggak mau gratis, jadi aku diskon saja ya."ucap Larisa


"Ih kok gitu, jangan dong Larissa." Nyonya Aurora masih ingin menolak


"loh tapi katanya calon mantu,


Nyonya Aurora pun tak bisa lagi menolak.


"Ya sudah lain kali jangan lagi ya."


Larissa mengangguk seraya tertawa.


Tenang saja tante, beres. Yuk kita makan siang


Larissa memilihkan beberapa menu andalan khusus untuk Nyonya Aurora. Mereka pun membincangkan banyak hal. Seraya menunggu makanan datang.


"Eh Tan, tadi aku ada lihat cewek cantik banget. cantiknya tuh terlihat natural, antara belum pernah perawatan sama sekali atau selalu pakai produk perawatan mahal." ucap Larissa.

__ADS_1


"Oh ya, masa sih? tanya Nyonya Aurora seakan tidak percaya.


"Iya benar, tadi aku lihat dia belum selesai waktu kita keluar."


"Tante nggak tahu deh, anak muda yang lebih cantik dari kamu. Tante belum pernah lihat ucapnya. Tak percaya Nyonya Aurora bukan untuk mendediksi Larissa melainkan untuk memujinya.


"Iya, aku juga ngerasa dia nggak lebih cantik dari aku. Tapi lumayan lah.


"Hmmm ... Tante jadi ikut penasaran."


setelah selesai makan, Nyonya Aurora pamit lebih dulu.


"Kok cepat banget tan? kan bisa lihat-lihat baju di butik dulu, terus nanti sore kita ngeteh?" tanya Larissa


"Barusan Gavin ngirim chat katanya ada yang perlu diomongin sore ini. "Tante sudah nanya Ada apa?"


"Tapi dia bilang mending ngobrol langsung aja." jawab Nyonya Aurora.


"Oh gitu ya Tan, Ya sudah deh, Bisa lain kali jangan lupa mampir lagi ya Tan." pinta Larissa.


"Tentu dong, pokoknya Tante jadi langganan di salon kamu deh," janji.


Kedua wanita berbeda generasi itu tertawa bersama. Larissa kemudian mengantar Nyonya Aurora sampai mobil. Wanita itu meninggalkan parkiran butik mewahnya Dia kemudian kembali naik ke salon dan berpapasan dengan gadis muda yang sedang berada di kasir.


"Hello, sapa Larissa


gadis Itu tampak sedikit terkejut bertemu dengan Larissa. Namun sejurus kemudian dia tersenyum lalu menyapa balik. "Hello."


"Bagaimana pelayanan di salon kami?" tanya Larissa ramah


gadis muda itu mengangguk. "Senang, suka banget Ate, bagus!"


Gadis itu tidak berbohong setelah rambutnya ditata dan diberi riasan natural, dia Jadi terlihat semakin cantik.


"Saya permisi dulu Ate, "pamitnya


"Oh iya, larissa tersadar dari lamunan lain kali datang lagi ya ate,


Gadis itu hanya mengangguk sebagai respon, lalu keluar dari salon. Tadinya Larissa mengenalnya tetapi tampaknya mereka memang belum pernah bertemu sebelumnya.

__ADS_1


****


Larissa mengirim pesan pada Gavin mengatakan bahwa dirinya sudah siap untuk pergi. Gavin yang sedang berada di cafe menerima pesan tersebut dan segera beranjak memberi sejumlah uang, untuk pesanannya Gavin. Kemudian menjemput di tempat yang sudah disepakati.


"Wow!


Mischa tersipu melihat bagaimana Gavin begitu terpukau pada penampilannya Gavin. bahkan juga lupa berkedip membuat mischa harus mengalihkan pandangan pria itu karena terlalu malu.


"Ya ampun, aku sampai pangling." Puji Gavin Tak lama kemudian melajukan mobilnya.


Nyonya Aurora sampai di rumah dan segera mencari keberadaan Gavin. Ternyata tidak ada.


"Bu Gavin mana?" tanyanya pada salah satu asisten rumah tangga


"Kuya Gavin, tadi keluar nggak lama Setelah nyonya keluar." jawab asisten rumah tangga itu


dahi Nyonya Aurora mengernyit. " loh tadi katanya ada yang mau diomongin kok malah keluar."


"Bentar lagi."


Nyonya Aurora berbalik dan menemukan suaminya menghampirinya.


"Kita duduk di belakang yuk, sambil nunggu Gavin." ajak Tuan Carlos Antonio


"Oh ya sudah, Bu bikinin teh sama kudapan ya."


"Baik nyonya." jawab asisten rumah tangga yang segera kembali ke dapur.


Gavin dan Mischa tiba di sebuah rumah mewah dengan penjagaan cukup ketat. kali ini Mischa yang lupa berkedip, karena melihat betapa megahnya rumah sang calon suami. bahkan di dalam mimpi pun dia tidak pernah membayangkan bisa tinggal di rumah seperti ini.


Gavin menggenggam tangan Mischa yang bergetar. Tahu keresahan yang dialami kekasihnya itu. Dia pun memberikan senyuman penguat dan berjanji bahwa semua akan baik-baik saja, keduanya pun turun dan melangkah menatap memasuki kediaman yang akan ditinggali oleh Misha sebentar lagi.


Sementara itu di salon, Larissa sedang bersiap-siap untuk pulang. Kemudian tiba-tiba dia ingat Siapa gadis muda yang merupakan pelanggan baru. Mulutnya menganga merasa tidak percaya.


"Itu kan cewek yang makan bareng sama Gavin di restoran!"


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." PERJUANGAN ABIMAYU."


__ADS_2