Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 60.INGAT MASA LALU_YOU & ME


__ADS_3

Gavin mencoba percaya saja pada jawaban sang ibu.


"Maafin mama, iya Gavin. sudah lupa ngasih kabar ke kamu. Ponsel sengaja Mama matiin supaya istirahat lebih tenang."Nyonya Aurora kembali mengarang alasan.


Ternyata benar kata orang bijak. Satu kebohongan pasti akan memicu kebohongan lain.


Gavin mengangguk paham."Ya sudah ma, nggak apa-apa. Yang penting Mama memang nggak kenapa-kenapa. Gavin juga minta maaf sudah ganggu istirahat mama dan papa. Gavin pamit ke kamar dulu ya."


"Iya sayang ." ucap Nyonya Aurora dengan senyuman.


"Tidur yang nyenyak ya, nak." ucap Tuan Carlos Antonio.


"Iya Pa, Papa Mama juga ya."


Gavin pun keluar dari kamar orang tuanya. Dan berjalan menuju kamarnya sendiri. Dia kemudian berpikir kalau Larissa hanya memanfaatkan kesempatan. Mungkin wanita itu juga bingung dengan kehadirannya di depan pintu apartemen. lalu Larissa menggunakan kesempatan itu untuk bisa ngobrol dengannya.


"Iya, itu adalah alasan yang paling masuk akal. Oleh karena itu larissa sambungan kan terus sejak tadi, dia tak ingin terlihat lebih malu. Dan bodoh Gavin pun bisa memahaminya. Gavin membanting tubuh ke sofa. Lalu menghubungi Mischa semoga saja Gadis itu belum tidur.


"Hallo Kuya," sapa Mischa di seberang.


seketika rasa tenang muncul ketika mendengar suara sang kekasih meneleponnya, adalah sebuah terapi terbaik.


"Hello Mischa, sudah tidur? tanya Gavin


"Belum Kuya, nggak bisa tidur kalau belum ada kabar dari Kuya."


Gavin terperangah


"Kuya Dari mana saja? kok lama banget ngasih kabarnya? Aku khawatir banget.


Gavin menunduk merasa bersalah telah membuat Mischa seperti itu. Awalnya Dia kira Gadis itu akan santai saja dan tidak acuh.


"Maaf, ucap Gavin pelan dan tulus.


"Nggak perlu minta maaf Kuya, aku yang kayaknya terlalu kepo ya!"


Gavin menggeleng. meski tahu Mischa tidak bisa melihatnya. Ngak kok, Kuya malah senang kamu kayak gini.


"Ya sudah kuya, udah malam kuya Pasti capek kan? Langsung istirahat saja.


"Tapi Kuya masih pengen ngobrol sama kamu." Pinta Gavin, atau Kamu udah mau tidur?


"Belum Kok Kuya, ngak barusan banget sih tapi tadi habis video call sama bapak dan ibu Mischa memberitahu.

__ADS_1


"Oh ya, Terus kamu udah cerita tentang Kuya?"


"Belum Kuya, tapi aku nanyain kesehatan ibu. kayaknya ibu makin parah sakitnya. Aku harus pulang buat lihat ibu deh Kuya, dalam waktu dekat. Aku boleh ajuin cuti nggak?" tanya Mischa penuh harap.


"Kamu ini mintanya kok kayak sama bos?"


"iya kan, Kuya memang Bos aku," walaupun aku pacar Kuya, tetapi nggak boleh main asal libur saja."


Entah kenapa hanya dengan mendengar ucapan sederhana seperti itu saja, sudah membuat Gavin lega.


Pendapat ibunya memang salah. Mischa bukanlah gadis mau mengejarnya hanya demi uang. Gadis itu tulus menyukai Gavin. Mischa Bahkan tak mau memanfaatkan hubungan mereka demi kepentingannya sendiri.


"Kamu nggak boleh libur!" vonis Gavin


"Kenapa Kuya?" tanya Mischa kecewa


"Maksud Kuya sendirian, Kuya bakalan nemenin kamu pulang kampung, sekaligus melamar kamu di depan Bapak dan Ibu.


***


Tuan Carlos Antonio tersentak pada pukul 02.00 pagi. Dan tak menemukan sang istri di sampingnya.


"Aurora!!! panggilnya pelan


Tuan Carlos Antonio bangkit ke posisi duduk, lalu berdiri dan berniat mencari sang istri di kamar mandi. Tidak ada, di balkon kamar juga tidak ada. Dia pun keluar dari kamar dan menemukan Nyonya Aurora sedang sendirian di dapur dalam keremangan.


"Ngapain kamu Aurora? nggak bisa tidur?" tanya Tuan Carlos Antonio


"Iya Kuya, jawab Nyonya Aurora sekedarnya.


Tuan Carlos Antonio mendekat dan melihat secangkir susu yang asapnya masih mengepul.


"Kamu lagi mikirin apa?" tanya Tuan Carlos Antonio


"Mikirin Gavin, emang apalagi?"


Tuan Carlos Antonio menghela nafas. "Sudahlah biarin saja, Gavin nikah sama wanita pilihannya.


"Terus mengulang kesalahan yang pernah Kuya buat dulu?" tanya Nyonya Aurora penuh penekanan.


Tuan Carlos Antonio terdiam.


"Aku kira Gavin itu mirip sama aku, nggak tahunya malah selera wanita turun dari Kuya. setidaknya Kuya segera sadar. Aku cuma nggak mau Gavin melakukan kesalahan yang sama kayak Kuya."

__ADS_1


"Itu sudah lama banget. Kenapa kau bahas lagi?" lirih Tuan Carlos Antonio


Nyonya Aurora menggeleng. Kalau bukan karena Gavin mau nikah sama orang miskin, Aku juga nggak akan bahas soal itu Kuya. Kita sudah sama-sama selama hampir 30 tahun, dan masih baik-baik saja. Rumah tangga saat kegitu nggak akan lama kuya. Pasti ada sesuatu yang membuat dia ngotot nikah sama perempuan itu , di pelet mungkin.


"Ngak boleh nuduh orang sembarangan kayak gitu."


Kuya ini emang terlalu positif thinking ya, sama semua orang juga gitu. Padahal waspada itu perlu.


"Bukan gitu, kamu kan tahu sendiri Gavin nggak pernah dekat sama perempuan manapun. Dia nggak pernah bawa perempuan ke rumah.


Nggak pernah terlibat skandal. Nggak suka gonta-ganti pacar, nggak suka main perempuan di klub atau di bar. Kalau dia suka sama Larissa pasti udah dari kemarin-kemarin dia pacari Larisa. Buktinya kan, nggak. Dia memang suka sama Mischa bukan karena ini, dan itu.


Nyonya Aurora mendesis rasanya kesal sekali harus mengalah dalam hal ini. Rencananya dengan Larissa benar-benar gagal total. Padahal dia sengaja mematikan ponselnya dan ponsel Tuan Carlos Antonio, serta mencabut kabel telepon agar tidak ada gangguan. Ternyata semuanya hanya sia-sia.


Kuya tidur aja duluan. besok harus kerja aku masih mau di sini.


Tuan Carlos Antonio tak memaksa. Dia pun meninggalkan Nyonya Aurora sendirian dan kembali beristirahat di kamar.


***


Suasana ALC sibuk seperti biasa. Para karyawan masih belum tahu hubungan antara Mischa dengan bos mereka. Setiap makan siang Mischa selalu pergi bersama rekan-rekannya. Saat pulang Mischa menunggu kantor sepi. Micha baru mengajak Gavin pulang. hal itu terus terjadi selama sebulan lamanya.


"Kuya sudah pesan tiket pesawat untuk lusa, kamu sudah bisa packing barang yang mau dibawa ya. Perlu koper nggak?" tanya Gavin.


Mischa tampak berpikir. "Aku boleh bawa oleh-oleh untuk bapak sama Ibu nggak Kuya?"


"Iya boleh dong, Ya udah nanti kuya siapin satu koper khusus untuk bawa oleh-oleh


"Okey deh Mischa menyetujui.


mereka sedang menikmati bakso di kaki lima. Gavin melepas jas dan dasi agar kelihatan seperti karyawan biasa. Keduanya duduk bersisian di sebuah kursi panjang.


"Kuya yakin nih, mau makan di sini? kalau ntar sakit perut gimana?" tanya Mischa khawatir.


"Sakit perut tinggal minum obat, atau ke dokter. Terus besok-besok nggak usah makan di sini lagi, gampang kan?" Mischa tersenyum. Gavin memaksanya ingin makan di sini. Karena tampaknya bakso yang ramai pengunjung ini rasanya enak. Dia pun menjadi penasaran.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"

__ADS_1


__ADS_2