
Semuanya kembali bekerja seperti biasa. Saat makan siang pun mereka tetap makan bersama. Akan tetapi sejak Valen terus cengengesan membuat terheran-heran.
"Ada apa sih Ate," tanya Mischa pada Valen
"Kamu kapan ajak Bos makan siang bareng sama kita?" tanyanya tanpa malu
"Heh...,dasar!" sergah Irma.
Valen Malah semakin cengengesan.
Mischa akhirnya menyadari kalau semua orang di meja ini, sudah tahu hubungan antara dirinya dengan Gavin sejak kejadian malam itu.
"Sudah bukan rahasia lagi, ya." ucap Mischa
hebat kamu Mischa bisa menaklukan Bos Gavin." Puji Andika
Mischa tertawa. "Kelihatannya aja mudah, aslinya mah kagak."
"Iya, ya. kita kan, cuman lihat hasilnya. Nggak tahu gimana prosesnya." Andika membenarkan.
"Kemarin itu kamu Ada masalah apa sih Mischa? kita beneran khawatir loh." tanya Irma.
Sebenarnya Mischa sudah ingin melupakan kejadian malam itu. Baginya apa yang terjadi pada Riska, murni bukan karena dirinya. Dia tidak bertanggung jawab atas kehidupan Riska sama sekali. Namun, dia tetap bercerita dan berharap ini adalah terakhir kalinya membahas tentang Riska.
"Teman kamu Kok gitu sih Mischa? aneh banget deh." respon Vaen.
"Itu makanya, aku terharu pas Ate, Valen dan Ate Irma nanyain kabar aku, belum pernah ada teman yang kwatir sama aku Ate." ucap Mischa jujur.
"Sudahlah Mischa, udah paling benar kamu nikah sama bos. Terus tinggal di kota Manila. Aku kira orang yang sana lebih baik sama kamu, eh malah kebalik." ucap Valen.
"Iya, nggak usah dipikirin lagi si Riska Riska itu. Kamu udah dapat teman-teman baru yang baik kayak kita. Eh, tapi kalau udah nikah nanti kamu masih kerja nggak Mischa?" tanya Andika penasaran.
Mischa menggeleng. "Nggak dikasih kerja sama Kuya Gavin, Kuya."
"Yah...! Desah Valen dan Andika.
Tapi kita masih bisa tetap temenan kok, kan bisa kumpul juga sekali-sekali. ucap Mischa."Janji ya Mischa? Pinta Valen
Mischa tersenyum janji
Irma tersenyum. Mischa memang berbeda kalau saja yang berada di posisi ini adalah gadis lain, pasti Gadis itu akan bersifat angkuh dan tidak akan mau lagi makan satu meja dengan mereka. Akan tetapi hal itu tidak berlaku di diri seorang Mischa.
__ADS_1
Begitu kembali ke kantor setelah makan siang, semua karyawan merasa terkejut menemukan sebuah tas kantong di meja masing-masing.
"Apaan sih?" tanya Andika
"Perhatian semuanya..." Panggil Mateo
"Ini hadiah dari bos, ya."
semua karyawan terperangah tak percaya. Sedetik kemudian, mereka segera memeriksa isinya dan menemukan beberapa bungkus makanan dan macam macam souvenir.
Mischa begitu senang melihat ekspresi para karyawan yang begitu bahagia. Meski tampaknya sederhana, semuanya merasa bersyukur karena perubahan yang terjadi pada bos mereka. Dia juga senang karena usahanya dan Gavin untuk membeli oleh-oleh ke kota tidak sia-sia.
Gavin mengintip dari ruang kerjanya dan tersenyum. "Kenapa tidak dari dulu dia bersikap baik pada karyawannya?"oleh-oleh yang dia belikan tidaklah mahal. Namun mereka semua menerimanya dengan sukacita.
"Kalau bukan karena Mischa, ini semua nggak akan kejadian." gumamnya.
Dia benar-benar bersyukur, kehadiran Mischa di dalam hidupnya.
***
Jam pulang kerja tiba dan semua karyawan sibuk berkemas. Hari ini mereka pulang membawa buah tangan. Senyum sumringah masih terpasang di wajah masing-masing.
"Bos....Terima kasih bos!" teriak para karyawan bergantian berharap sang Bos mendengarkan ucapan mereka.
"Yuk, ajaknya seraya mengulurkan tangan. dengan senang hati, Mischa menerimanya dan mereka pun berjalan berdampingan masuk ke lift.
"Terima kasih ya, Kuya. Udah buat semua karyawan senang." ucap Mischa.
"Nggak perlu ngucapin Terima kasih seperti itu, kuya memang udah berniat mau berubah jadi bos yang baik. Kan, kamu orang baik, sebagai pasangan kamu, kuya harus jadi orang baik juga Biar selevel." jelas Gavin.
Mischa menatap Gavin dengan bingung selevel?
"Kalau kata Papa, selevel itu bukan cuman soal harta. Tapi bisa hal yang lain juga, Kuya juga mau selevel sama kamu, karena kamu terus berusaha jadi orang yang pantas mendampingi Kita."
"Kuya cara gombalnya, emang beda ya." ucap Mischa seraya membuang muka yang sudah bersemu merah.
"Masa sih, Kuya nggak gombal loh." elak Gavin.
Mischa berpura-pura mendesis, kesal. membuat Gavin tertawa. .
"Suara lift berdeting menandakan mereka sudah tiba di tujuan. Mischa baru saja menyadari kalau mereka bukannya turun, melainkan naik ke lantai teratas gedung.
__ADS_1
"Kamu belum pernah naik ke atas sini kan?" tanya Gavin
"Belum Kuya, kartu akses punya aku nggak bisa sampai sini." jawab Mischa yang celingukan melihat ruangan lantai atas yang kosong melompong, tidak ada apa-apa, Memangnya mau apa mereka di sini?
"Lihat itu." tunjuk Gavin
Mischa terpesona Baru kali ini dia melihat langit Kejinggaan di sekitar matahari yang akan terbenam dari gedung setinggi ini. Rasanya berbeda dengan saat melihat matahari terbenam dari atas bukit.
"Cantik banget Kuya." seru Mischa dengan mata berbinar
"Oh, ya."
"Iya beneran." jawab Mischa bersemangat.
Gavin menatap wajah Mischa yang disirami cahaya jingga, sejak awal Gadis itu memang sudah cantik. Hanya saja, Gavin tidak pernah menyadarinya.
"Ada yang lebih cantik dari pemandangan di depan loh." ucap Gavin tanpa mengalihkan pandangan
"Emang ada? tanya Mischa tak percaya.
"Ada."
"Apaan?" tanya Mischa Tak sabar.
jarak mereka kini begitu dekat.
"Kamu." ucap Gavin singkat. Tetapi tepat sasaran.
Mischa terdiam, meskipun sudah resmi menjadi kekasih Gavin. Tetapi mereka jarang memiliki momen romantis bersama. Mungkin, karena keduanya tidak punya banyak pengalaman masing-masing dari mereka, adalah pengalaman pertama bagi yang lain.
Mischa tak menyadari betapa dekatnya wajah mereka sekarang. Dia bahkan bisa merasakan nafas yang mulai menyapu wajahnya, dia selalu menyukai parfum yang pria itu pakai, meski sudah seharian. Tetapi dia masih tetap segar dan wangi seperti habis mandi.
"Kuya cinta sama kamu."
Mischa bisa menjawab rasanya semuanya berjalan begitu cepat.
Sore itu, pertama kalinya Gavin mencium Mischa tepat di bibirnya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"