Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 59. GAGAL TOTAL _YOU & ME


__ADS_3

Gavin tersentak. Suara alarm mengejutkannya dan membuat kepalanya pusing. Seakan-akan sedang enak tertidur lalu dijatuhkan secara tiba-tiba.


"Ada apaan, nih?"tanyanya bingung. Dia kemudian melihat sekeliling.


"Kok, Aku ada di sini?"


Gavin memukul-mukul pelan kepala. lalu berusaha bangkit dan mencari sumber kegaduhan. Dia terkejut melihat Larissa yang sedang berteriak panik dan tak berkutik melihat api berkobar-kobar di depan sana.


Gavin segera mencari alat pemadam api ringan. Mengambilnya lalu menyemprotkannya ke arah kompor. Dapur segera dipenuhi oleh bubuk kimia kering. meski keduanya sempat terbatuk tetapi syukurnya api berhasil dipadamkan.


Gavin berbalik menghadap laris.


"Astaga!"serunya seraya menutup Mata. "Kamu pakai apaan itu?


Larissa tercengang. Dia terlalu panik sampai tidak bisa berpikir jernih.


"Aku.... aku..."ucapnya tergagap.


Gavin tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Dia kemudian teringat sesuatu.


" Mama aku mana?"tanyanya. Larissa menggeleng, wajahnya masih terlihat. "Nyonya Aurora nggak ada di sini,"jawabnya pelan dengan suara bergetar.


Gavin benar-benar tidak paham apa yang sedang terjadi. "Bukankah ibunya menyuruh untuk menjemput? Kenapa bisa tidak ada di sini?"


"Kamu,"tunjuk Gavin, sebenarnya punya rencana apa?"


Larissa terdiam. Baru saja menyadari kalau rencananya telah gagal total. Gavin sudah mampu berdiri dengan tegak. Dia tidak mungkin akan tertidur lagi, kan?


Gavin menghubungi salah satu supir yang bekerja untuk keluarga Carlos Antonio. Dia tidak mungkin menyetir sendiri dalam keadaan seperti ini. Kepalanya berat bukan main. Pening serasa menghantam hantam bagian belakang kepalanya.


Larissa sudah bertukar baju atas perintah Gavin. Dia benar-benar terdiam tak bisa berkata-kata menahan diri untuk tidak mengungkapkan rencana gila dirinya,dengan ibu Gavin.


"Sebenarnya ada apa sih?" tanya Gavin untuk yang ketiga kalinya. Akan tetapi Larissa tetap bungkam.


Gavin masih tak paham kenapa Larissa hanya diam saja. Biasanya dia begitu bawel apa saja akan dibahas wanita itu, kalau sudah bertemu dengannya.


"Tas Mama aku ada di sini, tapi orangnya Kok bisa nggak ada?" tanya Gavin masih penasaran. Lagi-lagi Larisa hanya diam Gavin mengalami frustasi apalagi sejak tadi ponsel ibunya tidak aktif. Tentu saja dia merasa khawatir dia menyala Risa juga semakin memperkeruh keadaan.

__ADS_1


"Aduh kepala aku pusing banget, kok aku bisa ketiduran ya? Padahal pas jalan kemari nggak ngerasa ngantuk sama sekali." gumam Gavin lebih kepada dirinya sendiri.


Gavin kembali mengecek ponsel dan membaca pesan dari Mischa dia bingung harus membalas apa. Tak mungkin mengatakan bahwa jam segini dia masih berada di apartemen Larissa. Bisa-bisa akan memicu perang dunia ke-3.


Namun dia harus segera membalas, agar tak menimbulkan spekulasi dalam pikiran. menepuk jidat, sudah pusing betulan ditambah lagi pusing karena masalah ini.


"Larissa Kamu benar nggak mau bilang apapun?" pancing Gavin lagi.


Larissa membuang muka melihat gedung-gedung tinggi dari dinding kaca apartemennya. Matanya menghangat Entah kenapa dia merasa ingin menangis. Sebenarnya Apa yang membuatnya sedih?


Rasa malu atau kehilangan kesempatan untuk memiliki Gavin. Padahal dia sudah rela berkorban sesuatu yang paling berharga akan tetapi semuanya malah tak berjalan sesuai dengan rencana.


Sebuah pesan masuk dari sopir yang mengatakan sudah tiba di lobby apartemen Larissa. Saatnya pulang meski masih sedikit terhuyung Gavin tetap memaksakan kakinya untuk melangkah.


"Aku balik dulu." pamit Gavin tetapi Larissa tidak menggubris. Mengedipkan keluar dari ruangan menuju parkiran di rubana.


Larissa berdiri, lalu berteriak sekuat-kuatnya dia mengambil secangkir teh bekas minuman Gavin, dan melemparnya ke sembarang arah. Suara pecahan kaca terdengar disusul dengan isakan tangis.


Bukan hanya harapannya hatinya pun ikut hancur malam ini.


Di mobil rasanya Gavin ingin sekali tertidur. namun dia harus memastikan bahwa ibunya ada di rumah dan baik-baik saja. Entah kenapa mendadak semua orang tidak bisa dihubungi. Telepon rumah tidak tersambung, ponsel ayah dan ibunya juga tidak aktif Apa yang sebenarnya terjadi.


"Baik Kuya."


Sopir pun menuruti perintah Gavin dan mereka tiba sekitar 15 menit kemudian, Gavin berlari memasuki rumah dan menuju kamar orang tuanya.


"Pa....ma"" Panggil Gavin seraya mengetuk pintu.


Tuan Carlos Antonio membuka pintu seraya mengucek matanya. Kemudian dengan heran bertanya kepada Gavin. " Ada apa Gavin, kok kayak orang panik gitu?"


"Mama ada, pa?tanya Gavin dengan nada cemas


Tuan Carlos Antonio mengernyit. Ada tuh, lagi tidur


"Gavin?"


"Mama!"Panggil Gavin saraya melewati sang ayah. Mama nggak apa apa?

__ADS_1


Gavin menatap ibunya, bingung ekspresi wajah wanita itu seperti melihat hantu. Memangnya apa yang horor?


"Kamu kenapa ada di sini Gavin? tanya Nyonya Aurora bingung


"Kamu kenapa Gavin?" tanya Tuan Carlos Antonio yang ikut bingung.


"Dari tadi Gavin coba hubungi Papa sama Mama. Tapi kenapa ponselnya nggak aktif?" Gavin justru bertanya balik dengan kebingungan yang sama.


"Masa sih, ponsel papa kan, nggak pernah nggak aktif!" ucap Tuan Carlos Antonio. Dia berjalan menuju nakas tempat ponselnya berada. "Loh kok ponsel Papa nggak nyala?


Nyonya Aurora berusaha keras menahan ekspresi wajah.


"Ponsel Mama juga nggak nyala Kok bisa Gavin bertanya pada ibunya yang tampak terperanjat.


"Mama nyuruh Gavin jemput di apartemen larissa, tapi kok mama malah ada di rumah? kata Larissa Mama lagi di toilet. Terus Gavin nungguin, dan nggak tahu kenapa bisa ketiduran. Pas bangun larissa bilang mama nggak ada. Gavin khawatir banget ma, takut mama kenapa-kenapa. Tas Mama juga masih tertinggal di sana.


Nyonya Aurora terdiam seribu bahasa. Apa yang harus dia katakan. "Bagaimana ini ,Ayo Aurora cepatlah berpikir."


"Papa nggak ngerti ini sebenarnya ada apa?" tanya Tuan Carlos.


"Gavin juga nggak tahu pa, makanya Gavin nanya Mama." jawab Gavin.


"Kamu kan seharian ini di rumah aja Aurora kenapa minta jemput sama Gavin? padahal nggak kemana-mana. Tanya Tuan Carlos Antonio pada istrinya.


Nyonya Aurora semakin bingung. Kini dia di pojokkan oleh kedua orang, sekaligus alasan apa yang harus dia karang.


"Tadinya mama memang mau ke tempat Larissa, tapi nggak jadi terus mama lupa bilang ke kamu sekarang." ucap Nyonya Aurora.


"Okey, terus kenapa tas Mama ada di tempat Larissa?"


Nyonya Aurora menahan nafas sejenak. posisinya serba salah. Dia tak mungkin mengatakan yang sebenarnya, lalu Jika dia berbohong maka Larissa akan terkena imbasnya. Gavin pasti akan semakin membenci.


Kemarin Larissa a pinjam tas Mama. Untuk ide desain." alasan yang aneh, Tetapi otaknya sudah tak bisa memikirkan jawaban lain.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"


__ADS_2