
Mischa terdiam. Bagaimanapun dia lebih baru daripada karyawan yang lain. Itu sebabnya dia tidak ingin mereka mendapatkan masalah karena dirinya.
"Baik Bos, saya mengerti. Mischa tidak berani membantah. Lagi pula seharusnya dia merasa bersyukur karena bos memihak dirinya.
"Kos kamu masih jauh?" tanya Gavin saat sudah melewati kawasan ALC
"Di depan sana, sedikit lagi bos." tunjuk Miska.
Mobil tidak bisa masuk ke dalam gang di mana Kos Mischa berada. Sehingga mereka berhenti di depan.
"Terima kasih banyak untuk makan malam dan tumpangannya bos. Saya masuk dulu." pamit Miska.
"Okey sampai jumpa besok." sahut Gavin. Mischa tersenyum saat turun dia pun mengangguk dan berjalan memasuki gang. Gavin kembali melajukan mobil dan berniat pulang. Sungguh malam ini dipenuhi pembicaraan yang berkesan.
Keesokan harinya di kantor ALC group terlihat beberapa karyawan-karyawati sudah bersiap untuk melakukan tugas dan tanggung jawab mereka masing-masing.
"Eh di meja aku nggak ada berkas? tanya Siska
"Di tempat kamu juga? aku juga nggak ada nih. Udah dari pagi aku tungguin." sahut salah satu temannya lagi, yang sering memberikan tugas-tugasnya kepada Mischa
"Sama, aku juga. nggak ada." sahut yang lainnya.
"Kok bisa? aku lihat yang lain pada kerja. Kalau misalnya nggak ada kerjaan, harusnya semua nggak dapat kan? tanya Siska lagi.
"Iya, harusnya gitu. Ini semuanya pada sibuk, cuman kita yang gak ada kerjaan." sahut rekannya.
Ketiga karyawan itu hanya duduk diam saja tanpa mengerjakan apapun Sejak pagi. Semua orang tampak sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Mereka ingin bertanya, tetapi terlalu takut pada bos.
Barulah saat jam makan siang mereka dijagat oleh Matteo, sebelum ketiganya ingin keluar mencari makan.
"Ada apa ya Pak? tanya Siska bingung
Mateo tidak langsung menjawab. Dia menunggu sampai hampir seluruh karyawan keluar untuk makan siang.
"Kalau dikasih pekerjaan pastikan kalian kasih ke orang lain juga kan? jadi lebih baik tidak usah dapat pekerjaan apa-apa sama sekali. Ini adalah peringatan pertama ,kalian tahu apa maksudnya kan? kalian beruntung. Karena Bos masih memberikan kalian kesempatan. jangan diulangi lagi ke depannya. Paham!!!! jelas Matteo dengan ancaman.
Ketiga karyawan itu terdiam. Maksudnya Bos sudah tahu tentang perbuatan mereka yang memberikan sebagian tugas kepada si anak baru.
"Saya akan memantau kalian, mulai hari ini. Walaupun sedang tidak ada pekerjaan kalian, baru boleh pulang jam 05.00 seperti biasa. Besok kalian akan mendapat pekerjaan kembali. Matteo memberikan gestur agar ketiga karyawan tersebut mematuhi ucapannya.
Setelah Matteo pergi mereka pun mulai menggerutu.
"Sialan karyawan baru itu. Udah dibilang jangan ngadu, eh ngadu juga. Bakalan aku jambak dia nanti." gerutu Siska geram.
"Tau ih, nggak mungkin bos sama Pak Matteo bisa tahu, kalau dia nggak ngadu kan? karyawan baru nggak tahu diri emang harusnya dia sadar diri posisinya di kantor ini. Masih seumur jagung." sahut Kania tak kalah geram.
__ADS_1
"Terus gimana dong gush? tanya Siska khawatir
"Sudah kamu tenang saja, habis kita labrak nanti, pasti itu karyawan baru tidak akan berani ngadu ngadu lagi." jawab Karina
"Iya, kesel banget aku. Kita jambak rame-rame aja baru puas." aku sambung karina.
"Iya, aku setuju." sahut yang lainnya.
Mischa baru saja keluar dari kamar mandi dan berniat untuk menghampiri Irma dan yang lain di kantin karyawan. Tempat mereka biasa makan siang. Dia berjanji menyusul karena harus menuntaskan sakit perutnya terlebih dahulu.
"Eh itu dia! tunjuk Siska
"Wah kebetulan banget. Ternyata dia masih di kantor hah? Karina berkacak pinggang merasa senang karena rencananya akan berjalan mulus.
"Apalagi yuk, langsung kita labrak aja." ucap Siska. Mischa tidak menyadari kalau mejanya sedang didatangi oleh tiga karyawan yang suka merundungnya.
"Heh....."bentak Siska seraya menggebrak meja Mischa.
Mischa terkejut Bukan main, dia bahkan sampai menjatuhkan tasnya.
"Ate Siska, Ada apa ya ate? tanya Mischa bingung.
Siska tertawa sarkas. "Kamu masih pura-pura bodoh, setelah ngaduin kita? nggak usah sok polos deh kamu! jijik aku lihatnya.
"Aku nggak ngadu Ate, semalam kebetulan ketemu sama bos, waktu lembur terus bos nanya aku ngapain. Aku nggak mungkin bohong sama bos Ate." jelas Miska.
PLAK. ...
sebuah tamparan mendarat di wajah cantik Mischa, kuatnya gadis itu sampai terguncang ke belakang Lalu terjatuh. Ketiga karyawan itu terkejut bukan karena Mischa terjatuh.
Namun karena bos berdiri di sana menyaksikan kelakuan mereka
"Bos....." gumam Karina tergagap.
mata Mischa membulat, lalu melihat ke belakang sambil memegangi wajahnya yang masih terasa sakit dan panas akibat tamparan barusan dia dapatkan.
"Bos," panggilnya.
Gavin menatap tajam dan dingin ketika karyawan di hadapannya semuanya mundur, ketakutan. Mereka benar-benar tidak menyangka kalau Gavin masih ada di kantor saat itu.
"Bukannya Matteo sudah memberikan kalian peringatan pertama?
"Seperti biasa Gavin hanya berbicara dengan suara datar, akan tetapi hal itu mampu membuat ketiga karyawan tersebut semakin ketakutan. Mereka semua menunduk tak ada yang berani menatap Bos.
"Mulai besok tidak usah datang lagi." vonis segera jatuh. Sekarang ambil barang-barang kalian lalu keluar dari kantor ALC
__ADS_1
Ketiga karyawan itu bergeming, seperti tidak menerima keputusan sepihak.
"Jangan sampai saya panggil petugas keamanan untuk menyeret Kalian bertiga keluar."
Karina lebih dulu bergerak menuju mejanya dengan setengah berlari untuk mengambil tas. Dia kemudian kembali dan menyuruh kedua temannya untuk melakukan hal yang sama, namun mereka tetap kokoh berdiri di sana.
"Bos seharusnya tidak memecat karyawan yang mengabdi lebih lama lawan." ucap Siska
teman yang satunya menyenggol lengan Siska menyuruhnya untuk diam.
"Kalau begitu kembalikan gaji yang sudah kalian Terima untuk diberikan kepada Mischa." balas Gavin.
"Mana bisa seperti itu Bos!" kedua karyawan itu melawan
"Kalian kan tidak bekerja sepenuhnya. Kalian lupa pekerjaan kalian diberikan kepada Mischa, seharusnya yang menerima gaji tersebut bukan kalian." jawab Gavin
"Pokoknya kami tidak tetap tidak terima bos." Siska masih melawan
Teman yang satunya yang takut, tidak mempedulikan temannya. Temannya dia kabur lebih dulu menuju lift.
Saya tidak bertanya pendapat kalian. Pergi sekarang atau security yang mengusir kalian?"
Mungkin karena suara Gavin tidak meninggi Siska dan temannya tidak menganggap serius perkataannya. Kedua karyawan itu malah kembali duduk di meja mereka dan pura-pura tidak terjadi apa-apa.
Gavin hanya menggeleng. Dia pun menjulurkan tangan untuk membantu Mischa berdiri. Gadis itu meraih tanpa ragu.
"Tidak usah dipikirkan. Kamu pergi saja makan siang dengan yang lain." ucap Gavin.
Mischa mengangguk. "Baik bos. Setelah memungut tas di lantai, dia pun pergi menuju lift untuk menyusul Irma dan yang lain.
Gavin kembali ke ruangannya. Siska mengira mereka sudah menang ternyata Bos mereka tidak semengerikan itu. jika punya nyali, sedikit saja melawan. Pasti Bos akan lulus mereka tertawa mengejek.
"Bego banget si Karina, Padahal kita bisa lanjut kerja. Tuh si Bos nggak punya nyali ternyata." ejek teman yang satunya
"Iya, aku kira emang beneran kejam tahunya takut juga sama perempuan, yang berani melawan." sahut Siska.
Mischa berjalan sambil berpikir apa bos memang membiarkan Siska dan temannya begitu saja. Walaupun sudah memecat mereka, kalau dia ada di posisi mereka sungguh dia tidak akan berani melawan.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak. "Perjuangan cinta Abimayu."
__ADS_1