
"Tante sudah baikan? nggak pusing lagi?"tanyalah Reza Begitu tiba di rumah sakit.
"Sudah kok. Tante sudah istirahat semalaman,"jawab Nyonya Aurora.
"Lagian ngapain sih, tante donorin darah buat istrinya Gavin? bikin kerjaan saja."
"Tentu aja ada alasannya Larissa. kamu kira Tante mau ngelakuin hal yang sia-sia?"
"Memangnya tujuan tante apa sih? sampai berkorban segitunya."
Nyonya Aurora menyeringai lebar. "Tentu aja untuk jadiin kamu istri Gavin." Larissa terkejut, benar-benar tak paham. "istri Gavin masih hidup, Tan. Bagaimana ceritanya aku jadi istri Gavin?"
"Makanya kamu dengerin dulu."
Larissa menurut dan akan memutuskan setelah mendengar keseluruhan cerita Nyonya Aurora.
"Dokter bilang, niska nggak boleh hamil sampai benar-benar pulih. Dan dokter sendiri belum bisa mastiin sampai kapan. Itu artinya, Gavin gak bisa punya anak dalam waktu dekat. Gavin itu anak satu-satunya, kalau sempat gak punya pewaris, mau jadi apa masa depan NINE MEDIA COPERATION GROUP?"Nyonya Aurora mulai cerita.
"Okey....terus?" tanya Larissa masih tak paham.
Nyonya Aurora mendecak. "itu artinya kamu harus jadi ibu dari anaknya Gavin."
Larissa terperanjat. "Ya, tapi Gavin nggak mungkin menceraikan istrinya cuman gara-gara ini, Tan."
"Sekarang memang enggak, tapi bukan nggak mungkin nanti bakalan kejadian."
"Tan, aku masih nggak ngerti deh. Ini maksudnya aku jadi istri kedua Gavin, gitu?"
Nyonya Aurora mengangguk. "Benar!"
Larissa menolak ide itu mentah-mentah. "Ih, nggak mau aku Tan. Masa istri kedua, sih?
"Dengerin dulu Larissa. sini Duduk dulu dengerin tante,"pinta Nyonya Aurora.
Larissa menghela nafas, tetapi tetap menurut.
"Kamu cuman perlu berkorban sebentar. setelah kamu punya anak dari Gavin, kita bakalan ngedepak Mischa."
Larissa terdiam. Ide itu ternyata tidak buruk juga.
"Tapi Tan, apa bisa semudah itu? Gavin kayaknya cinta banget sama istrinya."Larissa merasa pesimis.
"Memang semudah itu. Kamu kira, gimana cara tante dafatin bapaknya Gavin?"
Larissa tak mengerti. "Maksud tante?"
"Tante ini istri kedua papanya Gavin."
__ADS_1
Larissa melongok Mendengar hal itu. dia sama sekali tidak tahu. mungkin bukan hanya dirinya, Tetapi semua orang juga.
"Gavin itu bukan anak kandung Tante."
rahang Larissa bagaikan terjatuh dari tempatnya. semua informasi baru ini butuh waktu untuk dicerna oleh otaknya.
"Jadi, mama kandung Gavin itu dulu Koma karena kecelakaan. Tante yang merawat Gavin dari bayi sampai bisa jadi Pria idaman kamu kayak sekarang. Tante nyuruh kamu bukan tanpa alasan Larissa. mama kandung Kevin aja bisa Tante depak. Apalagi kamu yang nantinya jadi ibu kandung dari anak Gavin. lebih gampang lagi dong, harusnya untuk mendepak Mischa."
Larissa manggut-manggut, mulai paham Ke mana arah pembicaraan ini.
"Jadi, maksud Tante aku jadi istri kedua Gavin untuk sementara. Setelah anak Kami lahir, aku bakalan nuntut Gavin untuk ceraikan Mischa gitu, kan? simpul Larissa.
Nyonya Aurora menjentikkan jarinya. "benar sekali!"
Larissa tersenyum lebar. ih dek Nyonya Aurora benar-benar brilian! melahirkan seorang anak saja harusnya tidak susah itu, kan?
"Okey, Tan. aku setuju buat ngikutin saran Tante." ucap Larissa
Nyonya Aurora tampak begitu senang.
"Nah, gitu dong! akhirnya kesampaian juga kamu jadi menantu Tante."
Kedua wanita berbeda generasi itu tertawa. Sekarang saatnya menyampaikan maksud keduanya kepada Gavin dan juga tuan Carlos Antonio.
"Mama serius? tanya Gavin tak percaya. Miska masih terbaring dan belum Siuman, ma . Mama nggak salah nyuruh Gavin nikahi Larissa?"
"Kamu ini kenapa Aurora? setidaknya kita bahas ini setelah menikah sembuh." Tuan Carlos Antonio pun ikut menanggapi.
"Gavin akan menurut sama mama, tapi enggak untuk yang satu ini ma. mama ini ada-ada saja."Gavin tetap menolak.
"Larissa lebih baik keluar dulu, ya. biar kami ngobrol dulu,"ucapkan Carlos Antonio.
"Jangan, Larissa! kamu tetap di sini, jangan keluar!" larang Nyonya Aurora.
Tuan Carlos Antonio hanya bisa menghela nafas.
Tentu Larissa lebih menurut pada ucapan Nyonya Aurora yang menjadi pembelanya. dia pun bergeming di posisinya.
"kita nggak tahu kapan Miska pulih dan bisa ngasih anak buat kamu, Gavin,"ucap Nyonya Aurora.
"Tapi kan, Mischa masih muda, Ma. Masih Ada kesempatan di lain waktu." Sela Gavin
"Iya, tapi kapan?" tanya Nyonya Aurora membuat Gavin bungkam. "dokter saja nggak tahu kapan dia bakalan pulih apalagi kamu."
"Tapi, Aurora, gak dengan cara gini juga." timpal Tuan Carlos Antonio.
Nyonya Aurora mendengkus. "Sebenarnya Mama nggak mau ngungkit soal ini Gavin. tapi apa kamu udah lupa kalau mama yang udah nyelamatin nyawa istri kamu."
__ADS_1
Gavin terperanjat. dia benar-benar tidak menduga kalau ibunya akan menggunakan alasan itu untuk menyerangnya.
"Istri kamu itu hutang nyawa sama mama. begitu juga kamu. ingat itu seumur hidup kamu Gavin!" tegas Nyonya Aurora.
Lutut Gavin mulai lemas. Bagaimana mungkin seorang wanita yang sangat dia hargai Dan sayangi melakukan ini padanya? kenapa tega sekali?
"Ma, Gavin mohon Ma, jangan seperti ini."pintu yang mulai menangis. persetan Larissa ada di situ melihat titik terlemahnya.
"Larissa bisa melahirkan anak sebagai pewaris kamu. Semakin cepat semakin baik. Kamu ini anak satu-satunya Gavin. kalau nggak cepat punya penerus, gimana nasib NINE MEDIA COPERATION GROUP nanti?"
Gavin tidak melawan. dia hanya mampu terduduk meratap merasa begitu frustasi.
"Larissa juga udah setuju jadi istri kedua kamu. Kalau gitu udah fix kan?" lanjut Nyonya Aurora. balas kebaikan Mama yang udah menyelamatkan nyawa istri kamu dengan menikahi Larissa. Paham, Gavin?"
Tuan Carlos Antonio hanya bisa geleng-geleng. Nyonya Aurora benar-benar sudah melewati batas. hanya saja dia berusaha menahan diri untuk tidak semakin mempermalukan keluarga mereka di hadapan Larissa.
Kasih tak sengaja mencuri dengar dari balik pintu. Tubuhnya gemetaran. Aurora berniat mengulang secara antara mereka bertiga kepada Gavin, Mischa dan Larissa.
dia sudah menduga kalau Aurora punya rencana. Namun, dia tidak menyangka akan separah ini.
Nyonya Aurora menghantarkan Larissa ke parkiran, Tuan Carlos Antonio bertemu kasih dan menyampaikan cerita yang lebih jelas. Pria itu terus mondar-mandir sedangkan kasih hanya bisa terdiam diri.
"Kuya mau ceraikan Aurora!" tegas Tuan Carlos Antonio.
Kasih tidak langsung merespon. di saat seperti ini, menceraikan Aurora belum tentu dapat menghalangi rencananya. akan tetapi tidak ada salahnya mencoba. Siapa tahu Aurora akan merasa takut dan memutuskan untuk membatalkan semuanya.
"Oh, adakah sih juga di sini."
Tuan Charles Antonio dan kasih mengalihkan pandangan pada Nyonya Aurora yang sedang berjalan menghampiri mereka.
"Kalian pasti lagi ngomongin aku, kan? tanya Nyonya Aurora
Tuan Carlos antonio geram dia pun berdiri di hadapan Nyonya Aurora.
"Kuya mau menceraikan kamu, Aurora! kalau kamu tetap ngotot nyuruh Gavin nikah sama Larissa, Kuya bakalan gugat cerai kamu!"
Nyonya Aurora menyeringai, membuat Tuan Carlos Antonio Dan Kasih terheran-heran.
"Oh, ya? silakan tantang Nyonya Aurora.
wanita itu kemudian maju dengan berani.
"Aku bakalan nuntut harta gono gini 50% saham NINE MEDIA COPERATION GROUP." ucap Nyonya Aurora.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN