Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 127. MISCHA HAMIL _ YOU & ME


__ADS_3

"Nanti Kuya bilang sama asisten rumah tangga buat bawain sarapan kamu ke sini, ya. kalau ada apa-apa jangan lupa telepon Kuya, oke?


Mischa mengangguk. wajahnya terlihat sangat pucat, tetapi Gavin benar-benar harus menyelesaikan masalah di kantor.


Mischa kembali berbaring dan memejam saat Gavin sibuk berganti pakaian.


Keadaan di kantor sudah kacau saat dirinya tiba. Gavin menyelesaikan masalah secepat mungkin agar dia bisa kembali pulang. Tim auditor salah mengira kalau ALC. hanya perusahaan kecil tanpa taring. ternyata Mereka salah besar dan segera memutuskan untuk pergi saat itu juga.


Baru saja satu masalah selesai, saat ini nomor telepon rumah muncul di layar ponsel Gavin.


"Kuya, Ate Mischa pingsan!"


Hidup ini selalu memiliki keseimbangan.


ada bahagia dan ada kesedihan, ada pro dan kontra, bahkan untuk hal yang sekarang sedang dialami oleh Mischa.


"Istri anda hamil."


Gavin tak mampu merespon ucapan dokter selama beberapa detik. Apa itu benar?


"Selamat ya Gavin!"


Tepukan di bahu Gavin akhirnya menyadarkan kalau ini bukan mimpi.


"Gavin bakalan punya anak, pa!"


Pria yang sedang berbahagia itu memeluk sang ayah dengan riang. Keduanya tertawa-tawa merasa mereka adalah manusia paling bahagia di muka bumi ini.


Namun, tetap saja ada seseorang yang bermuka masam.


"Waduh, kok hamil sih!"


Nyonya Aurora kesel bukan main. sepertinya hanya dia yang tak terima dengan berita baik ini. Baginya itu adalah berita yang buruk membawa petaka.


Kalau ditarik kembali, sebenarnya Kenapa Aurora merasa seperti itu? Apa karena dia tidak suka cucunya lahir dari rahim orang miskin? atau harga dirinya tergores karena dirinya tak bisa mengandung?


Nyonya Aurora ingat waktu dulu. Dia baru saja pulang dari rumah sakit setelah mengecek kondisi kesehatannya. Dua tahun menikah dengan Tuan Carlos Antonio tak pernah ada kabar baik menghampiri. dia duduk lemas dengan sia-sia air mata yang sudah mengering di pipi.


Dokter bilang, rahimnya seperti tanah beku di musim dingin.


Nyonya Aurora sempat berpikir, apa ini balasan yang dia dapatkan karena merebut segalanya dari Kasih? Namun, semua sudah terjadi. dia bahkan tak tahu ke mana Kasih pergi. Wanita itu benar-benar menghilang bagai ditelan bumi.


Lalu, di antara kesedihan itu Gavin kecil muncul di hadapannya untuk menghibur.


"Mama!" Panggil bocah itu dengan riang.


Nyonya Aurora tak bisa tak memeluk anugerah terbesar dalam hidupnya itu. Ini adalah anaknya. iya Gavin saja sudah cukup baginya. Tak mengapa jika dia tak bisa punya yang lain, asalkan Gavin selalu ada di sisinya.


Gavin tak boleh meninggalkannya sampai kapanpun.

__ADS_1


"Ma,"Panggil Gavin membuyarkan lamunan Aurora.


"Ya?"


"Mau ikut masuk lihat Mischa?"


"Oh, Mama di sini saja." tolak Nyonya Aurora harus.


Sesungguhnya Gavin merasa kecewa. Ibunya bahkan tetap tak melunak meski-miskah akan memberikan cucu untuknya. Kapan Mischa akan benar-benar diterima oleh sang ibu?


Gavin dan Tuan Carlos antodio pun memasuki kamar rawat. Nyonya Aurora mengintip dari balik pintu. Putranya memeluk sang istri dengan begitu bahagia.


Batinnya tak terima. Betul betul tak terima.


"Aku harus ngelakuin sesuatu."


"Ngelakuin apa?" Nyonya Aurora terperanjat.


"Ngapain kamu di sini!"bisiknya dengan penekanan.


"Menantuku hamil. Aku mau kasih selamat." jawab Kasih santai.


"Sinting kamu, ya! kamu kan bisa Kasih selamat lewat telepon atau chat. Nggak perlu langsung datang ke sini." desis Nyonya Aurora kesal.


"Kenapa sih kamu berlebihan banget?" respon Kasih. Dia kemudian paham kenapa Nyonya Aurora bersikap seperti itu. "Oh, ada Kuya Carlos Antonio ya, di dalam?"


"Iya!"


"Nggak! nggak boleh!" larang Nyonya Aurora.


Kasih mengambil ponsel untuk menghubungi Mischa.


"Mischa, ibu di depan kamar kamu nih."


mata Nyonya Aurora membulat. Dia menggerutu kesal melihat kelakuan Kasih


"Aku disuruh masuk sama Mischa. nggak mungkin kan, aku pergi setelah bilang udah sampai di sini?"


"Halo! sapa Kasih. Membuat semua orang di ruangan melihat padanya. m


Tuan Carlos Antonio terkejut. apalagi kasih sempat menatapnya sekilas sebelum menghampiri mischa dan memeluk menantunya itu.


"Selamat ya,, Sayang. Sudah berapa minggu?" tanya Kasih yang tanpa sadar malah membuat seseorang di ruangan itu mati kutu.


"Enam, minggu Bu." jawab Miska senang.


"Wah Selamat, selamat juga buat kamu iya, Gavin." ucap kasih.


Gavin tersenyum menanggapi. "Terima kasih, Bu."

__ADS_1


Apa di ruangan ini cuman Tuan Carlos Antonio yang tidak tahu bagaimana kasih bisa mengenal Mischa?lalu, apa Gavin sudah tahu kalau kasih adalah ibu kandungnya? Tuan Carlos Antonio benar-benar bingung dengan pemandangan di depan matanya.


"Ini, Ibu bawain makanan-makanan yang bagus untuk ibu hamil. Ada kacang almond, rum raisin kering,kurma. kamu habisin ya Mischa." pinta Kasih.


"Iya, Bu. pasti Miska habisin kok. Terima kasih ya bu." balas Mischa


"Ya sudah. Ibu ke sini cuman mau ngucapin selamat sama kasih hampers ini. Ibu balik dulu ya." ucap Kasih


"Yah, Bu cepat banget. masih mau ngobrol sama Ibu. kemarin juga waktu datang ke ulang tahun perusahaan, nggak sempat ngobrol sama Ibu." minta Mischa manja.


Tuan Carlos Antonio akhirnya tahu kenapa Kasih bisa muncul tiba-tiba saat acara kemarin. Ternyata Mischa yang mengundangnya?


Kasih melirik sekilas pada Tuan Carlos Antonio. Rasanya pasti canggung sekali Jika dia berlama-lama di sana. Namun, dia juga tak bisa menolak permintaan Mischa.


"Jangan gitu dong Sayang, Bu Kasih pasti sibuk banget, kan." larang dengan lembut."


Mischa mengalah. Dia sadar, bahwa ini masih di jam kerja. dan Kasih pasti telah membatalkan banyak janji,untuk bisa sampai ke sini.


" Ya, Sudah Bu Tapi besok-besok harus temenin Miss Kak ngobrol ya." Pinta Mischa.


Kasih tersenyum. "Iya sayang, nanti kalau Ibu sedang nggak sibuk kita ketemuan ya."


Kasih kemudian pamit, tanpa milih Tuan Carlos Antonio sama sekali. Nyonya Aurora tak ada di luar. Entah ke mana Wanita itu pergi. Baru saja Kasih memasang sabuk pengaman, Ketika itu seseorang ikut masuk ke dalam mobilnya.


"Kuya!" seru Kasih panik.


"Wanita itu melihat kesana kemari, memastikan Tidak ada orang lain di sekitar.


"Kuya ngapain ke sini?"


"Kamu kenapa bisa kenal sama Mischa?" tanya Tuan Carlos Antonio to the point.


"Gavin sudah tahu kamu mama kandungnya?"


Awalnya kasih mengira kalau Gavin itu adalah panggilan khusus dari Nyonya Aurora. Dia baru menyadari kalau semua orang memang memanggil putranya dengan sebutan itu.


"Ngak segampang itu mengakui di depan Gavin kalau aku ini mamanya. bukan Aurora. Dia itu pria dewasa yang sudah menikah dan sebentar lagi punya anak. Kuya kira dia bakalan manggut-manggut gitu aja tanpa banyak pertanyaan?" cecar Kasih


"Makanya Kuya, nanya Kasih."


Kasih menghela nafas. "Aku dekatnya sama Mischa. sana gravin baru ketemu dua kali sama ini. Maksudnya ketemu untuk ngobrol."


Tuan Carlos Antonio melonggarkan dasi. merasa frustasi dengan keadaan ini.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2