
"Aku antar pulang, yuk!"
Gadis itu diam saja tak menjawab.
"Mau?"
"Sama kayak jawaban aku ke cowok-cowok lain, mending gak usah dekat-dekat sama aku, kak."
Carlos tampak bingung. "Kenapa?"
"Aku kasih tahu soal ini cuman sama kakak. karena kakak satu-satunya yang nggak ngotot dekatin aku dari pertama masuk kuliah. Aku menganggap Kakak istimewa karena itu.
"Apa kasih sedang memujinya?" pikir Carlos.
"Percuma dekatin aku karena kakak pasti bakalan kecewa."
Carlos Mengernyit. "Kenapa?"
"Dari lahir, aku sudah dibuang ke panti asuhan. Aku bahkan nggak pernah tahu siapa orang tua biologis aku. Aku bisa kuliah karena beasiswa. Jadi aku nggak mau capek-capek jalanin hubungan kalau ujung-ujungnya hanya untuk dicampakkan."
Carlos terdiam. "Apa gadis ini memang selalu berpikir seperti itu setiap ada pemuda yang mendekatinya?
Kasih pun mulai berjalan menjauhi Carlos yang masih bergeming. Namun, kemudian Gadis itu berhenti melangkah saat sebuah tangan menahannya.
"Aku tetap mau nganterin kamu pulang." ucap Carlos kepada kasih penuh harap.
*****
"Kuya, aku menyesal kita jangan putus ya."
Pesan yang disampaikan oleh Aurora itu tak pernah digubris oleh Carlos, hingga tahun-tahun berikutnya. Pria itu lulus dengan baik dan segera merambah bisnis sang ayah.
"Lalu hatinya tak pernah ditinggalkan oleh gadis bernama Kasih.
"Kuya mau nikahi kamu setelah wisuda." ucap Carlos yakin
Kasih terperanjat. "Nggak terlalu cepat kuya?
"Bukannya lebih cepat lebih baik? kuya mau kamu cepat-cepat punya keluarga. Kamu udah lama hidup sendirian kan?
"Memang tidak bisa dibilang sendirian saja, karena ada anak panti yang lain dan para pengasuh. Namun, kasih memang belum pernah merasakan benar-benar memiliki keluarga. Sejak kecil tak ada yang berniat untuk mengadopsinya.
"Kuya sudah yakin mau nikahi perempuan yang asalnya nggak jelas kayak aku?"tanya Kasih dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Kuya nggak peduli Dari mana asal kamu kasih. Kuya cuman lihat diri kamu. Kuya nggak akan membuang berlian kayak kamu." jawab Carlos
Tapi keluarga besar kuya bagaimana?
"Kuya cuman peduli kata Papa dan Mama. yang penting mereka menerima kamu."
__ADS_1
Kasih terdiam cukup lama. Benar-benar sulit membuat keputusan, meskipun dirinya juga sangat mencintai pria di hadapannya.
Dia sudah berjanji pada diri sendiri untuk tidak terlibat hubungan dengan lelaki manapun karena latar belakangnya. Namun, prinsip itu dia langgar karena Carlos satu-satunya pria yang berhasil meluluhkan nya.
Aurora mengurung diri di kamar berhari-hari saat menerima undangan dari mantan kekasihnya itu. Bukan ini yang diharapkan, dia masih menunggu cinta pria itu, meski keduanya sudah berpisah beberapa waktu. Tak menyangka sebegitu mudahnya hati Carlos berpaling darinya. Apa yang kurang dari dirinya? dia bahkan tidak kurang cantik dari sang adik junior.
"Bagus banget Kuya gaunnya!"seru kasih.
Meski telah melihat gambar desainnya, kasih tak menyangka hasil jadinya akan luar biasa ini.
"Kamu pasti cantik banget pakai itu." Puji Carlos
Kasih tersenyum begitu bahagia.
"Tapi gaun ini dipakai yang kedua ya." ucap Ibu Carlos
Kasih menatap bingung pada calon ibu mertuanya. "Yang pertama pakai apa Tante?
"Nanti kita lihat di rumah ya." jawab ibu Carlos
Kasih pun ikut ke rumah Carlos, setelah mengepas gaun pengantinnya.
Itu bukan pertama kali baginya menginjakkan kaki di rumah Megah itu. Namun, dia tetap merasa deg-degan saat berada di sana. rasanya seperti tidak pantas dan takut berbuat salah.
"Ini gaun yang tante pakai waktu nikah dulu. Tante ingin kamu pakai ini juga."
"Apa yang lain nggak bakalan iri Ma?" tanya Carlos merujuk pada istri-istri dari saudaranya yang lain
Tak terbendung air mata kasih tumpah sejadi-jadinya. Sang calon ibu mertua pun memeluknya dengan hangat dan menenangkannya.
"Seumur hidupnya tak pernah kasih membayangkan hal indah seperti ini. Rasanya seperti mimpi, tetapi itu adalah kenyataan yang pasti.
Pesta resepsi pun digelar. Kasih tampil cantik dengan gaun warisan sang ibu mertua. Namun, lupa sarapan membuatnya sakit. Asam lambungnya naik dengan drastis dan membuatnya pingsan di tengah resepsi.
"Sang mempelai wanita pun dilarikan ke rumah sakit segera. Dan resepsi pernikahan pun dihentikan begitu saja.
"Maaf ya kuya, Aku malah sakit. Salah aku juga nggak sarapan dulu." ucap kasih.
Carlos menggeleng Seraya tersenyum.
Nggak apa-apa kasih, yang penting kan akadnya udah. Kamu sudah sah jadi istri Kuya kuya nggak peduli hal yang lain.
Kasih pun ikut tersenyum. Hanya saja gaun pesanan Carlos tak sempat dia pakai sama sekali.
"Mau Kuya apain gaun ini?" tanya kasih setelah pulih dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
"Belum tahu, kita simpan saja dulu. lagian kan banyak ruangan untuk menyimpan gaun ini dengan baik. jawab Carlos.
Kasih mengangguk paham. Waktu berlalu dengan cepat hingga berita bahagia mengenai kehamilan terdengar.
__ADS_1
Carlos menjaga istri dan calon buah hatinya dengan baik. Kasih tak pernah merasa begitu dicintai seperti ini sebelumnya. Kini dia merasa hidupnya telah sempurna. Akan lebih sempurna dengan kehadiran anak pertama mereka nantinya.
Tangis seorang bayi mungil pecah saat dilahirkan. Kasih menyambutnya dengan sukacita. Carlos yang hampir tak pernah menangis pun meneteskan air mata Bahagia itu. Ada anak bayi laki-laki yang lucu, pipinya merah seperti buah delima sungguh tampan.
"Namanya udah kalian pikirkan?" tanya ayah Carlos
"Udah pa, Carlos menatap istrinya sedang sebelum menjawab."Gavin Antonio
"Wah....nama yang bagus banget. Mama suka sahut sang ibu yang kemudian berdoa "semoga tumbuh menjadi lelaki hebat seperti papa kamu ya."
Semua tertawa bahagia menyambut kedatangan seorang pangeran yang melengkapi keluarga kecil Carlos.
"Bu Ada pesan dari Pak Carlos di kantor lagi ada masalah dadakan. Jadi nggak bisa menemani ibu sama si Adik pulang." ucap Seorang perawat menyampaikan pesan dari Carlos melalui telepon rumah sakit.
"Oh ya udah, nggak apa-apa sus. Jadi saya dijemput sama sopir aja kan?" tanya kasih
"Benar Bu." sopirnya sebentar lagi sampai saya bantu ibu sama adik bersiap-siap ya." tawar sang perawat.
"Baik sus, terima kasih."
Kasih pulang ke rumah bertiga saja dengan sopir. Ibu mertuanya juga tak bisa menemani karena saat ini sedang ada pasien rumah sakit jiwa yang mengamuk dan butuh penanganan serius.
Sepertinya memang sudah suratan takdir.
Di tengah perjalanan sebuah truk dengan rem blong melaju kencang dan tak terkendali
Brukkkkk
"Hah!"
Aurora terbangun dari mimpi buruk dengan nafas memburu, keringat memenuhi seluruh tubuh meski tidur di dalam kamar berpendingin udara. Dia melihat Tuan Carlos yang masih tidur dengan nyenyak di sampingnya.
Nyonya Aurora menghembuskan nafas panjang dia bangkit dari ranjang untuk mengambil segelas air di dapur. Dia kemudian terduduk dan mengusap ke wajah.
"Kenapa tiba-tiba aku mimpi itu ya?" apa obrolan sebelum tidur tadi bikin aku kepikiran?" gumamnya.
Nyonya Aurora berjalan menuju ruang keluarga, tempat di mana album-album foto sengaja diletakkan. Dia mengambil salah satu dan melihat isinya.Senyumnya segera terkembang ketika melihat Gavin kecil bergaya.
"Anak yang tampan." pujinya
walaupun bukan anak kandungku
Nyonya Aurora mendadak memanas dia menyayangi Gavin sepenuh hati. Meski bukan lahir dari rahimnya,dia yang bersama Gavin sejak kecil hingga dewasa pria itu bahkan sama sekali tidak mengingat Siapa ibu kandungnya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK YANG LAIN.