Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 78. ARISAN KELUARGA _ YOU & ME


__ADS_3

"Kuya pengen kita nggak usah bahas soal larissa lagi. Dia bahkan nggak pernah masuk tempat istimewa di hati Kuya. kuya nggak mau kamu membandingkan diri kamu sama dia. Kayak yang selalu mama Kuya lakuin, kamu itu istimewa Mischa. Percaya sama Kuya. Makanya Kuya bisa jatuh hati ke kamu. Jadi, janji ya, Jangan pernah bahas soal larissa lagi.


MIscha mengangguk. "Iya, kuya. maafin aku ya."


Gavin menggenggam salah satu tangan Mischa. "Nggak perlu minta maaf, Justru Kuya pengen kamu tahu, kalau kamu nggak perlu cemburu sama Larissa.


"Iya, Kuya. Aku paham."


Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 malam saat satu episode tayang sampai habis, Gavin bangkit untuk mengenakan kembali jasnya.


"Kuya pulang ya, habis ini langsung tidur. jangan nonton lagi." ucap Gavin.


Mischa menggeleng


"Loh, kenapa? ada lagi yang perlu Kamu kerjain?" tanya Gavin bingung.


"Aku tidur, kalau Kuya sudah ngabarin sampai di rumah,"jawab Mischa


"Gak mesti loh. Besok kan, kita ketemu lagi buat berangkat bareng ke kantor."


Mischa membantu merapikan dasi Gavin yang berantakan.


"Aku belum merasa tenang, kalau belum dapat kabar dari Kuya. Mischa kini menatap tepat ke dalam mata Gavin. Aku harus tahu kalau Kuya pulang dalam keadaan aman dan baik-baik saja.


"Kuya..."


Mischa menghentikan ucapan Gavin dengan jari telunjuknya.


"Aku juga cinta sama Kuya."


Lalu Gavin berlalu dari Apartemen yang di tempati Mischa.


****


Mischa baru saja membersihkan wajah ketika panggilan video dari orang tuanya masuk. Dia tersenyum dengan girang, lalu menekan tombol hijau.


"Pak.... Bu. " sapanya riang.


"Halo...nak, apa kabar?" tanya Pak Komo.


"Baik Pak, Bapak sama Ibu gimana?" Mischa bertanya balik.


"Sejak kamu pulang kemarin kesehatan ibu semakin baik, nak." jawab Ibu Bu Gupita


Mischa merasa begitu senang mendengarnya." Apa mungkin karena dirinya ingin menikah juga?"


"Syukur deh bu, tapi tetap jaga kesehatan ya Bu." minta Mischa.


Ibu gupita tertawa pelan. " Iya nak."


"Nak Gavin Apa kabarnya?" tanya Pak Komo.


Kuya Gavin baru saja nganterin Mischa pulang Pak. " Oh iya Mischa sudah pindah pak, nggak di kos yang kemarin lagi. Mischa memberitahu.


"Pindah ke mana nak?" tanya Pak Komo


"Ke salah satu apartemen milik Kuya Gavin Pak. Lagi nggak ada yang nyewa, jadinya Mischa yang disuruh nempatin. Mischa kasih lihat ya pak.... Bu....."


Mischa pun mengadakan tour apartemen yang sekarang ditinggalinya melalui panggilan video.

__ADS_1


"Bagus ya nak" Puji ibu gupita.


"Iya bu tapi rumah Kuya Gavin berkali-kali lipat lebih bagus dari ini" ucap Mischa.


"Ngomong-ngomong kalian sudah dapat restu dari ibu nak Gavin nak?" tanya Pak Komo.


"Sudah Pak," Walaupun nggak mudah akhirnya mama Kuya Gavin setuju juga." Jawab Mischa.


"Ya sudah nak, baik-baik ya. Jangan macam-macam. Nak Gavin itu baik banget, jangan pernah dikecewain." ibu gupita menasehati.


Mischa mengangguk paham." Iya Bu, pesan Ibu bakalan selalu Mischa ingat."


Mischa kemudian ingat obrolan dengan Ayah Gavin tempo lalu.


"Oh iya pak bu, orang tuanya Kuya Gavin nanti datang sekaligus akad nikah. Apa nggak apa-apa?" tanya Mischa sungkan.


"Iya,malah bagus nak. Kasihan juga mereka harus bolak-balik ke sini. Jalannya kan, cukup jauh dari bandara." pak Komo memberi izin.


"Ibu juga nggak masalah nak, tapi untuk urusan makanan segala macam Bagaimana?" tanya ibu Gupita


"Nanti karyawan dari perusahaan papa Kuya Gavin yang atur semuanya Bu. Jadi nanti ada beberapa orang yang bakalan datang ke sana, sebelum kami datang. Tapi Bapak sama Ibu nggak perlu repot-repot, nanti semuanya mereka yang urus. jelas Mischa.


"Oh begitu? orang banyak duit mau apa aja, gampang ya nak." komentar ibu gupita


Mischa jadi ingat kalau Gavin juga mengatakan hal serupa


"Oh iya, papanya Kuya Gavin juga mau belikan rumah di kota untuk bapak sama ibu, terus mau dicarikan pengobatan terbaik untuk ibu. Pokoknya Bapak nggak usah kerja lagi. nanti Mischa kirimkan uang lebih, tiap bulan yang bisa Bapak sama Ibu tabung. keluarga Kita Gavin beneran pengen Bapak sama Ibu juga hidup enak kayak Mischa di sini.


Pak Komo dan ibu Gupita saling bertatapan.


Bapak merasa ngak enak nak, kita kayak jadi beban buat nak Gavin dan keluarganya." Ucap pak Komo.


Pak Komo dan merasa tidak enak karna merasa mereka jadi beban untuk keluarga Gavin dan juga Gavin. Tetapi mereka tidak mungkin menolak tawaran baik dari calon keluarga baru Putri mereka.


"Ibu selalu doakan semua yang baik-baik untuk kamu nak, tapi beneran nggak nyangka kalau hasilnya sen luar biasa ini. Anak ibu selalu bawa keberuntungan untuk keluarga kita." ucap ibu Gupita


Mischa merasa terharu mendengarkan ucapan sang Ibu. Dia pun selalu meyakini hal itu sejak dulu. Namun, dia sadar tidak selamanya Jalan akan selalu mulus. Dia hanya tak bercerita saja pada orang tuanya.


Bahwa dia sudah siap berperang secara adil dengan calon ibu mertuanya


***


Mischa memasuki ruang kerja Gavin dan secara resmi mengajukan surat pengunduran diri.


"Resmi banget ya?" komentar Gavin sudah melihat isi surat tersebut.


"Status aku kan, masih sebagai karyawan Kuya." jawab Mischa


"Cie.... yang sebentar lagi ganti status jadi istri bos." canda Gavin.


Mischa tertawa cekikikan.


"Harusnya aku ajuin dari sebulan yang lalu ya Kuya, Kuya udah cari karyawan buat ganti aku?


Matteo sedang buka rekrutmen. Harusnya. kan kita nggak nyangka kalau mama kasih Restu secepatnya itu.


"Iya sih, Mischa mengingatkan


"Pulang nanti, kita cari baju baru ya." ajak Gavin.

__ADS_1


"Lagi? tanya Mischa tak percaya.


"Ada acara hari Sabtu ini arisan keluarga besar. Itu momen yang pas untuk ngenalin kamu ke seluruh keluarga Kuya. Jadi kamu butuh baju bagus yang sesuai untuk acara itu." jelas Gavin.


"Oh gitu?" ucap Mischa kemudian


"Kenapa?" tanya Gavin bingung


keluarga besar Kuya modelannya kayak apa?


ternyata itu yang dikhawatirkan oleh Mischa.


Sayangnya sebelas dua belas lah sama Mama." jawab Gavin tak enak hati.


Mischa menghela napas. Apa ternyata memang tidak mudah menjadi pendamping Kuya Gavin. Akan tetapi dia sudah berjalan sejauh ini, dia tidak boleh mundur lagi.


****


"Hari Sabtu pun tiba. Gavin menjemput Mischa di apartemen. Seperti biasa, Gadis itu sudah tampil cantik dan tak terlihat lagi jejak-jejak anak kampung di dirinya. Setiap hari Gavin semakin terpukau melihat perubahannya.


"Papa sama mama kuya di mana?"


tanya Mischa heran. Karena cuman ada mereka berdua di dalam mobil.


"Papa sama Mama pergi berdua saja." Jawab Gavin seraya memasang sabuk pengaman.


"loh jadinya kita pergi masing-masing? Mischa masih bingung.


"Ya, iya dong ." emang kenapa harus pergi barengan?" Gavin bertanya balik.


"Kan kita mau pergi ke tempat yang sama."


Gavin terkekeh. "Di rumah ada banyak mobil, Kenapa juga harus pergi bareng-bareng?


Mischa akhirnya paham. " Oh iya, ya. orang kaya kan, nggak perlu nebeng kalau mau pergi. Soalnya di kampung aku gitu Kuya, setiap mau pergi Kalau bisa satu keluarga diangkut semuanya.


"Sampai overweight ya,"


"Iya Kuya, yang anak-anak pada dipangku sama orang tuanya. Dulu aku juga gitu dipangku sama bapak, waktu nebeng mobil Om pare jalan-jalan ke kota." kenang Mischa.


"Kamu kalau masih mau dipangku juga bisa kok."


Mischa Mengernyit tak paham maksud omongan Davin.


"Dipangku sama siapa Kuya?


Gavin malah tertawa. Ternyata sifat polos Mischa belum hilang sepenuhnya. Dia kemudian mendapatkan cubitan saat menjelaskan apa maksudnya.


"Kalau sudah nikah loh, nggak sekarang." Gavin membujuk Mischa yang sedang cemberut kesal.


Mereka kemudian tiba di sebuah kompleks perumahan megah di sudut kota. Entah berapa hektar tanah milik rumah ini, sebab perjalanan dari pagar depan ke dalam saja cukup jauh. Yang berjalan kaki pasti akan kelelahan, Begitu tiba di depan rumah.


Mischa tak bisa berhenti terperangah. Apalagi ketika sampai di halaman. Tampak banyak sekali mobil terparkir di depan rumah mewah berwarna putih itu. Rumah itu tampak lebih megah dari rumah keluarga Gavin. Awalnya Dia mengira rumah Gavin sudah yang paling mewah. Ternyata ada yang lebih luar biasa lagi.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"


__ADS_2