Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 99. PEMBAWA SIAL_ YOU & ME


__ADS_3

Gavin semakin bingung. "Supaya apa Larissa mencoba gaun itu?"


"Kamu beneran lihat larissa sedang pakai gaun itu?" tanya Gavin lebih jelas.


Mischa mengangguk lemas. Gavin menepuk jidat.


"Makanya kamu nggak semangat nyobain, karena udah dipakai duluan sama Larissa?"


Mischa kembali mengangguk. Gavin berdiri lalu berjalan mondar-mandir.


"Apa-apaan sih Larissa. Astaga mana resepsi tinggal empat hari lagi." geram Gavin frustasi.


"Itu satu permasalahan. Berikutnya harga gaun itu mahal banget Kuya. Kita nggak mungkin ganti gaun dengan harga yang sama kan?"tanya Mischa


Gavin pun terlihat bingung. Dia tidak bisa berkata uang bukan masalah, di saat seperti ini. Lagian gaun yang sudah dibayar. itu dia mau diapakan?"


Cukup lama Gavin tertunduk dan berpikir. Meskipun tak bisa memikirkan solusi dari masalah ini. Marah pada Larissa pun percuma. Semuanya sudah terjadi. Marah pada Herman juga sudah tak guna. gaun itu sudah dibayar.


"Ya sudah Kuya, nggak apa-apa aku bakalan tepat pakai gaun itu." ucap Mischa akhirnya.


"Kamu yakin?" tanya Gavin


Mischa mengangguk. Esensi dari pernikahan kan, bukan pestanya atau pakaiannya. Tapi bagaimana cara kita menjalani kehidupan kedepannya. Aku pengen buktikan ke Ate Larissa kalau dia memang bisa menyentuh gaun aku, Tapi dia nggak akan bisa menyentuh hubungan pernikahan kita.


Gavin Terhenyak. Isi kepala istrinya memang tak bisa diprediksi. Dia akan begitu polos menghadapi sesuatu. Tetapi di lain waktu, dia akan punya pandangan-pandangan tak terpikirkan oleh orang lain.


"Well, Kuya sebenarnya nggak suka kamu pakai baju bekas orang lain. Tapi kalau kamu mau, ya udah."


Sebenarnya nggak bisa dibilang bekas juga sih, ya. Dia cuma nyoba sebentar doang. "iya walaupun, tetap bikin kesal sih. keluh Mischa.


"Sudah mending kita cari hiburan yuk."


"Ke mana?" tanya Mischa


"Kuya bakal antar ke mana pun kamu mau.


Mischa tersenyum senang. Ok Kuya, Aku mandi dulu ya."


Gavin merasa lega. Mischa yang cerita telah kembali ke sediakala.


Begitu selesai, Mischa duduk di balkon sambil menonton berita di salah satu saluran YouTube. Gavin baru selesai mandi dan ingin berganti pakaian.

__ADS_1


Politisi Andra Brugman digiring oleh komisi pemberantasan korupsi, setelah tertangkap tangan menerima suap dari beberapa orang pada senin malam kemarin. Anak laki-lakinya juga ikut terseret, karena terbukti rekeningnya menjadi tempat pencucian uang oleh sang ayah."


"Loh, ini kan cowok yang di restoran hotel kemarin di Antipolo?" gumam Mischa


"Gavin itu kejam." ucapan Larissa kembali menerjang benaknya.


"Apa ini ada hubungannya sama Kuya Gavin?" soalnya kebetulan banget cuman Berapa hari sejak kejadian itu, terus ada berita ini.


Mischa memperhatikan sosok suami yang sedang menyisir rambut dengan jari-jarinya. biasanya dia begitu senang melihat sang suami melakukan hal itu. Tetapi tidak dengan hari ini. Apakah memang suaminya belum sepenuhnya berubah, apa dia masih suka menggunakan kekuasaannya untuk menindas orang lain?


Mischa menghela nafas panjang. Dia mencoba berpikir secara realistis. Tidak, Gavin bukan orang seperti itu. Dia percaya pada suaminya, dia yakin Gavin melakukan hal itu, sebagai bentuk perlindungan terhadap dirinya. Bukan karena arogansi yang biasa tersemat pada diri sang suami tersebut. Ya itu benar Gavin, hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk dirinya


"Kita berangkat?" tanya Gavin sambil tersenyum


Mischa tidak menjawab. dDa terus berjalan menghampiri Gavin.


Kemudian dengan berjinjit, dia meninggalkan jejak di bibir sang suami.


****


"Ke mana aja kamu?" tanya Tuan Carlos Antonio.


"Eh kuya, belum tidur?" Nyonya Aurora justru bertanya balik.


Tuan Carlos Antonio menyalakan lampu di atas nakas. Dia baru saja ingin tidur, tetapi kembali terjaga saat mendengar suara pintu terbuka.


"Dari mana kamu?" tuan Carlos Antonio mengulang pertanyaan dengan nada tegas.


"Nggak kemana-mana kok, cuman ke tempat Larissa." jawab nyonya Aurora santai


"Ngapain kamu sering-sering ke tempat dia? kamu sekarang udah punya menantu Aurora, seharusnya kamu lebih sering ada di rumah untuk menemani dia. Kalau nanti Gavin udah balik masuk kerja Bagaimana." cacar Tuan Carlos Antonio.


"Di rumah ini ada banyak asisten rumah tangga. Dia bisa ngobrol sama mereka kok. pasti lebih nyambung karena selevel."


Tuan Carlos Antonio melempar remote televisi ke lantai dengan keras. Membuat Nyonya Aurora terperanjat sampai memegang dada.


"Kuya apa apaan sih?


"Kamu yang apa-apaan!" bentak Tuan Carlos Antonio sembari turun dari ranjang.


Nyonya Aurora terperangah. Sebesar apapun masalah yang mereka hadapi dalam pernikahan, belum pernah membuat Tuan Carlos Antonio meninggikan suara di depannya.

__ADS_1


"Kuya Kenapa bentak-bentak sih?" tanya Nyonya Aurora tak terima.


Tuan Carlos Antonio menahan emosi dengan susah payah. Rasanya semakin kemarin, Nyonya Aurora semakin tak bisa dikendalikan. Ke mana janji wanita itu dulu saat Tuan Carlos bersedia menikahinya?


"Kalau kamu memang suka sama Larissa, silakan angkat kaki dari rumah ini. Dan tinggal sama dia." Tuan Carlos Antonio memberikan ultimatum


"Ini rumahku, peraturanku. Paham kamu!"


Nyonya Aurora benar-benar terkejut. tak menyangka sang suami akan mengusirnya seperti itu.


"Kuya kenapa jadi kayak gini setelah anak kampung itu masuk ke rumah kita? udah aku duga dia bakal bawa ke sialan ke rumah kita ini Kuya. Kita nggak pernah berseteru kayak gini sebelumnya."


"Bukannya intropeksi diri, kamu malah nyalahin orang lain." teriak Tuan Carlos Antonio


Kali ini berhasil membuat Nyonya Aurora pucat pasi dan kehilangan nyali untuk melawan.


"Kamu ini masih istri aku, apa kata orang-orang kalau kamu pulang sendirian jam segini? kamu selalu dilarang aku ke sana kemari, tapi kamu sendirinya boleh melakukan hal itu. Kamu sadar nggak perbuatan kamu itu?"


Nyonya Aurora terdiam. Air mata mulai menggenang dan dia Coba tahan agar tidak menetes.


"Kamu yang berubah Aurora Sejak Gavin menikah Aurora tidak sadar Kamu? setiap hari main tempat Larissa sampai larut malam. Kamu nggak punya kegiatan lain? di mana-mana mertua itu membantu mengurus keperluan resepsi. Bukan malah nongkrong hahaha hihi sama orang lain. Tumpah semua unek-unek dalam diri Tuan Carlos Antonio. Nyonya Aurora mengaku sudah menerima Mischa sebagai menantu, tetapi tingkah lakunya tidak mencerminkan hal itu.


Sekarang kamu pilih tinggal di rumah ini, atau tinggal sama Larissa?" kalau kamu mau tinggal sama Larissa, aku lepaskan semua tanggung jawab aku ke kamu. Tapi kalau kamu masih mau tinggal di rumah ini, Kamu harus ikut peraturanku. Paham!"


"Paham kuya." lirih Nyonya Aurora tetap berusaha menahan tangis.


"Aku mau tidur di kamar lain, mau nenangin diri.


Tuan Carlos berlalu meninggalkan Nyonya Aurora yang kemudian jatuh berlutut dan menangis sesungguhkan.


"Semua gara-gara Anak kampung itu! Carlos udah nggak menghargai aku lagi." ucap Aurora Seraya menangis.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA teman emak.


__ADS_1


__ADS_2