Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 114. LOVE YOU TOO _ YOU & ME


__ADS_3

Mischa merasa bosan.


Bosan sekali.


Tidak ada pekerjaan yang bisa dia lakukan. Setiap hari dia hanya di rumah saja menunggu Gavin pulang kerja. Awalnya masih biasa-biasa saja. Namun, setelah tiga hari mulai terasa, kalau dia menjadi tidak produktif


"Enaknya ngapain ya?" ucapnya Seraya bersandar di kursi balkon.


Panggilan video dari Gavin masuk. Mischa mengangkatnya sambil tersenyum.


"lagi apa?" tanya Gavin


"Nggak ada, aku ya bosan banget." jawab Mischa jujur


"Kan bisa nonton, berenang, atau apa gitu. Belanja juga bisa di rumah kalau ada sopir lagi nganggur kan bisa nganterin kamu." jelas Gavin


"Aku nggak hobi belanja Kuya, sebelum nikah kan kuya yang beliin semua keperluan aku.


"Hmm.... Terus mau ngapain dong?


Mischa mengerang frustasi nggak tahu


Gavin hanya bisa tertawa melihatnya. Benar juga Mischa harus punya aktivitas agar tidak mendekam di rumah terus.


"Ya udah, nanti kita pikirin sama-sama ya." janji Gavin


"OK Kuya happy working, love you."


"Love you too."


Panggilan video pun terputus Mischa menghela nafas


"Belanja, ya. Tapi belanja apa?"


Sebuah email kemudian masuk. Mischa membukanya dan tak menyangka kalau dia memenangkan lomba desain logo dari Bima digital


"Loh kok cepat banget pengumumannya? bukannya lomba ditutup masih beberapa hari lagi? ini bukan penipuan."


Mischa mengecek betul-betul alamat email pengirim, dan yakin kalau itu memang dari Bima digital marketing


"Wah rezeki mi, uangnya mau aku donasikan semua deh."


Nomor yang tak dikenal kemudian menghubungi Mischa


"Halo." sapa Mischa


"Selamat siang, Apa benar ini dengan pemenang lomba dari Bima digital Mischa Gavin Antonio?" tanya seseorang di ujung telepon


"Iya betul, dengan saya sendiri."


"Baik Ibu, sebelumnya selamat kami ucapkan karena telah berhasil memenangkan lomba desain logo yang diselenggarakan oleh Bima digital marketing. Untuk hadiahnya akan segera ditransfer setelah Ibu membalas email dengan menyertakan nomor rekening ya Bu."


Kemudian ada hal lain yang ingin saya sampaikan. Pimpinan Bima digital marketing yang baru, ingin bertemu secara langsung dengan anda sebagai juara kita. Apa Ibu bersedia?


"Bertemu langsung? hadiahnya bisa ditransfer, Kenapa harus bertemu langsung?"


"Bertemu langsung untuk apa ya Ate?" tanya Mischa bingung


"Pimpinan kami ingin ngobrol dengan anda. lebih detail Saya tidak tahu Bu."


"Hari ini ya, Ate?"


"Kapan saja boleh bu, saat ibu punya waktu senggang saja."


Mischa memiliki waktu senggang yang cukup banyak. Mungkin rasa bosannya dapat sedikit teratasi l, Jika dia mengiyakan ajakan tersebut.


"Baik saya akan segera ke sana." Jawab Mischa.

__ADS_1


"Baik terima kasih Ibu. Segera saya sampaikan kepada pimpinan. Nanti, Saat di lobi Ibu sampaikan saja ada janji ketemu dengan ibu kasih, sebagai pemenang lomba agar bisa diberi akses masuk ya Bu."


"Okey baik."


"Baik ibu, terima kasih dan selamat siang


siang."


Mischa melirik jam dia memang sudah mandi. Jadi tinggal mengganti pakaian saja.


"Syukur ya, Ada sopir yang sedang berjaga di pintu depan Mischa meminta Untuk mengantarkan, dan sopir tersebut dengan sigap mengambil mobil.


Berbeda dengan ALC kantor digital marketing memiliki bangunan sendiri. Setelah menyampaikan maksud kedatangannya.


"Selamat datang."


Seorang wanita menyambutnya dengan begitu ramah. Mischa menyapa balik dengan senyuman.


"Terima kasih."


"Ayo duduk."


Mischa diajak duduk di sofa yang berada di dalam ruangan, tidak di depan meja kerja.


"Mau minum apa?"


Mischa yang sedang melihat sekeliling ruangan langsung tersentak.


"Oh, apa saja Bu." jawabnya kikuk


wanita itu tersenyum melihat tingkah Mischa


"Perkenalkan nama saya Kasih."


Itu dia mischa benar-benar lupa namanya. sekarang dia akan mengingatnya dan memberitahu Gavin nanti Saat di rumah.


"Halo Mischa."


"Halo Bu, nama ibu bagus sekali."


Kasih tersenyum. Banyak juga yang bilang begitu. Karena saya suka baca filosofi logo yang kamu kirim, saya akan kasih tahu juga filosofi dari nama saya.


Mischa merasa tertarik dia pun mendengarkan dengan seksama. Kasih itu adalah nama yang diberikan oleh ibu panti yang pertama sekali mengasuh saya. Karena ibu panti sangat menyayangi dan mengasihi saya. Setelah mendengar filosofi nama saya, apa menurut kamu nama saya masih tetap bagus?


Mischa benar-benar tidak menyangka makna dibalik nama wanita di depannya itu. Meski begitu dia kembali tersenyum dan menanggapinya.


"Bagi saya, tetap bagus. Mungkin Ibu adalah wanita yang paling banyak disayangi orang."


"Begitu Ya, sepertinya kamu punya insight yang positif."


"Iya Bu, suami saya juga sering bilang begitu." jawab Mischa sumringah.


Kasih terdiam. Entah dia sudah siap membahas tentang putranya atau belum. Sebab itu salah satu alasannya mengajak Mischa bertemu.


"Oh ya, saya lihat artikel di internet kalau kamu baru saja menikah. Tapi saya bingung kenapa beberapa diantaranya mengatakan kalau itu pernikahan Cinderella?


Mischa tertawa. Tanpa bisa ditahan, sejak kemarin Gavin mengomeli artikel yang diterbitkan oleh media. Namun, bagi Mischa itu adalah hal yang lucu.


"Karena orang miskin menikah dengan orang kaya Bu."


Kasih terkejut dalam sekejap dia sedang bercermin dengan wanita yang lebih muda di depannya itu.


"Saya adalah karyawan suami saya sebelum menikah." lanjut Mischa


"Oh ya," kasih semakin tertarik


"Saya cuman anak petani di desa Pao Pao Antipolo. Tapi suami saya berusaha meyakinkan kalau dia memang ingin menikahi saya."

__ADS_1


Kasih berusaha menahan tawa yang hampir lepas. "Astaga! anak Ayah sama-sama tak sabaran ingin menikahi wanita yang mereka suka.


"Pasti nggak mudah,ya."


Mischa paham maksudnya. "Iya Bu, salah satunya ibu mertua saya yang kurang setuju."


kasih mendelik.


"Oh iya, sampai sekarang?"


Sekarang sudah mendingan, tapi saya tetap tidak dekat dengan beliau.


Kasih merasa kesal. "Apa-apaan Aurora itu, dia Bahkan bukan ibu kandung Gavin, kenapa dia harus menolak kehadiran Mischa sebagai menantunya. Ibu Carlos saja menyambutnya dengan baik dulu.


"Oh iya Bu, saya boleh mengikuti akun media sosial ibu?"


Pertanyaan Mischa membuyarkan lamunan Kasih.


"Saya tidak pakai media sosial."


"Oh.... padahal Mischa sudah bersiap-siap dengan ponselnya.


"Kamu bisa simpan nomor saya untuk mengobrol." tawar kasih


Mischa tersenyum senang. "Baik bu."


"Bagaimana kalau sesekali kita minum teh bersama?" ajak kasih


"Boleh Bu, kebetulan saya juga tidak ada kegiatan setelah menikah di rumah saja.


Cara bicara Mischa membuat kasih tertawa. tampaknya istri dari anaknya itu bersifat polos dan apa adanya. Apa mungkin itu yang membuat Gavin menyukainya?


"Kamu tidak boleh bekerja lagi, ya?" tanya Kasih.


Mischa menggeleng Seraya memasukkan nomor ponsel kasih dari kartu namanya. "Tidak Bu, sama suami saya nggak kasih."


"Ya sudah, kalau kamu sedang senggang kita bisa bertemu."


Mischa pulang dengan hati riang. Gavin mendapati istrinya tersenyum-senyum saat makan malam.


"Ada apa?"


"Aku menang lomba Kuya."


"Oh ya, bagus dong."


"Iya, Terus tadi aku ketemu sama pimpinannya juga. Ternyata perempuan Kuya namanya Kasih.


Nyonya Aurora menjatuhkan sendok. Membuat Gavin dan Mischa mengalihkan pandangan padanya.


"Ka.... kamu ketemu sama siapa?" Tanya Nyonya Aurora.


"Kasih ma," ulang Mischa


Untung saja Tuan Carlos Antonio belum pulang.


Nyonya Aurora menutupi kepanikannya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK YANG LAIN.


__ADS_1


__ADS_2