Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 41. BAPER _GKMBM


__ADS_3

Mischa mengangguk paham.


Tak lama kemudian dokter masuk bersama dua orang perawat.


"Selamat pagi, Lagi sarapan ya? tanya dokter ramah


"Iya dok." jawab Miska.


"Sudah enakan pagi ini?" tanya dokter lagi


"Sudah dok."


"Bagus kita lihat dulu sampai besok pagi ya. kalau tidak pingsan lagi besok sudah boleh pulang jelas dokter.


"Hasil cek lab, Bagaimana dokter?" tanya Gavin


semuanya baik-baik saja. Sepertinya memang terlalu lelah. Kelelahan dan jarang makan saja setelah ini harus lebih memperhatikan pola makan dan tidur yang lebih sehat ." jawab dokter.


Di pao-pao saya tidak pernah sakit dokter. soalnya makan beras dari hasil panen bapak saya sendiri ." ucap Mischa dengan bangga.


Dokter dan para perawat tersenyum menanggapi guyonan Mischa. Berarti saudari Mischa bukan sakit. Cuman rindu saja makan beras dari hasil panen Bapak ya. Memangnya sudah berapa lama nggak pulang kampung?


Mischa tampak berpikir. "Sekitar 4 bulan dokter."


"Belum lama ya."


"Tapi Baru kali ini saya jauh dari orang tua dokter."


Dokter mengangguk. "Oh iya, saya paham bisa jadi juga, Memang sedang rindu kampung halaman. Nanti kalau sudah sehat, coba ambil cuti untuk pulang kampung. Siapa tahu keadaannya semakin membaik.


Setelah dokter melakukan pengecekan rutin dokter dan para perawat meninggalkan ruangan Mischa. Kini hanya ada Mischa dan Gavin berdua lagi di sana.


"Kamu mau pulang kampung?" tanya Gavin.


Mischa menggeleng. Mana bisa Bos, ongkos pulang balik tidak murah. Mau yang murah harus makan waktu. Sedangkan saya kan baru.


Tidak mungkin meninggalkan tanggung jawab begitu saja.


"Betul juga, pikir Gavin sebagian besar dari karyawannya juga menelan pil pahit kerinduan pada keluarga, demi menghasilkan lebih banyak uang."


"Ya sudah fokus pada kesembuhan kamu saja. Biar besok sudah bisa pulang.


Mischa mengangguk paham.


"Baik Bos, saya janji tidak akan merepotkan Bos lagi."


"Saya kan tidak bilang kalau saya repot."


"Tetap saja bos. Mischa mengaduk-aduk pelan sup yang ada di depannya.


Sudah tidak usah dipikirkan. Oh ya, Saya pulang dulu sebentar. Mau mandi dan ganti baju sekalian. Mau belikan baju ganti untuk kamu." jelas Gavin.

__ADS_1


"Bajunya jangan yang mahal-mahal Bos. Minta Mischa.


Gavin menghembuskan nafas.


"Siap bos! terserah bos saja." ucap Mischa takut bosnya mengomel.


"Ya sudah, saya jalan dulu.


"Baik, hati-hati bos."


Mischa kembali berbaring, setelah Gavin keluar dari kamar rawat. Tak lama kemudian dia pun jatuh tertidur.


Sementara Gavin tiba di rumah tanpa merasa bersalah. Nyonya Aurora sepertinya sudah mengetahui kedatangan Gavin, Karena Wanita itu sedang duduk menunggu di ruang tamu. dia tak ingin kehilangan kesempatan berbicara dengan Gavin tampaknya.


"Dari mana saja kamu? tanya Nyonya Aurora Ketus.


"Gavin mau mandi dulu ma, gerah banget." Gavin mencoba mengalihkan pembicaraan


"Kamu mau kabur lagi?" sampai kapan?


Gavin berhenti melangkah, kabur dari apa ma?"


Obrolan kita kemarin belum selesai, mama paham Mungkin karena ada Larissa bikin kamu jadi nggak leluasa untuk ngomong. Sekarang cuman ada kita berdua. Mama kenapa kamu nggak pulang?"tanya Nyonya Aurora ke Gavin


"Gavin ada urusan ma." jawab Gavin sekedarnya


"Urusan apa sampai kamu nggak bisa kasih kabar ke Mama."


"Ini bukan pertama kalinya, Gavin nggak pulang tanpa ngabarin. Tapi biasanya Mama nggak pernah nanyain."


"Nah itu Mama sudah tahu jawabannya." kata Gavin santai


Amarah Nyonya Aurora, Bagaimana mungkin putranya itu bisa berkata dengan santai. Juga berwujudnya bahwa dia habis bersama dengan seorang perempuan semalaman?


"Sudah berani kamu ngelawan mama ya?" bentak Nyonya Aurora.


Kening Gavin berkerut. gavin cuman jawab apa adanya ma, Gavin ngak melawan mama.


"Mama nggak mau Kamu kencan dengan sembarangan perempuan, ngerti nggak sih! pekik Nyonya Aurora.


"Terus bolehnya cuman sama Larissa gitu? kalau Gavin bersama Larissa semalaman, pasti respon Mama nggak akan kayak gini kan?"


"Itu kamu sudah tahu jawabannya. Mama nggak mau kamu sama orang lain Gavin, Mama mau kamu cuman sama Larissaseorang. Nyonya Aurora memberi ultimatum.


Gavin menghela nafas. Percuma pembicaraan hal ini tidak akan menemukan titik terang.


"Mama sebenarnya pengen lihat Gavin bahagia atau enggak?" tanya Gavin melembut.


"Di dunia ini, kebahagiaan kamu adalah nomor satu. Gavin nggak ada yang lain jawab Nyonya Aurora.


Terus kalau Gavin nikah sama Larissa, Gavin bakalan bahagia gitu?

__ADS_1


"Sudah pasti, Larissa itu cantik, pintar mandiri berbakat dia cocok bersanding sama kamu.


"Cocok di mata orang ma, belum tentu beneran cocok sama Gavin.


"Habisnya belum kamu coba dulu sih, nanti juga kamu akan percaya dengan mama, dan akan berterima kasih sama mama karena menjodohkan kalian berdua.


Bahu nyonya Aurora naik turun menahan amarah berbicara dengan ibunya tidak semudah berbicara kepada ayahnya.


"Siapa perempuan itu?" udah tanya Nyonya Aurora setelah ini beberapa waktu. siapa!


"Karyawan Gavin ma, jawab Gavin singkat.


"Sudah gila kamu yang Gavin. Kamu dekat sama orang miskin." tuduh Nyonya Aurora dengan kejam.


"Ma... Gavin memandang dia bukan dari hartanya. Tapi dari kepribadiannya. jelas Gavin dengan santai


"Halah omong kosong. Kepribadian kayak kepribadian Larissa jelek aja.


"Memang." jawab Gavin dalam hati


Ya sudah, ucap Nyonya Aurora berusaha Tenang. Masih belum terlambat, Selama kamu belum suka sama perempuan itu semuanya masih aman.


Tapi kayaknya Gavin suka sama dia ma."


kalau saja Gavin memiliki keberanian dia akan mengatakan seperti itu. Tapi dia segera mengambil alih pikiran negatif. Pasti kata-kata itu sudah meluncur dari mulutnya. Namun yang terjadi gavin hanya menunduk, lalu meminta maaf pada ibunya.


Anggap saja yang kemarin Gavin cuman nggak pikir panjang ma


Nyonya Aurora mengangguk paham. emosinya perlahan mereda putranya adalah anak penurut dia masih yakin akan hal itu.


Permintaan Mama, minta Nyonya Aurora.


"Apa itu ma?" tanya Gavin heran.


nanti juga kamu akan tahu, mending sekarang kamu mandi terus sarapan ya Sayang."


Gavin mengangguk. " oke ma! Gavin ke kamar dulu.


dan begitulah perdebatan pagi itu berakhir dengan gavin mengalah pada ibunya.


Sarapan yang sudah dipanaskan kembali tersaji di atas meja. Sejak semalam dirinya tidak ada makan apapun. Bukan karena tidak lapar, tetapi karena kepikirannya terlalu sibuk berperang dengan hatinya Sampai detik ini. dia masih bisa menemukan jawaban Kenapa menunggui Mischa di rumah sakit semalaman.


Selamat pagi


Nasi goreng yang baru saja Gavin suapkan ke dalam mulut, hampir saja dimuntahkan lagi. mau apa lagi dia datang ke sini


"Pagi Larissa, duh cantik banget pasti habis dari salon nih. jawab Nyonya Aurora sekaligus menyambut larissa.


Tidak tante, sekarang aku sudah punya salon pribadi di butik tan. Tante kalau mau nyalon juga di butik aku saja, lengkap kok. Bahkan produk-produknya jauh lebih bagus dari yang di salon. Soalnya aku yang pilih untuk aku pakai sendiri jelas Larisa.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2