
Percakapan pun tak berlangsung lama. karena mereka harus kembali bekerja. Lalu panggilan dari Gavin membuat seluruh semangat hampir minggat dari tubuh Mischa.
"Mischa masuk ke ruangan saya sekarang!"titah Gavin Menzies.
****
Waktu menunjukkan pukul 17.30 saat Gavin menyelesaikan pekerjaannya. Dia kemudian mengecek ponsel dan mendelik saat melihat banyaknya notifikasi yang muncul di layar ponselnya. Beberapa panggilan tak terjawab Dan pesan berjejer membuatnya bingung mana yang harus dilihat terlebih dahulu. Tak lama kemudian ayahnya menghubunginya.
"Iya, Pi?
"lagi sibuk Gavin?
"Baru selesai ngecek desain keseluruhan, Ada apa Pi?
"Ada masalah sedikit Gavin, bisa mampir di NINE MEDIA COPERATION?
"Okey Pi, Gavin langsung jalan ke sana."
Gavin menutup laptop, memakai jas dan segera meluncur dengan mobil Lamborghini keluaran terbaru miliknya. Dia menyempatkan diri membeli sandwich, di salah satu restoran cepat saji. Karena macet akan membuat perjalanannya menjadi lebih lama, setidaknya harus ada makanan yang mengganjal perutnya.
salah satu gedung pencakar langit di kota Manila itu mulai terlihat namun nine media cooperation menyala terang bagai bintang di langit malam. "Gavin berbelok dan mematikan mobil di depan VIP. seorang satan berlari menghampiri dan membuka pintu untuknya
"malam, Tuan Gavin! tumben ke sini malam-malam? tanya petugas keamanan tersebut.
"dipanggil sama papi, Pak galio. sepertinya ada yang mau diomongin. jawab Gavin.
"Oh pantas Bapak belum pulang. saya lihat mobilnya masih ada di sini.
"Iya Pak saya naik dulu ya."pamit Gavin pergi meninggalkan security itu.
Kaki jenjangnya melangkah cepat karena waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 sepertinya banyak karyawan belum pulang dan lembur. Apa masalahnya memang serumit itu?
"Selamat malam, Tuan Gavin? sapa sekretaris Tuan Carlos Antonio yang juga belum pulang.
"Apa Pak Antonio ada di dalam?"Gavin tak menggubris perkataan sekretaris ayahnya dan langsung saja masuk ke dalam ruang kerja bertulisan" Carlos Antonio CEO."di pintu ruangan itu.
"Ya ampun sombongnya."keluh sang sekretaris kemudian tersenyum."untung ganteng, kalau tidak sudah aku tabok dia. ganteng sih, tapi sombongnya minta ampun." sang sekretaris itu bermonolog sendiri.
__ADS_1
"Di dalam ruangan, Tuan Antonio sedang menatap laptop. Keningnya berkerut membuat Gavin heran.
"Ada apa sebenarnya Papi meminta Gavin ke sini?"
Pria paruh baya itu, sedikit tersentak. Sepertinya dia tidak menyadari bahwa Gavin masuk ke ruang kerjanya. Sangking terlalu fokus, bukannya menjawab pertanyaan Sang putra, Tuan Carlos Antonio justru bangkit dari tempat duduknya.
"Ayo Gavin, kita ke ruang IT ada yang harus kamu ketahui sekarang. Gavin menurut tanpa banyak bertanya. Sedangkan di luar sang sekretaris kembali mencoba menyapa tapi lagi-lagi Gavin tidak mengacuhkannya.
Mereka mengobrol santai saat menuruni lift. meski di tempat bekerja Antonio tidak mau ketat pada anaknya. Dia akan tetap menanyakan aktivitas putranya dan menyelipkan candaan di antara mereka.
Keduanya melanjutkan perjalanan, Setelah keluar keliling sampai menemukan sebuah ruangan yang hanya boleh dimasuki oleh orang-orang tertentu saja.
Saat pintu terbuka puluhan monitor tampak kombinasi ruangan. Ini semua adalah salah satu beberapa ruang IT yang ada di perusahaan NINE MEDIA COPERATION. ruangan lainnya, adalah penyimpanan data, server utama teknisi dan untuk kebutuhan lainnya. Sedangkan ruangan ini adalah untuk memantau jalannya semua data yang keluar dan masuk dari dan ke NINE MEDIA COPERATION.
"Tadi pagi ada staff IT kita nemuin beberapa scan di akun-akun medsos kita. Kata Antonio menjelaskan perkara yang ada di perusahaan yang ia Pimpin.
"Kalau masalah IT, Papi memang nggak paham. Dari tadi nggak tahu Apa solusinya, makanya memanggil kamu. Padahal kamu juga lagi sibuk, kan? Antonio membuka obrolan setelah dua cangkir kopi disajikan di hadapan mereka.
"Santai saja Pi, kita kan sama-sama bekerja untuk memajukan perusahaan. Waduh Gavin lupa belum makan malam, malah Papi minum kopi."Memang dia sudah makan dua porsi sandwich dalam perjalanan tadi. Tetapi dia tidak yakin itu cukup aman bagi lambungnya, untuk meminum kopi.
"Mau makan malam di sini sekalian? tanya Tuan Antonio
Meski kaya raya Gavin tetap ingin bekerja dan menunjukkan profesionalitas di kantor. Antonio sangat mengapresiasi sikap putranya yang tidak mau berpangku tangan dan hanya menerima uang dari orang tua saja.
Baru saja Tuan Antonio ingin melanjutkan percakapannya, seseorang datang menghampiri dan ikut duduk bersama mereka.
"loh, Tito(paman) Aris belum pulang juga? tanya Gavin pada pria yang merupakan adik dari ayahnya yaitu.
"Tito ( paman) dengar tadi kamu mau ke sini, makanya Tito tunggu. Ada yang mau Tito omongin sama kamu jawab Tito Aris.
"Kan bisa ditelepon Tito, kok repot-repot nungguin Gavin?
"Tito mau omongin ini langsung sama kamu.
"Memangnya ada apa Tito? tanya Gavin penasaran
Tuan Aris tidak langsung menjawab, dia justru mengambil ponsel dan mencari-cari sesuatu disana. "ini hasil desain karyawan kamu kan?
__ADS_1
"Iya, Tito benar." jawab Gavin dengan cepat hanya dengan sekali lihat.
"Tito mau dia bekerja di sini, di divisi Tito bisa?
Gavin terdiam sejenak
"Memangnya kenapa Tito?
"Tito mau karyawan berbakat ini bekerja di perusahaan yang lebih besar. Desain desainnya konvensional dan akan lebih dibutuhkan di sini jelas. Tuan Aris yang juga memahami dunia desain grafis.
"Tapi dia anak baru. Baru saja masuk hari ini.
sesuatu terasa aneh dan memang ganjal hati Gavin. Sebenarnya bukan hanya karena karyawan itu anak baru, tetapi ada hal yang lain. Entah kenapa Gavin merasa tidak rela Jika karyawan baru itu harus pindah begitu cepat ke tempat lain.
"Iya nggak apa-apa kan? kalau dia emang punya bakat." Tuan Aris mencoba bernegoisasi kepada Gavin. Apalagi Tuan Aris sudah melihat hasil pekerjaan karyawan baru yang bekerja di ALC.
"Kenapa Gavin, kamu kayaknya dilema gitu? tanya Tuan Antonio yang sangat memahami putranya.
"Gini aja Tito, Gavin coba uji kemampuan semua karyawan Gavin, terus nanti hasilnya Gavin kirim ke Tito. Ya siapa tahu ada karyawan yang lebih lama bekerja yang kemampuannya sesuai ekspektasi Tito.
Tuan Aris tampak sedikit kecewa, tetapi tidak memaksakan keputusan Gavin. Dia pun menyetujui ide itu. Setelah berbincang lagi beberapa saat, ketika pria itu memutuskan untuk pulang. Dikarenakan membawa mobil masing-masing Gavin dan Tuan Antonio tidak pulang bersama dan berjanji akan bertemu kembali di rumah.
Diperjalanan Gavin kembali memikirkan permintaan Tuan Aris mendadak sikap tenang dan angkuhnya terusik. Gadis bergaya kampungan itu sangat berbakat. Bagaimana kalau besok hasil tesnya bagus?
itu artinya dia akan meninggalkan ALC?
Gavin tidak tahu apakah harus senang atau marah. Karyawan baru itu keluar dengan ketakutan. Setelah tidak bisa mengerjakan tugas yang dia berikan.
Di satu sisi, Gavin ingin marah tetapi bukankah dia jadi punya alasan untuk tidak memindahkan karyawan baru itu ke gedung utama?
****
Sudut bibirnya sedikit terangkat.Tetapi wajahnya kembali datar saat Mischa masuk ke ruang kerjanya. Gavin membanting sebuah map ke atas meja.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓