
Kok banyak banget Ate? ini punya siapa saja tanya Mischa.
"Sudah, nggak perlu banyak tanya. Kerjain saja. Awas kalau kamu ngadu ngadu!
Siska selalu tahu kapan waktu yang tepat untuk menambah pekerjaan Mischa. Irma dan Andika yang paling dekat dengan meja selalu tidak berada di tempat saat Siska mendatanginya. Itu sebabnya mereka tidak pernah tahu kalau Siska sering menindas Uniska.
Mischa hanya bisa menurut. Dia bahkan tidak sanggup merasa kesal. Saat Siska dan teman-temannya pulang kerja tepat waktu sedangkan dirinya harus mengambil lebur. saat yang lainnya kembali bekerja Miska tetap saja lembur bukan malah sebaliknya.
"Selama saya cuti, Siapa yang bantu pekerjaan Bos tanya Kayla sebelum pamit pulang dia baru ingat menanyakan hal tersebut karena sejak pagi sudah sangat sibuk.
Anak baru jawab Gavin singkat
"Anak magang? kita kan tidak punya karyawan magang Bos
karyawan tetap dapat tugas ganda.
Hebat juga dia bisa jalankan dia pekerjaan Bos. Sepertinya bos, juga suka dengan hasil kerjanya.
O pekerjaannya bisa dibilang banyak salahnya bantah Gavin.
Tapi bos betah memberi dia tugas ganda Selama 2 bulan kalau Bos tidak suka kan pasti segera bos ganti.
"Betul juga." kata Gavin dalam hati..Walaupun sering memarahi bisa Tetapi dia tidak pernah terpikir untuk mengganti Gadis itu dengan orang lain.
Apalagi gadis itu bekerja dengan gesit sekretaris. Harusnya tidak sesuai dengan standar Bos kan tanya Kayla lagi.
Ia harusnya begitu mungkin. Karena dia terus belajar dan berusaha melakukan yang terbaik." jawab Gavin.
Kayla tersenyum. Ya sudah bos Kalau begitu saya pamit pulang dulu.
"Okey,.bales Gavin
Sebenarnya masih ada yang harus Gavin kerjakan. Tetapi dia tidak ingin membebani sekretaris yang pasti ini segera bertemu dengan suaminya, dia pun memilih untuk mengerjakannya sendiri.
Waktu menunjukkan pukul 06.00 sore. Saat pekerjaannya Gavin selesai, Dia segera mengenakan jas dan keluar dari ruang kerjanya. Sepertinya Gavin ingin mencari makan di luar. Perdebatan dengan ibunya, tempo hari, masih membuatnya tak enak hati. Dia tidak mengharapkan ucapan Maaf dari ibunya, hanya ingin menyendiri saja sejenak.
Kalau dipikir-pikir, sifat Arogan ini memang turun dari ibunya. Katanya orang berduit memang suka berbuat sesuka hati. Sejujurnya Gavin ingin sekali berubah.
__ADS_1
Dia ingin menjadi orang yang lebih lama. Tetapi kesabarannya terkadang tidak sebesar itu. Apalagi sikap Arogan dan angkuh yang ia miliki, turunan dari ibunya.
Menurunkan ego, Gavin berniat menghubungi ibunya, untuk mengatakan ingin makan di luar. Namun dia tidak menemukan ponselnya di manapun. Di saku jas tidak ada. disaku celana juga tidak ada di mobil juga tidak ada.
Waduh, kayaknya ketinggalan di kantor deh. Memutar haluan, untuk kembali ke kantor. Kalau tidak salah, dia meletakkan ponsel di samping laptop miliknya, sepertinya tidak terlihat saat ingin pulang tadi.
Jam sudah menunjukkan pukul 07.30 malam. mana macet lagi, di mana-mana." gerutunya sambil melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya.
Waktu hampir menunjukkan pukul 08.00 malam. Saat Kevin, tiba di kantor. Bahkan sudah berisi angin sehingga dia tidak merasakan lapar lagi.
"Bisa bisa buang angin sembarangan ini aku." gumamnya sembari memukul-mukul pelan perutnya. Petugas keamanan berlari, menghampiri mobil dan menyambut Gavin. Loh, Pak Gavin Kok balik lagi?
"Ponsel aku ketinggalan Pak. Mobilnya nggak usah diparkir. Saya sebentar saja" Jawab Gavin.
"Oh, baik Pak!!
Gavin melangkah cepat menuju lift. Dia menghela nafas kalau saja pun, saya tidak ketinggalan. Mungkin sekarang dia sudah menikmati ayam Adobo makanan kesukaan Gavin sendiri.
"Aduh, memang nasib.
Saat keluar Gavin melihat sebuah pemandangan yang sama sekali tidak dia duga
Ahhk!!!!!! teriak Gavin ketakutan
Apakah itu hantu?
Oh bukan, ternyata itu Mischa.
Bos!!!
Gavin terkejut setengah mati, Sampai berteriak. Bertahun-tahun membangun perusahaan belum pernah ada penampakan hantu di kantor. Jelas saja dia terkaget melihat seorang wanita berambut panjang, mengenakan baju putih berjalan keluar dari kegelapan.
"Mischa!!! teriak Gavin kesal
Mischa bingung apa yang terjadi Kenapa bos, sampai berteriak begitu.
"Kamu ngapain di sini sampai malam, hah! tanya Gavin dengan suara yang masih tinggi.
__ADS_1
dahi Mischa berkerut.
"Kerja bos."
"Kerja apa sampai malam begini, Sudah lama tidak ada yang lembur." omel Gavin
asap dari kopi yang baru Mischa seduh, mulai berhenti mengepul. Secepat itu kopinya mendingin. Apa dia harus jujur pada Gavin sebab Dia sudah diancam untuk tidak mengadu.
"Saya sudah mau pulang kok Bos. Tapi sehabis minum kopi ini."
"Kamu suka minum kopi?" tanya Kevin.
"Lumayan Bos, karena Bapak saya petani kopi, jadi sering dapat biji kopi gratis." jawab Mischa
Percuma juga marah-marah. Toh karyawannya memang bekerja sampai malam bukan ingin melakukan hal yang aneh.
"Kita minum kopi di luar saja. Ayo, saya juga lapar
Mischa masih bergeming. Apa bos barusan mengajaknya?
Gavin berjalan mundur. Karena Mischa belum mengikutinya.
"Kerjaan kamu belum selesai?
"Sudah bos?
"Terus kenapa masih di situ?" tanya Gavin Tak sabar
Mischa pun berlari kemejanya untuk meletakkan gelas dan mengambil tas. Lalu berlari menghampiri Gavin yang sudah menaiki lift. Pria itu menunggu Mischa masuk sebelum menekan tombol.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak
__ADS_1