Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 47. PENGAKUAN GAVIN_YOU &ME


__ADS_3

"Panik, Gavin berusaha sesegera mungkin menghampiri mobilnya dan segera melaju secepat yang dia bisa. Akan tetapi Kota Manila di jam pulang kerja, adalah mimpi buruk. Dia benar-benar merasa tegang dan khawatir. Namun tidak ada yang bisa dilakukan selain menunggu kemacetan ini dengan sabar.


Sementara itu Mischa menerima pesan dari Irma. Saat sedang berada di cafe. Dia membaca dengan seksama dan terkejut Bukan main setelahnya


"Ate Irma : Mischa aku sudah dengar semuanya dari Matteo tentang kamu sama bos. Aku nggak tahu gimana perasaan kamu sama bos. Tapi please, tolong dipikirkan lagi Matteo, bilang Bos dikasih ultimatum sama papanya, untuk nikah dalam waktu enam bulan. Aku bener nggak pengen kamu cuman jadi pelampiasan aja. Supaya Bos bisa nikah Mischa, kamu belum ada rasa sama Bos kan? "Iya kan, please jawab aku."


Mischa tidak membalas pesan itu. Bukanlah dirimu hatinya benar-benar sudah hancur menjadi abu. Itulah Salah satu alasan baginya untuk menerima tawaran Tuan Aris. Dia tidak ingin sakit hati lebih dari ini. Meski masih besar kemungkinan bertemu dengan Gavin. setidaknya tidak perlu setiap hari.


"Tunggu!!!!


Mischa terkejut mendengar suara Gavin yang menginstruksi pertemuannya dengan Tuan Aris. Sore itu di depan ayahnya dan omnya, Gavin dengan berani menarik tangan Mischa untuk berdiri di sisinya.


Gavin nggak akan pernah kasih Mischa pindah ke sini Om, nggak akan pernah.


Mischa terkejut Begitu juga dengan Om Aris hanya Tuan Carlos Antonio, yang melihat adegan di depannya dengan tenang.


"Tapi Gavin dengerin penjelasan Om dulu." Minta Tuan Aris.


Maaf om, tapi Gavin dan Mischa harus pergi Gavin pamit pa.


Gavin menarik tangan Mischa. Membuat gadis polos itu gelagapan.


"Permisi tuan Carlos Antonio, Tuan Aris." ucapnya cepat seraya menunduk pada dua pria tersebut.


Tuan Carlos Antonio menyaksikan sebuah pemandangan langka. Di mana putranya menarik tangan seorang gadis. Dia tidak tahu harus tertawa geli melihat ekspresi Aris, atau justru bertepuk tangan untuk mengapresiasi keberanian anaknya itu.


Dengan susah payah Mischa mengikuti langkah cepat Gavin. Apalagi dalam kondisi memakai hak tinggi seperti ini.


"Bos, Panggil Miska. Tetapi Gavin tidak menggubris.


lagi lagi Mischa digiring ke ruang VIP. Gavin menutup pintu, lalu melepas tangannya pada Mischa.


"Kamu sedang apa di sini, Kenapa tidak minta izin ke saya dulu?" tanya Gavin setengah marah.


Mischa menatap Gavin dengan kesal. Memangnya Bos mau mendengarkan saya?" ucapannya.

__ADS_1


"Gavin terdiam. Betul juga pikirnya. Kan dia yang mendiamkan selama ini.


"Ya, Tapi tetap saja kamu harus izin ke saya.


Bos sudah tidak mau menanggapi saya lagi. Jadi kenapa saya tidak boleh pindah ke sini?" Saya ingin bekerja di tempat yang bisa lebih menghargai saya dan bakat saya.


"Kamu tidak mengerti Micha."


"Tidak mengerti apa bos? apa Bos masih menganggap saya tidak layak? setidaknya kasih tahu saya alasannya.


Ini pertama kalinya Gavin melihat Mischa seperti itu. Gadis itu tidak pernah meninggikan suara sebelumnya, namun yang Gavin lihat sekarang adalah seorang gadis yang dengan berani menyuarakan pendapatnya dengan lantang.


Apapun yang terjadi, saya tidak akan pernah izinkan kamu pindah ke sini. Gavin memberi vonis.


Mata Mischa mulai berkaca-kaca. Gavin mulai melunak merasa dirinya sudah keterlaluan. Apa dia telah menyakiti hati gadis di depannya ini?"


"Bos tidak bisa menahan saya untuk dapat peluang yang lebih besar di sini. Ini hak saya Bos, Mischa mengkonfrontasi dengan suara bergetar menahan tangis.


Gavin terdiam dia membalikkan badan dan menghembuskan nafas dengan kasar. Kemudian menaklukkan kepala di kedua tangannya. Dia ingin sekali berteriak tapi tidak bisa.


Mischa tidak menjawab. Tapi Gavin tahu Gadis itu sedang menunggu penjelasan darinya.


Karena kamu tidak butuh jenjang karir. Atau gaji yang banyak. Kalau menikah dengan saya.


Terlalu banyak hal yang harus otak Mischa proses dengan cepat di satu hari ini saja. bosnya malah menambah daftar panjang. Hal tersebut. "Apa katanya barusan, menikah dengannya?"


"Apa bos bilang? tanya Mischa lagi mencoba memastikan kalau dia tidak salah dengar.


Gavin kembali berbalik dan mengarang frustasi. Pasti tidak mudah baginya menurunkan ego dan gengsi untuk bisa menyampaikan hal tersebut pada Mischa. Ia menghembuskan nafas panjang. Dia berusaha meredakan emosi. ucapannya pun kini telah melunak.


"Kalau kau menikah dengan saya, kamu tidak perlu lagi bekerja.


Selama beberapa detik, Mischa merasa sesuatu hangat menjalar dalam hatinya. Akan tetapi pesan yang dikirimkan oleh Irma sebelumnya kembali merangsek dalam benaknya. Wajahnya memerah, karena marah. lalu kembali mengkonfrontasi sang Bos.


Bos menikahi saya Karena takut melewati waktu perjanjian enam bulan dengan Tuan Carlos Antonio kan? tanyanya dengan suara lantang.

__ADS_1


Gavin beranjak. Dari mana pula Mischa tahu tentang hal itu. Dia hanya pernah cerita ini pada Matteo. Dan astaga, pasti Matteo menceritakannya Pada Irma. Dan wanita itu menyampaikannya pada Mischa. Bisa gila lama-lama.


"Bukan karena itu." jawab Gavin


"Saya tidak percaya. Saya tidak mau menikah dengan bos."bentak Gavin yang kini telah menangis.


Hati Gavin merasa begitu sakit. Entah karena melihat Mischa menangis, atau karena ditolak mentah-mentah oleh gadis di depannya itu. Dia tidak tahu mana yang lebih mendominasi.


Itu semua cuman kebetulan, ucapnya. Saya tidak menyangka kalau orang itu adalah kamu.


Gavin berusaha mendekati Mischa yang tidak menolak, ketika kedua lengannya disentuh oleh pria itu.


"Saya minta waktu dari Papa untuk mencari seseorang yang benar benar saya suka untuk dinikahi. Bukan sekedar kawi kontrak atau apalah itu. Kalau saya ingin menikahi kamu, ini karena saya memang suka sama kamu, sungguh."


Gavin berusaha meyakinkan Mischa dengan menyampaikan apa yang dia rasakan.


"Kalau bos memang suka sama saya, Kenapa bos mendiamkan saya selama ini? tanya Mischa memelas. Terlihat bahwa dirinya begitu menderita diperlakukan oleh Gavin seperti itu.


Gavin bingung. Bagaimana harus menjelaskan bagian ini, namun dia harus jujur pada Mischa. Agar Gadis itu bisa mempertimbangkan lamaran dadakan yang baru saja dilakukan.


Karena nggak akan mudah bagi kita untuk bisa sama-sama. Mama saya kemungkinan bakalan menolak hubungan kita." jawab Gavin saya berniat menghindari kamu supaya bisa lupa. Tapi yang ada setiap hari saya malas semakin memikirkan kamu dan saya juga nggak bisa biarin kamu pindah ke sini. Saya nggak rela."


Gavin lelah harus berbicara formal di saat seperti ini, dia berusaha untuk bicara dari hati ke hati senyaman mungkin. Dia ingin memberitahu bahwa dirinya serius. Tapi akan ada rintangan besar yang menghalangi hubungan mereka di depan sana.


"Kenapa bos nggak nikah saja dengan orang yang Mama Bos suka?"


Mischa pun turut berbicara tidak formal. Dia juga merasa lelah sekali hari ini.


"Karena saya nggak suka sama wanita itu. cuman dia kandidat satu-satunya. Tapi saya nggak mau. Apalagi setelah bertemu sama kamu. Mana mungkin saya melepas kamu buat nikah dengan perempuan yang sama sekali nggak saya suka." jelas Gavin.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." PERJUANGAN ABIMAYU."


__ADS_2