Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 50. CINCIN PENGIKAT _YOU & ME


__ADS_3

Kayla tersenyum dan mengangguk.


"Kamu juga ya, selesai kerja langsung balik."


kini hanya ada Mischa sendiri di kantor. Apa dia pulang duluan saja? Gavin mungkin lupa telah menyuruh Mischa menunggu sampai lewat jam pulang kerja.


Mischa baru saja ingin mengambil tas ketika Gavin tiba-tiba keluar dari lift. Gadis itu tersenyum namun senyuman di wajahnya berubah, ketika melihat Gavin berlutut di depannya, seraya menunjukkan sebuah cincin berlian di dalam kotak beludru berwarna merah.


"Mischa.... kamu mau kan, jadi istri Kuya?"


Sebelumnya Gavin tak bisa berhenti tersenyum sejak kembali ke ruangan. Saat jam makan siang, dia nggak mengajak Mischa untuk makan bersama. Namun, Ternyata Gadis itu sudah pergi bersama teman-temannya. "Ya sudah tidak apa. Dia bisa mengajak Mischa makan malam saja.


Gavin menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. sebab hasil desain setelah makan siang belum ada yang masuk ke komputernya kemungkinan besar dia akan mengeceknya besok. Bersandar di kursi, dia bingung ingin melakukan apa.


Lalu tiba-tiba ide memberikan cincin untuk mengikat Mischa pun terbesit begitu saja. Gavin segera menegakkan tubuh dan melihat jam tangan. Pukul tiga sore Masih sempat keluar sebentar lalu kembali untuk menjemput Mischa. Tampa membuang waktu dia meraih jas mengenakannya lalu pamit keluar pada sekretarisnya.


"Kayla, saya keluar sebentar ya. Ada urusan."


"Baik bos." hati-hati di jalan."ucap Kayla kepada Gavin.


Gavin hanya memberi kode dengan tangan, tanpa menjawab. Dia melirik sejenak ke meja Gadis itu. Sedang sibuk bekerja, sampai tak menyadari kalau Gavin keluar dari ruangan.


Sampai di sebuah toko perhiasan tempat ibunya sering berbelanja. Gavin berharap bisa menemukan cincin yang cocok di sana.

__ADS_1


"Selamat datang Tuan, Ada yang bisa saya bantu?" ucap seorang pegawai toko menyambut Gavin


"Saya mau cari cincin yang cocok untuk melamar." jawab Gavin.


"Baik Tuan, boleh dilihat di sebelah sini." ajak pegawai toko itu.


Sejujurnya Gavin tak paham. Cincin seperti apa yang disukai oleh wanita. Dia memang sering menemani ibunya membeli perhiasan. sesampainya dia di sini, dia hanya akan duduk sambil minum kopi yang disediakan oleh pihak toko.


Biasanya cewek sukanya yang gimana ya Ate?"tanya Gavin.


"Sebentar, Saya tunjukkan produk best seller kita ya Tuan."


Beberapa cincin terpajang di atas estalasi. semuanya tampak cantik. Tetapi Gavin tidak tahu mana yang akan Mischa suka.


"Budget anda berapa Tuan, kalau saya boleh tahu? tanya pegawai toko sopan. Gavin menggeleng. Tidak ada budget khusus, berapa saja akan saya bayar."


Pegawai toko menunjukkan sebuah cincin dengan berlian besar di tengah, dan berlian berbentuk kecil di bagian lingkaran cincin yang lain.


"Kayaknya dia nggak suka yang seperti ini Ate." tolak Gavin


"Orangnya sederhana Ya Tuan? terka pegawai toko itu.


"Iya, Ate bener banget." Gavin mengiyakan.

__ADS_1


"Kalau begitu yang ini saja Tuan. Ini juga best seller, banyak yang cari karena simple tapi tetap mewah dipakai.


Cincin tersebut, hanya memiliki satu berlian saja. Dan ukurannya tidak terlalu besar. sepertinya cocok digunakan di jari mungil Mischa.


"Okey Ate, saya ambil yang ini saja.


setelah membayar, Gavin segera kembali ke kantor. Namun seperti biasa, kalau tidak macet bukan kotak Manila namanya. Kayla sejak tadi menghubunginya. Tetapi Gavin tidak mengangkatnya Biarkan saja.


Begitu tiba hari sudah sangat sore. Gavin hanya berharap Mischa masih menunggunya. dia sengaja tak menghubungi Gadis itu agar kejutan sempurna. Mischa memang masih berada di kantor meski sendirian saja.


"Kuya dari mana? tanya Mischa dengan senyuman.


Sepertinya sudah nyaman memanggil Gavin dengan sebutan itu. Dia kemudian terkejut ketika Gavin tiba-tiba berlutut di hadapannya. Pria itu kemudian menunjukkan sebuah kotak beludru lalu membukanya.


Mata Mischa membulat begitu terpukau dengan kecantikan benda yang dia yakini tak akan pernah mampu dibeli dengan uang sendiri.


"Mischa ....kamu mau, jadi istri Kuya?


Mischa terdiam begitu saja. dia benar-benar merasa terharu, tak menyangka Gavin akan mendapatkannya dengan cara yang spesial seperti ini. Sebab yang kemarin diiringi dengan perdebatan. Sehingga membuat Mischa sempat ragu. Namun hari ini tidak ada lagi keraguan di hati Mischa. Pria di depannya ini memang tulus ingin menikahinya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"


__ADS_2