Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 109. LOGO _ YOU & ME


__ADS_3

Setelah berpikir panjang semalam hingga tertidur, akhirnya kasih mengambil keputusan


"Saya mau menerima tawaran itu, tapi ada hal yang ingin saya rombak. Apa bisa?"


"Apa itu ya, Bu?"


"logo perusahaan. Perusahaan digital marketing harusnya punya logo yang menarik sekali Agra orang memahami begitu dalamnya arti logo itu ."jelas Kasih


"Baik Ibu, saya rasa tidak masalah. Kalau begitu kami akan meminta salah satu karyawan desain untuk membuatnya.


"Jangan!, buat perlombaan saja. Sekaligus cara ini bisa mendongkrak popularitas perusahaan kita." saran Kasih


"Oh Baik Ibu, segera saya laksanakan. Tapi Ibu juga harus masuk kerja dalam 3 hari ya."


"Baik."


Kasih menghembuskan nafas panjang


"Manila I'm come back."


***


"Kuya bangun."


Gavin membuka mata. Perlahan netranya memicing sesaat menyesuaikan cahaya yang masuk ke Indra penglihatannya.


"Jam berapa ini?" tanyanya dengan nada suara serak


"Jam sembilan Kuya." jawab mischa

__ADS_1


Mischa bangkit dan tampak heran melihat dirinya. Kuya tidur pakai setelan?


Mischa tertawa. lalu menjawab. "Iya Kuya, asli Kuya sama sekali nggak ada kebangun dari kemarin sore, ya aku biarin saja."


"Waduh Berarti kuya capek banget." Gavin mengucek-ngucek mata dan turun dari ranjang menuju kamar mandi.


Mischa bersiap-siap mengantar orang tuanya ke bandara. Begitupun dengan Gavin. Setelah selesai mandi mereka juga akan kembali ke rumah sehabis dari bandara.


"Sudah nggak ada yang ketinggalan, biar Kuya Panggil bellboy untuk mengambil barang-barang kita." ucap Gavin


"Sudah kok, kuya. Aku udah beres-beres dari jam tujuh tadi." jawab Mischa.


"Okey deh, yuk." ajak Gavin


keduanya keluar dari kamar dan mengetuk pintu sebelah. Tidak ada jawaban Mischa mengambil ponsel untuk menghubungi Ibu Gupita. Ketika dia melihat sebuah notifikasi pesan di sana.


"Ya ampun, kita kelamaan ya gara-gara Kuya kesiangan nih."


Keduanya pun berjalan menuju lift untuk turun. Saat pintu terbuka, Hanya ada seorang wanita di dalam sana. Wanita itu menatap mereka sesaat lalu membuang muka.


Wanita itu adalah Kasih. Jantungnya berdetak begitu cepat, karena berada sedekat ini dengan Sang putra. Namun, sayang dia tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan hanya untuk bertemu wajah saja.


Kasih berusaha menahan tangan saat melihat Gavin bercanda tawa dengan istrinya. Tatapan mata itu sama seperti saat Tuan Carlos Antonio menatapnya dulu. Dia penasaran, akankah Carlos masih menatapnya seperti itu, jika suatu saat mereka bertemu lagi


"Ah sudahlah, Kasih. Jangan berharap terlalu banyak. Tahun-tahun yang dijalaninya bersama Tuan Carlos, Tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan tahun-tahun yang dijalani pria itu dengan Nyonya Aurora. mereka pasti sudah berbahagia tanpa dirinya.


Pintu lift berdeting, lalu terbuka Gavin dan Mischa segera keluar meninggalkan Kasih yang masih bergeming. Pintu lift menutup dan kembali naik untuk menjemput tamu hotel yang lain


"Bodoh! harusnya dari awal aku nggak usah nginep di hotel ini." gumamnya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Akan tetapi dengan begitu, dia Jadi bisa bertemu dengan Gavin meski hanya sebagai orang asing, yang tak saling kenal. Memang anak yang dilahirkannya, Tetapi dia tak pernah mengenal Bagaimana anaknya itu.


"Nak!" sapa Bu Gupita begitu Mischa dan Gavin muncul.


"Maaf Bu, Pak, Gavin bangun kesiangan." ucap Gavin tak enak hati.


"Nggak apa-apa Nak Gavin, namanya juga capek." jawab gupita memeluk mereka.


"Ya udah, Pak, Bu, kita langsung saja ke bandara ya." ajak Gavin


Sebelum berangkat, Gavin kembali melihat ke belakang dia seperti merasakan sesuatu. Seperti baru saja berpas-pasan dengan seseorang yang sudah lama dikenal tapi tak bertemu namun siapa?


"Kuya! Panggil Mischa heran


"Oh iya, Sayang ayo."


Mata Gavin tak sadar berkaca-kaca dan memerah. Untung saja bukan dirinya yang menyetir juga mereka sebut berbincang dengan ayah dan ibunya hingga tak ada yang menyadari hal itu.


"Kenapa ya, kenapa aku pengen nangis? padahal gak ada hal yang terjadi. Aku malah dalam fase sangat berbahagia karena sudah menikah. Gavin benar-benar tak paham dia pun mencoba menenangkan diri agar tak membuat semua orang khawatir. Tepat saat mobil berjalan, Gavin melihat keluar jendela dan menemukan wanita kemarin sudah menatap kepergian mereka.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK YANG LAIN.


__ADS_1


__ADS_2