Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 93. TETAP BAIK_YOU &ME


__ADS_3

"Mama mana Bu?" tanya Gavin saat mereka sudah tiba di rumah.


"Ke salon Kuya." jawab Salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Tuan Carlos Antonio.


Gavin dan Mischa saling bertatapan. Nyonya Aurora Bahkan tak mau repot-repot menyambut kepulangan mereka.


"Kuya sama Nyonya muda mau makan dulu sebelum istirahat?


Mischa menyela," "Bu Jangan panggil Nyonya muda."


"Panggil Mischa saja Bu." usul Gavin


"Oh iya baik Kuya, Ate Mischa." asisten rumah tangga itu menurut.


"Kamu mau makan?" tanya Gavin pada Mischa.


"Masih kenyang Kuya, nanti saja." Jawab Mischa


"Nanti saja ya, Bu.Kami istirahat saja dulu." ucap Gavin kepada asisten rumah tangga itu.


asisten rumah tangga itu mengangguk mengiyakan. "Baik Kuya."


Gavin dan Mischa kemudian menaiki tangga menuju kamar. Kali ini Mischa sudah bebas memasuki ruangan itu. Tidak perlu merasa sungkan lagi.


"Wah enak ya, lebih enak dari ranjang hotel.


Mischa berbaring di atas ranjang memainkan tangan dan kaki seakan-akan berbaring di atas tumpukan salju. Gavin kemudian ikut bergabung bersamanya.


"Besok kita geladi resik resepsi." Gavin mengingatkan.


Mischa merengek masih capek baru pulang.....


"Lebih capek waktu resepsi lagi." lanjut Gavin.


Mischa menghela nafas. "Akad kemarin saja sudah capek banget, Padahal tamunya nggak seberapa."


"Kuya kira malah satu kampung yang datang, Ternyata jauh lebih sedikit dari perkiraan Kuya."


"Bapak sama Ibu udah dari dulu dikucilkan sama warga setempat Kuya."


"Loh kenapa?"Gavin benar-benar terkejut mendengarnya


"Iya karena ngizinin aku buat kuliah,

__ADS_1


"Terus kamu harusnya ngapain Kalau nggak kuliah?" tanya Gavin bingung.


"Tradisi di Pao Pao itu, cewek-cewek yang udah tamat SMA harus langsung nikah. bahkan banyak cewek yang putus sekolah, ya karena itu disuruh nikah sama orang tuanya. Dengan laki-laki yang kadang jauh lebih tua dari usia mereka. Biasanya yang baru-baru balik dari perantauan, kayak bapak sama ibu kan juga gitu. Bedanya umur bapak nggak jauh sama ibu."


"Nah warga sekitar pada kesal sama Bapak sama Ibu, karena ngasih aku pergi kuliah di luar kota tepatnya di kota Antipolo. Mereka kaya menganggap itu perbuatan yang sia-sia. toh selesai kuliah aku bakalan tetap nikah juga. Tetap kerja di dapur, kamar mandi, dan kasur. Awalnya cuma sebagian yang begitu. Makin parah waktu aku berangkat ke Manila. kayak yang Kuya dengar sendiri dari Pak kades, sebelum berangkat aku sempat mau dibawa ke KUA untuk dinikahi sama laki-laki yang Bahkan nggak aku kenal.


Gavin terperanjat. Jadi itu memang benar?


"Iya Kuya, aku udah di KUA, nih calon mempelai laki-lakinya udah di situ. Tapi waktu itu ada berkas yang kurang, kalau nggak salah jadi pernikahan gak bisa diadain saat itu juga." Jawab Mischa


"Terus bagaimana?" tanya Gavin penasaran


"Malamnya itu, bapak langsung larikan aku Kuya. Ingat banget, kami berdua nginap di stasiun, supaya besok paginya aku bisa langsung naik bus tanpa ketahuan Pak kades." jelas Mischa


"Ya ampun sampai segitunya mau matahin semangat orang." Gavin benar-benar tak percaya


"Ya gitu, Setelah itu makin banyak orang nggak senang sama bapak. Pak kades juga marah besar soalnya si calon mempelai pria kayak kecewa gitu.


"Iya kecewa lah, dia gagal nikah sama cewek cantik kayak kamu."


"Aku pernah nanya ke bapak, nyesel nggak bawa kabur aku?soalnya bapak jadi banyak yang musuhi. Bapak jawab, enggak. Dan mungkin sekarang Bapak malah bersyukur banget dengan keputusan itu.


Gavin menepuk jidat. Untung saja kamu ke Manila ya, memang sih yang namanya jodoh di manapun berada pasti tetap ketemu. cuman mungkin jalannya nggak akan semulus ini."


"Gina Siapa? tanya Gavin


Gina itu yang ngajak aku ngobrol di kantor NINE MEDIA COPERATION GROUP. Kuya waktu berapa tahunan." Mischa mengingatkan


"Oh iya, Kuya ingat." Terus kenapa mau terima kasih sama dia


"Waktu aku kuliah dia ke kampus dan mewakili NINE MEDIA COPERATION GROUP, untuk menawarkan beasiswa S2 ke kampus kampus di luar negeri. Waktu itu aku salah satu yang lolos. Tapi nggak jadi pergi, ya udah setelah tamat ada lowongan dari kantor Kuya setelah aku cek ternyata ALC anak perusahaannya NINE MEDIA COPERATION GROUP. Padahal ada banyak kantor lain yang buka lamaran juga di kampus aku, saat itu." jelas Mischa


"Oh jadi kamu memilih ALC Karena itu?"


"Iya, karena ingat sama Ate Gina aku mikirnya NINE MEDIA COPERATION GROUP itu mau kasih beasiswa untuk pendidikan orang yang gak Mereka kenal sama sekali. Apalagi ke karyawannya, pasti dihargai dengan baik. Makanya aku nggak pikir panjang untuk tes ke ALC


Gavin mengangguk-angguk paham.


"Kamu tahu nama lengkap GINA?"


"Bentar aku masih menyimpan kartu nama dia kayaknya."


Mischa mengambil tas dan mengeluarkan dompet dari sana. Dia pun mencari kartu nama pernah diberikan oleh Gina

__ADS_1


"Ini Kuya." Mischa menyerahkan kartu nama Gina yang telah ditemukan


"Regina Geraldine." baca Gavin.


"Okey kuya, bakal ngomong ke Papa untuk naikin jabatannya.


"Serius Kuya?" tanya Mischa tak percaya sekaligus merasa antusias.


"Iya, serius sebagai ucapan terima kasih dari Kuya,, karena dia telah menginspirasi kamu untuk kerja di kantor Kuya." jawab Gavin


Mischa tersenyum lebar. merasa begitu senang dia tidak menyangka bahwa nasib seseorang akan berubah menjadi lebih baik karena dirinya.


"Tapi Kuya nggak bakalan kasih tahu alasan kenaikan jabatan Ate regina ke dia kan?"


Gavin menaikkan alisnya."Kenapa?"


"Aku cuman nggak mau dia jadi merasa berhutang Budi ke aku Kuya. Padahal ini kan ucapan terima kasih. jelas Mischa


Gavin tersenyum. "Kamu itu ya, selalu aja bikin Kuya kagum."


Mischa tak mengerti maksud Gavin.


"Kenapa gitu?"


"Karena biasanya orang malah memanfaatkan hal-hal kayak gitu, supaya orang lain hormat sama dia. Tapi kamu nggak gitu. Kuya udah dari kemarin-kemarin memperhatikan kamu, dari pertama kita pacaran sampai sekarang sudah nikah. Kamu sama sekali enggak berubah.


Mischa Masih belum paham penjelasan dari Gavin. "Nggak berubah gimana Kuya?" maksudnya aku beneran nggak ngerti.


"Gini deh gampangnya, kuya bukannya mau ngingetin kamu sama kejadian kemarin. Tapi kamu lihat laki-laki yang ganggu kamu di restoran hotel kemarin kan?


Mischa mengangguk. " Iya Kuya."


"Nah manusia itu pada umumnya begitu, kalau mereka atau keluarganya punya kekuasaan, mereka bakal menggunakan itu untuk bersikap angkuh dan mengintimidasi orang lain. Makanya dia berkali-kali bilang kalau dia anak anggota dewan supaya kita takut sama dia, dan dia bebas ngelakuin apa saja yang dia mau.


Sedangkan kamu nggak kayak gitu. kamu tetap temenan sama Irma dan yang lain. Kamu senang Regina naik jabatan, tapi nggak mau dia tahu kalau alasannya karena kamu. "Sayang percaya sama Kuya. Kuya semakin sayang dan cinta sama kamu."


Gavin menjelaskan panjang lebar Seraya memuji sang istri.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP, YUK MAMPIR KE KARYA BARU EMAK " PENGORBANANKU DI HARGAI DENGAN PENGKHIANATAN."


__ADS_2