
"Eh Bos, saya lupa buat apa saya ikut ke sini? kan, saya pulangnya naik bus." ucap Mischa ketika mereka keluar dari lift.
"Saya antar pulang saja, Ayo naik!
"Tapi bos,
"Gavin tidak menoleh. Dia terus saja berjalan mencari keberadaan mobil dan Mischa dengan patuh mengekorinya.
"Begitu sampai di depan gang tempat kos Mischa berada, Gavin kembali memberikan Pesan.
"Kamu harus hati-hati bertemu sama laki-laki di kota Manila ini, kalau kamu bertemu dengan pria baik yang kamu tahu latar belakangnya juga baik. Jika apa? jika berhubungan dengannya.
Tapi jangan dengan sembarangan laki-laki yang bertemu di tempat umum seperti tadi. Mereka itu hanya mau meniduri kamu saja, tidak lebih. Apalagi mereka bisa tahu dengan sekali lihat, mana gadis-gadis yang masih perawan dan tidak." jelas Gavin.
Ekspresi terkejut di wajah Mischa tercetak dengan jelas. Jantungnya terasa ingin melompat, lalu apa yang akan terjadi jika Bos tidak menyelamatkannya tadi?
"Saya tahu mungkin kamu ingin eksplorasi kota Manila. Tapi please jangan pernah pergi sendirian. Kamu bisa mengajak Irma, Valen atau Andika." saran Gavin.
"Baik bos, akan saya ingat. ucap mischa "Terima kasih bos." sambungan.
Gavin mengangguk. " Ya sudah, sampai Ketemu hari Senin.
Mischa pamit turun dan beranjak setelah mobil bos melaju meninggalkan lingkungan kosnya. Pikirannya jadi menerawang, entah kemana-mana. Saat pertama tiba di kota Manila pun, ibu kos memberikan nasehat yang sama.
"Laki-laki sama sekali tidak boleh memasuki pagar, tanpa izin dari ibu kos. Pria yang boleh masuk hanyalah orang tua, saudara laki-laki dan pacar. Teman laki-laki pun hanya boleh mampir jika ada keadaan mendesak. Pacar boleh mampir, tetapi tidak ketahuan melakukan hal yang tidak tidak. Jika ketahuan, maka ibu kost akan melaporkannya kepada warga setempat. Dan sudah bisa ditebak Apa kelanjutannya.
Itu sebabnya Mischa juga menjaga diri di luar, untuk tidak terlalu dekat dengan laki-laki. Namun dia malah terlibat cukup dekat dengan bosnya. Rasanya memang sulit menahan hati untuk tidak jatuh pada laki-laki seperti sang bos.
Mischa menatap cermin meski dia berpakaian sebagus dan semahal ini, tetap saja dia tidak akan pernah serasi untuk melangkah lebih jauh dengan bosnya.
****
Para karyawan ALC, sedang sibuk Bukan main. Karena perusahaan induk akan melakukan pameran di berbagai tempat. Baik di dalam maupun luar kota. Hampir semua karyawan lembur. Karena pekerjaan tambahan. Selain mendesain konten untuk media sosial, mereka juga harus menyelesaikan spanduk untuk dicetak dan ditampilkan ke pameran. Gavin juga terlihat mondar-mandir dari perusahaan induk ke ALC. Hal itu membuat Gavin tidak pernah sempat lagi untuk mengobrol dengan Mischa sejak Mereka menonton film bersama tempo lalu
__ADS_1
"Bos mau kopi? tawar Kayla saat waktu sudah beranjak ke jam delapan malam.
"Boleh, jawab Gavin tanpa mengalihkan pandangan dari komputer.
Kayla keluar ruangan, dan suara bisa menyapa, pendengaran hilir mudik Karyawan mengurusi pekerjaan masing-masing. Tak terkecuali setiap hari semuanya sibuk hingga pukul sembilan malam.
"Saat sudah mendekati hari H pameran, Matteo pun membagi seluruh karyawan ke dalam tim,untuk ditempatkan di beberapa titik lokasi pameran.
Dengarkan baik-baik, nama yang saya sebut. Tugas kita adalah memastikan semua spanduk dan hasil desain kita yang lain ditempatkan, di lokasi yang tepat. Jadi akan ada ditempatkan di kota Manila ada juga yang akan keluar kota, seperti kota Antipolo." jelas Matteo
"Pak, boleh sambil jalan-jalan tidak?" tanya Andika
"Boleh, perusahaan akan menyediakan waktu 2 hari untuk para karyawan beristirahat. Jadi yang mendapatkan tugas di luar kota, boleh jalan-jalan di waktu istirahat tersebut. Juga akan ada uang saku yang disediakan oleh kantor."jawab Matteo.
Para karyawan pun bertepuk tangan dengan senang dan riuh. Padahal mereka sendiri saja belum tahu akan ditempatkan di mana.
Setelah seluruh nama disebut, ternyata Mischa ditempatkan di NINE MEDIA COPERATION GROUP. Hanya dia satu-satunya karyawan yang ditempatkan di sana. Karena Gavin, Kayla dan Matteo juga akan ada di sana. Itu sebabnya tidak perlu ada banyak karyawan, karena Matteo dan Kayla bisa membantu pekerjaan Mischa
Hari H pameran pun tiba. Mischa mengenakan setelan kerja dan sepatu yang dibelikan oleh Gavin. Dia juga memakai riasan terbaik. Bagaimanapun, ini adalah perusahaan induk. Dia harus bekerja sebaik mungkin dan tidak boleh mempermalukan Gavin.
"Beresin itu, yang itu juga! Kok dikit banget sih yang datang dari ALC ke sini, mana Bisa beres Kalau cuman satu orang yang kerja."
Seorang wanita terus saja mengomel sejak tadi. Tidak tahu siapa wanita itu. Tak lama kemudian ada beberapa lagi wanita yang datang. Mereka tampak berkelas tinggi dan sombong bukan main.
"Ngerjain gini aja nggak bisa kamu?hah! orang-orang dari kantor kecil emang bego-bego ya. Kalau kerjaan kamu begini, Sampai kapanpun kamu nggak bisa pindah ke sini."
Mischa tidak paham kenapa dia harus diperlakukan seperti ini. Padahal dia sudah mengerjakan seluruh tugasnya dengan baik.
"Ate, Saya mau tanya sebelumnya, Sebenarnya saya salah apa Ya? tanya Mischa penasaran.
Seorang wanita mendorong Mischa hingga terjatuh.
"Enak saja Panggil Ate! Kamu kira aku nikah sama Kuya kamu? panggil Ibu! pekik wanita yang mengomelinya sejak tadi
__ADS_1
"Ada apa ini?
Gavin muncul membantu Misha berdiri lalu menggenggam tangan gadis itu.
"Berani sekali kalian berkelakuan buruk pada pasangan saya!"
"Lisa! kamu dan tim bantu anak dari ALC Ya, kita harus selesaikan ini semua dalam dua puluh menit,sebelum acara dimulai." perintah Om nya Gavin kepada salah satu bawahannya.
"Baik Tuan."
Lisa memang menjawab dengan sigap. Tetapi kemudian memutar bola mata.
Males banget tuh, lagian Tuan Gavin bawa anggota kok cuman satu sih? jadinya aku sama tim ikut repot." omel Lisa.
Karena merasa tidak menjadi tanggung jawab mereka. Lisa dan rekannya pun beramai-ramai mendatangi Mischa yang sedang sibuk menata beberapa properti dan mencatat sesuatu di catatannya. Dia benar-benar tidak menyangka akan didatangi dan dimarah-marahi mereka. Bahkan tidak menjelaskan alasan mereka mempermalukan Mischa seperti itu.
"Ah!!! pekik Mischa." saat jatuh terduduk.
Dalam sebulan ini saja,sudah dua kali dia diperlakukan seperti ini. Apa dia memang patut menerima hal yang tidak menyenangkan seperti itu?
Mischa mendengar suara Gavin. Akhirnya Bos datang untuk membelanya. Hanya itu yang dia inginkan saat ini. Namun dia malah mendapatkan sesuatu yang di luar dugaan.
Gavin membantunya berdiri, lalu menggenggam tangannya. Perkataan pria itu selanjutnya membuat jantung berdebar tak karuan.
"Berani sekali kalian berkelakuan buruk pada pasangan saya!"
"Oh maaf Tuan Gavin,kami mengira dia karyawan Tuan." ucap Lisa yang sedikit beringsut.
"Terus kalau dia cuman karyawan biasa, kalian kira boleh bertindak seperti itu?"kalian memang bekerja di perusahaan induk, tapi bukan berarti jabatan kalian lebih tinggi dari karyawan di kantor saya. Kalian cuman sama-sama karyawan biasa. Paham!!! bentak Gavin.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak " PERJUANGAN CINTA ABIMAYU"