
Valeri mengangguk hormat seraya tersenyum pada Nyonya Aurora. "Salam kenal tante, nama saya Valerie."Nyonya Aurora mengangguk. "Salam kenal juga sayang, nama tante Aurora."
"Ngomong-ngomong ini Larissa, kan? pengusaha muda yang udah terkenal di kalangan desainer dan pecinta kosmetik." tanya Nyonya Vira pada Larissa yang sejak tadi hanya berdiam diri di samping Nyonya Aurora.
"Iya benar tante, saya Larissa." sahut Larissa dengan senyuman anggunnya.
"Wah ternyata benar Ya, saya sering juga belanja di butik kamu. Akhirnya bisa ketemu langsung sama orangnya." Puji Nyonya Vira.
Larissa benar merasa tersanjung. "Makasih ya tante, semoga suka sama baju-baju yang saya jual."
"Pastinya, bagus-bagus banget begitu kok.
keempat wanita itu tertawa bersama.
"Oh ya Jeng, sebenarnya Larissa Ini calon istrinya anak aku." Nyonya Aurora memberitahu.
"Oh ya, cocok banget. Nunggu apa lagi Ayo dong buruan." usul Nyonya Vira.
Ketiga wanita itu kembali tertawa terkecuali dengan Valerie.
"Bukannya Tuan Gavin sudah punya pacar ya Tante? tanya Valeri kepada ketiga wanita tersebut.
"Gavin belum punya pacar kok." bantah Nyonya Aurora
"Kamu dengar gosip dari mana Valeri?
mamanya aja bilang calon istrinya yang ini." tanya Nyonya Vira.
"Kalau memang bukan pacar Tuan Gavin Terus yang kemarin tangannya digandeng sama beliau siapa dong?
"Malu?
Larissa benar-benar merasa malu.
setelah dipuji-puji dan diakui sebagai calon istri Gavin, justru terkuak kebenaran bahwa Gavin memang sudah memiliki pasangan. Entah di mana Larisa harus menaruh wajahnya. Tapi dia dipaksa untuk tetap tersenyum.
"Ah kamu pasti salah lihat Valeri." kata Nyonya Aurora masih tidak percaya.
"Awalnya Valeri juga mikir gitu Tante. Tapi kemarin beberapa karyawan dari divisi Om Aris, menggosip di kantin mereka dimarahi sama Pak Gavin, karena mengganggu pasangan beliau. Yaitu cewek yang dimaksud yang digandeng itu." jelas Valerie.
Darah dalam tubuh Nyonya Aurora serasa menggelegak saat mendengarnya. Namun sama seperti Larissa, wajahnya tetap menampilkan senyuman. Merasa canggung karena penjelasan putrinya.
__ADS_1
"Eh Valeri, kamu bilang mau nunjukin sesuatu ke mama, Apa itu?" tanya Nyonya Vira.
Valeri tak mengerti maksud ibunya. Lalu dia melihat kode yang diberikan sang Ibu dan paham kalau itu artinya mereka harus pergi dari sana sekarang juga.
"Oh iya ma, di sebelah sana. yuk ma." ajak Valeri berpura-pura.
"Aku ikut Valerie dulu ya. Senang banget ketemu sama Jeng dan Larissa di sini. Sampai jumpa lagi." pamit Nyonya Vira.
"Sampai jumpa Tante, Kak Larissa." Valerie ikut berpamitan. Ibu dan anak itu pun meninggalkan Nyonya Aurora dan Larissa.
"Tante harus tanya langsung sama Gavin baru bisa percaya." gumam Nyonya Aurora. Otaknya masih mencoba mencerna perkataan Valerie. Bukankah sudah Gavin berjanji bahwa dirinya adalah orang pertama yang akan tahu jika putranya itu memiliki pasangan?
"Kayaknya itu orang yang sama Tan cewek yang aku jumpai di restoran. Cewek yang fotonya aku kirimin ke tante, dan cewek yang tangannya digenggam Gavin. Nggak salah lagi, pasti orang yang sama. ucap Larissa.
"Tapi itu siapa Larissa? kok berani-beraninya dia dekat Gavin?" tanya Nyonya Aurora mulai marah.
"Nah, kalau itu tante emang harus nanya langsung ke Gavin. Yang Larissa tahu dia itu pernah jadi sekretaris sementara Gavin." jawab Larissa.
itu artinya perempuan itu karyawan Gavin dong?
Nyonya Aurora terlihat gusar dia melihat sekeliling mencari eksistensi putranya. Dia harus bertanya pada Gavin sekarang juga. Tidak bisa menunggu nanti, atau besok kakinya melangkah cepat Larissa mengikuti di belakang.
"Tante, Larissa, Ada apa Ya?tanya Matteo heran saat Nyonya Aurora melangkah terburu-buru ke Stan ALC
Sebentar lagi ke sini kok Tan, tadi katanya mau ambil sesuatu.
"Ada apa ma?" tanya Gavin yang muncul dari balik stan membawa cangkir kertas berisi kopi.
Mama perlu bicara sama kamu Kevin.
Dahi Davin mengerut. "Nggak bisa nanti saja ma? Gavin lagi kerja loh.
"Nggak, mama maunya sekarang!
Gavin sedikit terkejut mendengar suara ibunya meninggi. Ada apa sebenarnya?
"Ya sudah ma, kita ngobrol di ruang VIP saja." ajak Gavin.
Nyonya Aurora dan Larissa mengikuti Gavin masuk ke ruang VIP. Gavin merasa heran kenapa Larissa harus ikut masuk juga.
"Ada apa ma? tanya Gavin Tak sabar. Apalagi saat melihat ibunya mengijinkan Larissa untuk ikut dalam pembicaraan ini.
__ADS_1
"Kamu sudah janji, kan? mama adalah orang pertama yang tahu kalau kamu sudah punya pacar." tanya Nyonya Aurora setengah membentak.
" Terus kenapa orang lain lebih duluan tahu? kamu Bahkan gandeng tangan dia di depan umum, di kantor papa kamu.
Gavin mengusap wajah. Ternyata cepat sekali berita tersebar tak ada waktu. Bahkan untuk bernafas atau berkedip.
"Dia bukan pacar Gavin ma."
"Terus siapa? kamu kira perempuan bakalan ngerasa biasa saja, setelah kamu gandeng tangannya. kamu nggak mikir!
Habis sudah kesabaran Nyonya Aurora, dia sudah membentak-bentak anaknya sekarang di depan Larissa.
Bagi Gavin, Larissa bukanlah masalah. Dia tidak keberatan, namun kemarahan ibunya lah yang menjadi pertimbangannya. Kamu tidak pernah kayak gini sebelumnya Gavin. Gavin yang Mama kenal adalah orang yang selalu hati-hati, selalu berpikir sebelum melakukan sesuatu. Kamu ini kenapa sih?
Gavin tak bisa menjawab. Dia sendiri juga tidak tahu jawabannya. Entah apa maksud dari semua tindakan dan perhatian yang dia berikan untuk Mischa. Karena Gavin memiliki perasaan khusus untuk gadis itu
"Jawab mama Gavin, kenapa kamu diam saja!
Gavin baru saja ingin berucap, seketika suara deringan ponsel menginterupsi. Dokter yang merawat Mischa menelepon. Bukannya menekan tombol merah, dia justru beranjak untuk mengangkatnya membuat Ibunya dan Larissa menatap tak percaya.
"Iya dok." Sapa Gavin
pasien atas nama Mischa barusan pingsan lagi. Saat keluar dari kamar mandi Tuan." jawab dokter dari ujung telepon
Gavin terperanjat. Dia kira Mischa sudah baik-baik saja. Dia merasa menyesal telah meninggalkan Gadis itu Gavin terperanjat. Dia kira Mischa sudah baik-baik saja. Dia merasa menyesal telah meninggalkan Gadis itu dirumah sakit.
"Baik Dok, saya segera ke sana.
Gavin menghampiri ibunya dengan tergesa-gesa. "Ma, kita bahas lain kali ya Gavin ada urusan mendadak penting.
Gavin selesaikan dulu ini Gavin pakai Nyonya Aurora memanggil anaknya.
Namun Gavin terus berjalan cepat tanpa menoleh sedetikpun ke belakang.
"Larissa...., tante beneran minta maaf ya. nggak nyangka banget bakalan kejadian kayak gini. kamu nggak marah kan?" ucap Nyonya Aurora tak enak hati. Bagaimanapun dialah yang meminta Larissa untuk datang ke sini.
Larissa menggeleng dan tersenyum. "Nggak apa kok Tante. Mending nanti dibicarain lagi baik-baik sama Gavin. Mungkin Gavin ngerasa nggak nyaman ngobrol sama tante, karena ada aku.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak " PERJUANGAN CINTA ABIMAYU"