
Larissa kayak ayam kena sembelih langsung kena kecap dia. Valeri mentertawakan Larissa yang menghilang dari group sebab pesan-pesan yang dia kirim tidak ada satupun dibaca oleh Larissa.
"Aku dengar kemarin, dia sampai bela-belain ke lapangan basket sendiri. Supaya bisa bertemu dengan Gavin." Valerie memberitahu.
"Terus bagaimana?" tanya Karina penasaran.
"Gavin nganterin dia pulang. Tapi nggak lama, kayaknya Gavin langsung balik gitu." jawab Valeri tidak terlalu yakin.
"Waduh si Larissa pasti malu banget itu. Mana udah nurunin harga diri demi nyamperin Gavin duluan.
Aku juga heran, Ngapain sih masih ngejar orang yang kayaknya udah jelas nggak mau sama kita. Yang mau sama Larissa itu banyak loh." Valerie Tak habis pikir.
"Iya, demi jadi Nyonya besarlah. Kalau dia berhasil nikah sama Gavin, lambungnya nggak bakalan pernah sakit maag." jelas Karina.
Jangankan lambung. Ya isi lemari juga bakalan branded semua." sambung Valerie.
"Kalau aku bilang sih ,larissa itu nggak beneran suka sama Gavin, Cuman matre saja.
Valerie mengangguk setuju. "Eh itu mereka sudah pergi.
"Ayo pulang, telinga saya makin lama makin gatal aja." ajak Gavin.
Mischa harusnya tidak mau tertawakan bosnya. Namun itulah yang dilakukan sekarang.
"Oh iya Bos, tadi kenapa balik lagi ke kantor? Mischa baru teringat menanyakan hal tersebut. Padahal mereka sudah mengobrol banyak hal sejak tadi.
"Ponsel saya ketinggalan." jawab Gavin. Dia kemudian mengecek ponsel yang ternyata padam. Tampaknya sudah kehabisan daya
lama juga baru ingat ya, Bos."
"Iya baru teringat, waktu mau menghubungi Mama saya.
Mischa mengangguk paham. Sebab pertanyaan itu juga lah Gavin jadi ingat untuk bertanya juga. "Kamu sendiri kenapa bisa lembur? saya ingat, Saya tidak ada pekerjaan tambahan. Tidak ada yang sibuk selain materi.
Mischa terdiam. Dia bingung harus menjawab apa. Dia tidak bisa membohongi Gavin. Karena Bosnya itu yang mengatur jumlah pekerjaan mereka setiap hari. Bosnya itu pasti tahu,berapa banyak pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini. Akan tetapi jika dia jujur, dia juga akan mendapat masalah dari Siska dan teman-temannya. Bagaimana ini?
Kalau saya berbicara jujur Bos bakalan marah tidak?
Gavin mengerut heran. Ia tergantung apa yang kamu bilang juga. Anehnya dia tidak bisa mencurigai Mischa.Gadis itu seperti terlalu polos untuk melakukan hal yang tidak baik seperti mencuri peralatan kantor atau sejenisnya.
__ADS_1
"Cukup lama Mischa terdiam. Bahkan mereka sempat memasuki mobil sampai Gavin bertanya kembali.
"Kamu bilang saja. Saya marah atau tidak itu urusan nanti. Memangnya kau sedang apa di kantor sampai malam begitu?" tanya Gavin mulai Tak sabar.
Perasaan ini datang lagi mendadak Mischa merasa suhu di dalam mobil sedingin di Kutub Utara. Sepertinya hawa dingin ini memang keluar dari tubuh saat sedang emosi Tubuh dapat menggigil.
"Sebenarnya saya sering dikasih pekerjaan tambahan dari karyawan lain." ucap Mischa membuat Gavin terhenyak.
Murka?
Gavin benar-benar murka mendengarnya.
Suasana di mobil terasa canggung. Sejak Mischa mengaku kalau dirinya sering diberi pekerjaan tambahan oleh seniornya. Sesekali dia melihat dari ekor mata, Bagaimana bosnya diam saja. Setelah itu dia hanya bisa diam. Takut kalau, kalau Bos akan marah jadi dirinya bersuara.
saat berhenti di lampu merah Mischa melihat sang Bos membuka aplikasi dan melihat harga pasar di sana. dia jadi penasaran Sampai tak sadar mengeluarkan suara untuk bertanya.
"Bos investasi di aplikasi itu juga ya?
Gavin sampai menatap karyawannya itu. bukan marah karena Mischa mengintip ke ponselnya tetapi sedikit terkejut karena gadis dari desa itu bisa mengetahui tentang apa yang dilakukannya.
"Kamu tahu tentang aplikasi ini?
"Mischa mengangguk saya kan lulusan IT Bos, walaupun sedikit tetap mengikuti perkembangan teknologi dalam bidang apa saja."
Lampu merah berubah menjadi hijau. Gavin menyimpan ponsel dan kembali mengendarai mobil miliknya.
"Saya sih ada membeli beberapa poin untuk investasi Bos.
"Kenapa?
Mischa tertawa. Tak mampu menahan, "Ya karena uangnya memang tidak banyak Bos." jawab Mischa
"Oh iya juga ya. Gavin mengangguk paham.
"Kalau saya tebak Bos Pasti menginvestasikan yang lumayan besar?
kali ini Gavin yang tertawa.
"Iya, kamu benar. Tadinya saya kira kamu akan seperti orang lain suka menertawakan orang-orang yang berinvestasi di aplikasi ini.
__ADS_1
"Memangnya begitu kalau tidak paham Bos. Karena di negara ini, belum banyak yang melek terhadap kemajuan teknologi dan apa yang terjadi di masa depan nanti.
Gavin semakin tertarik. Jarang-jarang ada yang bisa diajak berdiskusi tentang ini.
"Kenapa kamu berpikir kita akan memakai aplikasi-aplikasi yang belum digunakan di negara ini, di masa depan?
"Ya kan, Sudah banyak contohnya seperti smartphone juga orang zaman dulu tidak pakai sekarang pada pakai. Galileo juga dulu dihukum mati, waktu bilang bumi itu bulat. ternyata sudah bisa dibuktikan bahwa bumi itu memang bulat. Ya sama seperti teknologi sekarang ditertawakan. Besok-besok justru digunakan.
Gavin mengangguk-angguk senang. pernyataan Mischa memang sesuai dengan pemahamannya juga. Mendadak suasana hatinya membaik setelah mengobrol kembali dengan Mischa.
Tapi Bos, saya tidak menyangka orang kaya seperti Bos berinvestasi di aplikasi ini. Saya kira bos investasinya di instrumen lain, terus perusahaan bos juga punya saham sendiri kan?" tanya Mischa heran.
"Iya, sama sih seperti yang kamu bilang jawab Gavin singkat
Mischa mendelik. "Yang mana maksudnya?
"Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Saat ini memang perusahaan NINE MEDIA COPERATION GROUP sedang besar dan berjaya. Saya akan menjadi pewarisnya. Tapi tidak ada jaminan bahwa masa jaya ini, akan terus bersama saya.
NINE MEDIA COPERATION GROUP bisa saja bangkrut, atau anak saya nanti tidak mau merawat saya. Saya harus menyiapkan masa depan sendiri entah melalui instrumen investasi apapun itu.
Karena saya juga memahami perkembangan teknologi, Saya rasa investasi di aplikasi ini cukup menjanjikan untuk masa depan" jawab Gavin panjang lebar.
"Benar juga ya Bos, kita tidak bisa mengandalkan anak-anak kita. Kita harus menyiapkan masa depan kita sendiri. Mischa menyetujui.
"Kamu juga investasi di aplikasi ini untuk masa depan kan? mungkin harganya akan naik drastis di masa depan?" tanya Gavin.
Mischa mengangguk antusias. "Benar sekali bos, Tapi itu waktu saya belum bekerja. Sekarang sudah tidak sempat lagi, mengikuti perkembangan harga dan tren. Pulang kerja langsung tidur karena capek dan supaya tidak kelaparan.
"Tenang saja, mulai besok kamu tidak perlu lembur lagi." janji Gavin.
"Bos mau marahin mereka?" tanya Mischa khawatir dia sudah hafal betul Bagaimana sifat Bosnya itu.
"Kamu tidak perlu merasa tidak enak seperti itu. Di kota Manila ini, semua orang berlomba untuk jadi nomor satu. Mereka tidak segan untuk mengikut orang lain dengan mendapatkan apa yang mereka mau. Kamu harusnya lebih mengkhawatirkan diri kamu sendiri tidak usah memikirkan orang lain.
Kota Manila ini sangat keras. Kamu harus berusaha bertahan hidup, cukup pikirkan diri kamu sendiri saja." ujar Gavin.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak. "Perjuangan cinta Abimayu."