Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Momen di Pantai dengan Teman


__ADS_3

Perjalanan bus menuju ke tempat destinasi pun masih berlanjut. Perjalanannya berkelok-kelok melewati jalanan alam dengan rimbunan pepohonan di sampingnya.


Nuansa-nya pun sangat elok, persis menggambarkan dunia dongeng fantasi.


Pemandangan tersebut menjadi inspirasi bagi Bas dalam menentukan tema lanjutan bab dari novelnya.


"Tidak sia-sia aku ikut," ucapnya dalam hati.


Beberapa kilometer kemudian.


Penumpang bus pun dibuat terkesima melihat hamparan-hamparan rumput, seakan berjejer di sepanjang jalan dengan panoramanya yang indah.


Selain menjadi supir pak Jaddah sering kali menambah tugasnya, yaitu sebagai pemandu wisata. Beliau sudah lama melakoni pekerjaan tersebut dari tahun 2000, dan kini umur beliau sudah menginjak 43 tahun.


Supir yang ramah dan murah senyum tersebut, selalu berusaha dengan baik dalam menjelaskan keadaan alam di sepanjang jalan.


Ada dari mereka, para pelajar yang bahkan mencatat apa yang dikatakan oleh pak Jaddah. Saat beliau menerangkan detail geografi alam di sampingnya.


Menghabiskan waktunya di bus, Ken hanya mendengarkan musik sambil bercakap dengan Rahel.


Namun Rahel seakan terpaksa berbicara dengan Ken agar Evan dapat memperhatikannya.


Evan masih mengobrol dengan Sherly sama halnya dengan yang lain. Beda dengan Erik yang masih belum berkata sedikit pun kepada Rafael, karena dia sibuk bermain game di ponselnya.


Di dalam bus sekarang, suasananya terasa dingin karena ada AC dan menjadi syahdu karena lantunan musik clasik yang cocok dengan kaum muda. Namanya juga bus modern.


Beberapa menit kemudian, tepat pukul 12:15.


Bus pun berhenti, lalu semua penumpang turun. Ada juga kernet yang membantu para pelajar membawa barang bawaannya keluar.


Ken menyaksikan sendiri mereka yang membawa barang banyak.


"Harusnya bawa barang elektronik sekalian, ada-ada aja, pergi ke pantai membawa barang sebanyak itu," gumam Ken.


Evan melihat Ken yang kesal karena sesuatu, lalu ia berusaha untuk memanggilnya.


"Hey Ken, kau kan tuan rumahnya," agak teriak.


Mataharinya sangat terik selepas mereka turun dari bus.


"Untung saja aku memakai kacamata," ucap Rafael sambil memegang kacamatanya agar terlihat menarik.


Keindahan alam pantai beach resort merupakan daya tarik yang mampu memikat wisatawan domestik dan mancanegara. Menyajikan gugusan pulau yang asri dengan hamparan laut biru yang jernih. Jika melihatnya dengan sebuah drone dari atas.


Area pantai berpasir putih dengan deburan ombak yang indah. Bagi penggemar panorama bawah laut, beach resort juga menawarkan pengalaman menyelam dan snorkeling dengan peralatan yang bisa disewa.


Setelah mereka menaruh barang bawaan dan menganti pakaiannya. Akhirnya tiba saatnya bagi mereka untuk menikmati wisata pantai resort.


Ada juga sambutan dari kepala pengelola pantai yang menyambut kedatangan mereka sebagai tamu terhormat. Sebab Ken sudah mengkonfirmasi akan kedatangan temannya jauh hari.


Lalu datanglah seorang pria dan wanita yang akan bertanggung jawab mendampingi wisatawan dan memberikan petunjuk serta bimbingan kepada wisatawan.


Sebelumnya, Evan dan temannya sempat berfoto untuk mengabadikan momen tersebut.

__ADS_1


Melalui kamera yang di bawa oleh Airi.


Tak lama setelahnya, mereka pun menikmati air pantai nan jernih. Sampai Evan pun berniat untuk menyelam secara langsung.


Evan yang berlari dari bibir pantai, lalu menceburkan dirinya ke dalam air.


"Airnya jernih sekali, aku tidak menyangka jika air pantai yang terkena sinar matahari terik ini dapat menjaga suhu kedinginan nya," sembari ia mengusap kening hingga ke rambutnya.


Di lanjutkan dengan Rafael dan Hyouga serta Erik dan Bas.


"Mana para wanita, mereka tidak kelihatan dari tadi?" ucap Rafael seraya melihat keadaan sekitar.


"Perempuan sangat lambat," ujar Hyouga.


"Kemungkinan mereka masih berada di ruang ganti, kau tau kan!!. perempuan itu seperti apa. butuh waktu lama bagi mereka untuk berganti pakaian!" jawab Bas yang seakan mewakili perasaan Hyouga.


Pemandangan pasir putih dan laut biru yang memukau. Berbaring di pasir putih sambil menikmati birunya laut mungkin bisa melepaskan stres yang Evan rasakan sekarang. Pikir Evan sambil ia bersantai disana, selepas berenang dan menyelam.


Kecuali Ken dia sangat sibuk dengan urusan pribadinya.


Di kondisi saat ini, Evan yang sedang berbaring atau berjemur di pantai. Ia melihat seseorang dengan membawa barang bawaan aneh, berupa koper besar yang tampak mencurigakan.


"Apa yang di bawa orang itu, keliatannya sangat mencurigakan," Evan mengamatinya.


Lalu datanglah Hyouga yang terlihat lelah setelah lama berendam di air.


"Kamu keliatan lelah Hyouga, tidak seperti biasanya," ucap Evan melihat Hyouga yang tidak seperti biasanya.


"Sudah cukup!!, aku berendam di sana,"


"Benar, aku terlalu sibuk semalam. sampai lupa besok adalah hari janjian kita untuk berlibur bersama mereka di pantai!" sambil menunjuk sekumpulan temannya.


"Sebaiknya kamu istirahat dulu. lalu kita main lagi setelah kamu merasa baikan, itu pun jika kau masih kuat," ejek Evan sambil menoleh ke arah Hyouga.


Sementara Rahel sedang asyiknya menyelam bersama dengan cewe lainnya.


Mereka bahkan berpose manis untuk di upload ke sosial media.


"Satu...dua...tiga...," ucap Rahel pada saat berselfi.


"Cih, terlalu kekanak-kanakan," gumam Bas melihat mereka yang sedang berpose di hadapan kamera.


15 menit kedepan.


Lalu Ken datang untuk mengajak yang lain bermain voli.


Akhirnya semua pun berkumpul untuk berdiskusi dalam membagi tim voli pantai.


Pemain voli lapangan biasanya berjumlah sepuluh orang. Enam orang sebagai pemain inti dan empat orang sebagai pemain cadangan. Sedangkan pemain voli pantai biasanya hanya berjumlah dua orang tanpa ada pemain cadangan.


Berikut tim yang terdiri dari pada salah satu tim 2 orang.


Evan dan Rahel vs Hyouga dan Sherly ~ 1

__ADS_1


Bas dan Airi vs Ken dan Yuki ~ 2


Sementara Erik menjadi wasit dalam pertandingan tersebut dan Rafael yang berharap sebagai pemain cadangan.


Prittt..


Erik mencoba meniup peluitnya, apakah berfungsi atau tidak.


"Lumayan.., ini mengingatkan ku pada saat menjadi wasit bola," gumam Erik.


Erik menyuruh salah satu orang dari kedua tim untuk mendekat di sampingnya.


"Baik, semua tim sudah siap. pertama kita lakukan undian untuk menentukan tim yang melakukan servis pertama!" jelas Erik.


"Ada naga dan pohon kalian pilih yang mana?" tanya Erik sambil membolak-balikkan koin di tangannya.


Evan memilih pohon, sedangkan Hyouga naga.


Erik lalu melempar koin yang telah di tentukan oleh kedua tim.


Ada pula hadiah yang akan di dapat oleh salah satu tim yang menjadi juara. Berupa hadiah spesial dari resort yang di rencanakan oleh Ken.


Pertandingan tersebut memang sengaja di laksanakan oleh Ken, dia ingin sesekali membuat sebuah momen. Tempatnya pun sudah tersedia (lapangan voli pantai).


Mata koin yang telah di tangkap oleh Erik, lalu di perlihatkan kepada kedua tim. Memperlihatkan gambar pohon, sehingga tim Evan dan Rahel yang akan memulai permainan atau servis pertama.


"Anu.. kamu, apa aku yang duluan servis?" tanya Rahel yang agak malu.


"Eh, hmm kamu saja hel. aku percayakan kepadamu!" jawab Evan dengan senyum di akhir katanya.


Rahel pun bersiap melakukan servis pertamanya.


Tas...


Bola pun melayang ke wilayah Hyouga dan Sherly.


Lalu Hyouga menerimanya dengan passing atas. Sementara Rahel bersiap di posisinya.


Operan itu lalu di maksimalkan oleh Sherly dengan passing bawah, bola pun berpindah wilayah.


Evan memberi Rahel kesempatan untuk menerima bola.


"Iyaa..," teriak kecil Rahel saat menerima bola.


"Jika aku pikirkan, ini hanyalah sebuah pertandingan biasa, namun kata Ken dia akan memberi hadiah kejutan untuk tim yang akan menang(menjadi juara nomor satu). aku lebih baik bermain serius untuk memenangkannya. lagi pula Evan tidak akan berani smash dengan keras karena ada cewe," ucap Hyouga dalam hatinya, dia sudah memprediksi jika Evan akan melakukan smash.


Bola tepat di posisi atas Evan sehingga ia memiliki peluang untuk melakukan smash.


"Tunggu, kenapa tatapan Evan berapi-api," ucap Hyouga dalam hatinya.


Tasss....


Evan melompat sedikit lalu melakukan smash ke arah Hyouga sehingga poin pertama didapatkan oleh timnya.

__ADS_1


Smash tadi melesat masuk ke wilayah Hyouga sampai- sampai Hyouga tidak bisa merespon cepat arah datangnya bola. Sherly sama, ia agak kaget.


__ADS_2