
Dalam hatinya Evan berkata.
"Jika saja aku ketahuan pasti akan sangat merepotkan sekali!" sambil mengelap keringat dingin di keningnya.
Akhirnya ruang bawah tanah rahasia itu terbuka, Evan langsung masuk dan menutupnya kembali ruangan itu bersamaan dengan penutup otomatis alat tersebut. Ia pun masuk kedalamnya.
Didalam ruangan bawah tanah yang Evan masuki sangat gelap dan banyak sekali jaring laba-laba, walaupun dengan adanya tangga akan sangat berbahaya jika dalam situasi seperti yang Evan hadapi saat ini.
Tapi untungnya Evan membawa senter mini, lalu Evan pun berjalan menuruni tangga tersebut. Evan melihat ukiran kuno di setiap dinding yang membuatnya berpikir kembali mengenai bangunan yang dia masuki.
Evan memikirkan jika bangunan yang ada di dalam hutan Dark forest adalah bangunan kuno yang masih terjaga dan ia memperkirakan di temukannya pada tahun di mana pabrik gas itu meledak atau bisa saja sudah lama terbengkalai lalu ada seorang yang menemukannya. Bangunan ini juga terlihat sangat megah di luar, hal tersebut membuat Evan berpikir jika bangunan ini sempat mendapatkan renovasi.
Dan Evan juga memikirkan salah satu anak dari keluarga Patansaa dia memiliki 2 anak. Namun di dalam penulisan kartu keluarga dia menambahkan 1 anak laki-laki, hal itu membuat Evan ingin lebih memahami siapa anak tersebut.
Sebenarnya Evan sudah mengenal Sheila anak Patansaa(yang di duga ketua penjahat), dulu ketika dia duduk di bangku TK dia sering bermain bersama dengan Sheila, bahkan suatu hari Evan di ajak pergi kerumahnya. Hingga Evan mengenal seluruh keluarga Sheila. Namun pada saat Evan pulang dari rumah Sheila, sebuah kecelakaan terjadi. Mobil yang di kendarai oleh supirnya oleng dan menabrak pembatas jalan. Ketika Evan bangun dia seperti melupakan kejadian yang dia alami pada saat kecelakaan itu terjadi.
Sejak saat itu Evan melupakan kenangan bersama Sheila, teman masa kecilnya.
Evan berpikir mengenai area yang di katakan oleh Sheila tentang area yang tidak di jaga sama sekali, hanya saja menurut Evan dirinya terlalu lambat untuk mengingat hal itu, bahkan dia sudah hampir memasuki bangunan ini.
Setelah sampai Evan melanjutkan langkahnya. Sampai ia menemukan ruangan di mana banyak sekali buku-buku tersusun rapi serta dekorasi yang terlihat kuno.
Evan duduk di salah satu kursi, ada sebuah buku bertuliskan 'Kenanganku' di meja itu lalu ia membacanya.
Yang tertulis di buku itu.
"Suatu hari aku bertemu dengan seorang anak laki-laki, dia terlihat ceria di wajahnya. Kami pun mengobrol di Taman bermain dekat Taman kanak-kanak, setelah bermain di sana kami pun mengobrol dan berkenalan, tak hanya itu kami bahkan bercerita mengenai cita-cita kami suatu hari nanti, aku sangat senang waktu itu mendengar cita-citanya yaitu menjadi seorang Ilmuwan hebat dan aku sendiri ingin menjadi koki yang handal."
__ADS_1
Evan berhenti membacanya dan berkata.
"Anak itu memiliki cita-cita yang sama dengan ku, aku jadi senang, dan anak yang menulis ini bercita-cita menjadi koki," ucap Evan.
Evan men skip buku yang menurutnya adalah Diary seseorang.
"Kami bahkan membuat janji ketika masih kecil dulu, aku bahkan terus mengingatnya hingga sekarang, itu karena dia berjanji kepadaku "Jika aku besar nanti aku pasti akan terus bersamamu sampai suatu saat nanti, kamu tunggulah dan ingat aku yang pasti akan menjadi ilmuwan yang paling hebat sepanjang masa, pada saat itu juga aku akan menikah dengan mu." Pada saat itu aku kaget, anak sepertinya memiliki impian dan cita-cita yang sangat tinggi dia juga berkata akan menikahi ku, walaupun cuma omongan saja akan tetapi aku sangat bahagia mengingat hal itu sampai sekarang."
Evan pun menutup buku itu, setelah dia membaca buku tersebut membuatnya jadi mengingat sepintas ingatan hanya saja dia menghilang dengan cepat. Evan pun beranjak melanjutkan misinya, dia juga membawa buku tersebut karena diary dalam buku tersebut mengingatnya akan sesuatu.
"Baiklah, waktunya pertempuran yang sesungguhnya di mulai! ah, aku jadi bersemangat. Tapi... entah kenapa aku jadi hilang semangat karena membaca buku tadi? sebaiknya aku bawa saja, ngomong-ngomong bagaimana dengan mereka ya sampai saat ini belum ada kabar sama sekali, aku harap mereka baik-baik saja!" ucap Evan.
...****************....
Di waktu yang sama Syria memasuki ruangan, dia bertemu dengan beberapa penjaga. Serta melanjutkan langkahnya untuk mencari informasi dengan cara bertanya kepada penjaga lain, hanya saja ketika hendak bertanya dia di tepuk punggungnya oleh seseorang dari belakang.
Syria berpikir bahwa orang yang menepuknya adalah teman dari penjaga yang ia buat pingsan tadi. Itulah kenapa dia bisa mengenalnya sebagai teman karena menurut Syria ada sesuatu yang mencirikan bahwa dia adalah temannya.
Syria menjawabnya sambil berpikir menemukan alasan yang pas.
"Itu karena aku sudah di gantikan dengan yang lain dan juga aku ada sedikit kepentingan jadi aku kemari," jawab Syria.
Dalam hati Syria berkata.
"Aduh, aku mala jadi berkata yang terlintas di pikiran ku saja dan tidak benar-benar memikirkan akibatnya, semoga dia tidak curiga karena aku gugup."
"Iya, iya aku faham, ayo bantu aku selesaikan tugasku!" ujarnya.
__ADS_1
"Dia ternyata adalah teman akrabnya penjaga itu pantas saja sikapnya begitu, sebaiknya aku memanfaatkan kondisi ini untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya, oh ya untuk nama aku belum mengetahui siapa namanya?" ucap Syria dalam hatinya.
"Baiklah, ayo bantu aku kawan!"
"Hey, kamu sangat berbeda Trep gaya rambut mu sangat keren, tadi juga pertama kalinya kamu memanggil ku kawan, seharusnya kamu memanggilku Nick saja suara mu juga agak berubah!" ucap Nick dia melihat Syria dari bawah ke atas.
"Eh, dia bukan teman akrabnya, atau mungkin rivalnya?"
Syria berkata dan berbincang kepadanya sambil berjalan.
Melewati para penjaga lain, serta tempat-tempat yang Syria lewati. Dan dengan beberapa obrolan maka informasi yang Syria inginkan sudah ia dapat. Syria mendapatkan informasi bahwa anak-anak di tahan di penjara bawah tanah dan gadis-gadis di ruangan khusus, dia juga mendapat informasi di mana keberadaan bos musuh yaitu di ruang pribadi yang sangat ketat penjagaannya.
"Kawan jika aku ingin bertemu dengan bos bagaimana, apa dia punya waktu luang? tanya Syria.
"Hmm, untuk itu dia pasti tidak bisa karena dia selalu sibuk, bahkan aku terakhir melihatnya Minggu lalu dia hanya memberi perintah melalui penasetnya yang bernama Priyan, oh ya jika kamu ingin tau? Priyan adalah orang yang harus kamu jauhi karena dia pandai memainkan siasat, jika ada orang yang tidak di sukainya maka dia akan memainkan siasat itu supaya dapat menyingkirkan orang yang tidak di sukainya!" terang Nick dengan raut wajah kesal.
"Iya aku faham, oh ya kawan bisakah kamu mengantarkanku ke tempat boss, ada yang harus aku sampaikan kepadanya?" ucap serius Syria berkata kepada Nick.
"Apa?, sungguh, hmm tapi aku tidak yakin bisa pergi ke sana dengan aman, jika kamu belum mengetahuinya, sekarang ini kita di tugaskan untuk menjaga dan melakukan perintah darinya, kita bahkan di larang untuk pergi ke ruangan dalam, aku tidak tahu kenapa, tapi aku sarankan sebaiknya kamu buang niatan itu!" saran Nick karena dengan temannya khawatir. saat menatap Syria.
Tiba-tiba seseorang berteriak kepada mereka.
"Hey kalian, cepat kemari... ada tugas dari penasehat!" ucapnya sambil berlari tadi.
Syria tersenyum mendengarnya.
"Hmm, saat yang tepat."
__ADS_1
Mereka berdua pun menghampirinya.