Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Berakhir Sudah Kejahatan yang Selama Ini Terlewatkan [Revisi]


__ADS_3

Setelah menyuntikan cairan ke tangannya, ilmuwan itu berkata.


"Kalian orang yang tidak mengerti bagaimana penderitaan yang kami alami, hari demi hari kami bersusah payah untuk membuat penemuan kami dapat terwujud, tidak peduli berapa lama pun waktu yang sudah kami habiskan selagi masih ada tekad maka kami akan terus mencobanya. sebagai contoh Ayahku ini, dia adalah ilmuwan yang hebat pada masanya namun apa yang ia dapatkan, tidak lebih dari sebuah hinaan saja, kalian yang tidak mengerti akan penderitaan tidak akan aku biarkan lolos dari sini dan mengacaukan semua yang akan kami wujudkan!" ucapnya dengan suara lantang.


"Aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan, dia bilang ayahnya adalah ilmuwan yang hebat pada masanya, itu berarti yang sekarang di depan kita..." ucap Nick.


Sementara Syria hanya melamun untuk sesaat.


"Akan aku beritahu kepada kalian jika ketiga ilmuwan yang aku bicarakan tadi sudah tiada dan sekarang yang kalian lihat adalah robot yang aku ciptakan dengan wujud yang sama persis dengannya semasa hidupnya!" ucap salah satu ilmuwan itu yang bernama Artar.


Syria pun terkejut, sementara Nick yang sudah menduganya hanya diam dan melihat robot Ilmuwan yang di samping Artar.


Jika dilihat mereka yang di katakan oleh Artar adalah robot dengan perawakan yang mirip sekali dengan wujud manusia. Memang mirip dengan manusia pada umumnya, dari warna kulit dan juga hal lain yang membuat mereka berdua sama persis namun sayangnya mereka sebenarnya sudah meninggal lebih dari 40 tahun yang lalu.


Dan Artar adalah anak dari salah satu dari ketiga ilmuwan tersebut. Bagaimana pun juga sekarang ini Syria sedang berhadapan dengan ilmuwan yang gila Sains dengan ambisi yang berkobar-kobar.


"Baiklah, waktunya menunjukkan temuan Sains yang kami ciptakan!" ucap Artar sembari bergerak menuju ke arah Syria dan Nick.


Dalam hati Syria berkata.


"Dia sangat ambisius, terkadang orang sepertinya sangat sulit untuk di ajak bicara!!" ucap Syria seakan memberitahu Nick.


Artar menyerang Syria bertubi-tubi, sedangkan Nick mundur karena Syria yang berhadapan dengan Artar.


Bag...bug....bag..bug


Artar menyerang Syria tanpa pandang bulu, tidak peduli bahwa dia adalah wanita. Ia terus melakukan serangan-serangan kepadanya, dengan senyum jahat yang terpampang di wajahnya.


"Bagaimana, apa kau sendiri mengerti akan arti dari penderitaan?" ucap Artar sembari melontarkan serangannya lagi.


"Aku bukan orang yang sama sepertimu, penderitaan adalah hal yang lumrah dialami oleh setiap manusia, namun setiap orang memiliki nasib yang berbeda-beda. kamu jangan menyamakan suatu penderitaan dengan orang lain supaya merasakan hal yang sama sepertimu!" ucap Syria menjawab perkataan Artar, sambil mengelak beberapa serangan darinya.


"Penderitaan adalah sebuah sarana untuk menjadikan seseorang menjadi diri yang lebih baik lagi dan mengenal akan arti kepedulian terhadap sesama, jika manusia tidak pernah merasakan penderitaan maka hal yang terus berulang ulang akan terjadi." ucap Artar sambil mengengam erat tangannya dan akan melakukan serangan tiba-tiba kepada Syria.


Ketika Syria menghindari tendangan dari Artar ia pun tidak menyadari bahwa dia akan melakukan serangan tiba-tiba kepadanya. Sehingga pada saat itu juga Syria langsung terkena serangan dari Artar.


Bag..


"Kau memang adalah ilmuwan yang gila, beraninya melawan perempuan, lawan aku sekarang!" ucap Nick dengan suara meninggi kepada Artar.


"Hahahaha, sesuai keinginanmu!" ucap Artar.


Karena tidak bisa beladiri Nick jadi sangat kesusahan melawan Artar. Alhasil dia ambruk dengan beberapa pukulan dari Artar.


"Mengecewakan, aku kira kamu hebat hanya omong kosong mu saja yang besar!" ucap Artar yang melihat Nick dengan tatapan tajam.


Rahang Nick menegun, ia pun berusaha untuk bangkit.


"Jujur saja aku memang tidak ahli dalam beladiri, akan tetapi jika kau memperlakukan wanita dengan sangat kejam maka aku tidak bisa hanya diam dan melihatnya saja!" ucap Nick yang masih berusaha untuk bangkit.


"Bagus kalau kau memahaminya." balasnya.


Setelah bangkit Nick pun kembali berusaha untuk melawan Artar. Namun dia hanya seperti mengulur waktu saja, dia sendiri di hajar habis-habisan oleh Artar.


Berulang kali Nick terjatuh lalu ia tetap berusaha untuk bangkit dan terus melawan Artar. Dengan sekuat tenaganya, tetapi bagaimana pun juga dia terlihat sudah hampir


kehilangan kesadarannya.


"Kenapa, kenapa kau tetap berusaha melawanku meskipun kau sendiri sudah mengetahuinya, bahwa kau akan kalah seperti ini?" tanya Artar di muak sekali dengan perjuangan Nick.


"Kau bilang penderitaan adalah sarana untuk menjadi diri lebih baik lagi, akan tetapi penderitaan yang sudah kamu alami berbeda dengan penderitaan orang lain, aku lebih memilih melawan daripada hanya diam saja dan kau adalah orang yang menempuh jalan yang salah!" ucap Nick dengan kesadaran dirinya yang hampir menghilang.


"Membosankan!, aku sudah bosan sekarang, kurasa ini saatnya untuk mengakhiri pertemuan di antara kita, ucapkan kata-kata terakhir mu aku akan mendengarkannya dengan baik?" ucap Artar sambil menunjukkan senyum gilanya.


Kesadaran Nick sudah akan menghilang sampai ia sendiri tidak bisa untuk menjawab perkataan Artar.


Syria melihat Nick yang di hajar habis-habisan oleh Artar. Syria mencoba untuk bangkit hanya saja pukulan dari Artar tadi masih meninggalkan rasa sakit di perutnya.


"Aku memang tidak berguna, padahal aku sudah berlatih sangat keras, akan tetapi masih tetap saja aku kalah dengan mudah. argh... aku tidak boleh mengeluh karena hal itu sekarang yang lebih penting adalah bagaimana cara untuk dapat memperbaiki semuanya dan menyelamatkan Nick, untuk sekarang aku akan mengulur waktu lagi supaya bala bantuan datang." ucap Syria dalam hati.


Hampir saja Syria akan mendekati Artar untuk menghambatnya memukul Nick. Namun Artar sudah lebih dulu memukulnya, sehingga Nick jatuh tergeletak.


Tak kala Syria mendekati Artar dan bertarung dengannya.


Swosh..


"Hehehe, menarik sekali tetapi aku lebih cepat darimu berkata cairan ciptaan ku ini!" ucap Artar sambil menghindari serangan dari Syria.


Pertarungan itu berlangsung 12 menit hingga pada akhirnya Syria kehabisan tenaga untuk melawan Artar.


"Hosh..hosh..hosh..dia sangat kuat sekali, sebenarnya sampai kapan efek dari cairan itu akan berakhir." ucap Syria dengan nafas yang terengah-engah.


Artar melihat Syria yang sudah kehabisan tenaga, lalu ia pun berlari dengan cepat menuju kearahnya.


"Sekarang saatnya hhahaa..." dengan cepat Artar menuju ke arah Syria.


Dalam hati Syria berkata.


"Apa cukup sampai disini saja perjalanan hidupku?"


Saat itu juga tiba-tiba robot Ilmuwan Ayah Artar bergerak dan menyerangnya, sampai serangan tadi pun di patahkan olehnya.

__ADS_1


Rahang Artar pun menegun melihat sosok robot Ayahnya yang menghalau serangannya kepada Syria tadi.


"Apa, kenapa ini bisa terjadi, bukannya Ayah seharusnya berada di pihaku?"sambil menatap kearah Ayahnya.


Namun robot Ayah Artar hanya terdiam, karena Artar menciptakannya masih belum sempurna.


"Aku tidak menyangka kalau aku akan selamat sekarang?" ucap Syria dalam hati dan membuat hatinya tenang kembali.


...****************...


Di satu sisi Evan bertemu dengan Pemimpin organisasi di hutan Dark forest.


Sebelumnya ia sudah mendengarkan pesan morse yang dikirim oleh Syria dan setelah itu Evan menghubungi Ken yang sudah menyelamatkan para tahanan lain supaya membantu Syria yang sekarang sedang dalam kesulitan. Ken menerima pesan dari Evan lalu ia menuju tempat Syria berada sampai ia pun bertemu dengan Evan di suatu lorong.


Evan memberinya beberapa mesin dan juga beberapa alat yang ia temukan, agar Ken bisa mengunakan mesin atau alat tersebut sebagai modalnya untuk membantu Syria di sana. Bermodal peta yang di berikan oleh Evan serta arahannya selagi menuju ke tempat Syria.


Tak butuh waktu lama bagi Ken untuk menuju ke tempat Syria berada. Sampai di sana ia pun menyelinap melewati laboratorium, dia juga ia mengambil beberapa alat yang ada di sana.


...****************...


Kembali kepada Evan yang sekarang berhadapan dengan Pemimpin organisasi yang terlihat mengenakan tudung di kepalanya.


Pemimpin organisasi itu berkata kepada Evan.


"Aku tidak menduganya sama sekali kalau kamu bisa sampai ke sini, padahal para penjaga yang di depan ruangan tadi adalah ahli master beladiri, hahaha sayang sekali jika kau harus mati disini sekarang!" ucapnya dengan suaranya yang agak serak dia berkata kepada Evan dengan tudung yang masih menutupi wajahnya.


"Apakah kau otak dari semua kegilaan ini?" tanya Evan kepadanya.


"Bukannya kau sendiri yang membuatnya menjadi kacau dalam arti dirimu lah yang merusak ketenangan ku ini!, biar aku beri tahu kepadamu untuk sekarang ini kau berhadapan dengan pemimpin organisasinya, karena kau akan mati jadi aku memberi tahukan kepadamu!" ucapnya dengan senyum menyeringainya di akhir perkataan.


"Dasar orang aneh yang sombong, aku tidak peduli bahwa kau orang macam apa yang pasti sekarang ini aku akan menghentikan kejahatan yang telah kau perbuat!" ucap Evan menatapnya tajam.


"Orang aneh ya, sebutan mu boleh juga!, aku mala semakin penasaran bagaimana kau dapat menghentikan kejahatanku ini!" ucapnya yang beranjak berdiri dari tempat duduknya.


Pemimpin organisasi itu lalu berdiri dan tersenyum kepada Evan dia juga tampak menyeramkan dengan jubah hitam tersebut yang dia kenakan. Seperti seorang malaikat penjabut nyawa yang sekarang ini tepat berada di hadapan Evan sekarang.


"Ruangan ini minim akan pencahayaan, apa dia selalu berada disini setiap saat untuk mengatur semuanya, jika benar dia adalah orang yang aneh. bisa kau pikirkan seorang pemimpin seharusnya berada di tempat yang mewah ataupun bagus, namun ini mala sebaliknya." ucap Evan dalam hati.


"Aku memberimu kesempatan, jika kau berniat untuk bergabung denganku maka aku akan mengampuni nyawamu jika tidak kau akan mati disini, pikirkanlah sekarang?, sebelum aku..."


Evan memotong perkataan Pemimpin organisasi dan berkata.


"Baiklah, cukup basa-basinya. aku sudah banyak mendengar ucapan seperti itu dari yang lain, kau tau aku akan tetap sama menjawabnya, sama seperti yang sebelumnya!" ucap Evan yang agak menyindirnya sebagai pemimpin organisasi.


"Itulah pilihanmu sekarang."


Pemimpin organisasi pun menyerang Evan lebih dulu.


"Dia yang memulai, oke kalau begi..."


"Dia sangat cepat, sampai aku sendiri tidak bisa melihat jejak dan menduganya!" ucap Evan dalam hati.


Evan menghindari serangan tersebut dan mundur beberapa langkah kebelakang.


Saat itu pun ia bertarung dengan Pemimpin organisasi, namun Evan yang lebih banyak menerima serangan, sementara pemimpin organisasi belum terkena serangan dari Evan.


Saat ini Evan terus menghindar dan mengelak serangan dari pemimpin organisasi. Pada saat itu juga pintu yang di masukinnya tadi tertutup dengan sendirinya.


"Pasti dia sengaja menutup pintunya." ucap Evan dalam hati.


Ruangan yang minim cahaya sudah membuat pandangan Evan agak kabur. Apa lagi sekarang menjadi lebih gelap, karena pintu masuk tertutup dengan sendirinya.


Dalam keadaan tersebut, di manfaatkan oleh Pemimpin organisasi untuk melancarkan serangannya, dengan jubah hitamnya dia jadi seperti menyatu dengan kegelapan.


Serangan datang secara tiba-tiba, akan tetapi Evan masih dapat menghindari segala serangan dari Pemimpin organisasi.


"Pengerakan dia sangat cepat dan bagaimana serangan dia bisa secepat itu dalam jarak sedekat tadi?, kayaknya aku harus memastikan serangannya terlebih dahulu," ucap Evan dalam hati.


Bag... bug..bag...bug..


"Ternyata benar dugaanku, tangan yang satunya mengunakan lengan mekanik, pada bagian kanan."ucap Evan dalam hati yang sudah mengetahui alasan kecepatan serangan yang di miliki oleh pemimpin organisasi.


Pergerakan Evan berubah, dan pada akhirnya Evan terkena serangan yang mengenai bagian punggungnya. Dengan tendangan yang sangat keras dan cepat Evan jadi menyimpulkan bahwa salah satu kaki Pemimpin organisasi juga mengunakan kaki mekanik.


Saat setelah Evan terkena tendangan darinya (pemimpin organisasi), ia langsung menyerang Evan lagi bersama dengan Evan yang terlihat olehnya titik buta, Evan juga dalam keadaan membungkuk dan sedang merasakan efek tendangan dari pemimpin organisasi tadi.


Dash....


Tendangannya di tangkap oleh Evan.


"Cih, sangat bodoh, rasakan ini!" ucap Pemimpin organisasi.


Pukulan serta tendangan, bertubi-tubi mengarah ke Evan. Evan sendiri menahan serangan tersebut dengan kedua tangannya.


Sampai beberapa saat terjadi masalah di kaki mekanik Pemimpin organisasi. Seperti terjadi sebuah kendala pada komponen tertentu yang ada di dalamnya.


Hingga ia pun berhenti untuk sesaat dan mengecek kaki mekaniknya.


Evan pun menyerangnya sehingga ia pun terpental akibat serangan dari Evan tersebut. Yang pasti Evan sudah melakukan sesuatu kepada Kaki dan tangan mekanik Pemimpin organisasi.


"Sial, dia pasti menaruh sesuatu sehingga kaki dan tangan mekanik ku sekarang tidak berfungsi."

__ADS_1


Evan berkata kepadanya.


"Hey!, bukanya kamu sendiri juga memainkan trik kotor, dengan menutup pintu supaya pencahayaan berkurang dan kau dapat leluasa menghajarku karena dalam kondisi gelap. bukankah begitu!" ucap Evan.


"Sebenarnya itu bukanlah trik, aku hanya merasa sangat malu untuk menampakkan wajahku yang sebenarnya." ucap Pemimpin organisasi dengan nada agak pelan.


"Tunggu, jika aku tebak kau pasti Patansaa bukan?" tanya Evan.


"Kau masih mengingatku ternyata?, 'huh aku sendiri bahkan sudah melupakan semuanya, nama hingga keluarga, semua sudah aku lupakan dan kau pasti ingin tau kenapa aku melakukan semua ini, baiklah aku akan ceritakan kepadamu kejadian pada tanggal 12 Maret 2009 lalu!" ucap pemimpin organisasi menceritakan kisahnya.


...****************...


Sebelum tanggal 12 Maret aku sendiri masih bekerja di sana dan sudah hampir 10 tahun bekerja di pabrik gas tersebut.


Suatu hari aku pulang setelah selesai mengantarkan gas kepada konsumen maupun membawanya ke tempat lain dengan mobil pribadi yang khusus untuk membawa gas. Di perjalanan pulang sayangnya aku menabrak mobil mewah yang berada tepat di jalan, yang pada saat itu kondisinya sangat sepi. Melihat mobil yang aku tabrak rusak parah aku pun turun untuk melihat.


Ternyata mobil tersebut rusak parah, singkat cerita aku harus membayar ganti rugi sebesar 2.3 Miliar karena kerusakan mobil tersebut. Jelas aku waktu itu shock. Mengapa aku harus menganti kerusakan mobil seharga selangit itu.


Dia menjawabnya dengan santai dan lugas bahwa mobil ini berharga 2 kali lipat dari kerusakan mobil tersebut, dia juga menunggu bukti pembayaran mobilnya itu.


Beberapa menit berlalu karena aku tetap tidak bisa untuk membayar ganti rugi. Dia pun berkata kepadaku "Jika kau tidak ingin membayar kerusakan mobil tersebut kau sendiri harus menuruti perintahku, dan masalah mengenai ganti rugi, kau tidak usah membayarnya sama sekali!" , setelahnya, aku pun berpikir dulu sebelum Membuat keputusan.


Hingga aku setuju dengannya, dia juga akan memperbaiki kerusakan-kerusakan di mobilku juga.


Sampai pada hari dimana dia akan memberi perintah kepadaku, dan perintah itu adalah supaya aku sendiri dapat meledakan pabrik gas.


Pada saat itu aku pun menolak perintah darinya akan tetapi, karena dia mengancam akan melakukan hal keji kepada keluargaku jadi aku pun mau tidak mau harus menurutinya.


Dan tepat pada tanggal 12 Maret 2009 aku pun berhasil meledakan pabrik gas yang sudah 10 tahun aku bekerja di sana. Semuanya teman-teman ku maupun semua kenangan yang ada di sana lenyap, walaupun bisa saja ada yang selamat. Di saat itu juga aku menyesal akan segala tindakanku itu.


Sebelum polisi datang aku pergi sejauh mungkin dari tempat kejadian, aku berencana pergi ke tempat markas yang di bilang oleh pemuda yang memerintahkan aku untuk meledakan pabrik gas.


Begitulah ceritanya, setelah itu dia menempati semua janjinya.


...****************...


Evan terdiam untuk sesaat, lalu ia bertanya banyak kepadanya hingga ketika Evan menanyakan siapa pemuda itu, Hal mengejutkan datang.


Dor...dor...dor... dor..


Patansaa di tembak oleh seseorang, bahkan orang tersebut menembakinya hingga beberapa kali.


Evan pun mengepalkan tangannya, dan berusaha untuk membuat Patansaa tetap tenang dalam kondisi tersebut. Dalam hatinya Evan merasa sangat bersalah.


"Mungkin cukup sampai disini perjalanan hidupmu, aku pasti akan menyampaikan pesan itu kepadanya." ucap Evan dengan berat hati.


Evan tetap tegar dalam kondisinya sekarang, dia sendiri tidak meluapkan emosinya setelah melihat penembakan yang menewaskan Patansaa.


Seseorang berkata kepada Evan.


"Menyerahlah kawan, kau sudah terkepung, ada


6 penembak jitu yang sudah standby dan akan menembakimu, jika kau melangkah sedikit pun!" tegas orang salah satu orang yang menyergap Evan dan Patansaa dalam kegelapan.


Sinar laser senjata api mengarah ke badan arah Evan.


"Sebenarnya apa maksud kalian membunuhnya?, apa karena alasan dia akan memberi tahukan sebuah rahasia?, atau kalian punya maksud yang lain?" ucap Evan bertanya-tanya dengan nada meninggi.


Salah seorang menjawabnya.


"Itu karena dia sudah sangat rentan, melihat dari kondisinya saja dia sudah tidak layak lagi untuk di jadikan seorang pemimpin, jika kau tahu, dia sendiri sekarang sudah sakit-sakitan, dan aku paling membenci orang yang suatu saat akan menganggu, seperti dirimu saat ini, jika aku tidak membereskanmu sekarang maka kau pasti akan memiliki kesempatan lain untuk mengacaukan rencanaku!" ucapnya dengan terus terang.


"Kamu sendiri tidak mengerti akan arti dari sebuah Pemimpin, dia adalah orang yang sangat berjasa yang dapat mempengaruhi hal yang dalam kepemimpinannya, aku menebak jika kau sendiri adalah orang yang selama ini mengatur semuanya dalam bayang-bayang dan kau juga adalah pemuda yang memerintahkan Patansaa untuk meledakan pabrik gas!" ucap Evan dengan deduksinya.


"Hahahaha, jika memang begitu memangnya kenapa hah, aku sendiri tidak menduganya bahwa kau akan mengetahuinya, dasar seorang pengacau..( teriak) tembak dia sekarang?" ucapnya dengan suara lantang serta memerintahkan penembak jitu untuk menembak Evan.


Evan tetap tenang dan menjawab.


"Justru kau adalah orang yang akan kalah!" ucap Evan dengan santainya.


Pada saat itu pun bala bantuan datang dan langsung menembaki penembak jitu tersebut dengan tembakan kejut. Supaya mereka tidak sempat untuk melepaskan pelatuk senjatanya.


6 penembak dan juga pemuda itu pun jatuh tersungkur karena terkena tembakan kejut tadi.


Bala bantuan itu berasal dari tim Sein dan juga anak buah Franlate yang sudah sampai di markas yang sekarang ini sedang memburu dan menangkap para penjaga diluar maupun di dalam.


Evan melihat pemuda yang dia duga adalah orang yang memerintahkan Patansaa untuk meledakan pabrik gas. Dan dia ternyata adalah Priyan.


"Maaf saja, takdir berkata lain, dan aku tidak menyadari bahwa kau adalah orang yang tadi aku hajar di Aula, hehehe selesai sudah sekarang, tinggal menunggu yang lain saja!"


Hyouga sudah menyelamatkan atau membebaskan para tahanan dari penjara maupun tempat khusus. Sekarang ini dia sedang menunggu Evan.


Ken juga sama dia sudah berhasil mengalahkan Artar dan mendapat program robotnya.


Karena Nick dan Syria terluka maupun Nick dengan luka yang parah, membuatnya langsung dibawah ke tempat pengobatan. Syria pun sama dia juga mendapat perawatan medis sekarang.


Beberapa jam berlalu.


Helicopter polisi pun datang bersama dengan helicopter lain.


Para penjaga yang terlibat pun di tangkap. Begitu juga dengan The Mask dan Mesy sementara K.L sempat untuk melarikan diri.

__ADS_1


Misi penyelamatan di hutan Dark forest pun telah selesai.


Beberapa korban jiwa pun ada seperti pemimpin organisasi yang tewas karena ditembak di bagian belakangnya. Priyan di tangkap karena dia menjadi orang kedua yang dekat dengan pemimpin organisasi.


__ADS_2