
Di ruang BK sebelumnya.
"Hey nak, aku tahu kamu sedang di ancam oleh seseorang untuk tidak mengatakan kebenaran akan penuduhan ini, tapi apa kamu mengerti jika Sekolah ini mengharuskan siswanya untuk berprilaku baik selama di Sekolah maupun di luar dan mengenai masalah ini bapak akan melindungimu, dari ancaman siswa yang sudah menjadikanmu korban bagaimana?, jadi bapak harap kamu dapat memberikan kepada bapak informasi mengenai murid tersebut."Ucap Pak Ayano guru BK.
Hajiko terlihat sangat cemas pada saat itu dia takut untuk memberi tahukan semuanya kepada Pak Ayano. Dia terlihat memainkan jari tangannya yang berkeringat, matanya melamun.
Sementara Hyouga dan Ken mereka di ada dalam kelasnya dan tidak bisa ikut membantu Evan. Guru mendesak para murid lain agar tidak terlibat pada kasus yang terjadi di kelas 12 A tadi kecuali yang berkepentingan, karena sudah di urus oleh guru BK.
Dalam hatinya Hyouga berkata.
"Semoga saja Evan dapat melalui ini semua dengan bijak, aku nyakin ada orang yang membencinya lalu melakukan ini semua kepadanya, maaf aku tidak bisa membantu untuk saat ini."
Hyouga saat itu sedang dalam pembelajaran mata pelajaran Inggris.
Bukti-bukti telah terkumpul dan sekarang Evan dan Sakamori menuju ke ruang BK, untuk menyerahkan bukti yang mereka temukan.
Di kelasnya Kelin khawatir jika saja anak buahnya melaporkan langsung kepada guru BK, dan akan menyeret dirinya. Selama jam pelajaran itu dia tidak tenang sampai-sampai guru menegurnya beberapa kali.
"Apa ini rencana anak baru itu, rencananya seakan kegagalan buatku pasalnya Hajiko sekarang ada di ruang BK, ah sial sekali aku mempercayakan rencana itu kepadanya."Ucap Kelin dalam hatinya sambil mengusap rambut di keningnya.
"Tunggu dulu aku sudah mengancam Hajiko bukan, Hehehe aku nyakin dia tidak akan mengatakannya."Ucap Kelin dalam hatinya.
Suasana di kelas 12 A agak berubah drastis semenjak kejadian tadi. Siswa seperti kehilangan semangatnya, hal itu karena Evan seorang murid teladan yang tak di sangka membawa minuman keras di tasnya. Meski ada yang beranggapan jika Evan di jebak, namun sebagian memilih untuk percaya akan kebenaran yang terlihat oleh mata.
Saat itu Tsuki melihat Rahel dengan raut cemas bercampur kesedihan saat dia mencatat materi yang ada di papan tulis.
"Tidak peduli berhasil atau tidak rencana tadi, selanjutnya adalah kau Rahel, aku ingin melihat tampang Evan setelah perempuan yang di sukainya sudah ternodai, ini akan menarik sekali."Ucap Tsuki dalam hatinya.
Tsuki seakan tertawa dengan puasnya di dalam hatinya.
Tangan teman Rahel yang di belakangnya terlihat menepuk pundak Rahel, untuk dapat berbicara kepadanya. Rahel pun menolehnya lalu temannya itu berbicara kepada Rahel perkataan merujuk pada dirinya yang saat ini menghawatirkan Evan.
Saat itu Tsuki juga melihatnya dan berkata.
"Tsk, dasar wanita!"Ucapnya yang dapat di dengar oleh murid di sekitarnya.
"Siapa yang kau panggil hah?"Ucap perempuan di sampingnya yang pada saat itu dia sedang ngerumpi bersama kawannya.
__ADS_1
...****************...
Hajiko tetap saja bungkam tidak mengatakan sesuatu lagi tentang orang yang melibatkannya dalam kasus penuduhan kepada Evan. Dia seperti sedang di ancam dengan ancaman yang sangat serius sehingga mulutnya berat untuk mengatakan tentang si pelaku.
Bagaimana pun juga pak Ayano ada batasnya, dia sudah sangat lama jadi guru BK tapi baru kali ini menghadapi murid yang sangat sulit untuk di tangani. Maka dari itu dia akan mengundang kedua orang tuanya kalau saja dia masih tutup mulut.
Tok...tok...
Krekk
Evan dan Sakamori pun masuk ke ruang BK, setelah Pak Ayano membukakan mereka pintu.
Evan menyerahkan temuannya itu kepada pak Ayano, Sakamori yang menyodorkannya.
Pak Ayano melihatnya, lalu berkata.
"Ini tali yang terpotong dan juga kancing biru, bagaimana bisa di jadikan bukti atau ada maksud lain dari tali ini?"Ucap pak Ayano.
"Sebenarnya banyak sekali bukti yang bisa kami dapatkan, tapi karena terbatas alat jadi ini yang bisa kami ambil, jadi seperti ini pak cara pelaku menaruh minuman keras di kedalam tas Evan, pertama mereka beraksi saat jam pelajaran olahraga, itu di kelas kami. Pelaku masuk ke dalam kelas melalui ventilasi.."
Pak Ayano memotongnya, lalu berkata.
"Karena warna penutupnya di buat menyerupai warna atap kelas jadi akan sulit untuk melihat penutup ventilasinya!"Ucap Evan.
"Iya, lebar dari ventilasi tersebut juga di sesuaikan supaya seseorang dapat memasukinya, bahkan jika itu bapak pasti memungkinkan!"Ucap Sakamori.
"Pasti perancangan memang di buat sedemikian rupa, tapi tidak di sangka mereka mengunakan jalur itu untuk dapat masuk ke kelas, lalu.."Ucap pak Ayano yang terlihat menikmati perbincangannya.
"Lalu bagaimana cara mereka turun dari atas ke kelas 12 A?, itu yang patut di pertanyakan. Mudah saja mereka membawa tali tebal yang di sudah lapisi oleh minyak tanah, lalu seseorang yang lain memegangnya saat kawannya turun!"
"Berarti di butuhkan dua orang supaya rencana memasuki kelas 12 A berhasil, dan ternyata salah satu dari mereka ada yang kuat sekali!"Ucap pak Ayano.
"Lalu kemana Eri dan Rio apa mereka masih mencari petunjuk lain?"Tanya pak Ayano.
"Tidak, mereka berdua sedang mencari kedua orang tersebut, yaitu dengan mencarinya di setiap kelas 12!"Ucap Evan.
"Sekarang aku faham, kalian pasti menyuruh mereka untuk mencari petunjuk dari bukit tadi bukan, jadi seperti ini kancing biru menandakan milik kelas 12 , karena warna kancing baju sedikit berbeda dengan kelas 10 dan 11, lalu untuk tali bapak mencium bau minyak tanah ketika memegangnya artinya mereka mencari siswa kelas 12 yang masih meninggalkan bau minyak tanah di bajunya!"Ucap pak Ayano dia sangat bersemangat.
__ADS_1
"Pak Ayano bersemangat sekali."Ucap Evan dalam hatinya.
"Tapi bisa saja mereka menganti pakaiannya saat melakukan aksi itu!"Ucap Evan.
"Benar juga, yaa tapi tidak salahnya mencobanya dulu!"Ucap pak Ayano.
Di waktu lain Eri meminta izin kepada guru untuk memeriksa siswa di kelas dengan mencium bau badannya, untuk membantu mencari si pelaku.
Guru-guru mengizinkannya.
Momen saat Eri berada di kelas lain.
"Hei, bukanya mereka dari kelas 12 A mau apa mereka kesini?"
"Entahlah, apa mungkin sedang mencari bukti disini!"
"Apa.. bukti?"
"Mungkin sebuah bukti mengenai si pelaku, apa kamu tidak mendengar kabar jika Evan membawa minuman keras ke dalam tasnya?"
"Aku tidak mendengarnya sama sekali, tapi kalau mereka mencari bukti disini itu berarti mereka berdua mencurigai kita dong!"
"Kelas kita mana mungkin melakukan hal itu, bukannya Evan tadi masuk ke ruang BK!"
"Walaupun begitu Evan adalah orang yang pintar mana mungkin melakukan hal itu, sampai membawa minuman keras di Sekolah, dia pasti memiliki cara penyelesaian kasusnya sendiri!"
"Tapi kalau aku sih lebih percaya dengan apa yang aku lihat!"
Ada juga momen, ketika Rio mencium bau badan salah satu murid.
"Ketua kelas 12 A ternyata Guy ya!"
"Apa kamu bilang?"
Terjadi keributan untuk sesaat, Rio pun hanya mengalah dan diam.
Dan ada juga.
__ADS_1
"Ternyata mereka berdua ingin mencium bau badan kita ya, kalau aku sih maunya sama Eri!
Tunggu kelanjutannya ya guys.