Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Melanjutkan Misi Penyelamatan di Hutan Dark Forest II


__ADS_3

Di samping itu, Syria bergerak cepat menuju ke markas musuh. Dengan keahlian yang di milikinya maka setiap pergerakannya tidak meninggalkan kecurigaan para penjaga.


Memasuki area ketiga, Syria mendapatkan pesan morse dari Ken, ia pun langsung mendengarkan dan memahaminya.


Setelah itu dia bergerak maju ke depan, terlihat penjaga yang membawa senjata di tangannya, Syria pun bergerak mengendap-endap lagi ke arah semak-semak dan dia melihat seseorang yang sedang berdiam diri di dekat pohon, rupanya orang tersebut adalah penjaga yang tertidur pulas, karena tempat dan situasinya sepi maka Syria menemukan ide untuk mendapatkan informasi dari tempat markas musuh yaitu dengan menyamar menjadi seorang penjaga.


Butuh beberapa menit untuk Syria melepaskan baju seorang penjaga tersebut. Setelahnya ia langsung mengikat dan memberikan penjaga itu obat tidur.


"Fyuh, akhirnya selesai, baju ini agak berat dan untuk riasan aku akan membuatnya seperti riasan asli seorang penjaga," ucap Syria sambil tersenyum.


Bagi Syria misi kali ini sama saja dengan misi yang dia lalui sebelumnya, dia berharap untuk dapat menyelesaikan misi kali ini dengan cepat.


Melanjutkan langkahnya ia bersikap selayaknya penjaga, Syria bersikap tenang menghadapi penjaga lain yang menyapanya karena sebelumnya dia sudah sangat lama menyamar menjadi laki-laki maka penyamaran ini akan sangat mudah, pikirnya.


...****************...


Di waktu lain Sein mendapatkan petunjuk baru mengenai informasi yang berhubungan dengan penjahat yang Evan dan kawannya selidiki. Rupanya ada bisnis penjualan yang berhubungan dengannya.


Sein mendapatkan informasi tersebut dari investigasi kemarin dan kali ini ia juga mendapatkan informasi baru yang memperkuat argumennya.


Di sebuah tempat pertemuan antar pembisnis.


Sein menyaksikan sebuah transaksi, ia menyamar menjadi pembisnis agar tidak di curigai.


Sebelumnya, salah satu pembisnis keluar dari helikopter yang di duga berasal dari markas yang bertempat di hutan Dark forest. Sejumlah informasi didapatkan oleh Sein yang selanjutnya akan ia tinjau kembali dan ia juga akan menyusunnya.


Selesai melihat transaksi, Sein pun pergi dari tempat tersebut, akan tetapi dari belakang seperti ada yang mengikuti, Sein juga merasakan ada yang tidak beres setelah ia pergi dari tempat transaksi.


Sein pun mempercepat langkahnya hingga menuju sudut sepi, dia pun menunggu orang yang mengikutinya.


Terjadi perbincangan di antara mereka.


"Apakah kalian ada masalah dengan ku?" tanya Sein.

__ADS_1


"Hahaha, baiklah aku suka orang yang berterus terang, jadi kami hanya akan mengintrogasi mu lalu setelah itu kami akan melepaskan mu, bagaimana?" jawabnya.


"Hey Jack, kamu terlalu terus terang mengatakannya, awas jangan sampai lengah!" ucap Vin nama temannya.


"Tenang saja, dia terlihat begitu culun, kamu bisa melihat dari penampilannya(mengecilkan suara), ehem baiklah kamu menerimanya atau tidak?" tegas Jack kepada Sein.


"Bagaimana jika aku menolaknya?" kata Sein kepada mereka dengan senyum tajam.


"Kurasa kita harus menghabisinya saja, waktu kita tidak banyak Jack!" ucap Vin yang memberi saran kepada Jack dengan tatapan mata yang memiliki arti kepada Sein.


"Baiklah bung kamu yang memaksanya," ucap Jack dia bersiap untuk menghajar Sein seraya mengengam kedua telapak tangannya erat-erat.


Jack menghampiri Sein untuk memukulnya dari depan, saat itu pula Sein terlihat menunggu serangan dari Jack yang menuju ke arahnya.


Sein pun tersenyum.


Jack melancarkan serangannya, hanya saja Sein menahan serangan itu dengan satu lengannya. Seketika semua yang melihatnya terkejut, tidak tanggung-tanggung Sein dengan cepat menyerang balik Jack sehingga terjadi pertarungan sengit diantara mereka.


Vin melihat Jack yang bertarung melawan Sein dia berkata dalam hatinya.


"Apa Jack bisa menghadapinya? ucap salah satu dari anggota tersebut.


"Dia pasti bisa dia kan ahli dalam bela diri di tambah dengan otot-ototnya yang kekar, mudah baginya untuk menang!" balasnya.


Beberapa dari mereka berbincang.


"Kita tidak memiliki waktu banyak, sebaiknya kalian bantu Jack, walaupun kemungkinan dia pasti menang akan lebih baik jika kita mempercepatnya!" perintah Vin kepada rekan yang lain.


"Oke kami akan membantunya," ucap salah satu diantara mereka.


Semua dari orang yang mengikuti Sein yang berjumlah 5 orang, kini mereka menyerang Sein secara bersamaan, kecuali Vin dia hanya melihatnya saja.


"Sial, akan sangat sulit melawan mereka dengan lawan yang kuat di dekatnya!" ucap Sein dalam hatinya.

__ADS_1


"Rasakan ini cecunguk!" ucap Hads sembari menyerang Sein.


"Aku kasian melihatmu kawan!" ucap LatPy saat menyerang Sein.


Dalam situasinya sekarang Sein berusaha mencari cara untuk dapat menghabisi maupun mengalahkan mereka berlima, ia pun berpikir keras dalam pikirannya sembari menahan dan mengelak serangan dari mereka serta mencoba untuk melawan balik serangannya.


...****************...


Evan mencari cara untuk memasuki bangunan tersebut dengan cara mencari tempat untuk bersembunyi, ia pun terus melakukannya.


Tiba saatnya Evan memasuki suatu ruangan terbuat dari kayu seperti halnya pondok, namun yang dia lihat sangat berbeda ruangannya dan agak besar. Dia melihat pula ada seseorang wanita yang sedang menyiram bunga berambut pirang dengan pakaian maid.


"Kurasa aku harus secepatnya menemukan ruang rahasia yang di katakan oleh Sheila, ngomong-ngomong gadis itu termasuk korban atau tidak ya?, jika dilihat dia sangat senang menyirami bunga-bunga itu, aargh hampir saja aku melamun, jika tidak salah ruangan rahasia itu ada di ruangan kayu itu!" ucap Evan dalam hati.


Evan berusaha menuju ke ruang kayu sambil waspada jika ada penjaga di sekitar sana.


Para penjaga yang bersenjata itu terlihat memegang senjata di tangannya. Menunggu waktu yang pas akhirnya Evan berhasil memasuki ruang kayu tersebut.


Banyak sekali perabotan maupun benda dan alat-alat yang ada di dalamnya.


Evan mencari petunjuk yang mengarah ke jalan rahasia itu, sampai ia masuk terlalu dalam ke ruangan kayu tersebut.


Evan mengingat perkataan yang Sheila ucapkan, ia pun berjongkok bersembunyi karena ada seseorang di sana, sambil mengingatnya Evan melihat kembali peta yang di buat oleh Sheila yaitu peta dalam bangunan setelah memasuki ruangan rahasia, yang ternyata mengarah langsung ke salah satu penjara bawah tanah.


Karena orang yang tadi pergi, Evan kembali bangkit dan melanjutkan mencari ruang rahasia tersebut.


Langkahnya terhenti ketika melihat buku yang terlihat menumpuk ada debu yang cukup tebal melapisi covernya sembari mendekat Evan memastikan dulu keadaan sekitar. Ia pun melihat buku tersebut dari dekat.


"Buku-buku ini terlihat sangat lama dan juga berdebu aku ingin sekali membacanya namun situasi dan kondisi berkata lain," ucap Evan.


Evan kembali melanjutkan, tak lama ia menemukan sudut ruangan ia pun berjongkok kembali, dan akhirnya menemukan suatu tombol yang dapat membuka ruangan bawah tanah hanya saja suara yang di timbulkan oleh gesekan penutup itu sangat berisik.


"Gawat!" Evan agak panik dengan suara yang di timbulkan oleh gesekan penutup ruangan.

__ADS_1


Orang tadi kembali dengan langkah kaki yang terdengar cepat menuju ke arah sumber suara.


"Cepat-cepat!!"Gumam Evan.


__ADS_2