
Di sebuah rumah kosong, tinggallah seorang pemuda paruh baya dengan seorang istrinya. Mereka sudah lama sekali menempati rumah kosong tersebut, sampai pada suatu hari ada seorang anak yang bermain di sekitar rumah kosong itu, bersama dengan kawannya.
Mereka penasaran sekali dengan rumah kosong yang dilihatnya, rasa penasaran yang amat tinggi membuat kedua bocah tersebut memberanikan dirinya untuk masuk kedalam rumah melalui jendela yang usang.
Dua hari setelahnya di kabarkan di surat kabar bahwa dua bocah di nyatakan menghilang. Polisi di kerahkan untuk mencari jejak anak yang hilang tersebut, namun tidak ada kabar setelah pencarian yang sangat lama.
Sebulan kemudian.
Lalu sepasang kekasih tersebut tidak pernah kesepian lagi, karena mereka sudah terhibur dengan kehadiran anak-anak lucu yang mengemaskan.
"Komik yang menarik sekali Hyouga, boleh aku pinjam?"Ucap Ken setelah membaca komik misteri milik Hyouga.
"jika kau mau meminjamkannya boleh juga, tapi tumben sekali kamu membaca komik akhir-akhir ini!"Ucap Hyouga dia duduk bersandar di kursinya.
"Entah, aku lagi senang saja baca komik!"Balas Ken.
...**************...
Mereka Evan, Ken, Hyouga, dan Sharashi sedang berdiskusi untuk membahas rancangan berita untuk kelangsungan klub mereka.
Jika salah satu klub ada yang tidak melakukan kegiatan maka terpaksa klub tersebut harus ditutup. Hal itu yang membuat Evan bersih keras untuk berdiskusi dengan kawannya klubnya untuk membuat sesuatu yang menarik.
Akhirnya Sharashi memiliki ide.
"Sharashi apa kamu benar-benar nyakin dengan semua ini, hmm kita akan menulis cerita lalu menjualnya di hasil klub besok?"Tanya Ken.
"Mmm, setidaknya ini hasil dari klub kita, selain itu hasil penjualannya bisa kita gunakan untuk keperluan lain di klub!"Ucap Sharashi sambil tersenyum ke arah Ken.
"Dia tersenyum, ini pertama kalinya buatku."Ucap Ken dalam hatinya.
"Ya, tapi karena kita akan menjualnya juga, maka cerita yang kita tulis harus cerita yang sangat menarik bukan?"Ucap Ken sambil memegang dagunya.
__ADS_1
"Kurang lebih seperti itu!"Ucap Hyouga.
"Apa yang di katakan oleh mu ada benarnya juga Ken, cerita yang menarik akan memperlihatkan daya tariknya tersendiri, maka cerita yang kita tulis harus dengan alur yang menarik!"Ucap Evan sambil melihat komik milik Hyouga di depanku.
"Kalau aku suka menulis tapi untuk membuat cerita aku harap kita semua dapat bekerjasama!"Ucap Sharashi.
"Benar itu!"Ucap Ken.
Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat masing-masing ceritanya sendiri semenarik mungkin sesuai dengan keinginan atau seleranya. Genre pun bebas apa saja boleh asal tidak menjiplak karya orang lain.
Di jam istirahat pertama itu, mereka menulisnya dengan santai. Tak kala sesekali dari mereka ada yang mencari inspirasi cerita di web.
Sekarang waktu jam istirahat tinggal 12 menit lagi, sisa tersebut mereka manfaatkan untuk beristirahat dengan makan bekal yang di bawahnya dari rumah.
Salah satu yang pertama selesai menulis sinopsis suatu cerita adalah Ken. Terlihat judul dari karya ceritanya yang berjudul "The future of technology" itulah judul karya tulis Ken.
Hyouga juga selesai dia membuat sinopsis cerita yang tidak terlalu panjang, simpel dan padat. Judul dari ceritanya yaitu " Ketika Cinta Sudah Memudar" dari genrenya Hyouga memilih genre NTR, Romantis, dan Dark. Entah kenapa dia menuliskan salah satu genre dengan genre Dark.
Selesai melakukan aktivitas di klub yang bertepatan dengan bel Sekolah Evan dan yang lainnya pun pergi meninggalkan ruangan klub.
...****************...
Sementara murid baru yang ada di kelas Evan sempat bertemu dengan Kelin di Kantin, dia sendiri menjelaskan rencana yang di buatnya untuk dapat menjatuhkan Evan.
Melalui serangkaian gambar taktik, kemungkinan besar rencana Tsuki akan di lakukan hari ini.
...****************...
Evan pun memasuki kelasnya, saat itu para murid sedang menunggu kedatangan Evan. Mereka berkumpul di dekat tempat duduk Evan.
Pasalnya di tas Evan di temukan minuman keras, penemu pertama mengaku mencium bau alkohol sehingga ia memberanikan diri untuk membukanya dan alangkah terkejutnya setelah membuka tas Evan tersebut.
__ADS_1
Kelas pun heboh yang pada saat itu kelas baru saja ramai setelah olahraga di lapangan tadi.
Saat ini Evan menghadapi permasalahannya itu, dia menjelaskan tentang minuman keras yang ada di dalam tasnya.
Di jam pelajaran ketiga itu murid-murid kelas lain turut heboh, karena mungkin ada salah satu orang yang menyebarkan informasi yang terjadi kelas Evan.
Tak lama kemudian, guru pun datang dan menyuruh Evan untuk menuju ke ruang BK segera.
Rahel maupun Sherly terlihat memandangi Evan dari jauh dengan penuh kekhawatiran.
Sementara Tsuki terlihat tersenyum menyeringai selepas Evan hendak menuju ke ruang BK. Namun wajahnya itu dilihat juga oleh Hyouga yang pada saat itu dia sedang ke kelas Evan karena suara kehebohan para murid kelas lain.
Di ruang BK Evan di tanya oleh 3 guru BK, diantaranya Pak Ayano yang menanyakan perihal Evan tersebut. Ada juga Bu Chi dan Pak
Nobu yang sedang berdiri di belakang tempat duduk Pak Ayano.
"Baiklah, aku akan menjelaskan kronologi yang aku asumsikan mengenai minuman keras yang di temukan di tasmu Evan!"Ucap Pak Ayano.
"Silahkan Pak, aku akan berusaha untuk memahaminya!"Ucap Evan sambil duduk di ruang sofa ruang BK.
"Pada jam 10:02 ada seorang siswa yang menemukan minuman keras di dalam tas mu, dia dari kelas 12 A bernama Sakamori. Lalu kronologi kejadiannya adalah pada jam 09:54 seorang sanksi mencium bau menyengat, bau itu seperti minuman beralkohol. Bersamaan dengan siswa yang menemukan minuman tersebut dia juga mencium bau yang sama di dekatnya bau itu merujuknya kesebuah tas didekatnya, tas itu ternyata adalah tas milik mu tak lama dia penasaran dan membuka tas yang tercium bau alkohol itu, lalu ia menemukan minuman kelas di dalamnya. Dan pelapor melaporkannya pada jam 09:57, aku melihat seseorang yang tergesa-gesa menuju ke ruang BK pada saat jam tersebut!"Ucap Pak Ayano.
"Pelapor melaporkannya pada jam 09:57, apa sesudah Sakamori membuka tasku,
."Ucap Evan dalam hati.
"Saya sudah paham kronologinya pak, tapi apa saya boleh membela diri?"Ucap Evan menatap Pak Ayano.
"Boleh, silahkan!"Balas pak Ayano seraya mengedepankan tangan kanannya.
"Saya sendiri tidak pernah membawa minuman keras sama sekali, itu pun di dalam tas, karena pada saat jam pertama tidak ada siswa yang mencium bau alkohol tersebut di dalam tas saya!"Ucap Evan.
__ADS_1
"Benar, jika memang Evan membawa minuman keras dari rumah pasti pada jam pelajaran pertama akan tercium bau alkohol tersebut oleh siswa di dekatnya tapi menurut laporan mereka baru menciumnya pada jam 09:54 , bukannya itu menjadi point penting!"Ucap Bu Chi.