
Hari itu Evan mencari petunjuk mengenai Bas yang tidak berangkat ke Sekolah, semenjak dua hari terakhir. Dari sekian tetangga yang dekat dengan rumah Bas, mereka sama sekali tidak melihat Bas yang biasanya pulang dari rumah. Bahkan tidak ada yang mengetahui dimanakah Bas selain berada dirumahnya.
Dengan informasi tersebut Evan menyimpulkan jika Bas menghilang, ketika ia pulang dari Sekolah. Kabarnya sama sekali tidak ada dan juga waktu itu Evan mencoba menghubungi nomor handphonenya, namun tidak tanggapan sama sekali. Evan berpikir jika satu hari yang lalu saat ia menelpon Bas, ia pikir jika Bas sedang sibuk-sibuknya. Selepas dari banyaknya panggilan Evan ke Bas yang tidak ada tanggapan maupun balasan sms Evan agak khawatir dengannya. Kabar jika Bas tidak berangkat ke Sekolah menjadi hal yang tak wajar bagi Evan dan kawannya, selama di ruang klub dua hari Bas tidak berangkat sehingga menjadi topik pembicaraan mereka mengenai hal tersebut.
Pada saat Bas pulang di derasnya hujan ia sempat mengatakan kepada Hyouga, kalau jangan lama-lama di Perpustakaan karena yang lain sedang menunggu.
Kata-kata tersebut adalah perkataan terakhir Bas pada dua hari terakhir ia pulang dari Sekolah.
Maka Evan kembali ke rumah Bas setelah berkeliling di area komplek. Tak disangka, ia menemukan sepucuk surat yang tertutup dedaunan kering di pohon yang tak jauh dari rumah Bas.
Evan mengambilnya dengan santainya, lalu ia membuka surat tersebut.
Surat tersebut berisi.
Jika kau, dalam penyebutan surat, berkenan ke suatu tempat dan tempat tersebut adalah tempat di mana Bas berada sekarang. Agak berbelit namun menjebak.
Evan memikirkan.
"Apa mungkin surat ini ada hubungannya dengan hilangnya Bas, ini pasti ada hubungannya!"Ucap Evan dengan tangan masih memegang surat tersebut.
Evan pun langsung menuju ke tempat tersebut. Dengan berpikir panjang sebelum dia mulai bertindak, sekarang dia berlari kencang menuju ke arah berlawanan dari arah aslinya.
Evan bisa mendeteksi atau mengetahui dari pengetahuan sainsnya, jika surat tadi di buat minim satu hari yang lalu dan itulah sebabnya, mengapa Evan berlari menuju ke tempat tersebut.
...****************...
Sampai di tempat yang telah Evan tujuh, ia pun mengontrol nafasnya karena rasa cape saat berlari tadi.
"Sepertinya hosh..hosh ini adalah tempatnya.. mereka menahan Bas!"Ucap Evan dengan nafas terengah-engah.
Lalu datanglah sekelompok orang dari penjuru arah, mereka semua mendekati Evan seperti halnya mengepungnya.
Evan memandang ke arah orang-orang yang memberi jalan, untuk salah seorang yang bisa jadi mereka anggap adalah sosok penting, layaknya bos.
Evan langsung berkata kepada orang dengan sambutan baik tadi.
__ADS_1
"Apa kau yang menulis surat ini?"Ucap Evan sambil menunjukkan surat tadi kepadanya.
"Tidak, surat ini di buat oleh orang lain, lalu untuk apa kau menanyakan hal ini?"Ucap Tsuki yang mengenakan pakaian ala ninja dan masker di wajahnya, ia bertanya balik.
"Supaya jelas, sekarang dimana Bas berada, jika kalian menyakiti temanku maka kalian semua akan menanggung sendiri akibatkan?"Ucap Evan mengertak.
"Sabar-sabar, Bas ada di tempat yang aman sekarang justru situasi ini tidak dapat memungkinkan kau bertemu dengannya, tapi kau jangan risau dia baik-baik saja, ya kan semua?"Ucap Tsuki mengajak yang lain membalas perkataannya.
"Iya dia baik-baik saja"
"Benar sekali"
"Tepat"
Evan mendekati Tsuki.
"Jawab dengan jujur, sebenarnya Bas ada disini bukan, dia hanya di sembunyikan saja oleh mu?"Ucap menyeringai.
"........"
Kerumunan orang di dekatnya sontak kaget dan tanpa berpikir panjang mereka menyerang Evan.
Raut wajah amarah menghiasi orang-orang yang mendekati Evan.
Tsuki pun mencoba beranjak bangkit sesaat sebelum anak buah Kelin di perintah. Bukannya kesal Tsuki mala tertegun, dia mengingat kembali saat sebelum Evan menghajarnya dan pada saat itu pula Tsuki lengah.
"Bagaimana dia bisa secepat itu, apa mungkin aku yang lengah tadi. sebagai seorang assassin aku seharusnya tidak lengah seperti tadi, kecuali dia melakukan serangan spontan!"Ucap Tsuki dalam hatinya.
Tsuki pun melihat anak buah Kelin menyerang Evan.
Terlihat Evan yang mencoba mencari celah aman dari serangan-serangan mereka. Mudah bagi Evan untuk menghindarinya, akan tetapi jika itu sebaliknya maka level pun bertambah.
Satu persatu dari mereka yang menyerang Evan jatuh, Evan hanya membuat mereka pingsan saja.
Tapi anehnya pada saat Evan memukul mereka terlintas sekejap dalam bayangannya, sebuah kamar yang mirip rumah sakit. Di sampingnya samar-samar ada orang di dekatnya, karena merasa terganggu Evan pun melupakan hal samar tadi.
__ADS_1
Salah satu tangan Evan menyentuh kepalanya sambil melawan mereka, para preman.
Evan berahli menutup mulutnya yang tak lama mereka para preman jatuh. Terlihat mereka hanya pingsan saja, secara tiba-tiba.
Tsuki memuji Evan atas apa yang di lakukan nya barusan, matanya menatap sinis Evan dengan senyum diwajahnya.
"hehh, ternyata kau adalah orang yang mengejutkan rupanya, entah trik apa yang kau pakai sehingga mereka jatuh ambruk semua, terbilang aneh namun aku tau trik mu, pertama saat kau di serang secara mendadak oleh mereka, aku melihat kau memasukkan satu lenganmu ke kantong, beberapa saat kemudian kau bergerak menyerang mereka seperti hendak menyebarkan sesuatu, dan itulah mengapa mereka semua ambruk, trik mu adalah ilmu pengetahuan sains?"Ucap Tsuki.
"Cukup basa-basimu sekarang dimana Bas berada?"Ucap Tsuki.
"Orang yang tidak sabaran, tapi aku suka cara berpikirmu, dan kau tahu orang sepertimu harus segera di musnahkan!"Ucap Tsuki seraya mengambil pedangnya dari belakang.
Tap..tap...tap..tap..
"Dia benar-benar ninja."Ucap Evan dalam hatinya.
tap...swosh...
Evan menghindari pedang yang mengarah ke lehernya.
"Dia benar-benar gila untung saja itu aku, jika orang lain pasti sudah terpenggal, kurasa aku harus menggunakan trik itu."Ucap Evan dalam hatinya.
Tsuki menyerang kembali dengan cepatnya.
Beberapa serangan pedangnya sama sekali tidak mengenai Evan sama halnya dia menyerang bayangan. Akibatnya Tsuki marah dan berusaha mengenai Evan dengan pedangnya.
"Dia memainkan-ku, ini tidak bisa di maafkan mana mungkin seorang assassin sepertiku tidak bisa mengenainya."Ucap Tsuki dalam hatinya.
Jleb...
Pedang Tsuki menancap di pohon yang sepertinya sudah di rencanakan oleh Evan, yang dengan begitu dia bisa memiliki kesempatan menyerangnya.
Evan melontarkan pukulan yang membuat Tsuki mau tidak mau harus melepaskan genggaman pedang di tangannya.
"Tsk anak ini, dia sudah merencanakannya dan menebak arah serangan ku, baiklah aku akan bertarung dengan tangan kosong."Ucap Tsuki dalam hatinya.
__ADS_1
"Meskipun dia cepat ada kekurangan dalam dirinya, salah satunya di sifatnya, untuk sekarang aku harus mengalahkannya dan memaksanya berbicara dimana Bas berada."Ucap Evan dalam hatinya.