Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Suatu Kesalahpahaman


__ADS_3

Di kelas 12 A terlihat beberapa siswa yang melakukan kegiatan di dalam kelas, entah itu main handphone, gobrol bareng teman, belajar, dan lain-lain. Di dalam kelas Rahel dan teman dekatnya sedang belajar bersama-sama tak kala ia di beritahukan oleh temannya yang mendapat kabar dari grup Ichat. Salah seorang dari grup tersebut mengirimkan foto dirinya bersama dengan Evan ketika di taman tadi, lantas ia pun memberikan handphone kepada Rahel.


Setelah melihat foto tersebut seketika raut wajah Rahel berubah senyum di wajahnya terlihat memudar, dia pun berbicara kepada temannya dan setelah itu ia pun pergi sendiri ke kamar kecil, melihat Rahel yang seperti itu temannya berbincang satu sama lain.


Shinta dengan ekspresi cemberut mengomel kepada Hian.


"Hhm, seharusnya kamu tidak memberitahukan kepada Rahel tentang grup kelas sebelah!"ucapnya.


"Aku, cuma ingin menyampaikan itu kepada Rahel, bukannya Evan adalah pacar Rahel ya?Ucap Hian.


"Mm, soal itu mereka belum jadian!"Ucap Shinta.


"Apa, jadi itu semua hanya gosip, lagi pun gosip atau tidaknya mereka seperti pasangan saja kok."Ucap Hian.


lagi pula kita ini temannya bukan, kita harus memberinya semangat bukannya bertengkar!"


"Sudah-sudah, ayo kita pergi menemuinya, kita ajak Rahel makan di Kantin, mungkin makan bersama di Kantin akan membuatnya kembali


membaik!"Ucap Angel.


Serentak mereka setuju dengan rencana Angel dan pergi menemui Rahel.


Ketika Rahel diperjalanan menuju ke kamar kecil dalam pikirannya ia memikirkan tentang foto barusan, hatinya gundah gulana melihat foto serta caption dalam foto tersebut yaitu dia sangat manis dan dia adalah tipeku hal itu yang membuat Rahel terus memikirkannya.


Di waktu lain Evan yang sudah menelpon temannya di Taman tadi janjian untuk bertemu bersama di Kantin. Seperti biasa Evan yang melewati berbagai kelas dan tempat mendapati Siswa dan siswi yang menyapanya tak kalah mengajaknya berfoto, Evan pun bertindak dan meminta maaf kepada mereka bahwa ia sedang terburu-buru, ia pun pergi meninggalkan mereka di tempat.


Melalui perjalanan yang panjang baginya, Akhirnya Evan pun sampai di Kantin, Ken yang melihatnya kecapean serta terlihat keringat di wajahnya bertanya kepada Evan.


"Kenapa kamu jadi begitu kecapean seperti itu Evan?, apa ada guru yang mengejarmu."Ucap yang kaget melihatnya.


"Kau ini Ken, dia sedang kecapean begitu mala bertanya, cepat sana pesan minuman?Ucap Hyouga.


"maaf-maaf, baik aku akan pesan minuman sebentar, kamu duduk dulu Evan?"Ucap Ken.


Evan pun duduk sambil membaikan dulu pernafasannya.


"Seharusnya tidak usah membeli minuman aku sudah membawanya sendiri, tunggu-tunggu kemana minumanku, ah pasti ketinggalan di Taman!"Ucap Evan yang sedang panik.

__ADS_1


"Ternyata Evan yang jenius adakalanya lupa ya, aku tau kau panik karena jika kau kembali ke Taman kau akan di serbu mereka-mereka kan?"Ucap Hyouga yang menyindirnya.


"Ya, manusia tidak luput dari kesalahan, soal tadi bisakah kamu mengambilkan minuman yang ketinggalan disana Hyouga, itu adalah adalah minumanku yang berharga!"Ucap Evan.


"Mmm, boleh saja tetapi apa yang aku dapatkan hehehe?"Ucap Hyouga dengan maksud tertentu.


"Minuman itu adalah ekperimen percobaan ku dan aku menghabiskan waktu banyak untuk membuatnya!"Ucap Evan sambil menerangkannya kepada Hyouga.


"Baik-baik aku akan membantumu mengambil minuman itu!"Ucap Hyouga.


Di akhir perbicangan mereka berdua dan ketika Hyouga hendak bergegas pergi ke Taman Cinta


datang menghampiri keduanya, sambil membawa minuman Evan yang tadi ketinggalan di Taman.


Cinta pun menyapa mereka dengan senyuman dan berkata.


"Hai Evan, Hyouga, kalian sedang membicarakan apa tadi?


"Hai juga Cinta, kita sedang membicarakan masalah Evan!"Ucap Hyouga.


"Ouh, masalah yang berhubungan dengan botol ya?Ucap Cinta sambil menatap keduanya.


"Tunggu, kamu tahu masalah kami dalam arti kamu pasti membawanya bukan?Ucap Hyouga.


Evan terdiam memikirkan sesuatu di dalam pikirannya.


"Iya aku membawanya kok, kebetulan aku kesini untuk mengembalikan minuman-minuman ini kepada Evan!"Ucap Cinta menatap kearah Evan.


"Terimakasih kasih ya Cinta, aku pasti menyusahkan mu?"Ucap Evan.


"Eh, enggak kok, aku mala senang bisa membantumu!"Ucap Cinta.


"Hehehe, bagaimana kalau aku mentraktirmu makan Cinta, ya kebetulan kami akan makan siang bersama, benarkan kan Hyouga?"Ucap Evan.


"Benar kebetulan sekali"Ucap Hyouga.


"Boleh-boleh, mumpung di kelas ngak ada guru!"Ucap Cinta yang terlihat semangat di wajahnya.

__ADS_1


Kemudian mereka memesan makanan dan makan bersama di Kantin.


Sebaliknya Rahel yang berpapasan dengan temannya, bergegas pergi ke Kantin bersama-sama.


Di perjalanan menuju ke Kantin teman Rahel berbicara dengannya mengenai suatu hal yang bisa membuat Rahel kembali tersenyum kembali.


Sesampainya di Kantin ia melihat Evan yang bersama dengan Cinta sedang hendak berfoto, Rahel yang melihatnya kembali menunjukkan ekspresi cemberutnya. Tak lama ia pun ingin pergi ke tempat lain supaya ia tidak melihatnya.


"Maaf teman-teman aku sedang tidak mood makan sekarang, aku mau pergi ke perpustakaan aja!"Ucap Rahel.


"Tunggu, bukanya kita sepakat untuk makan di sini Rahel?"Ucap Shinta.


"Maaf tapi aku tidak lapar, aku pergi dulu ya kalian makan aja disini!"Ucap Rahel.


Salah seorang temannya berbisik kepada yang lain.


"Hey Hian kamu ikut sama Rahel gih, dia pasti sedih sekarang, karena melihat hal itu lagi?"Ucap Shinta.


"Humph, tidak kamu bicarakan saja aku pasti akan ikut Rahel!"Ucap Hian.


"Maaf ya, aku sedang lapar sekarang nanti setelah selesai aku akan kesana bersama Angel!"Ucap Shinta.


"Ya udah aku pergi dulu, dah!"Ucap Hian.


Angel dan Shinta pun membalasnya.


Di meja tempat Evan makan Ken dengan Hyouga mengobrol sesuatu, sedangkan ia bersama Cinta membahas percobaan sains yang dilakukan Evan ketika di Laboratorium.


"Walaupun aku sudah tau tetapi aku belum pernah mencobanya pantas saja ketika kamu menjelaskannya aku jadi tidak memahaminya, menurutku percobaan mu ini sangat luar biasa Evan, kamu menghabiskan waktu 1 setengah jam penuh hanya untuk melakukan percobaan ini dan hasilnya sangat memuaskan!"Ucap Cinta yang terlihat menikmati perkataannya.


"Yah, waktu itu agak lama sih, tapi semua terbayarkan oleh berhasilnya percobaan ini,hm sekarang jam 10:32 waktunya jam istirahat hari ini benar-benar bebas ya, aku jadi ingin pergi ke Laboratorium lagi untuk belajar sesuatu di sana!"Ucap Evan.


"Iya, hari ini bebas karena guru sedang rapat pasti membicarakan pembangunan tempat lagi, kalau saja aku jurusan yang sama denganmu Evan pasti aku akan ikut kamu ke Lab, menurut mu aku boleh tidak kalau masuk ke lab?"Ucap Cinta.


"Kayaknya, boleh saja kamu ikut walaupun Laboratorium di khususkan untuk jurusan yang sesuai tetapi masih bisa di masuki oleh siswa yang bukan jurusannya kok!"Ucap Evan.


Tak lama di Kantin sangat ramai sehingga Evan dan yang lainnya berkumpul di ruangan klub.

__ADS_1


__ADS_2