
Liburan Sekolah berlangsung 3 Minggu lamanya. Kini Evan menghabiskan waktu liburan selain mempelajari Sains dan uji cobanya, Ia sekarang bersama dengan Ken, Hyouga, Rahel, Sherly, Bas, Airi. dan yang lainnya. Berlibur mengunjungi pantai bernama Beach resort, tempat tersebut bernama demikian karena Ayah Ken yang mengembangkan suatu bisnis disana.
Karena sudah janjian mereka semua memutuskan untuk berkumpul di sebuah halte bus.
Di sana Erik sudah menunggu bersama Airi, mereka berdua datang lebih awal.
Evan saat ini akan segera berangkat menuju ke sana, ia pun sedang mencari baju yang cocok untuk ia pakai di musim panas kali ini.
Dari informasi yang Evan dapat musim panas kali ini adalah musim panas yang disebut sebagai peralihan musim hujan. Pasalnya cuaca yang berubah-ubah, baik di siang hari maupun malamnya.
Saat ini jam menunjuk pukul 11:00 cuaca terlihat cerah dan bersih, tidak ada awan yang terlihat di langit.
Beberapa saat kemudian, Evan memutuskan untuk berangkat. Tak lupa ia membawa tabir surya sebagai pelindung dari paparan sinar matahari.
Sambil berjalan menuju tempat mobil yang terparkir di depan garasi, Evan lalu berpamitan dengan Lili yang sebenarnya dia ingin ikut tapi sayang sekali Lili memiliki janji dengan temannya.
"Kak, hati-hati ya. inget jangan lupa pesan Ayah!" Ujar Lili dengan mengingatkan Evan akan nasehat Ayahnya.
"Iya, aku akan mengingatnya. btw kamu beneran ngak mau ikut?" Ucap Evan, dia juga memastikan kepada Lili apakah ia akan ikut dengannya atau tidak.
"Udahlah Kak.. aku nggak bisa ikut, janji itu kan harus di tepati," ucap Lili dengan nada kecil, namun terlihat bersemangat.
"Kamu kelihatannya bersemangat, apa jangan-jangan kamu janjian sama cowo ya," gumam Evan asal celetuk.
Mendengar ucapan Evan Lili terlihat cemberut lalu seperti biasa, ia memukul Evan dengan tangannya yang mungil.
Buk.. buk..
"mmm,mmm,"
"Iya-iya aku salah, aku cuma penasaran saja. tidak berpikir lain kok!" ucap Evan sambil menahan serangan dari Lili.
"Makanya Kakak jangan salah faham dulu,huh," ucap Lili seraya melipat kedua tangannya ke dada dan membuang muka.
Dari jauh Sein melihat Evan yang sedang bertengkar dengan Lili, dia pun hanya bisa tertawa ria melihat Evan di pukul olehnya.
"Semuanya sudah siap tuan muda!" ujar Sein.
"Kakak masih memanggilnya tuan muda, kan kata Ayah panggil aja nama depannya," ucap Lili.
"Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa," jawab Sein.
Evan hanya tersipu malu saat Lili berkata demikian.
...****************...
__ADS_1
Di dalam mobil Evan dan Sein berbicara di sela perjalanannya.
"Sein kamu lebih baik panggil aku Evan saja, soalnya aku tidak enak waktu Lili berkata seperti itu tadi," ucap Evan agak teringat dengan ucapan Lili.
"Apa pun itu tak masalah, aku akan merubahnya,"
"Yaa, kamu memang pengertian Sein. btw bagaimana perkiraan cuaca untuk hari ini, rupanya cerah sekali," ucap Evan lalu melihat langit dari jendela mobilnya.
"Dari informasi yang aku dapat hari ini tujuh puluh persen tidak akan turun hujan!" ucap Sein sambil menyetir.
"tujuh puluh saja, berarti masih ada kemungkinan hujan akan turun kalau begitu. padahal cuaca sangat bersahabat,"
"Musim kali ini adalah peralihan musim hujan. jadi pantas saja cuaca ini bisa di sebut cuaca yang menipu," ucap Sein.
Artinya secerah apapun hari ini, entah langit biru tak ada awan. Tak bisa menjadi patokan jika hari ini hujan tidak turun, mala bisa jadi sebaliknya.
Seperti kata peribahasa Sedia Payung Sebelum Hujan salah satu peribahasa yang pas sekali untuk menggambarkan hari-hari peralihan musim ini.
"Kau tahu Sein, cuaca kadang menipu dan tidak cuma penipu saja yang jago dalam menipu," ucap Evan menambah bumbu candaan pada obrolannya.
"hahaha, memang benar begitu. jika aku gambarkan seperti ini ' saat pagi hari, cuaca sangat cerah dan muncul matahari yang menyengat, tapi bisa saja siang atau sore hari malah hujan mengguyur deras. dan, begitu pula sebaliknya," jelas Sein.
"Ya, apalagi arah angin bertiup sangat bervariasi, sehingga mengakibatkan kondisi cuaca bisa dengan tiba-tiba berubah dari panas ke hujan atas sebaliknya. namun, secara umum biasanya cuaca di pagi hari cerah, kemudian siang hari mulai tumbuh awan, dan hujan menjelang sore hari atau malam," imbuh Evan.
"Penjelasan ini sangat membantu jika saja hari ini benar-benar terbukti. kalau iya pasti akan merusak momen liburan mu Ev!" ujar Sein.
"Lalu yang kamu tanyakan tadi tentang prediksi cuaca hari ini?" tanya Sein.
"Hehe, maaf Sein. untuk itu aku sebenarnya sudah tahu dari awal!" jawab Evan.
Perjalanannya membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 15 menit, belum dengan perjalanan ke pantai.
Evan turun dari mobil dan berpisah dengan Sein.
Disana mereka keliatannya sangat senang(Ken, Erik, dan Airi.
Evan menjadi orang yang terakhir datang sebelum Hyouga.
Mereka semua berangkat dengan bus Pariwisata. budget pun lumayan terjangkau, apalagi mereka yang masih pelajar.
Evan duduk dengan Sherly.
Ken dengan Rahel.
Hyouga dengan Airi.
__ADS_1
Serta Erik dengan Rafael.
Ken berusaha mengobrol dengan Rahel yang terlihat agak cuek.
"Hel, kau terlihat berbeda dari sebelumnya, apa kau ini sedang cemburu ya?" tanya Ken.
"Mana ada.., aku nggak cemburu kok!" jawab Rahel yang terlihat salah tingkah seraya membuang muka.
Suara mereka tidak terlalu kedengaran karena bus yang dilengkapi alat musik di dalam.
"Serius, kau tidak lihat Evan sedang apa!" ucap Ken sambil memberitahu Rahel.
Rahel pun menoleh kebelakang.
Keliatannya Evan sedang menunjukkan sesuatu kepada Sherly lewat jendela. Itu mungkin karena pemandangan alam yang menghampar luas, Bus yang sengaja melewati jalur alam.
Rahel pun berbalik kembali dengan muka cemberutnya. Sehingga Ken berkata dalam hatinya.
"Rahel terlihat cemberut gitu ya, 'hah di bilang cemburu nggak ngaku giliran melihat Evan dengan Sherly begitu dia mala cemberut. Hedeh.... dasar betina," agak kesal.
"oh ya, Rahel kan agak Yandere sss," ucap Ken dalam hatinya.
Rahel pun melihat Ken, Ken terlihat seakan menertawainya.
Berbeda dengan Hyouga dia mala agak aktif mengobrol dengan Airi mengenai destinasi dan bermain teka-teki.
"Kamu pandai sekali Hyouga dalam menebak teka-teki sulit tadi," ujar Airi.
"Oh, aku hanya menghabiskan waktu membayangkan segala kemungkinan yang bisa aku lakukan kalau aku terjadi kesalahan!" ucap Hyouga.
Sementara Erik.
"Kenapa aku berpasangan dengan adik kelas sih, aku kan mau bersama dengan cewe. tapi tunggu dulu, dia kan yang nggak naik kelas," ucap Erik dalam hatinya.
Di samping kirinya mereka melihat hutan tropis, sedangkan kanannya adalah pemandangan bibir pantai. Namun bus masih belum sampai ke tempat tujuannya.
"Evan, katanya kamu sedang sibuk ya?" tanya Sherly yang lalu menatap kearah Evan.
"Kenapa Sherly bisa tahu ya, kalau aku sebenarnya sibuk. dan dia sangat dekat" ucap Evan dalam hatinya.
"Aku tidak terlalu sibuk kok, malahan sekarang butuh waktu untuk refreshing!" jawab Evan.
"Oh ya Evan, aku boleh tidak sesekali berkunjung kerumah mu, maksudku. hanya untuk belajar bersama, tidak lebih kok.." ucapnya yang agak salah tingkah.
"Ya boleh sih, tapi kita buat jadwalnya ya, nanti kalau luang aku usahakan deh. tapi ujian kan udah selesai kamu emang mau belajar mapel apa Sher?" ucap Evan lalu bertanya kepada Sherly.
__ADS_1
"Mmm, aku masih kurang di mapel matematika aku pun menyadarinya saat ujian Sekolah. aku tau aku memang terlambat untuk belajar,"
"Tidak ada kata terlambat Sher untuk kita yang ingin belajar!" ucap Evan berusaha menyemangati Sherly.