
Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana si pelaku menaruh minuman alkohol itu kedalam tas Evan, sedangkan saat itu kelas masih di kunci.
Padahal di waktu kelas di buka tidak ada seseorang yang dekat di tempat duduk Evan dan menaruh sesuatu ke dalam tasnya.
Dan jika itu Sakamori maka tidak mungkin, karena Eri melihatnya membuka tas Evan tanpa memegang sesuatu di tangannya.
Evan dan yang lain menuju ke klub menulis.
Sampai disana Evan menjelaskan lagi secara rinci kronologi kejadian tadi, dan yang lain pun memperhatikannya.
"Kita akan mencari si pelaku melalui deduksi dari kalian dari beberapa point penting yang sudah aku sebutkan!"Ucap Evan.
" Menurutku ini adalah pencarian pelaku yang sulit dengan cara ini, atau bisa dianggap kasus ruangan tertutup!"Ucap Sakamori.
Evan jadi kepikiran ventilasi yang ada di atas kelasnya.
"Ruangan tertutup, kalau tidak salah di kelas kita ada ventilasi bukan diatasnya?"Ucap Evan.
Eri kaget sembari memikirkan tentang ventilasi tersebut, yang ada di kelasnya.
"Ventilasi, hmm tunggu jangan-jangan kamu!"Ucap Sakamori dia terkejut.
"Ya, aku menduga ada orang yang masuk ke kelas kita dengan memanfaatkan ventilasi yang ada di kelas, hal itu mungkin saja karena ukuran vennya sangat pas untuk dapat di masuki oleh seorang siswa maupun orang dewasa!"Ucap Evan.
"Jika begitu maka orang tersebut masuk ke dalam kelas kita pada saat jam pelajaran olahraga!"Ucap Rio.
"Kurang lebih begitu, aku mengetahui jika ventilasi tersebut bisa di masuki oleh siswa karena luas dari penutup ventilasinya!"Ucap Evan.
Sakamori terdiam sambil memikirkan sesuatu di pikirannya.
"Kelas kita minim akan pencahayaan saat itu, jendela kelas tertutup gorden, ketika kelas akan di tutup. Di tambah lagi dengan CCTV yang sedang dalam perbaikan, sehingga aku berpikir bisa saja penuduhan ini sudah di rencanakan dari awal!"Ucap Eri.
"Semakin menarik saja kasus ini, aku jadi semakin tertarik untuk dapat menemukan siapa si pelaku itu!"Ucap Rio.
"Heh, ketua kelas tumben bersemangat sekali dalam kasus ini, bukannya ketua lebih baik pergi ke kelas saja, karena penyelidikan ini ketua melewatkan mata pelajaran matematika?"Ucap Sakamori.
"Tidak apa, aku belum merasakan sensasi seperti ini lagi sejak aku masuk SMA!"Ucap Rio dengan semangat.
"Dasar si kutu buku!"Gumam Sakamori.
"Apa kamu bilang."Ucap balik Rio.
__ADS_1
...****************...
Evan dan Eri sedang membahas lagi mengenai cara si pelaku masuk kedalam kelas. Sementara Rio dan Sakamori terlihat membahas sesuatu.
Saat itu Evan pergi ke tempat di mana dia mendapatkan denah Sekolah. Dia sendiri menemui seorang arsitek yang sedang merancang pembangunan kelas lain di belakang, rupanya arsitektur tersebut sama dengan arsitek yang merancang bangunan Sekolah untuk yang pertama kalinya.
Kedatangan Evan di sambut hangat oleh para pekerja disana, Evan pun melihat mereka yang sedang bekerja. Dan lagi Evan juga menyapa mereka dengan senyum ramahnya, para pekerja itu pun membalasnya lagi dengan senyuman ada juga yang melambaikan tangannya kepada Evan. Tak lama ia pun bertanya kepada Arsitek di sebelahnya.
"Pak mohon maaf menganggu waktunya, saya kesini mau melihat denah lama kelas, apa bapak masih punya?"Ucap Evan.
"Denah kelas lama, hmm kayaknya sih masih ada, tapi udah di ambil oleh Bu Muri katanya dia menaruhnya di Perpustakaan lama!"Ucap Arsitek.
"Ouh begitu pak, ya udah makasih atas infonya!"Ucap Evan.
"Eh iya-iya, maaf bapak lagi bekerja jadi ngak bisa lama-lama, ngomong-ngomong buat apa kamu mencari denah kelas?"Ucap Arsitek.
"Informasi bapak sangat membantu saya, untuk denah kelas saya sedang membutuhkan untuk keperluan lain!"Ucap Evan sambil pergi meninggalkan tempat pembangunan kelas itu.
"Apa dia sangat tertarik dengan pekerjaan seorang Arsitek, hmm mungkin saja!"Ucap Arsitek.
"Pak, tahap ini sudah selesai!"Ucap pekerja yang selesai mengerjakan tahap pengecetan.
...****************...
Sampai disana ia pun mencari di tempat album kontruksi, banyak sekali debu di perpustakaan karena jarang di bersihkan, tempatnya yang jauh menjadikan perpustakaan ini sebagai gudang barang-barang lama. Tak lama mencari, Evan langsung menemukannya, lalu setelah mendapatkan denah yang dicari ia pun bergegas pergi meninggalkan ruangan perpustakaan lama tersebut.
Di ruang klub menulis.
"Aku sudah mendapatkan denahnya!"Ucap Evan.
"Cepat sekali kamu mendapatkannya Evan padahal denah kelas ini sudah sangat lama sekali, tapi tetap saja masih terjaga!"Ucap Sakamori.
"Iya, disana juga terdapat semacam pelindung untuk melindungi beberapa berkas dan dokumen lainnya!"Ucap Evan.
"Untung saja aku bertemu arsitektur lama di pembangunan kelas belakang, jadi aku bertanya soal denah kelas, lalu dia mengatakan letak denah tersebut!"Ucap Evan.
"Berarti kamu pergi ke tempat lain setelah berjumpa dengan si arsitek?"Ucap Eri.
"Iya, aku pergi ke perpustakaan lama dan menemukan denah ini di album kontruksi!"Ucap Evan.
"Pantas saja kamu cepat sekali kembali, ternyata kamu pintar dalam mengambil keputusan ya Evan?"Ucap Rio.
__ADS_1
"Tidak terlalu kok ketua!"Ucap Evan
"Sebaiknya kita bahas lagi kasus penuduhan ini segera?"Ucap Eri.
"Itu ada benarnya juga, lebih cepat lebih baik dan bukannya kamu ingin mengetahui siapa pelaku ini!"Ucap Sakamori.
"Baik-baik, apa yang di katakan kalian sangat benar!"Ucap Rio.
Mereka melamun dan berpikir.
"Oh, ya tadi aku melihat ada secuil tali kecil di lantai dan samar-samar tercium bau minyak tanah di sekitarnya!"Ucap Rio
"Mungkin si pelaku mengunakan minyak tanah supaya tidak licin saat turun dari ven, bekasnya pasti tertinggal pada saat dia menaikinya!"Ucap Eri.
"Benar juga, tapi kita harus mengambil bukti itu dari kelas sebelum menghilang?",Ucap Sakamori.
"Kukuku, tidak kita akan mencari bukti baru di tempat yang mereka lalui!"Ucap Evan.
Rio tersenyum ketika melihat Evan dengan rasa ambisinya.
"Dia tidak terduga sama sekali."Ucap Eri di dalam hatinya.
Pada pukul 10:36 Evan dan Sakamori menuju tempat masuk ventilasi yang ada di lantai atas ruangan dekat klub Mading. Mereka melewati gudang barang, lalu setelah itu ada sebuah tempat sama seperti gudang namun beda fungsi.
Dan pada saat melewati beberapa kelas Evan memakai tudung untuk menutupi wajahnya, untuk alasan tertentu.
Di ruang yang cukup besar itu Evan mencari Ventilasi yang ada di ruangan tersebut. Ternyata letaknya sangat tersembunyi untung saja berkat bantuan letak dari denah kelas, Evan dan Sakamori tidak terlalu membuang waktu yang sangat lama untuk mencarinya.
Sakamori membuka ventilasi tersebut lalu memasukinya sambil membawa denah kelas. Evan pun ikut masuk kedalam setelah Sakamori agak jauh.
Dengan posisi merunduk rendah mereka berdua pun melangkah maju kedepan, menuju kelas 12 A. Berharap dapat menemukan petunjuk dari kasus penuduhan ini.
Suasana di dalam ventilasi agak dingin dan juga kering, walaupun begitu udaranya sangat sejuk.
Melewati beberapa kelas Sakamori sempat deg degan khawatir jika yang di bawah dapat mendengarnya yang sedang di atas mereka. Evan menenangkannya, lalu langkah Sakamori kembali berlanjut.
Dan benar saja tercium bau rokok dan minyak wangi di ventilasi kelas 12 A, Sakamori juga mencium bau minyak tanah lalu ada juga tali yang terpotong.
Dugaan Evan pun benar pelaku menaruh minuman alkohol ke dalam tas Evan dengan cara masuk lewat ventilasi. Kuat dugaan dengan di temukannya bukti-bukti di sekitar atas ventilasi 12 A.
Pukul 10:50 mereka berdua kembali ke ruang klub menulis.
__ADS_1
Entah kenapa Sakamori jadi menunjukkan ekspresi senang di wajahnya, setelah menemukan barang bukti si pelaku.