
Suatu ketika seorang guru mendekati Evan untuk membicarakan sesuatu kepadanya. Guru itu seperti ingin mengatakan kepada Evan tentang hal penting yang ingin dia bicarakan dengannya secara pribadi, seketika guru tersebut pun menyuruh Evan untuk datang ke ruangannya.
Di ruang pribadi Bu Hia Evan duduk dengan tenang.
"Jadi perihal apa yang membawa saya harus kemari, sepertinya Ibu ingin membicarakan sesuatu dengan saya?"Ucap Evan.
" Iya, Ibu langsung ke intinya saja, jadi gini. Sebagai wali kelas 12B ibu sangat khawatir mengenai salah satu murid ibu yang sering tidak masuk Sekolah, dia sudah beberapa hari izin kepada Ibu karena ada urusan penting, katanya. Ibu cuma ingin tau bagaimana keadaannya sekarang!"
Dengan wajah datar Evan menanggapi cerita Bu Hia.
"Kenapa Bu Hia tidak ke rumahnya saja, kan jadi mudah untuk mengetahui kondisi atau kabar dari muridnya itu"Ucap Evan dalam hatinya.
Evan berkata setelah terdiam mendengar cerita Bu Hia.
" Apa Ibu sudah pergi berkunjung ke rumahnya?"
"Udah, Ibu sudah pernah berkunjung kerumahnya tapi rumahnya sangat sepi dan tidak ada orang tua maupun pembantu ketika Ibu kesana!" Ibu Menjawabnya dengan mata sayu.
"Beberapa kali Ibu pergi mengunjunginya?"
"Tiga kali, tapi tetap saja!" sekarang Bu Hia terlihat agak jengkel mengingat hal kemarin.
"Hmm, pasti ada alasan tertentu yang membuat murid itu tidak masuk ke Sekolah (dalam hati)." Ucap Evan.
"Teman sekelasnya juga sudah mengunjunginya, tapi tidak ada respon ketika mereka sampai di rumahnya. bukan hanya satu kali saja tapi beberapa kali mereka mengunjunginya, tapi tetap saja. begitu katanya!"Ucap Bu Hia.
"Katanya.., apa mungkin.." Ucap Evan dalam hatinya.
Akhirnya Evan bersedia membantu Bu Hia untuk pergi mengunjungi rumah murid yang bermasalah tersebut.
Sepulang Sekolah.
Evan bersama Bu Hia pergi berkunjung atau menjenguk murid yang sudah beberapa hari tidak masuk ke Sekolah.
Di kelas waktu itu.
"Kau tau tidak Ev, katanya ada murid perempuan yang suka pergi ke hotel!" Ucap Ken menatap Erik, Bas, Hyouga.
Saat itu Evan diam dan mendengarkan cerita Ken.
"Dia bukannya dari kelas 12 B ya!" Ucap Erik.
"Dari mana kau tau itu?" Tanya Hyouga.
__ADS_1
"Aku mendengar kabar dari kelas 12 B katanya, ada seorang murid perempuan yang sering tidak masuk Sekolah. dan dia di rumorkan adalah seorang pelacur!" Jawab Erik.
Lalu Evan penasaran juga bagaimana Ken mendapat informasi yang dia katakan tadi.
"Lalu, informasi yang kamu dapatkan tadi dari mana Ken?"Ucap Evan.
"Itu.. aku mengetahuinya dari sosial media. seperti ada orang yang tahu jika murid tersebut pergi ke hotel, lalu mempotonya dan juga mempublikasikan-nya!"Ucap Ken.
"Pertama, dari informasi Ken tadi dia atau murid yang di rumorkan suka pergi ke hotel. bagian itu yang membuatku semakin penasaran. kedua tentang orang yang menceritakan kejadian yang bisa jadi dia melihatnya dengan sengaja atau bisa sebaliknya." Ucap Evan dalam hatinya.
...****************...
Sampai di rumah murid itu, Evan dan Bu Hia menuju ke depan pintu gerbang rumah dari murid tersebut. Hari ini entah mengapa gerbang luar masuknya di tutup.
Tok..tok...
"Permisi....permisi..apa ada orang?"
"Rumahnya ternyata lumayan jauh dari Sekolah." Ucap Evan dalam hatinya.
Lalu terdengar suara langkah kaki seseorang yang mendekati pintu gerbang. Dari dalam orang tersebut mengatakan kepada Bu Hia jika apa yang dia cari tidak ada disini, Bu Hia seperti tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh orang yang ada di dalam. Maka dengan itu Bu Hia menjelaskan kepada orang yang di tersebut akan kedatangannya yang secara langsung ingin bertemu dengan Airin.
Tapi tetap saja orang tersebut pada akhirnya tidak mengizinkan Bu Hia untuk memasuki gerbang sama sekali, meskipun Bu Hia sudah menjelaskan tentang dirinya kepada secara jelas.
Tapi Evan sempat mengatakan kepada orang tersebut, kedatangannya kemari bermaksud baik untuk menyampaikan sesuatu kepada keluarga murid tentang salah satu muridnya yang hari-hari ini jarang berangkat Sekolah. Lalu tidak ada jawaban setelahnya.
"Aku juga tidak menyangka, bahkan orang tadi( dalam tebakan Evan dia adalah seorang satpam) juga enggan untuk berbicara kepada Bu Hia. satu hal yang aku tangkap, pasti ada masalah yang telah terjadi."Ucap Evan dalam hatinya.
Di dekat mobil, Bu Hia marah sejadinya. karena hal tadi ia berusaha untuk masuk ke dalam, namun tidak diizinkan dan mendapati perlakuan tidak menyenangkan oleh orang dalam itu.
Padahal Bu Hia sudah menjelaskan tentang dirinya, kalau dia adalah wali kelas Airin yang datang untuk menjenguknya.
Senjata truf itu pun sama sekali tidak berguna.
Dengan lapang dada Bu Hia pun pulang dan mengantarkan Evan terlebih dahulu.
...****************...
Jam 19:07
Di ruang buku Evan mencatat informasi yang dia dapat tentang murid yang bermasalah tersebut, Sudah di konfirmasikan jika murid itu bernama Airin kelas 12 B dan Evan mengenalnya dari kecil kalau Airin adalah orang yang baik.
Rangkaian informasi ia susun membentuk sebuah rangkaian baru yang merujuk pada sebab dan akibat.
__ADS_1
Evan mencatat setiap point penting dan membedah informasi-informasi yang dia dapatkan beberapa kali, sehingga sampainya pada sebuah kesimpulan pahit tentang Airin.
Pagi jam 06:14
Di keesokan harinya, Evan berangkat ke Sekolah seperti biasa. Tapi ada raut wajah darinya yang membuat Lili memandangi Kakaknya terus, dan itu adalah ekspresi serius Evan.
Di Sekolah.
Ketika Melewati kelas 12 B Evan melihat sekumpulan murid yang datang pagi, berkumpul memandangi meja seorang murid.
Evan lalu masuk dan mencoba melihatnya.
Ekspresi Evan seketika berubah dan kaget dengan apa yang barusan ia liat. Bangku tersebut yang dia kenal sebagai tempat duduk temannya Airin, sekarang terlihat di corat-coret dengan kata-kata kasar dan gambar tak senonoh. Evan yang melihatnya terlihat mengengam tangan kanannya erat-erat.
Siang itu di Sekolah. Pada jam 11:40
Ken mencoba mengobrol dengan gadis-gadis di kelas 12 B , padahal sebelumnya Ken jarang masuk atau pun mengobrol dengan murid dari kelas B.
Obrolannya mengarah ke seorang murid yang hari ini masih tidak berangkat Sekolah, dia adalah Airin murid perempuan yang cantik dengan rambut panjang menjuntai berwarna putih.
Awalnya Ken seperti di abaikan oleh gadis 12 B, tapi lama kelamaan obrolannya membuat mereka jadi akrab dengannya.
Sedangkan Evan terlihat berjalan menuju tempat tongkrongan.
...****************...
Di klub menulis di jam istirahat kedua Bas, Sharashi, dan juga Rahel, mereka sekarang bersama-sama belajar kelompok untuk ujian yang akan datang.
Tempat klub mereka manfaatkan untuk tempat belajar kelompok, sebelum ujian di dilaksanakan.
Dan mengenai permasalahan yang dialami oleh seorang murid kepala Sekolah baru bertindak dengan mencari nomor telepon rumah murid tersebut dari data pribadinya. Karena kepala Sekolah sedang senggang maka ia pun melakukan hal yang seharusnya guru BK lakukan.
Akhirnya setelah sekian beberapa kali pak kepala menelpon tak ada jawaban. Beberapa saat kemudian....
Evan mendapatkan informasi yang lumayan menarik dari teman-temannya tentang Airin.
"Ternyata mereka penyebab dari segala permasalahan yang terjadi kepada Airi" Ucap Evan.
Evan berjalan menuju ke ruang BK.
"Saat kamu tidak menemukan solusi untuk masalahmu,
mungkin bukan masalah yang harus di pecahkan, tapi kenyataan yang harus di terima." Ucap Evan dalam hatinya.
__ADS_1
Di jam istirahat kedua yang begitu tenang bagi kelompok atau kelima perempuan yang bernama, Huahuo, Anggit, Serez, Harumu, khey, dan juga yang bisa di sebut sebagai ketua dari kelompok mereka Yuki. Mereka di kejutkan dengan panggilan dari guru BK melalui seorang utusan dari kelas lain dan mereka sendiri dari kelas 12 B.