Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Kebenaran


__ADS_3

Setelah mengetahui penyebab Airin yang jarang masuk Sekolah, Evan berpikir untuk bertemu dengannya secara langsung bersama orang yang menjadi akar dari masalah tersebut. Lalu menuntunnya kepada kesaksian Airin, namun Evan lakukan nanti secara perlahan.


Pemanggilan kelima murid tersebut membuat mereka sendiri kaget, bahkan Huahuo sebagai cewe gal yang suka menguntit kaget mendengar ucapan dari utusan BK yang datang menyampaikan pesan.


Kelimanya pun bergegas pergi menuju BK. Tempat mereka akan di tanyakan sebuah pertanyaan yang secara tak langsung oleh Evan yang mengatakannya.


Beberapa menit.


Guru BK dan Evan menunggu kedatangan mereka di sana. Sebelumnya kepala Sekolah akan menindaklanjuti permasalahan muridnya, namun sayangnya tugas orang sepertinya yang membuatnya berpaling.


Tiba di ruang BK mereka kaget melihat Evan yang ada disana, Evan seolah seperti menyambut kedatangan mereka.


Awal pembicaraan.


Guru BK lain yang bersama Evan rupanya yang memulai sesi pembicaraan. Hingga beberapa menit guru BK tersebut memberikan informasi khusus kepada kelima murid perempuan yang di panggil.


Huahuo menolak tuduhan dari guru BK yang dia lontarkan tadi. Alasannya karena tidak ada bukti lebih lanjut.


Dalam hal tersebut Evan hanya diam dan membiarkan perdebatan itu terjadi. Tapi untung saja Harumu dengan sifat polosnya berusaha melerai pembicaraan yang agak meninggi dari Huahuo.


Beberapa saat Yuki akhirnya mengatakan sesuatu.


"Maaf Bu, bukannya kami disini untuk membuktikan apakah tuduhan itu benar, tapi kenapa kami di sini seakan di sudutkan seolah-olah kami pelakunya. bukannya kami juga berhak untuk membelah!"Ucap Yuki.


Saat itu Evan pun berganti dari posisi duduk yang sebelumnya dan kemudian ia berbicara.


"Bukannya ada salah satu dari kalian yang mengaku tadi!"Ucap Evan.


Yang lain agak terkejut mendengar perkataan Evan barusan, namun Yuki hanya diam dan menunggunya.


"Kalau begitu, bisakah kamu jelaskan perihal yang kamu ucapkan tadi?"Ucap Khey seorang gadis pengamat yang berkacamata.


"Benar juga, baiklah. pada saat yang lalu ketika Bu Sisi berkata " apakah kalian tahu siapa yang mengambil Poto Airin di sebuah Hotel(di depan hotel)" lalu dari kalian ada yang menjawab "aku tidak melakukannya" .


bukannya perkataan tadi bukan untukmu Huahuo?"Ucap Evan melihat kearahnya.


Khey dan juga Serez berusaha membantu Huahuo menanggapi apa yang Evan katakan tadi.


"Itu memang bukan untuknya, tapi apa kamu mengira jika perkataan tadi adalah perkataan yang sesungguhnya, bisa saja perkataan Huahuo tidak merujuk seperti yang kau pikirkan!"Ucap Khey dengan seriusnya.


Dalam hati Evan seakan memahami sesuatu, sepertinya Evan tersenyum.


"Aku tahu bisa saja Huahuo hanya gugup dan berkata seperti itu, lalu aku menganggapnya aneh. tapi bukan itu yang aku curigai, melainkan perkataannya tadi yang terselip sebuah kenyataan di baliknya. baiklah aku memiliki bukti bahwa orang yang mempoto Airin dari jauh adalah orang yang sama yang memposting foto tersebut ke media sosial, lalu aku mencari bukti lebih lanjut dan menemukan siapa orang tersebut!"Ucap Evan.


Mereka berlima terlihat datar menangapi Evan, namun ada kondisi dimana Huahuo merasa berbeda dari mereka.


"Orang itu adalah Anggit!"

__ADS_1


Seketika mata dari kelima perempuan itu menunjukkan sedikit reaksi.


Setelah berkata seperti itu, guru BK bertanya kepada Anggit apa yang dikatakan Evan adalah kebenaran. Dan jika memang benar Anggit yang mempoto Airin waktu itu, maka dia adalah salah satu tersangka.


Beberapa menit berlalu, Evan tetap memaksa menuduh Anggit adalah orang yang mempoto Airin dari jauh dan menyebarnya ke media sosial. Dan bukan hanya itu Evan juga mengertak keadaannya, jika akan ada konsekuensi jika ia terbukti bersalah.


Ada ucapan yang membuat Anggit terkena jebakan Evan, sehingga ia berkata "Huahuo yang melakukannya, dia yang mempoto Airin pada saat itu!"


Dengan ini Evan berhasil membuat salah satu dari mereka mengungkapkan bukti yang mengarah kepada mereka dengan pengakuannya sendiri. Namun masih belum tuntas.


Pada saat itu Huahuo merasa sangat bersalah dan terpuruk, karena dialah yang selama ini menguntit Airin dari belakang.


Sekali lagi ia mengingat perihal yang di katakan Evan tentang konsekuensi yang membuat dadanya agak sesak.


Dari keempatnya tidak ada yang membela Huahuo sama sekali, sampai pada akhirnya dia berkata terus terang.


...****************...


Jadi akar di balik Airin bermasalah ada pada kelima perempuan tersebut dan berhubungan erat.


Secara tak sadar Evan merencanakan semuanya dengan rapi untuk menjalankan rencananya.


Alhasil Evan mendengarnya langsung dari salah satu orangnya.


Guru BK pun melakukan tindakan tegas dan akan memanggil kedua orang tua dari kelima murid tersebut.


Tapi saat itu Yuki membantah jika ia akan mengaku bersalah jika ada bukti lain, yang kuat merujuk kepadanya.


"Bagaimana jika korban yang sesungguhnya mala berkata tentang kebenaran yang sesungguhnya, atau bagaimana jika dari kalian ada yang berkhianat sebelumnya!"Ucap Evan dengan senyum diwajahnya.


Terlihat Yuki yang geram dibuatnya.


Lalu Harumu menangis dan meminta maaf untuk hal yang dilakukannya.


Sepertinya Yuki adalah orang yang membuat Airin bermasalah melalui mereka berempat, dan menjadikan temannya sebagai alat.


Yuki sebenarnya memiliki dendam kepada keluarga Airin. kisahnya pada suatu malam dimana dia sedang menunggu Ayahnya pulang dari Kantor. Lalu beberapa jam berlalu Ayahnya tak kunjung datang sehingga ia khawatir kepada Ayahnya.


Ayah Yuki bekerja di Perusahaan Ayah Airin sebagai penasehat khusus keuangan disana.


Hingga akhirnya Yuki mengetahui jika Ayahnya meninggal di tempat kerja, karena kelelahan.


Pada saat itu dia masih duduk di bangku SMP kelas 3.


Ibu Yuki sempat menggugat Perusahaan Ayah Airin karena sudah membuat suaminya meninggal akibat kerja di sana.


Tapi pada akhirnya, Perusahaan lah yang memenangkan perkara di pengadilan sehingga mau tidak mau Ibu Yuki harus menelan kenyataan pahit.

__ADS_1


Hingga sebulan setelahnya, hati Yuki kini teriris kembali setelah pulang dari Sekolahnya.


Dia mendapati ibunya yang gantung diri di langit-langit rumahnya. Sontak ia pun histeris di tempat kejadian.


Pada saat itu hati Yuki seakan di tutupi oleh kegelapan akan sebuah dendam kepada seseorang. Setelah pemakaman Ibunya dan kondisi Yuki berangsur membaik dia sekarang diasuh oleh nenek dan kakek dari orang tua Ayahnya.


Dalam hubungannya Yuki dengan masalah Airin di Sekolah, ia berperan sebagai dalang di balik masalah yang dihadapi oleh Airin.


Pasalnya dia menjebak Airin yang pada awalnya melalui bantuan dari teman dekatnya itu. Aksinya pun di lancarkan pada saat TKP pertama terjadi, yaitu di sebuah bar malam.


Awalnya Yuki berencana mengajak Airin untuk pergi ke sana bersama teman-temannya, namun sesampainya di sana Airin tidak melihat Yuki bersama temannya. Mala dia sendirian, sampai pada saat Airin dibawa masuk ke Bar olehnya dan kemudian di buat mabuk.


Airin pun di bawa masuk ke kamar khusus.


Pagi itu di hari Minggu keluarga Airin cemas kepada anaknya, karena mendapati tempat tidurnya yang kosong.


Ada kecurigaan jika anaknya kabur di Malam hari.


Catatan: Ayah Airin adalah orang yang mendidik putrinya dengan tegas.


Di jam 06:45 Airin akhirnya pulang sesaat Ayahnya akan menelpon polisi. Saat itu Ayahnya agak marah tapi mendengar curhatan dari istrinya membuat amarahnya padam seketika.


Pada saat itulah, Airin berubah dari wanita yang polos menjadi sesosok pelacur yang di paksa oleh seseorang dengan ancaman nama baik keluarga.


...****************...


"Ya, pada akhirnya serapat rapatnya rahasia pada akhirnya akan terbongkar. dari apa yang di katakan Huahuo tadi menegaskan jika mereka adalah alat di matamu Yuki, dan juga yang lainnya aku akan menjelaskan tentang kalian nanti!" Ucap Evan.


Yuki pun mengakui semua perbuatannya di ruang BK yang kedap akan suara itu. menceritakan tentang kisahnya dan tentang dendam yang ada dalam hatinya.


...****************...


Untuk orang yang berkhianat dari kelima dalam geng adalah Harumu.


Orang yang menjadi target Evan pada awalnya, setelah Evan memahami sifat dari kelimanya dengan informasi dari murid-murid lain.


Evan sudah berbicara kepada Harumu sebelumnya dan berbicara langsung mengenai masalah seorang siswa.


Harumu adalah orang yang polos yang tidak kuat dengan aksi temannya melakukan hal tidak baik kepada teman yang satunya, dia adalah Airin teman masa SD nya.


Lalu Evan mencoba menelpon Airin dengan no lamanya, awalnya Evan berpikir jika nomor tersebut tidak aktif lagi tetapi nyatanya... Nomor tersebut masih aktif hingga sekarang.


Melalui nomor tersebut akhirnya Evan memahami semuannya, pada saat itu terdengar suara Airin yang menangis di sana sambil menceritakan hal yang dialaminya kepada Evan.


Mengetahui itu, Evan sangat menyesal karena tidak membantunya dari awal ketika masalah Airin belum bermula. Apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur.


...****************...

__ADS_1


"Tetap saja kalian berlima harus menerima hukuman dari apa yang telah kalian perbuat, terutama Yuki kau mungkin akan di keluarkan dari Sekolah dan hal buruknya.."Ucap Bu Sisi.


Mereka berlima terlihat menyesali perbuatannya dengan menundukkan kepalanya pada saat Ibu BK berkata.


__ADS_2