Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Tertunda


__ADS_3

Poin pertama masih di bertahan di menit-menit pertengahan.


Poin batas dari voli tersebut adalah 10 poin dengan batas waktu 12 menit.


Kedua tim seakan beradu kekompakan dalam permainannya.


Adakalanya Rahel melakukan kesalahan sehingga poin berhasil di dapatkan oleh tim Hyouga.


Bukannya marah Evan mala menyemangati Rahel dan membantu dia berdiri pada saat itu.


Sherly pun ikut khawatir pada saat Rahel jatuh dan dia pun ikut membantu pada saat kejadian.


Sampai beberapa saat kemudian. Skor unggul di dapat oleh tim Evan dengan skor 7-4.


"Maaf Hyouga, aku menghentikan mu!" ucap Evan.


"Tidak apa-apa, ini hanya permainan saja. lagi pula, akan ada permainan yang jauh lebih seru menanti. kita tunggu beberapa saat lagi," ujar Hyouga.


"Hah,"


Tak lupa Hyouga meminta maaf kepada Sherly karena kekalahan timnya. Hyouga juga merasa bersalah atas kekurangannya dalam bermain voli.


Sherly terlihat ramah, dia tersenyum sambil menjawab.


"Ngk papa kok, yang penting kita sudah bersenang-senang," ucapan lembut keluar dari mulutnya.


"Kau tahu, perkataanmu membuat ku agak lega!" ucap Hyouga dengan ekspresi tulus darinya.


"Begitu ya, uhm harusnya aku yang meminta maaf karena tidak bisa berbuat banyak," ujar Sherly menyalahkan dirinya karena sadar dia tidak cukup baik dalam bermain tadi.


"Seperti katamu, 'yang penting kita bersenang-senang. jadi kamu janganlah berkecil hati!" ucap Hyouga menatap Sherly.


Pertandingan kedua pun berlanjut.


Sama dengan sebelumnya, Erik awal-awal menyuruh kedua tim untuk memilih gambar di mata sisi sebuah koin. Lalu ia melemparnya ke atas dan menangkapnya.


Tim Bas memilih naga dan Ken pohon.


Setelah di undi hasil sisi koin bergambar pohon.


pritt...


Peluit berbunyi menandakan permainan di mulai.


Tim Ken melakukan servis pertamanya yang dilakukan oleh Ken sendiri.


Bola pukulan servis darinya melambung tinggi ke arah belakang wilayah lawan. Sehingga Bas mundur untuk mengembalikan bola tersebut.


Pada posisi tersebut Bas mundur tiga langkah sambil menengadah dan bersiap menerima bola, lalu ia pun melemparkannya kembali dengan passing bawah.


Dengan sigap Ken langsung maju ke arah net sementara Yuki di belakangnya. Ken pun mendorong bola tersebut. Sehingga Airi berusaha menawan bola yang akan jatuh ke pasir.


Beberapa orang yang lewat dan berbaring di pantai mengalihkan pandangannya ke kaum muda yang bermain voli pantai.

__ADS_1


Ketika Ken akan bertindak menepis serangan dengan sebuah pukulan smash. Bas meloncat ke arah bola yang di perkiraannya, lalu dengan tepat ia memblok serangan smash Ken.


Bola pun berpindah arah yang kemudian di maksimalkan oleh Yuki dengan passing bawah darinya.


"Lumayan juga si Bas, dia lumayan pintar dalam memprediksi serangan," ucap Ken dalam hatinya.


Kedua tim pun kompak dalam bermain.


Peluang smash bola pun didapatkan oleh Ken setelah Airi melambungkan bola hasil servis ke wilayah Ken.


Dan sekali lagi serangan smash Ken selalu di gagalkan oleh oleh Bas yang dengan upayanya untuk dapat mempertahankan bola.


Kemudian di menit 6 karena Airi gagal servis poin jadi di dapat oleh tim Ken.


Di menit 8 Airi mengulang kesalahan serupa yang membuat tim Ken mendapat poin lagi.


Bas menggelengkan kepalanya dengan pelan, setelah melihat servis Airi gagal atau keluar lapangan.


Poin demi poin di dapatkan oleh tim Ken. Yang sebagian poinnya berasal dari kesalahan tim Bas.


"Serius, permainan ini sungguh membuatku muak. tau begini aku mending tadi tidak usah ikut dan melanjutkan menulis," ucap Bas dalam hatinya, dia mengeluh.


Dukungan dari yang lainnya pun turut memeriahkan suasana. Evan menontonnya sambil makan cemilan yang di bawa Rahel dari rumah.


Di menit terakhir Bas mendapatkan peluang smash, ia pun tak luput untuk memaksimalkan peluang tersebut.


Dashhhh...


Dengan kerasnya serangan smash dari Bas.


Poin terakhir pun didapatkan. Namun sayangnya waktunya keburu habis.


Tim Ken pun memenangkan pertandingan kedua.


Karena ada seseorang datang yang menyuruh Ken untuk membawa teman-temannya ke tempat makan area pantai. Babak kedua voli pantai pun di tiadakan dan Ken harus memberi hadiah kepada kedua tim.


Mereka pun mengikuti Ken untuk menuju ke tempat makan.


Di sebuah Resto khusus pengunjung pantai.


Evan dan yang lain duduk disana setelah bermain cukup lama di pantai.


Terdengar suara perut Rafael yang berbunyi sehingga mereka tertawa bersama.


Lalu pelayan pun datang dan menyodorkan buku menu yang masing-masing dari mereka mendapat satu.


Hyouga melihat menu dan betapa kagetnya dia ketika melihat harga-harga yang tercantum disana.


Hyouga berbisik kepada Ken yang kebetulan tempat duduknya bersebelahan.


"Hey, Ken. kau tahu kan jika aku tidak akan mampu untuk membayar menu makanan disini!"


"Hehe, tenang saja. berhubung aku adalah tuan rumah dan kau adalah tamunya, maka kau boleh memesan apa saja disini secara gratis,"

__ADS_1


"Serius, aku boleh pesan apa saja di menu tanpa bayar?" Hyouga bertanya sekali lagi karena ragu.


"Yaelah..kau ini, aku serius Hyouga kau bisa pesan apa saja sepuasnya,"


"Baiklah, kalau begitu aku tidak akan menahan diri lagi," ujar Hyouga yang bersemangat memilih menu.


Ken lalu memberitahukan kepadanya semuannya jika teman-temannya dapat pesan apa saja di menu secara gratis.


"Pokoknya hari ini aku yang traktir!" seru Ken.


"Hmm, boleh juga Ken," ucap Erik dalam hatinya.


"Wah.., makasih Ken kamu baik sekali," kata Sherly.


"Sering- sering dong Ken," kata Airi.


Dilanjutkan dengan ucapan Rahel dan suara rasa terima kasih Yuki.


Ken pun agak kebingungan menjawabnya.


Suasana di dalam lumayan sejuk nan asri karena tatanan tanaman hias yang menjuntai di langit-langit resto maupun dindingnya.


Para pengunjung juga banyak yang datang. Apalagi untuk menghilangkan penat dan dahaga mereka tak segan untuk berkunjung ke resto pantai.


...****************...


Di meja laki-laki.


"Bagaimana menurut kalian apa liburan di pantai cukup seru?" tanya Hyouga sambil menunggu pesanan datang.


"Aku sih sangat senang, walaupun tadi tidak ikut bermain voli," ucap Rafael.


"Hehe, aku sampai lupa dengan-mu," Ken mengingat jika Rafaela tidak ikut voli.


"Lumayan," ucap Hyouga.


"Menurutku, liburan ini sangat seru. selain bersenang-senang kita pun dapat mengukir kenangan masa Sekolah disini!" ucap Evan.


"Benar sekali, liburan ini sungguh berkesan," ucap Erik menyambung perkataan Evan.


Sementara di meja perempuan.


"Seru dong, apalagi bersama dengan temen-temen!" kata Rahel yang terlihat senang menikmati liburannya di pantai.


"Eh, foto yang tadi udah kesimpen kan?" ucap Airi.


"Udah, nih aku kirimin bentar!" balas Sherly sambil mengirim foto di pantai tadi.


"Sebenarnya, aku nggak enak ikut dengan kalian. apalagi aku jarang berkomunikasi selama di Sekolah," ucap Yuki.


"Gapapa kok Yuki, kita ini kan teman. jadi jangan merendah begitu," ucap Rahel.


"Aku mala senang kamu bisa ikut. kamu seakan pintar dalam memberi informasi seputar pantai tadi," ujar Airi.

__ADS_1


Namun hal tak terduga terjadi.


__ADS_2