
Kini Evan di hadapkan dengan 5 orang yang akan menghadangnya. Saat seperti itu ia tidak gentar, mala mengingat perkataan ibunya yang waktu itu memperingati dirinya untuk tidak berkelahi lagi.
"Untungnya... Aku membawa penemuanku ini, hem... bisa aku uji juga kepadanya," ucap Evan dalam hatinya, memikirkan sebuah cara untuk lepas dari perkelahian yaitu dengan menguji salah satu penemuan Sainsnya.
Dengan mengerutkan dahi orang itu memperhatikan Evan yang tampak tenang-tenang saja. Tidak ada wajah khawatir maupun gelisah.
"Heh? Dia tidak gelisah sama sekali dengan keberadaan mereka(bala bantuannya)? " ucapnya dalam hati sambil mengamati Evan.
Waktu tadi Evan manfaatkan untuk merogoh kantong celananya. Sebelumnya orang itu tidak peduli Evan yang sedang merogoh kantong celananya i
tadi.
Kelima orang itu memberi kode dengan matanya, kepada orang itu. Berharap perintah darinya.
"Kalian sini maju!" cibir Evan berlagak jagoan.
Mereka masih diam dan menunggu perintah dari orang itu.
"Ya sudah, kalau begitu. Aku lari...! " ucap Evan yang lalu bergerak mencari celah untuk kabur.
__ADS_1
Aksi itu membuat mereka berlima langsung terjun menghadang Evan tanpa perintah dari orang itu, bahkan ada yang seperti akan menangkap Evan.
"Hey, kalian tunggu dulu...! Dia sepertinya memegang sesuatu," ucap orang itu memperingati bala bantuannya, yang sekarang langsung bergerak saja tanpa aba-aba.
Dengan mudahnya Evan menghindar. Sisi kanan dan sisi kiri, depan dan belakang.
"Hups, ini saja yang kalian bisa. Mana mungkin bisa menangkapku!" cibir Evan sembari mengelak dari mereka, hingga akhirnya membuat beberapa dari mereka emosi dan melayangkan sebuah pukulan.
Wosh..
Sett..
Kali ini Evan lebih santai dalam menghindar, berharap dapat mengulur waktu sedikit lagi. Sementara orang itu berkata.
Mendengarnya, mereka langsung saja diam seolah tak merespon apa-apa bak mematung.
"Ada apa ini?" orang itu bertanya sendiri dengan nada pelan, melihat hal yang terjadi di depannya.
Seketika, ia pun sama. Badannya tidak bisa digerakkan sama sekali.
__ADS_1
"Kekeke," Evan terkekeh sambil tersenyum bahagia bercampur kesenangan.
"Baiklah, aku akan bertanya kepada ketua kalian, setelah itu giliran kalian selanjutnya!" ujar Evan seraya mendekati orang itu.
"Sebenarnya ada apa dengan ku, mengapa tubuhku tidak bisa di gerakan?" ucap orang itu gelisah, karena tubuhnya sulit di gerakan begitupun dengan mulutnya yang kaku.
Evan sejatinya hanya mengupdate penemuan lamanya menjadi penemuan terbaru yang memiliki tambahan efek khusus dalam penemuan Sainsnya itu.
Sekali lagi Evan merogoh kantong celananya, dan mendapati kapsul kecil. Ia membukanya, dan terdapat jarum lancip kecil ketika di buka. Lalu ia pun menyuntikkan kapsul berisi jarum tersebut di pundak orang itu, jarum tersebut menempel pada wadah lain di dalamnya yang berisi cairan.
Tep..
"Arghh," Kelu orang itu dalam hatinya.
"Suntikan ini mestinya tidak sakit sama sekali, hanya seperti semut saja kok.. " ucap Evan.
Beberapa saat. Orang itu dapat berbicara kembali. Mulutnya sudah bisa ia gerakan atau berbicara lagi. Sementara kelima temannya hanya diam bagi yang melihatnya (pandangan sebelum diam mengarah kepada orang itu).
"Sebenarnya apa yang kamu lakukan padaku sampai aku seperti ini huh??"
__ADS_1
"Baru juga bicara langsung ngotot, kamu mau diam seperti tadi!" gertak Evan, membuat orang itu secara otomatis diam.
"Bagus! Bagus!, kalau menurut kan jadi enak."