Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua
Teman Masa Kecil Hyouga


__ADS_3

Para penonton bersorak menyambut final perlombaan karate yang akan di laksanakan, Hyouga pun memasuki arena karate bersamaan dengan Max. Tepat setelah wasit menyatakan peraturan khusus terlihat mulutnya yang melengkung membentuk senyuman(Max), Hyouga berpikir lawannya kali ini akan merepotkan.


Tak butuh waktu lama wasit pun memulai pertandingan. Hyouga melangkah ke depan sambil bersiap menunggu serangan Max, dengan cepat Max melakukan serangan ke arah Hyouga dengan tendangannya, terlihat ia mengerutkan bibirnya. Max menyerang Hyouga tanpa jeda sekali pun, entah supaya dia ingin cepat mengalahkan Hyouga atau dia memiliki maksud lain.


Tepat di depan Hyouga, Max melompat sambil memutarkan badannya bersiap untuk


melakukan tendangan yang di sebut yoko-geri-keange yaitu tendangan menggunakan kaki bagian samping dalam karate, tendangan mengarah langsung ke arah Hyouga. Dan dengan sigap Hyouga menyilangkan tangan menahan serangan dari Max. Tak di duga setelah menahan serangan Max, terlihat Hyouga yang mendorongnya melalui tahap akhir setelah serangan tendangan Max.


Max pun hampir saja memberi celah kepada Hyouga.


"Bagus sekali Hyouga," ucap Rafael yang berteriak ke arahnya.


Salah satu teman sekelas Rafael melihatnya dan berkata.


"Bukannya itu senior, dia terlihat mendukung Hyouga, bukanya dia awalnya ikut lomba karate?" ucap teman sekelas Rafael yang menonton.


"Dia memang ikut hanya saja dia memikirkannya lagi. dan kemudian dia tidak ikut karena beralasan belum menguasai tangkisan dalam karate, alasan yang tidak di ku mengerti!" jelasnya melihat tajam ke arah arena.


"Bukannya itu seperti alasan yang di buat-buat ya?" balasnya.


"Terserah kau percaya atau tidak aku sih percaya kepada senior!" dengan raut sombong.


Di kursi penonton Bas sedang memperhatikan gerakan mereka Hyouga dan Max.


Di arena mereka menyerang satu sama lain, Hyouga lebih dominan menangkis sedangkan Max unggul dalam serangan-serangannya.


Lama kelamaan Max nampak terlihat ekspresi marah di wajahnya dia pun berkata.


"Apa kau mempermainkan ku?, kau bahkan selalu menangkis serangan ku" ia mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"kalau iya memangnya kenapa? Balas Hyouga.


"Oke, akan aku tunjukkan apa itu serangan yang sesungguhnya!" ucap Max menatap tajam Hyouga dan bersiap menyerangnya.


Mendengar perkataan tadi Max bergerak dengan cepat sambil menyerang Hyouga dari segala arah.


Dalam hati Hyouga berkata.


"Bahkan dia menguasai semua teknik karate, hanya saja dia harus lebih kuat untuk mengalahkan ku!"


Melihat Hyouga yang tenang dalam menangkis maupun mengelak serangan, membuat Max semakin tergugah dalam hatinya untuk dengan sangat-sangat serius melawan Hyouga. Ia pun


mendekati Hyouga agar dapat memaksimalkan


serangannya, sesaat mereka kembali bertarung.


Hyouga menyerang balik Max dengan gerakan kaki seolah memasang kuda-kuda bersamaan dengan gerakan lain, dengan menggunakan gerakan tipuan ia melebarkan langkahnya serta mendekati Max, dengan cepat Hyouga melakukan serangan yang mengarah ke perut atau yang di sebut dengan Oi-zuki-chudan.


Serangan itu membuat Max terdorong jauh kedepan. Wasit yang melihatnya pun menyuruh Hyouga untuk menunggu lawannya bangkit. Beberapa detik berlalu Max yang tak kunjung bangun dan ia yang terlihat terkapar di lantai, membuat wasit lalu menghentikan jalannya pertandingan. Dan Hyouga menjadi juara di lomba karate.


Sejak mereka sama-sama bertarung, penonton mencoba diam untuk fokus ke dalam pertandingan. Sesaat setelah Hyouga melakukan tendangan itu dan Max terdorong jauh kedepan para penonton pun terdiam, sampai ada salah seorang penonton dan pendukung yang mulutnya ternganga melihat kejadian itu.


Dengan sorak-sorak yang bergemuruh dari penonton, Hyouga pun mengangkat satu tangannya ke atas dan menghadap ke para penonton. Terlihat teman-teman sekelas Hyouga yang berteriak serta para wanita yang terkagum-kagum melihat Hyouga yang sangat keren.


"Hyouga memang populer ya di kalangan para wanita?(Dia tersenyum simpul)" ucap Bas sambil menatap Rafael.


"Itu juga karena aksinya tadi, tapi benar sih dia sangat populer. dulu bahkan ketika kelas 1 aku sendiri pernah melihatnya membawa surat-surat dengan ekspresi yang menjengkelkan!" ucap Bas.


"Jika aku liat kau pasti baru berkenalan dengan Hyouga kan?, hmm aku sudah menyadarinya," ucap Rafael yang memegang bawah mulutnya.

__ADS_1


"Kamu salah kawan, aku sudah mengenalnya sejak lama!" ucap Bas.


"Tunggu, apa??, mana mungkin, aku tidak pernah melihatmu bersama Hyouga di sekolah dari kelas satu. apa kau mencoba membohongiku Bas?" ucap Rafael dengan ekspresi terkejut, setelah mendengar apa yang di katakan oleh Bas tadi.


"Aku mengenalnya ketika dia membantuku waktu kecil, dia melerai pertengkaran aku dengan ayah, bahkan dia berani menangkap tangan ayahku hanya karena tidak ingin aku terkena pukulannya. lalu kami berteman hanya saja sekarang ini aku tidak pernah memberitahukanya bahwa aku adalah Bas teman lamanya!" ucap Bas yang melihat ke langit sambil memikirkan kejadiannya waktu kecil.


"Aku tidak menyangka, kamu bertemu dengan Hyouga di saat seperti itu, hanya saja kenapa Hyouga tidak mengetahui mu sampai sekarang, jika di pikirkan aku jadi tambah bingung, apa kau bisa jelaskan?" tanya Rafael.


"Aku pernah melakukan operasi di wajahku dulu, dikarenakan aku mengalami kecelakaan yang fatal di bagian wajah. hal itulah yang mengharuskan dokter untuk menyarankan operasi di wajahku, agar bekasnya tidak memperparah penampilan, pyuh baiklah sampai disini saja, ingat ini adalah rahasia kita berdua!" ucap Bas yang memelankan suara di akhir perkataannya.


"Sungguh aku tidak percaya kau melalui semua itu!, jika aku perhatikan kau, kau ini adalah orang yang aneh bagiku Bas," kata Rafael.


"Sekarang aku jadi lebih baik setelah kamu mengatakannya, dan jika kau tertarik dengan ceritaku tadi kamu bisa mampir ke rumahku. kamu bisa datang bersama Hyouga, aku pasti akan menceritakan cerita tadi serinci mungkin. dan juga aku akan memberitahukannya kepada Hyouga suatu hari nanti!" ucap Bas.


"Cih, bahkan aku tidak tertarik sama sekali. aku hanya akan menemani Hyouga saja nanti!" ucap Rafael sambil membuang muka.


Pada akhirnya Hyouga berhasil menjadi juara 1 di perlombaan karate. Ia pun meninggalkan arena dengan diiringi dengan sambutan para penonton serta teman-temannya.


"Kau sangat hebat Hyouga,"


"Kau yang terbaik,"


"Aku mencintaimu Hyouga,"


Seperti itulah yang mereka katakan readers.


Setelah pergi meninggalkan arena Hyouga menuju ke belakang(Sebut saja kamar mandi).


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


Sebelumnya Evan yang selesai menonton pertunjukan yang telah di bawakan oleh para peserta lain. Beranjak pergi ke belakang panggung untuk bertemu dengan Rahel. Ya itu karena Rahel yang menyuruhnya, agar setelah selesai pertunjukan Evan dapat menemuinya kebelakang panggung.


Jangan lupa untuk like dan Coment ya, serta aku butuh masukan dan saran dari kalian. Terimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_2