
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya mereka sampai di tempat yang di tujuh. Keluar dari mobil Evan menghirup udara sekitar yang terasa beraroma khas Taman bermain, Lili pun menarik kakaknya untuk segera bermain wahana maupun permainan yang menarik.
"Ayo kak aku sudah tidak sabar.."Ucap Lili yang menatap ke arahnya dengan tatapan imut.
"Hehehe, kamu terlalu bersemangat ya Lili!"Ucap Evan dengan senyum palsu.
"Ayo kakak.."Ucap Lili sambil menarik tangan Evan.
"Sein kau tidak ikut?"menoleh ke Sein.
"Ah tidak tuan muda bersenang-senang lah bersama Lili aku ada urusan!"Ucap Sein sambil melambaikan tangan.
Melihat Evan dan Lili yang sudah menjauh darinya Sein berkata.
"Mereka seperti pasangan kekasih saja ya, walaupun mereka kakak dan adik tetapi tidak menutup kemungkinan perasaan mereka satu sama lain"
Jam menunjukkan pukul 14:45, waktu berlalu begitu cepat Evan belum mengabari dirinya kepada Hyouga kalau ia sekarang sedang di Taman bermain. Di Taman Hiburan terlihat berbagai macam permainan serta lebih banyak lagi.
Taman Hiburan di Las Firt hanya beroperasi di hari Kamis-minggu saja dan hari ini adalah Minggu kedua mereka beroperasi. Sejak Minggu pertama Taman Hiburan di padati banyak pengunjung pihak Taman menerapkan sebuah aturan sehingga jumlah orang di hari kedua Minggu pertama di batasi.
Sekarang jumlah para pengunjung terlihat berkurang entah karena aturan tersebut atau mereka akan berkunjung di waktu yang mereka tentukan.
Taman Hiburan ini juga dapat beroperasi sampai malam yaitu: dari pukul 13:00-22:00 ,
entah itu malam atau siang Taman Hiburan Happy play tetap ramai.
...****************...
Di waktu lain Hyouga menunggu Evan datang sembari duduk dan melihat ayahnya melatih anak-anak karate.
"Biasanya Evan tepat waktu untuk datang, apa mungkin dia ada urusan, sebaiknya aku telfon atau SMS dia saja"Ucap Hyouga sambil merogoh kantong celananya.
Sekedar informasi, ayah Hyouga selain bekerja mengantarkan barang ia juga melakoni pekerjaan jasa yaitu mengajarkan anak-anak beladiri karate di hari Kamis saja, bahkan ia melakoninya dengan bayaran seikhlasnya.
...****************...
Evan melihat jam tangannya setelah itu ia berkata.
"Hmm, sudah jam tiga, seharusnya aku ke tempat pelatihan tapi demi adikku aku akan absen untuk hari ini, sebaiknya aku menelepon
Hyouga"
__ADS_1
Evan dan Hyouga berbicara lewat sambungan seluler.
Evan pun menelpon Hyouga, sembari menunggu Lili yang sedang beli makanan di depannya.
"Hallo Hyouga, ini aku Evan, untuk hari ini aku absen dulu karena ada beberapa urusan mendesak, aku harap kamu mengerti"
"Iya, aku faham Evan sepertinya kamu telat untuk memberitahuku karena aku sudah membeli pizzanya!"
"untuk itu, aku minta maaf, aku baru ingat untuk mengabarimu, ngomong-ngomong disana masih ramai?"
"Baiklah tidak apa-apa, tentu saja seperti biasanya tempat pelatihan ramai di kunjungi, hey Evan kau tahu tidak hari ini sangat bagus untuk beraktivitas di luar!"
"Ya, hari yang cerah pas sekali aku berkunjung!"
"Hehehe, entah kenapa aku berpikir kamu sedang kencan bersama wanita?"
"Apa, tidak seperti yang kau bayangkan, aku hanya menikmati hari-hari saja, baiklah aku tutup dulu Hyouga!"Sambil menutup panggilannya.
"Yup, sampai jumpa"
Setelah selesai, Hyouga berkata dalam hatinya.
"Tumben sekali Evan berkata seperti itu"
Lili menghampiri pendagang arum manis tak kala ia membelinya dua untuk di berikan ke kakaknya, lalu ia pun mengajak Evan untuk pergi ke wahana Taman.
Beberapa permainan dan wahana maupun beberapa challenge sudah Lili dan Evan mainkan, di sela-sela beristirahat Evan mengobrol dengan Lili di bangku dekat air mancur.
"Akhirnya berakhir sudah, aku baru bermain lagi"
Lili yang di sampingnya mendengar celotehan Evan dan berkata.
"Huh kakak gitu aja cape, bukanya dulu kakak sering menemaniku main ya?"Ucap Lili.
"Mungkin karena aku jarang beraktivitas dengan fisik, kamu masih ingat saja Lili, semua itu masa lalu kadang masa lalu tidak sama dengan masa saat ini!"Ucap Evan sambil menyaksikan badannya.
Lili hanya mendengarkannya saja tanpa berbicara lagi.
"Lili apa kamu mau ikut bersama kakak menjawab kuis di sana!"Ucap Evan sambil menunjukkan ke arah tempat kuis.
Lili pun terlihat semangat lagi setelah mendengar kakaknya.
__ADS_1
"Iya, aku ikut"
Meski umur Lili 16 tahun tetapi ia masih saja berperilaku seperti anak kecil, ya walaupun begitu kelakuannya terlihat imut dan juga Lili punya rahasia yang di sendiri tidak ingin memberitahukannya kepada orang lain.
Evan dan Lili pun pergi menuju ke tempat Challenge kuis, di sana banyak sekali peserta.
Setelah sampai di tempat, Evan mendaftar dirinya, ia pun di sambut hangat oleh pengurus antrean.
Ketika itu Pengurus antrean mengatakan kepada mereka.
"Hmm, kalian jadi mengingatkan aku dulu ketika aku masih SMA!"Ucapnya.
"Huh"Ucap Evan.
"Seperti apa pak?"Tanya Rahel.
"Seperti yang kalian pakai ini baju cople, dulu bapak juga sering berkunjung ke Taman Hiburan bersama gebetan bapak ketika masih seusia kalian, hehehe bapak jadi curhat!"Ucapnya.
"Cerita bapak menarik ya, aku juga mau kisah cintaku seperti itu!"Ucap Lili.
Evan yang mendengarnya di sampingnya tiba-tiba memasang ekspresi cuek.
"Nah sekarang kalian sudah berhasil di daftarkan, mohon kalian tunggu beberapa menit lagi, kalian mungkin pasangan kekasih yang terakhir yang ikut mendaftar Challenge kuis sebab sebentar lagi kuis akan dimulai!"Ucapnya.
Evan dan Lili terlihat malu untuk melihat satu sama lain.
Dengan langkah yang seharusnya Evan berkata kepada bapak tersebut.
"Kami adalah kakak dan adik pak, entah apa yang membuat bapak jadi berpikir seperti itu?"Ucap Evan dengan nada meninggi.
"Hmm jadi begitu, tapi jika dilihat tadi kalian seperti pasangan kekasih saja mungkin orang lain juga akan berpikir seperti itu, bapak yang baru tahu aja kaget!"Ucap bapak penjaga antrean.
Lili hanya terdiam sambil hanyut terbawa lamunannya.
"Baiklah, kami pergi dulu pak!, semoga harimu menyenangkan."Ucap Evan yang lalu meninggalkan tempat antrean.
"Ayo Lili kita kesana?"Ucap Evan.
"Iya"Ucap Lili dengan wajahnya yang memerah.
Mereka akhirnya sudah mendaftarkan diri untuk ikut ke Challenge kuis.
__ADS_1
...****************...
Sesuatu yang ada dibelakang dan didepan kita masih belum seberapa, dibanding apa yang ada dalam diri kita (Oliver Wendell Holmes).