
Pertandingan karate masih berlangsung, sekarang tinggal menuju ke babak final. Di dalam pertandingan pun masih berlangsung sengit di antara para peserta yang berusaha menunjukkan bakat terpendamnya di arena karate.
Hyouga yang masih melawan Bill mencoba menghindari serangan-serangannya dan berusaha mencari celah, Hyouga pun menyerang bill yang secara bersamaan Bill juga menyerang Hyouga dan terjadilah adu ketangkasan diantara mereka.
Situasi para penonton sangatlah tenang yang tadi sebelumnya bergemuruh mendukung para peserta, sekarang terdiam lagi melihat mereka
Hyouga dan Bill bertarung. Dalam pertandingan Hyouga berusaha menyerang Bill hanya saja ia sangat lincah tidak seperti orang yang ia lawan sebelumnya.
Tak di sangka Hyouga mendapatkan pukulan di wajahnya sontak Rafael yang melihatnya kaget, sampai berkata dalam hatinya.
"Bagaimana bisa?, seharusnya Hyouga bisa menghindari serangan tadi bukan. walaupun Bill adalah teman dekatnya, tapi sekarang ini adalah kompetis, apa mungkin Hyouga sedang ragu,"
Bas berkata sambil mengerakan tangannya.
"Jika kamu mengamatinya dengan seksama, Hyouga bukanya ragu untuk menyerang Bill ,dia hanya tidak serius saja menghadapinya!"
"Kau bilang Hyouga tidak serius tetapi kenapa?, bukanya di babak pertama dia mampu mengalahkan Harvard dengan mudah, dan dia juga termasuk lawan yang tangguh," tanya Rafael menanggapi perkataan Bas.
"Aku melihat ekspresi dan auranya, bahkan kamu tidak melihat ketika Bill menyerang Hyouga untuk pertama kalinya. setelah wasit memulai pertandingan, dia bahkan tidak menunjukkan ekspresi seperti terkejut melainkan dia menunjukkan ekspresi biasa- biasa saja, waktu melawan Harvard pun sama. aku pikir Hyouga menyembunyikan kemampuannya, dan itu memang benar," ucap Bas menyeringai.
"Kau memang pandai dalam urusan itu ya, lagi pula Hyouga memang terlihat seperti itu. dia tidak memerhatikan sekelilingnya dan aku sangat mengenalnya karena aku teman dekatnya," jelas Rafael.
"Baiklah-baiklah, kita liat sampai kapan dia bisa menahannya. jika kau berani mungkin kita bisa bertaruh, yang kalah harus mentraktir, bagaimana?" ucap Bas dengan percaya dirinya dalam sebuah pertaruhan yang dia buat.
Rafael yang sedang memikirkan tawaran taruhan itu berpikir kembali dalam pikirannya. Dan tak lama ia pun langsung saka menyetujuinya.
"Oke, kita bertaruh!"
Hyouga kembali melancarkan serangan balasnya, Bill yang melihatnya bersiap ketika Hyouga hampir dekat. Dengan perspektifnya Hyouga menyerang Bill dari arah samping.
Rupanya bill melihat celah, pada saat Hyouga menyerang dan mendekatinya, Bill pun memanfaatkan kelengahan Hyouga tersebut sambil berkata.
__ADS_1
"Maafkan aku kawan!"
Hyouga hanya meresponnya dengan berkata.
"Menarik sekali,"
Saat yang bersamaan mereka pun fokus ke satu titik, dengan mengandalkan celah itu Bill menyerah Hyouga, tiba-tiba Hyouga mengatur posisi dan menghilangkan celah yang di berikannya kepada Bill. Karena bill tidak memprediksi gerakan itu sebelumnya, dia pun terkejut hingga dalam hati ia berkata.
"Bagaimana mungkin aku tertipu untuk yang kedua kalinya," terlukis raut panik di wajahnya.
Dengan serangan tipuan itu, akhirnya Hyouga berhasil mengalahkan Bill di babak kedua ini. Peserta hanya memiliki satu kesempatan saja dalam arti hanya satu ronde saja.
Dalam keadaan terbaring Bill sempat berkata.
"Ternyata kau hebat juga ya, aku bahkan tertipu untuk yang kedua kalinya, tetapi kau harus ingat aku pasti bisa mengalahkan mu jika di luar nanti!" dengan tatapan tajam di matanya.
"Mungkin kita akan bertemu lagi ketika di luar Bill, aku menantikan ya!"nucap Hyouga dengan senyuman di bibirnya sambil beranjak keluar arena.
Sementara itu Bas yang kalah dalam taruhannya dengan Rafael harus mentraktirnya makan siang di kantin. Terpampang senyum di wajah Rafael karena ia memenangkan taruhan.
"Kamu hanya beruntung saja kali ini Raf!" ucap Bas sambil melirik Rafael.
...****************...
Di sisi lain Evan sedang menonton pertunjukan lomba piano di gedung pentas musik, ia mendapatkan tempat paling depan karena sudah di atur oleh Rahel sebelumnya.
Evan yang mendengar Rahel memainkan piano terlihat terkagum-kagum karenanya, Evan terlihat menutup matanya sembari sesekali melirik Rahel yang sangat cantik dengan gaun yang dia pakai.
Juri-juri pun terpukau melihat pertunjukan Rahel dalam memainkan piano, tangannya yang terlihat menekan not demi not serta senyuman manis yang dia tunjukkan. Membuat para penonton dan juri sangat terkesima olehnya.
"Selama ini aku tidak mengetahuinya, betapa syahdunya hari ini, melihat bakat yang dimiliki Rahel. yang aku sesali sekarang adalah aku baru mengetahuinya, sedangkan dia sudah belajar sejak SD waktu ketika aku sering bermain dengannya," ucap Evan dalam hatinya.
__ADS_1
Selang beberapa jam perlombaan piano di adakan. Pemenang dari lomba mendapatkan apresiasi serta saran langsung dari para tokoh musik yang langsung di undang oleh Sekolah.Tak banyak kata yang di ucapkan mereka tapi saran dari mereka sangatlah menginspirasi.
Di perlombaan basket pun sekarang sudah selesai, tim Erik menjadi pemenang dalam lomba basket Sekolah kali ini. Apalagi melihat dan menyaksikan performa mereka di lapangan. Sangat patut untuk di acungi jempol.
Perlombaan basket tersebut selesai pada jam 01:00 terdiri dari 12 tim basket, kemenangan di rayakan klub Erik dengan ia yang mentraktir
teman-teman setimnya. Dengan makan di Kantin. Saat itu pun Ken mengajak Hyouga dan Evan untuk ikut makan di Kantin bersama-sama. Yang saat ini ramai di penuhi kelas-kelas lain untuk merayakan kemenangan mereka di perlombaan ataupun yang sekadar menghilangkan lapar dan dahaga mereka.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Sebelumnya.
Di final perlombaan karate Hyouga berhadapan dengan Max yang sudah mengalahkan Oujin di pertandingan sebelumnya. Di pertandingannya mengalahkan Oujin, Max dengan cepat mengalahkan Oujin hanya dalam waktu 2 menit saja. Dia ambruk setelah terkena serangan bertubi-tubi dari Max.
Max adalah seseorang yang tidak peduli terhadap teman-temannya sama dengan Hyouga, hanya saja berbeda dari cara ia memandang, bahkan ia mengikuti lomba tersebut karena kemauannya sendiri tanpa arahan dari wali kelas. Sebenarnya ia tampan hanya saja memiliki sifat yang dingin.
"Kali ini lawanku adalah Max, apa bisa kau beritahu aku informasi tentangnya Bas?" tanya Hyouga yang menginginkan informasi Max.
"Informasi, hmm. aku waktu itu aku pernah melihatnya sewaktu dia melawan para anak punk di jalanan. yang kabur setelah memalak salah satu pendagang, aku pun mengikutinya dia bahkan mengejar anak punk itu yang sudah jauh dengan berlari hingga ia sampai aku pun bersembunyi. dan melihat serta mendengar percakapan mereka, yang tak lama para anak punk itu mulai menyerangnya!" jelas Bas kepada Hyouga.
"Tunggu!, kenapa kau bisa mengejar Max yang berlari begitu cepat?" ucap Hyouga yang menatap ke arahnya.
"Mungkin itu sebuah keberuntungan saja. baiklah aku lanjutkan, dia mengalahkan para anak punk itu dengan gerakan yang cepat bahkan aku tidak sadar bahwa anak punk itu sudah berhasil dia lumpuhkan. saran dariku kau harus berhati-hati ketika melawannya, dia mempunyai serangan titik akupuntur!" kata Bas.
"Ouh, terimakasih informasinya Bas kau memang ahli menjadi seorang pengamat." ucap
Hyouga yang memujinya.
"Terserah kamu saja aku harap kau memahaminya!" balas Bas.
Dalam pikirannya Hyouga berkata.
__ADS_1
"Bas berusaha menyembunyikan kemampuannya juga, lain kali aku harus berhati-hati padanya,"
Hyouga pun melangkah ke arena bersamaan dengan Max.