
Evan pun sampai di tenda, ia di sambut meriah oleh Ken yang dari tadi sudah menunggunya. Saat itu Ken tersenyum ke arah Evan dan Rail, sedangkan Hyouga terlihat sedang membakar ikan hasil tangkapan Evan
Sementara itu Ken menyiapkan makanan untuk di hidangkan karena sudah siap untuk di santap. Di tempat makan mereka hanya beralaskan permadani, sembari mereka makan dan mengobrol bersama. Makanan yang di buat oleh Hyouga sangat menggugah selera tampilan dan baunya pun sedap, sebaliknya sedang Ken menata buah, karena tidak rapi Evan yang melihatnya pun tersenyum semenjak Hyouga memberitahunya.
Mengenai alasan kenapa Evan datang kesini di hari ini, karena ia berencana ingin mengetahui hutan Dark forest di malam hari.
Katanya menurut beberapa rumor sering terlihat cahaya misterius di hutan Dark forest yang hingga saat ini para ilmuwan belum memastikan cahaya apakah itu.
"Evan apa kamu tidak merasakan bahwa udara
di hutan ini bisa berubah-ubah, bahkan aku merasakan udara dingin yang menerpa serta udara panas seperti akan turun hujan!" ucap Ken sambil melamun memikirkan sesuatu yang di bahasnya dan memandang langit untuk sesaat.
"Menurut ku ada anomali di hutan ini!, dari informasi yang aku dapat, dan salah satu diantaranya mengatakan, bahwa hutan Dark forest memiliki anomali di mana ada sebuah keadaan yang membuat suhu hutan ini akan terjadi perubahan suhu secara drastis, anehnya suhu itu memiliki area tertentu." ucap Evan menjelaskan anomali yang terjadi di hutan Dark forest menurut rumor yang beredar.
"Jadi apa hal yang di timbulkan oleh anomali itu di sekitar?" tanya Ken.
"Jika udara dingin maka bisa jadi kita akan membeku dan jika udara panas makan badan kita akan terasa terbakar karena masanya yang sangat lama dan tinggi!" jelas Evan.
"Sial, jika saja aku tau penyebabnya anomali ini." ucap Ken seraya menepuk permadani karena kesal.
"Dari informasi yang kamu dapat, apakah kamu sendiri tau wilayah dengan adanya anomali tersebut?" ucap Rail yang masih berpura-pura menjadi laki-laki.
"Entahlah, bahkan ilmuwan yang melaksanakan observasi meninggal setelahnya. tapi... bukan karena observasi yang di lakukan melainkan dia meninggal, karena memiliki penyakit kronis!" ucap Evan.
"Dan itu artinya tempat kita bisa saja dilalui oleh anomali tersebut, bukan begitu Ev?" ucap Hyouga.
Sementara Rail tertawa setelah mendengar Evan berucap tadi.
"Apakah benar anomali itu ada?, meski aku sudah mendengar buktinya namun ada sedikit keraguan di benakku." ucap Ken.
"Mungkin saja anomali tersebut bisa saja ada atau sebaliknya, karena banyak beberapa poin yang bisa menjelaskan di kedua sisi!, tapi kita kesini bukan untuk itu bukan?, dan yang lebih penting kita sekarang fokus ke misi penyelamatan!" ucap Evan menegaskan kembali.
"Aku setuju denganmu Ev," ucap Rail yang menatap ke arahnya Evan.
"Kamu tidur dulu saja Evan sama Rail, biar aku dan Ken berjaga dulu!" ujar Hyouga.
"Iya, sekalian juga aku mencari informasi lain, dan jika kamu tidak tidur akan sangat merepotkan nantinya." ucap Ken.
"Dasar Ken!"balas ucapan Bas sambil melanjutkan perkataannya.
"Baiklah-baiklah aku akan tidur, bangunkan aku jam 12 malam, ingat jangan sampai lupa!" ucap Evan yang beranjak bangun menuju ke tempat tenda.
Rail pun setuju ia pun tidur bersama dengan Evan di satu tenda.
Di dalam tenda.
"Oh ya Rail aku mau membaca buku sebentar kalau kamu mau tidur, tidur dulu saja!" ucap Evan.
"Oke, tapi aku mau ganti baju dulu!" ucap Rail.
"Ya terserah."Ucap Evan.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian sekitar 10 menit Evan membaca buku, akhirnya ia memutuskan tidur dan akan bangun jam 12 malam. Namun saat Evan berbalik badan ia kaget dan hampir saja ia mengeluarkan suara, hanya saja Evan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
Rail yang menyamar menjadi laki-laki kini berubah kembali menjadi perempuan ia bahkan berganti baju dengan mengenakan baju tidur feminim, hal itu membuat Evan ingin membangunkannya dan menjelaskan kenapa ia ingin Hyouga dan Ken mengetahui dirinya sekarang.
Dengan sedikit berbisik Evan berusaha membangunkan Rail, yang pada akhirnya ia bangun dan berkata.
"Ada apa Evan?, bukanya aku baru saja tidur, kenapa kamu membangunkan ku? " Rail menjawab dengan suara kecil lalu mengusap matanya.
"Hey Rail, aku mau tanya kepada mu, kenapa kamu kembali menjadi berpenampilan wanita bukannya akan membongkar rahasia mu sendiri?" tanya Evan.
Rail mengingat sesuatu di pikirannya dan berkata.
"Bukannya kamu yang mengajariku ketika perjalanan pulang ke tenda "bahwa jangan pernah malu terhadap diri sendiri dan berusaha untuk menjadi diri kita sendiri!" ucap Rail.
"Tapi kenapa kamu secara dadakan seperti ini?, dan kenapa tadi tidak memberitahukan kepada Hyouga dan Ken saja, bukanya kalau begini kesannya akan..." ucap Evan suara kecil namun jelas.
"Stssst aku tadi belum nyakin saja!, sudahlah aku mau tidur dulu, ingat jangan panggil aku Rail nama asliku Syria!" ucap Syria sambil mengarahkan jari lengannya ke mulut Evan yang setelah itu ia pun kembali tidur.
"Harusnya aku tidak berkata kepadanya waktu itu(mengecilkan suara), dan bisakah kamu memakai selimut?" ujar Evan.
"Dasar Evan mesum!!" ucap Syria.
"Eh!!" kini wajah Evan memerah, lalu setelah dia pun berbalik.
Evan pun menutup tenda dan tidur.
"Malam ini sangat cerah, bahkan bulan terlihat dengan jelas oleh mata!" ucap Ken memandang bulan yang tampak terlihat jelas tanpa ada awan yang menghalanginya.
"Yap, benar!, pas sekali ada bulan dalam fase penuh. memang misi kita kali ini sudah direstui!" ucap Hyouga dengan senyumnya untuk sesaat.
"Jika benar begitu akan sangat bagus, ya kan Hyouga?" ucap Ken sambil menoleh ke arahnya.
...****************...
Kemudian terasa hawa dingin secara perlahan.
"Ken apa kamu merasakan sesuatu?" ucap Hyouga.
"Ya, aku merasakan hawa dingin yang semakin drastis!" sambil menyentuh lengan kirinya dan merasakan hawa dingin itu.
Lama kelamaan hawa sekitar menjadi dingin, hal itu membuat Ken dan Hyouga merasa tidak nyaman dengan kehadiran hawa dingin tersebut. Bahkan efek radiasi dari api unggun terkalahkan dengan hawa dingin yang dirasakan oleh mereka berdua.
"Hyouga!, ternyata anomali itu benar-benar ada dan terjadi di wilayah kita saat ini, aku berpikir jika kita terus disini kita berdua akan bernasib sama seperti ilmuwan yang di katakan oleh Evan!" ucap Ken yang panik dengan suasananya sekarang.
Bibir Hyouga bergetar, ia pun berkata.
"Untuk sementara kita harus masuk ke tenda dulu dan jika dilihat area ini sudah sangat dingin dan terlihat berkabut, dan liat di sana kabut itu seperti menuju kemari!" ucap Hyouga sambil menunjuk kabut yang menuju ke arahnya.
Hyouga dan Ken pun kembali ke tenda.
__ADS_1
Evan terbangun karena panggilan Ken, ia pun membuka tenda dan menutupnya segera.
Awalnya Evan terkejut karena Syria yang ingin membeberkan rahasianya, namun karena sebelumnya Syria berkata demikian maka Evan tidak masalah dengan itu. Evan dengan sigap menutupi Syria dengan selimut agar tidak kedinginan.
Di dalam tenda Hyouga Ken terkejut melihat seorang perempuan yang tidur di tenda. Ken dan juga Hyouga sempat bertanya kepada Evan. Dengan jelas lalu Evan menjelaskan semuanya dengan detil kepada mereka berdua.
"Untuk saat ini kita harus menjaga suhu badan kita, ambil baju di dalam tas kalian dan pakai berdouble-double?" perintah Evan kepada temannya, dia sendiri terlihat benar-benar serius.
Evan pun membangunkan Syria dan menyuruhnya seperti apa yang di katakan olehnya tadi.
...****************...
Beberapa menit tepat jam 12:00 suhu di dekat tenda semakin dingin, beberapa dari suhu bahkan dapat menembus tenda dari bahan kain itu sendiri.
"Sial suhunya semakin naik!, tubuhku saja menggigil di buatnya," gumam Ken yang emosi karenanya.
"Tenang kan dirimu dulu Ken, dalam situasi ini kita harus tenangkan diri terlebih dahulu!" ujar Hyouga menoleh ke arah Ken yang di sampingnya.
"Kenapa kamu setenang itu Hyouga, liat Rail sampai segitunya karena kedinginan?" ucap Ken sambil menunjuk ke arah Rail(nama aslinya Syria).
"Aku tahu, tapi untuk saat ini kita harus sabar menghadapi situasinya!" ucap Hyouga dengan tegas.
"Kenapa bisa sedingin ini sih?" ucap Syria yang kedinginan sambil menyelimuti tubuhnya dengan selimut.
"Evan!, apa rencana kita selanjutnya, jika.... kita terus disini kita pasti akan... mati kedinginan!" tanya Ken dia masih saja panik dan terlihat mengigil karena dinginnya suhu saat ini.
"Untuk saat ini kita berdiam saja di tenda!" jawab Evan tatapannya datar.
Ken dan Syria tersentak dengan jawaban Evan.
"Tunggu dulu Evan, bukanya dari informasi yang kamu dapat anomalinya memiliki radius, apa sangat jauh bagi kita untuk keluar?" ucap Ken dengan bibir yang bergetar.
"Menurutku, radius anomali ini belum diketahui, dan jika kita memaksa untuk pergi menjauh maka akan sangat berbahaya sekali bagi kita!, apalagi jika radiusnya sangat luas. kita bisa saja salah langkah," tegas Evan.
"Benar apa yang di katakan Evan Ken!, tapi
... untuk kondisi kita saat ini bisa di bilang dalam keadaan darurat. Evan apa kamu punya cara untuk mengatasinya?" tanya Hyouga menatap ke arah Evan yang berada di depannya.
"Pada saat udara dingin, terdapat mekanisme tubuh untuk memproduksi panas lebih banyak atau mengurangi pengeluaran panas melalui keringat yang kemudian sering terjadi adalah menggigil. saat terjadi penguapan dalam tubuh, maka pori-pori akan mengecil, secara kumulatif panas yang diproduksi tubuh mengalami peningkatan, namun saat tubuh tidak dapat mengatasi suhu dingin yang dirasakan, maka akan mengalami yang disebut hipotermia,
Intinya jika mengalami kedingingan, segera menghindari daerah dingin tersebut dan berusaha menghangatkan tubuh!" jelas Evan panjang lebar.
"Baiklah, sekarang bagaimana caranya Ev?, suhunya sudah semakin naik sekarang!" ucap Ken dia sangat gelisah sekarang.
"Baiklah maaf untuk itu!, saat ini ada beberapa cara untuk melewati anomali tersebut, pertama dengan membuat hawa panas dalam tubuh kita naik secara tepat, aku sudah membuat ramuan Sains tersebut, baiklah sekarang kalian cepat minum?" ujar Evan.
"Apa ini aman Ev?" Ken menanyakan tentang ramuan Evan.
"Aku sangat yakin, 100% aman!"Jawab Evan menyakinkan Ken dan juga yang lainnya.
Hyouga Ken dan Syria pun menuruti Evan, hingga beberapa saat ramuan yang di berikan Evan berefek pada tubuh mereka. Sehingga untuk saat ini hawa dingin itu berkurang secara drastis.
__ADS_1