
Menuju jam istirahat kedua Evan terlihat melamun di tengah jam pelajaran di kelas, guru yang melihatnya pun menegurnya. Hanya saja Evan pun kaget, lalu ia pun meminta maaf kepada ibu guru setelahnya.
Sherly yang melihat Evan hari ini agak berbeda dari yang biasanya membuatnya jadi mencemaskan Evan sekarang. Dalam hatinya ia berkata.
"Ada dengan Evan, apa dia sedang tidak enak badan tapi tadi ketika dia di perpus dia terlihat baik-baik saja, apa mungkin ada masalah yang membuatnya jadi kepikiran terus, hmm kalau begitu aku akan menanyakannya sendiri nanti setelah bel istirahat berbunyi," ucap Sherly dalam hatinya.
Rahel pun sama dia melihat Evan dari kejauhan, rasanya ada yang berbeda. Evan terlihat tidak seperti biasanya, kalau saja menurut Rahel tempat duduknya tidak di ubah dan masih di dekat Evan. Rahel pasti sudah menanyakan hal yang menjadi masalah dengannya.
"Sepertinya aku harus membicarakan sesuatu kepada Evan di jam istirahat kedua, entah kenapa dia tidak seperti biasanya, padahal pelajaran IPA adalah pelajaran kesukaannya tapi mala sebaliknya, dia tidak bersemangat sama sekali," ucap Rahel dalam hatinya.
Jam istirahat kedua.
Secara bersamaan Rahel dan Sherly berpapasan di depan Evan, mereka berdua hendak mengatakan sesuatu.
Namun terjadilah rasa canggung di keduanya karena secara kebetulan mereka bisa menanyakan hal sama yang ingin di katakan kepada Evan.
Evan pun memulainya dengan berkata kepada Rahel, setelah itu Rahel menanyakan sesuatu hal kepada Evan dengan tatapan penasaran.
Evan pun menjawabnya.
"Aku sedang tidak bersemangat hel, terimakasih sudah menanyakannya kepadaku!" ucap Evan dengan tatapan kosong.
Saat itu Rahel mengalah dia pun tidak melanjutkan pembicaraannya kepada Evan.
Tak disangka Evan menjadi tidak bersemangat setelah mendapatkan SMS dari pak Gory, beliau mengatakan jika dulu Ayah Evan sempat bercita-cita ingin menjadi Ilmuwan. Cita-cita tersebut sama dengannya padahal waktu itu Ayah Evan pernah berkata, bahwa dia sangat membenci apa yang berhubungan dengan Sains.
Tapi walaupun begitu Ayahnya tidak melarang Evan untuk mewujudkan mimpinya yang ingin menjadi Ilmuwan.
__ADS_1
"Baiklah, kurasa jika aku menunjukkan ekspresi ini kepada mereka akan menimbulkan kerepotan bagi diriku sendiri, lebih baik aku fokus ke petunjuk yang mengarah ke misteri hutan Dark forest, oh ya aku lupa menelpon Sein untuk mengatakan beberapa informasi yang aku dapat tadi," ucap Evan dalam hatinya.
Dilanjutkan dengan Sherly dia berkata kepada Evan.
"Evan.., jika kamu punya sesuatu masalah pribadi, sebaiknya kamu ceritakan saja kepadaku, aku siap kok mendengarkannya, siapa tau aku bisa memberimu solusi!" ucap Sherly.
"Untuk itu terimakasih Sher, saran mu bagus kok hanya saja aku ingin dapat menyelesaikannya sendiri!, baiklah aku pergi dulu ke kantin, kawanku pasti sudah ada sana!" ucap Evan.
Evan juga sama mengatakan hal tersebut kepada Rahel, bahwa dia akan pergi ke Kantin.
Biasanya Evan pergi ke Laboratorium untuk melakukan percobaan ekperimen kecil. Saat ini Evan menuju ke Kantin, di tengah perjalanan ia mendapatkan panggilan dari Sein.
Sewaktu menuruni tangga Evan mengirimkan pesan kepada Sein.
Dalam sambungan ponsel itu Sein memulai pembicaraan.
Dalam hati Evan berkata.
"Lagi-lagi tuan muda bukanya waktu itu Sein sudah aku suruh untuk memanggilku dengan nama depanku saja."
Di lanjutkan dengan Evan yang bertanya kepada Sein.
"Kamu sendiri apa sudah dapat memprediksi di mana letak dari warisan sang raja Sein?"
"Ya, letaknya aku tahu dari makna yang kamu berikan, hehehe aku rasa kita akan bertemu dengan harta kerajaan!"
Evan pun melanjutkan pembicaraannya.
__ADS_1
"Petunjuk yang aku dapat adalah sebuah lokasi di mana titik bertemu yang di maksudkan dalam makna kata yang bertuliskan"Jika waktu bertemu sama dengan perpisahan maka akan ada titik di mana kau bertemu" artinya waktu di mana bertemu berhubungan erat dengan perpisahan, berarti sebelum raja bertemu dengan sang ratu dia bertemu di tempat yang sama dan di waktu yang sama!"
"Apa!, kenapa bisa begitu?, bukannya itu seperti kebetulan dan jika saja benar itu..., tapi apa tuan muda yakin?"
"Jadi sewaktu aku menelusuri bangunan kerajaan aku melihat ada buku bertuliskan pohon apel dengan bahasa kerajaan kuno, aku memahaminya dengan memahami setiap kosa kata bahasa yang mengunakan huruf latin, lalu kerajaan tersebut sudah memiliki 7 generasi. dan untuk menemukan pohon apel itu tidak muda apalagi karena termakan usia maka bisa saja pohon apel itu hilang!"
"Begitu ya, kerajaan tersebut sudah lama sekali, anehnya cerita dari generasi pertama terus berkembang hingga ke generasi ke 7 tujuh ini, lalu apa penyebabnya yang spesifik?"
"Itu karena raja pertama, dia sempat menuliskan sebuah cerita tentang hidupnya, langsung saja, jika benar anggapan ku ini maka tempat atau titik buah apel itu berada di area kedua, tepatnya di sebelah makam sang ratu!"
"Ahh, jadi titik pertemuan itu adalah makamnya sang ratu tapi bagaimana tuan dapat menyimpulkan tempat area kedua ada makam sang ratu bukannya sekarang.."
"Hehehe, dari informasi yang aku dapat pak Gory beliau mengatakan "jika aku tidak salah dalam cerita yang di katakan oleh Kakek itu, bahwa raja sangat suka melihat bayangan matahari di siang hari, sampai katanya dia membuat sebuah rumah sebagai patokan baginya untuk melihat bayang-bayang matahari" dan pas saja di area kedua ada sebuah rumah yang diatasnya ada semacam besi, lalu paling atas ada besi yang bercabang seperti menunjukkan sesuatu, sekarang kamu ke area kedua Sein lalu tunggu sampai ada dimana bayangan pada posisi yang sama denganmu, berdirilah pas di depan rumah itu, amati besi tersebut hingga matahari mencapai puncaknya pada siang hari?"
"Baiklah. akan kulakukan!, jujur saja aku masih belum faham kenapa raja menaruh makam sang ratu di tempat seperti itu, anehnya tempat yang bukan seharusnya sang ratu di makamkan, di area ketiga ada sebuah batu seperti bertuliskan sesuatu, mungkin usia yang membuatnya rusak jadi tidak terlalu terlihat, seharusnya sang ratu di makamkan di sana!"
"Kurasa aku menduga kalau raja menaruh makam yang berisi jasad sang ratu di tempat pertemuannya dulu, lalu itulah akhir dari pertemuan tersebut tempatnya sama dengan perpisahan mereka yaitu perpisahan abadi di dunia yang fana ini, sesuai dengan dugaanku. pasti ada nama sang ratu di makam area ketiga, aku harap semoga saja masih ada!"
"Wahh, aku tidak menyangka tuan bisa menceritakan kisah mereka berdua sampai ke akhir dari segalanya, maksudku ratu dan raja mereka saling bertemu dan berpisah di tempat yang sama, cerita yang menyedihkan. tapi tuan muda dapat menjelaskan semua itu, bagiku sangat luar biasa, seperti halnya aku berada di masa generasi penerusnya!"
"Aku tidak bisa menjelaskan semua itu kalau tidak di bantu oleh pak Gory, setelah aku keluar dari ruangannya dia mengirimkan pdf yang berisi hasil temuannya selama menjelajah dan menguak misteri di hutan Dark forest, dan salah satunya adalah misteri kerajaan Morliana. baiklah aku tutup dulu sekarang, kita akan bicara lagi nanti!"
Setelah itu pun Evan menutup panggilan tersebut.
Evan pun bergegas menuju ke Kantin, walaupun waktunya yang hampir habis, tinggal beberapa menit lagi memasuki bel masuk.
Salam hangat buat kalian semua
__ADS_1
Maaf ya ada kesalahan, jadi double deh satu bab.🙏🙏🙏