
Seperti yang sudah di gambarkan waktu lalu di hutan Dark forest penuh dengan beragam cerita misteri maupun teori yang menyelimuti hutan tersebut, sehingga hal itu menjadikan asal muasal penamaan nama hutan Dark forest.
Hutan Dark forest dulunya bernama kerinci, di sebut hutan dengan sejuta misteri, hal itu karena pada tahun 1985 tepatnya pada pukul 21:34 di hutan Dark forest pernah ada kilatan cahaya yang terlihat di tengah-tengah hutan, penduduk sekitar yang melihatnya langsung kaget karena cahaya itu lama kelamaan semakin terang hingga pada beberapa menit setelah cahaya itu muncul, akhirnya cahaya tersebut menghilangkan perlahan dengan cahayanya yang memudar.
Hal tersebut menjadi sebuah misteri yang belum terpecahkan hingga sekarang karena para ilmuwan maupun seseorang yang ahli dalam hal tersebut, tidak bisa menjelaskan apa cahaya itu dan dari mana datangnya. Ada banyak rumor yang mengatakan bahwa cahaya tersebut berasal dari kapal UFO.
Misteri-misteri tersebut banyak yang belum terpecahkan, sehingga hutan tersebut menjadi hutan yang khas sekali dengan zaman dahulu karena jarang sekali orang yang menjelajahi nya.
Dalam perjalanan menuju markas penjahat, Evan memikirkan sesuatu di dalam hatinya.
"Misi kali ini bisa di gambarkan adalah misi tingkat berbahaya jika di ukur dengan perspektif anggota kepolisian, ya. di tambah dengan beberapa misteri yang menyelimuti hutan ini, walaupun begitu aku tidak takut sama sekali aku mala ingin memecahkan beberapa misteri-misteri tersebut dengan pengetahuan Sains ku hanya saja aku harus fokus ke misi dulu kali ini."
Ken masih mencari lokasi markas penjahat tersebut. Akhirnya dia menemukan lokasi markas yang berjarak lumayan jauh dari posisi mereka saat ini yaitu berjarak 265,5 km. Evan terdiam ia pun berkata kepada Ken.
"Ken apa alat mu sudah kamu uji sebelum di katakan lolos olehmu? tanya Evan.
"Sudah!, bahkan aku mencobanya sendiri dan hasilnya akurat!" jawab Ken sembari melihat alat itu.
"Baiklah!, hmm, aku rasa alatmu hanya bisa di gunakan di tempat yang memang sudah di kenal tempatnya melalui satelit dan jika kamu melihatnya lagi dengan detil, jarak tempuh ini seperti jarak tempuh yang menurut ku sendiri seperti kita akan pergi ke suatu daerah dan kita mengambil jalur tol!" ucap Evan secara rinci menjelaskannya.
"Hmm, perkataan mu ada benarnya juga!, tapi kenapa kamu bisa menyebutkannya seperti itu?, aku nyakin kamu pasti sedang menjelaskan sesuatu yang di dalamnya ada pesan tersembunyi," ucap Ken.
"Ternyata kamu menyadarinya!, benar sekali, jarak ini jika aku tebak adalah jarak tempuh dari kota Granada ke kota kensuki tempat yang kamu kunjungi 2 Minggu lalu!" jelas Evan.
Ken pun menyadarinya sehingga ia berkata.
"Aku tidak menyangka, jadi alatku ini masih belum sempurna dan belum aku uji di tempat-tempat yang belum terjamah. aku jadi tidak enak pada kalian semua, jadi maafkan aku untuk itu!" ucap Ken yang berbalik dan menatap rekannya.
__ADS_1
Mereka pun dengan senang hati memaafkan Ken hanya saja Hyouga bertanya kepada Evan setelahnya.
"Aku heran kepada mu Evan?, kenapa kamu bisa selalu update informasi-informasi tersebut, apa kamu benar-benar belajar terus menerus?" dengan isengnya ia bertanya.
"Sepertinya kamu harus lebih sering mampir ke rumahku deh Hyouga! (Sambil melipat kedua lengannya ke dada) mari kita fokus ke misi ini dulu. oh ya, anggota baru kita sekarang ini bernama Railgan!, aku ingin mendengar pendapat mu di pencarian lokasi markas penjahat itu?" ucap Evan.
Ia pun menatap Evan dan temannya.
"Menurutku kita harus mencari lokasi markasnya terlebih dahulu karena jika tidak, kita akan kesulitan untuk menemukannya. bahkan jika mencarinya dengan manual kita hanya bisa mengandalkan keberuntungan, maka dari itu aku memiliki saran. bagaimana jika kita mencarinya dengan satelit dan fitur buatan ku!" balas Railgan.
"Tentu saja!, akan lebih baik jika kita semua memberikan potensinya," gumam Ken.
"Mari kita coba!" sahut Evan.
"Hmm, menarik sekali," kata Hyouga.
"Bagus sekali Rail kita sekarang mendapatkan lokasinya, kerja bagus," ucap Ken sambil menunjukan jempolnya ke arah Rail.
Rail hanya diam tak menjawab.
"Kali ini kita mulai dengan rencana yang aku buat!" ujar Evan menyeringai.
Jam menunjukkan pukul 17:35 sinar matahari masih terlihat tampak cerah, namun hari sudah menandakan akan gelap gulita. Evan memutuskan untuk berkemah di dekat sungai. Evan lalu mengatur tugas, Ken mencari sesuatu yang bisa di makan dengan pengetahuannya seputar jenis tanaman atau buah yang dapat di konsumsi, Hyouga mencari kayu bakar, beda dengan Rail, ia memutuskan sendiri untuk pergi ke arah barat mencari hewan buruan sesegera mungkin.
"Menurut mu apakah dia dapat di andalkan Hyouga?, entah kenapa aku sedikit mencurigainya?" ucap Ken yang sedikit memikirkan Rail dalam pikirannya.
"Kayaknya dia tipe orang yang lebih suka menyendiri!, kamu bilang curiga kepadanya, itu mungkin hanya perasaan kamu yang terlalu berlebih-lebihan," jawab Hyouga.
__ADS_1
"Kamu bahkan tidak membantuku sama sekali!" gumamnya.
Di sungai Evan mengunakan campuran bahan Sainsnya untuk membuat sesuatu yang dapat menarik ikan-ikan untuk mendekat.
"Untung saja aku sudah memperhitungkan keadaan seperti ini!" ucap Evan sembari mencampur kan bahan Sains tersebut.
Tak lama ikan-ikan pun datang memasuki ruang yang di buat Evan dari batu.
"Jika saja aku mengunakan cara kuno maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan ikan-ikan di sungai dengan air yang lumayan deras ini!" ucap Evan kembali.
Evan pun mengumpulkan ikan-ikan tersebut dan memasukkannya kedalam suatu wadah dengan begini Evan bisa membantu yang lain.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara Ken yang bertugas mencari sesuatu yang dapat dimakan, ia pun berpikir dalam pikirannya yang akhirnya ia memutuskan untuk mencari buah yang menurutnya bisa di makan atau di konsumsi.
Ken berjalan cukup lama tetapi ia tidak mendapatkan sesuatu untuk dibawa. Di tengah perjalanannya tadi ada buah yang mencolok, untung saja Ken sudah mengetahui kalau buah itu sangat beracun yaitu Buah strychnine yang menjadi bahan utama membuat racun tikus. Jika dikonsumsi manusia, akan menyebabkan kejang, serangan jantung, hingga kematian.
Bahkan ia sempat menemukan Tanaman asparagus yang menghasilkan beri kecil dan berwarna kemerahan. Dampaknya bisa bikin sakit perut atau iritasi kulit.
Ken akhirnya memutuskan untuk kembali, karena dia tidak bisa menemukan sesuatu yang bisa ia bawa ke tenda untuk di makan.
__ADS_1