
Waktu berlalu begitu cepat, mereka sekarang berfokus pada misi. Percakapan hanya melalui pesan morse saja dan itu tidak setiap saat.
Hari yang cerah membuat misi mereka menjadi mudah pada saat penyelinapan, mereka memiliki ambisi tersendiri untuk dapat menyelesaikan misi ini dengan cepat dan akurat, berharap semua dapat selamat.
Di waktu lain, Hyouga sudah memasuki area ketiga, dia pun melihat sekitar untuk mengecek situasi. Kemudian ia kembali menyelinap untuk menemukan tempat gadis-gadis di tahan. Sementara Evan menuju ke ruang bawah tanah berharap dapat menemukan penjara yang menahan anak-anak yang di tahan disana.
Dalam rencananya, Evan akan membuat para penjaga yang di dalam tumbang dengan keahlian bela dirinya, Ken pun sama dia menangani penjaga yang ada di luar serta menemukan tempat helicopter di simpan.
Kembali kepada Evan, setelah Evan meninggalkan ruangan barusan. Kini Ia masuki sebuah tempat dan berjalan menuju ujung dari tempatnya sekarang. Berpikir dan mengamati Evan mencari cara untuk dapat keluar dari tempatnya sekarang, karena yang dia lewati saat ini hanyalah ruangan-ruangan lama.
Mengingat Evan adalah orang yang tidak putus asa, ia tetap gigih mencari jalan keluar. Memasuki ruang yang menyimpan pondasi cadangan bangunan, ia lalu membukanya dan melihat banyak sekali pondasi cadangan di dalamnya.
Sambil melihat sekitaran terlebih dahulu, ia pun pergi ke suatu meja yang ada di sana. Setelah sampai ia menemukan sebuah peta atau lebih tepatnya denah bangunan.
Ada tulisan pula di belakangnya.
"Aku yakin kamu pasti membutuhkannya suatu saat, denah ini adalah denah yang di buat oleh kakakku yang selama ini mencari dan mempelajari beberapa peninggalan di bangunan ini, baiklah aku singkat dengan cerita saja, Tempat ini dulu bernama Morliana yaitu kerajaan kuno terbesar yang mendiami selat Hungaran pada masanya....."
"Raja berubah setelah kematian sang ratu lalu ia pun menjadi seorang yang ambisius dan memulai era baru yang tak bisa lagi di percaya oleh rakyat golongan rendah. tak lama raja menikahi seorang wanita dari kasti Lu Han, kastil yang di bangun oleh dua orang pemuda Lu dan Han, ada sebuah catatan yang di wariskan raja kepada anaknya ketika kelak besar nanti, namun kakakku sendiri belum mengetahui dimana catatan itu berada, dia hanya tau dari catatan lama raja!"
"Bangunan ini masih terlihat megah dan terjaga karena dari segi pembuatannya yang mengunakan bahan baku kokoh, entah percaya atau tidak zaman dulu memang sangat penuh misteri dan rahasia yang menyelimuti, aku harap kamu dapat melanjutkan impian ku ini dengan mencari lebih banyak lagi informasi yang berkaitan dengan bangunan megah ini."
Selesai membaca.
"Walaupun di katakan singkat, tetapi jujur saja tulisan di dalamnya sangat panjang, informasi yang ada di dalam denah ini sangat membantu, aku menebak pasti orang yang menulis ini memiliki cita-cita menjadi seorang Arkeolog hanya saja aku masih memikirkan kenapa dia sudah memprediksi jika ada seseorang yang membutuhkannya?, serta kepercayaan bahwa dia adalah orang yang di kenalnya. aku jadi agak bingung, kira-kira siapa kedua orang ini, aku pastikan mereka perempuan dan laki-laki dilihat dari gaya penulisannya yang berbeda dan juga gaya bahasanya."
Dengan denah yang di bawahnya maka Evan menemukan ruang lain yang langsung mengarah ke penjara bawah tanah.
__ADS_1
Evan terdiam melihat anak-anak yang di tahan disana, di dalam sel yang di tempati masing-masing 5 anak di dalamnya. Keluar dari tempat yang sepi ia sudah menggunakan pakaian ala bangsawan.
Anak-anak tersebut melihat Evan seolah baru pernah melihatnya. Kehadiran Evan membuat anak-anak berkata dan meminta tolong kepadanya.
"Kak, tolong kami..., aku yakin Kakak adalah orang yang akan menyelamatkan kami..." Salah satu dari anak-anak yang berkata kepada Evan dia terlihat menangis dan memegang jeruji besi penjara.
Evan pun mengerutkan dahi melihat anak-anak dengan kondisi seperti itu, ia pun berjanji akan menyelamatkan mereka secepat mungkin.
Mendengar anak-anak dalam sel yang heboh beberapa penjaga datang, Evan pun di ketahui oleh penjaga yang berjumlah 6 orang. Bukannya terkejut dan gelisah Evan mala bersikap tenang.
"Siapa kau, beraninya masuk ke sini, apa kamu seorang penyusup?" tanya salah satu dari mereka.
Evan menjawabnya.
"Kalian akan tau siapa aku sebenarnya!" ucap Evan dia masih terlihat dengan tatapan marah.
"Jika kamu tidak menjawab maka kami akan menangkap mu!" dengan suara keras dan ancaman.
Evan hanya diam, karena ketua penjaga penjara emosi maka ia memerintahkan penjaga lain untuk menangkapnya.
"Tangkap dia, dia pasti seorang mata-mata!!" ucap ketua penjaga penjara dengan suara lantang.
Para penjaga datang ke arah Evan dan menyerangnya dengan pedang dan tombak yang di bawahnya.
Disaat pedang itu mengarah kepadanya, Evan dengan cepat mengelaknya di lanjutkan dengan serangan penjaga lain yang bersenjata tombak Evan juga menghindarinya pada saat dan waktu yang pas. Para penjaga terkejut melihat Evan bisa menghindari serangan-serangan tersebut.
Dengan cepat Evan membalas serangan mereka, ia menyerang salah satu penjaga setelah menyerangnya, dengan menendang keras kedepan salah satu penjaga.
__ADS_1
Dash...(suara tendangan)
Tendangannya membuat penjaga itu sendiri ambruk, sontak mereka langsung panik. Kesempatan itu pun dimanfaatkan Evan untuk menyerang mereka.
Serangan demi serangan pun sudah Evan berikan kepada para penjaga, sehingga tersisa pemimpinnya.
"Hey, sobat aku tarik kembali ucapanku tadi, kamu mungkin adalah orang yang ahli dalam bela diri yang di tugaskan oleh bos kami!, maaf aku sudah salah tangkap tadi," ucapnya dengan suara lirih dan wajah yang ketakutan.
"Sayang sekali, apa yang kamu katakan tidak sesuai, baiklah ikut aku kesana?" ujar Evan.
Di sudut ruangan Evan menyerang ketua itu hingga pingsan, Evan melakukan disana supaya tidak di lihat lagi oleh anak-anak.
Evan pun berkata kepada anak-anak yang ada di dalam penjara dan melanjutkan rencananya.
Ruang demi ruang Evan lewati, dia sudah menumbangkan para penjaga dan membuatnya pingsan. Kemudian dia berencana menuju tempat yang dimana terdapat jaringan untuk berkomunikasi seluler dengan lancar.
...****************...
Beberapa waktu yang lalu Syria di tugaskan untuk menjaga bagian tengah, dia juga bertemu penasehat pemimpin yaitu Priyan pria berkacamata yang terlihat sangat serius untuk seorang pemikir sepertinya.
Syria menuruti perintah darinya hanya saja dia seperti memperhatikan Syria dari jauh, melihat Priyan yang terus melihatnya Syria pun bersikap tidak terlalu mencurigakan.
Setelah beberapa saat penjaga lain bergerak menuju ke suatu tempat. Dengan demikian Syria merasa kalau ada serangan akibat dari salah satu rekannya.
Evan mengalahkan semua penjaga yang mendekatinya, dengan tatapan mata tajam Evan seperti menunggu serangan-serangan dari para penjaga berikutnya. Ia mengalahkan mereka semua hanya dengan tangan kosong.
Para penjaga terlihat belum ada yang membawa senjata api dan jika sudah saatnya apakah Evan bisa menghadapinya. Evan lupa dengan rencananya sebelumnya, hal itu disebabkan karena dia tadi melihat kondisi anak-anak di penjara, jadi dia sangat emosi sampai melupakan rencana awalnya.
__ADS_1